LOGINKeesokan paginya, Joko terbangun dari tidurnya. Di sisinya, terlihat Lana yang masih tertidur pulas.
Karena tubuh bagian dada wanita itu tak tertutup selimut, sehingga buah semangka besarnya itu masuk ke dalam pandangan Joko. Di pagi hari, seorang pria selalu dalam kondisi bersemangat, begitu pula dengan Joko. Di tambah melihat pemandangan seperti itu, tentu saja membuat Joko tidak tahan. "Kamu sungguh menggoda. Lagi tidur juga ~ bisa buat aku kepanasan," ucap JoKeesokan paginya, Joko terbangun dari tidurnya. Di sisinya, terlihat Lana yang masih tertidur pulas. Karena tubuh bagian dada wanita itu tak tertutup selimut, sehingga buah semangka besarnya itu masuk ke dalam pandangan Joko. Di pagi hari, seorang pria selalu dalam kondisi bersemangat, begitu pula dengan Joko. Di tambah melihat pemandangan seperti itu, tentu saja membuat Joko tidak tahan. "Kamu sungguh menggoda. Lagi tidur juga ~ bisa buat aku kepanasan," ucap Joko dengan nada main-main. Ide nakal muncul di benak Joko. Dia bangkit, menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Lana, membuka kaki Lana perlahan, lalu dia berlutut di antara kaki wanita itu. Joko meraih batangnya, lalu dia posisikan ujungnya di lubang apem wanita itu. Setelah pas, Joko mendorongnya masuk perlahan. Lana yang sedang tertidur, langsung terbangun. Desahan indah secara refleks di keluarkannya, saat sensasi tusukan itu di rasakan apemnya. "Ahhh
"Halo, Bang. Maaf ganggu malam-malam," terdengar suara Joko di seberang telepon. "Santai aja. Ada apa?" tanya Joko. "Bang, ada orang yang mengincar mu!" Darto langsung berkata ke intinya. Ekspresi Joko menjadi serius setelah mendengar ucapan Darto. "Siapa itu? Katakan!" ucap Joko. Darto menceritakan tentang Pak Kades yang ingin menyewa jasa pukulan ~ untuk memukuli Joko. Mendengar cerita itu, senyuman sinis terlukis di bibir Joko. "Pak Kades. Kau benar-benar ingin bermain-main denganku," ucap Joko. Lana menjadi serius, saat mendengar Joko menyebutkan "Pak Kades" namun dia diam tak berniat bertanya sekarang. "Bang, aku menipu dia," ucap Darto. "Maksudnya?" tanya Joko bingung. "Aku pura-pura setuju, cuma buat dapetin uang dari dia. Hehe... orang kayak gitu, sayang sekali kalau gak di manfaatin," ucap Darto dengan nada riang. "
Joko bangkit. Tangannya memegang pinggang wanita itu, lalu pinggangnya mulai bergerak maju mundur perlahan. Di bawah sana, terlihat batang besar itu, timbul tenggelam di apem wanita itu. "Ahhh... ahh..." desahan-desahan indah keluar dari mulut Lana, yang berarti rasa nikmat telah dia rasakan. "Apem yang baru di robek... memang yang paling nikmat," ucap Joko dengan ekspresi yang tampak sangat menikmati, saat sensasi jepitan kuat dan remasan di rasakan oleh batangnya. Gempuran Joko semakin bertambah cepat. Rasa nikmat yang di rasakan Lana pun, semakin bertambah hebat. "Shhh... ahhh... enak sayang.... terus sayang!" racau Lana dengan desahan yang sangat keras. Semakin kerasnya gempuran Joko, membuat suara benturan kulit terdengar cukup keras. Di padukan dengan suara-suara desahan, suara itu menjadi melodi indah yang semakin menikmati gairah. Tangan Joko berpindah dari pinggang ke buah semangka Lana. Kemudian, remasan pun di lakukannya di sana. "Ahhh... sayang... enak bang
Satu tangan Joko turun ke area bawah tubuh Lana, lalu masuk ke dalam CD wanita itu. Akhirnya, dua jari nakal Joko ~ hinggap di titik paling sensitif wanita itu. "Ahhh..." Lana menegang, saat merasakan sensasi sentuhan tersebut. Setelah menyentuhnya, Joko bisa dengan jelas merasakan kondisi di sana. "Sekretaris cantik, punyamu sudah basah banget," ucap Joko dengan nada main-main. Kedua jarinya itu, bergerak menggesek-gesek area di sana. "Punyamu juga... halus banget yah... kayak mulus banget," lanjutnya. "Ahh... sayang, gatal banget... ahh... ahh.." desah Lana. Mata wanita itu terpejam, dengan ekspresi yang tampak keenakan. Joko sedikit menekan masuk jarinya ke dalam apem wanita itu. Namun, saat dia mencoba itu, dia merasa sangat heran, karena satu jarinya saja sulit untuk tenggelam. "Kok sempit banget? Ini terasa sama banget, pas aku pertama kali main-in punya Tania," gumam Joko di dalam hatinya. "Apa jangan-jangan Lana juga masih segel? Tapi kok... dia jago banget tadi." Me
Lana tersadar dari keterkejutannya. Dia menggigit bibirnya, lalu bergumam di dalam hatinya. "Milikku gak bakalan robek, kan?" Setelah hening sebentar, dia kembali bergumam. "Sudah lah... itu gak bakalan mungkin, banyak yang bilang juga... semakin besar, bakalan semakin nikmat." Joko menurunkan tubuhnya, sampai menempel erat dengan tubuh Lana. "Kenapa diam? Kamu takut sama ukuran batang aku?" tanya Joko dengan nada main-main. Lana menyunggingkan senyuman tipis. "Buat apa takut! Aku malah semakin bersemangat," ucapnya, lalu dia berguling, merubah posisi jadi dia yang di atas Joko. Tangan Lana langsung meraih batang Joko, lalu kocokan lembut di lakukannya. "Ahhh..." Joko mendesah nikmat, saat merasakan sensasi lembut dan geli dari kocokan wanita itu. "Aku mau mainin dulu punyamu ini, jadi kamu jangan nakal dulu, yah," ucap Lana sambil turun ke bawah tubuh Joko. "Silakan. Lakukan saja, apa yang kamu mau!" balas Joko. Lana mendekatkan wajahnya ke batang besar itu, aroma pria yang s
Mendengar itu, mata Lana seketika membelalak. "Kamu serius? Gak bercanda kan?" tanya Lana buru-buru. "Serius! Nih yah... aku cerita-in," Joko menceritakan dari awal pertemuannya dengan Ayu, sampai mereka berdua berakhir di ranjang rumahnya. Setelah mendengar cerita itu, ekspresi Lana menjadi muram. Dia mencubit pinggang Joko dengan keras, sampai Joko yang kuat itu pun, tetap meringis kesakitan. "Aww... sayang... jangan cubit aku! Bahaya... aku lagi bawa motor!" ucap Joko dengan ekspresi pahit. "Pria nakal! Jadi kemarin malam kamu sudah ada di rumah. Bukannya pergi ke rumah aku, kamu malah enak-enak sama Bu Ayu. Aku nahan gairahku semalam, sampai susah tidur, kamu malah manjakan wanita yang baru kenal!" cerocos Lana. "Sayang.... maaf, Aku salah! Posisinya sudah nanggung. Kalau aku gak pulang sama Ayu, aku pasti ke rumah kamu," balas Joko. "Hmph..." Lana mendengus. "Oke... aku maafin kamu. Kamu tidur sama Bu Ayu gak buruk juga. Aku sangat puas mendengarnya. Kades sialan itu... p







