Accueil / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 244 Sepadan Dengan Perjuangan

Partager

Bab 244 Sepadan Dengan Perjuangan

Auteur: Tristar
last update Date de publication: 2026-07-21 13:52:35

Joko mengeratkan semuanya tenaganya yang tersisa untuk menghindari serangan itu. Dia sedikit mundur dan menarik tubuhnya ke samping. Pada akhirnya di berhasil menghindari serangan itu.

"Bajingan tua! Kau berani sekali menyerang diam-diam!" teriak Joko dengan ekspresi marah.

Dia menerjang pria tua itu dengan ganas. Pria tua itu pun menyerang Joko dengan belati tajam itu. Joko menangkap tangan pria tua itu, lalu menendang perutnya dengan keras. Pria tua itu terpental beberapa meter dan belati
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 398 Tato Bulan Merah

    Sosok berpakaian hitam itu tidak menaruh jarumnya. Dia justru melemparkannya. Jarum hitam itu melesat ke arah jendela yang pecah, lurus menuju ranjang ayah Nadya, secepat peluru. Tapi Joko lebih cepat. Langkah Bayangan yang dulu terasa berat kini mengalir ringan seperti napas. Tubuhnya menghilang dari tengah taman dan muncul di depan jendela dalam sekejap. Tangannya terulur, dan jarum hitam itu terjepit di antara dua jarinya, sejengkal dari bingkai jendela. Dingin jarum itu menusuk kulitnya. Tapi energi putih keemasan di jemarinya langsung membakarnya. Jarum hitam itu retak, lalu hancur menjadi serpihan abu. Joko berbalik perlahan. Sosok berpakaian hitam itu sudah mundur beberapa langkah. Benang-benang hitam di sekelilingnya berputar liar, tidak lagi teratur seperti tadi. "Kau..." desisnya. Joko melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 397 Benang Yang Menjerat

    Nyonya Desi bergerak lebih dulu. Dia melesat ke arah sosok kedua seperti anak panah yang dilepas dari busurnya. Belati melengkung itu menyambar ke arah wajahnya, tapi Nyonya Desi memiringkan kepala, membiarkan bilahnya lewat sehelai rambut di depan hidungnya, lalu menghantamkan siku ke rusuk lawannya. Bunyi tulang retak terdengar jelas di tengah sunyinya malam. Pertarungan mereka bergeser menjauh ke arah pepohonan, meninggalkan Joko berhadapan dengan sosok berbenang hitam di tengah taman. === "Wanita itu lumayan," ucap sosok berpakaian hitam, melirik sekilas ke arah Nyonya Desi. "Sayang, dia gak akan bisa menolongmu." Benang-benang hitam di sekelilingnya berputar semakin cepat. Puluhan helai, setipis rambut, tapi setajam bilah pedang. Joko menarik napas dalam-dalam. Energinya tinggal sedikit. Kalau terus begini, dia tidak akan bertahan lama. Dia memu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 396 Bayangan Di Taman Timur

    Joko menerjang keluar dari kamar tamu. Lorong sayap barat gelap dan sunyi. Kakinya masih lemas, kepalanya masih berat setelah tujuh jam pingsan. Tapi dia memaksa tubuhnya bergerak dengan Langkah Bayangan, melesat menembus lorong demi lorong menuju sayap timur. Setiap langkah terasa seperti menarik beban berat. Energinya baru pulih kurang dari separuh. "Sial," desisnya. "Kenapa harus malam ini?" Pertanyaan bodoh. Dia tahu jawabannya. Karena malam ini dia paling lemah. Karena tadi pagi dia memotong sepuluh benang, sementara seseorang di kejauhan merasakan setiap benang itu putus. Mereka pasti tahu dia pingsan, dan mereka tidak akan menunggu sampai dia pulih. === Pintu ruangan orang tua Nadya masih tertutup. Di depannya, salah satu ahli Keluarga Lintang tergeletak di lantai, bersandar di dinding. Matanya terpejam. Sebatang jarum hitam sepanjang jari kelingking menancap di lehernya.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 395 Sadar Sebentar

    Pukul tujuh pagi. Dokter Clara sudah berdiri di depan monitor saat Joko masuk. Matanya sedikit sembap, jelas dia tidak tidur semalaman. Tabletnya penuh coretan dan grafik. "Sepuluh benang," ucapnya tanpa basa-basi. "Lima di tubuh Tuan Haris, lima di tubuh istrinya. Aku sudah mengurutkannya dari yang paling stabil." "Kamu gak tidur?" "Kamu juga gak tidur," balas Dokter Clara datar. "Waktu aku pulang tengah malam, kamu masih berdiri di depan jendela." Joko tidak membantah. Nadya masuk tak lama kemudian, diikuti Tante Ratih. Dua ahli Keluarga Lintang berjaga di depan pintu. Pria-pria paruh baya berpakaian abu-abu dengan aura Master tahap awal. "Kalau sampai kamu pingsan," ucap Nadya, berdiri di depan Joko dengan tangan terlipat, "aku sendiri yang akan menyeretmu ke ranjang dan mengikatmu di sana." "Kedengarannya menyenangkan," balas Joko. Wajah Nadya me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 394 Aliran Sesat

    Sore harinya, ruang kerja Tuan Tua Wangsa dipenuhi wajah-wajah tegang. Tuan Tua Suryo datang secepat mungkin setelah ditelepon. Dia duduk di kursi seberang meja dengan janggut putihnya yang panjang, mendengarkan cerita Joko tanpa menyela sekali pun. Nadya duduk di sofa, matanya masih merah. Tante Ratih di sampingnya, menggenggam tangan keponakannya. Dokter Clara berdiri di dekat rak buku dengan tablet di tangan. "Jadi dia bisa mengendalikan benang itu tanpa menyentuh," ucap Tuan Tua Suryo setelah Joko selesai bercerita. Suaranya berat. "Iya, Kek," jawab Joko. "Tapi aku rasa ada batasnya." Semua mata tertuju padanya. "Selama ini, simpul di tengkorak mereka cuma berdenyut pelan. Teratur. Seperti tali yang dipegang dari jauh tapi gak ditarik." Joko menatap tangannya sendiri. "Tadi pagi, begitu Tabib Mahesa berdiri dua langkah dari ranjang, denyutnya langsung liar. Tarikannya kuat sekali."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 393 Ternyata Dia!

    Sayap timur kediaman Keluarga Permata. Dokter Clara sedang memeriksa monitor saat rombongan itu masuk. Dia menoleh, menatap Ruan Feng dan pria tua berjubah cokelat di belakangnya dengan alis terangkat. "Ini siapa?" "Tamu," jawab Joko singkat. Dia berdiri di antara pintu dan ranjang ayah Nadya. "Dokter, tolong perhatikan monitornya. Jangan lengah sedetik pun." Dokter Clara menangkap nada suara Joko. Tanpa bertanya lagi, dia memutar tubuhnya menghadap layar. Tabib Mahesa melangkah pelan ke tengah ruangan. Matanya menyapu kedua ranjang, mesin-mesin medis, lalu berhenti di wajah ayah Nadya. Lama dia menatap pria yang terbaring itu. Lalu dia menghela napas pendek, seperti seorang pengrajin yang melihat hasil karyanya dirusak orang lain. "Rapi," gumamnya. "Potongannya rapi sekali." Joko tidak menjawab. Dia berdiri tegak, energi putih keemasan mengalir samar di bawah kuli

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status