Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 352 Main Di Luar Sama Sinta

Share

Bab 352 Main Di Luar Sama Sinta

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-10-05 02:42:00

Sinta menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Untuk beberapa saat dia diam, lalu tersenyum tipis.

"Aku gak nyangka hidupmu bakal sampai di titik ini, Joko," ucapnya pelan. "Aku masih ingat waktu kamu pertama kali mangkal ngojek di dekat warungku," lanjut Sinta sambil terkekeh. "Bajumu lusuh, motormu jelek banget. Kadang mogok di tengah jalan, terus kamu dorong sambil ngedumel."

Joko ikut tertawa. Ingatannya melayang ke masa-masa itu. Panas terik di pangkala
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 352 Main Di Luar Sama Sinta

    Sinta menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Untuk beberapa saat dia diam, lalu tersenyum tipis. "Aku gak nyangka hidupmu bakal sampai di titik ini, Joko," ucapnya pelan. "Aku masih ingat waktu kamu pertama kali mangkal ngojek di dekat warungku," lanjut Sinta sambil terkekeh. "Bajumu lusuh, motormu jelek banget. Kadang mogok di tengah jalan, terus kamu dorong sambil ngedumel." Joko ikut tertawa. Ingatannya melayang ke masa-masa itu. Panas terik di pangkalan ojek, menunggu penumpang yang tak kunjung datang, makan seadanya di warung Sinta. "Iya, ya. Dulu khawatir banget gak dapat uang," gumamnya. Sekarang, semuanya berubah total. Uang ratusan miliar di rekening, vila megah di Ibu Kota, Ferrari dan Rolls Royce di garasi. Jauh sekali dari pemuda kampung yang dulu duduk di atas motor butut menunggu penumpang. "Kadang aku juga ngerasa ini kayak mimpi," ucap Joko jujur. Sinta melingkarkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 351 Jatah Ranjang Dari Tante Lestari

    Tante Lestari menatap Joko lama. Tatapan tajamnya perlahan meredup, berganti sesuatu yang lebih lembut. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mengaitkan kedua tangannya di leher Joko. "Kamu ini yah..." bisiknya. Sebelum Joko sempat membalas, Tante Lestari lebih dulu menarik wajahnya mendekat dan mencium bibirnya. Joko sempat terkejut. Wanita yang biasanya kalem dan menjaga wibawa itu, malam ini justru yang berinisiatif lebih dulu. Dia tersenyum di sela ciuman mereka, lalu membalasnya dengan lebih dalam. Ciuman itu semakin panas. Napas keduanya mulai memburu. Tangan Joko bergerak turun, meremas semangka Tante Lestari dari balik gaun tidurnya. "Hmm..." Tante Lestari melenguh pelan. Jemarinya mencengkeram rambut di tengkuk Joko. Joko melepaskan ciumannya sebentar, menatap wanita itu dengan senyum nakal. "Benar saja. Punya Tante jadi padat banget. Gak kendur sedikit pun.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 350 Wanita Semakin Mantap

    Joko menatap para wanita di hadapannya dengan senyum nakal. "Wah, punya kalian jadi makin bagus aja, ya." "Sayang!" Lana memukul pelan lengan Joko, tapi wajahnya memerah dengan senyum tertahan. Mona ikut mendekat, lalu kedua wanita itu saling pandang dengan seringai jahil. Mereka membusungkan dada, sengaja memamerkan hasil perubahan tubuh mereka di depan Joko. "Mau coba, gak? Kekenyalannya beda lho sekarang," goda Lana sambil mengerling. "Buktiin sendiri, Sayang. Jangan cuma lihat doang," tambah Mona, ikut menantang dengan nada menggoda. Joko tidak butuh waktu lama untuk menjawab. Tangannya langsung terangkat, meremas pelan semangka kedua wanita itu secara bergantian. "Ahh~" Lana dan Mona mendesah bersamaan, tubuh mereka sedikit menegang. Joko mengangguk-angguk puas, masih belum melepaskan tangannya. "Benar juga. Jadi lebih padat dan kenyal." "Wah, masih belum puas kelihatannya," celetuk Ayu yang baru ma

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 349 Meramu Pil

    "Cahaya?" Joko mengulang kata itu sambil tertawa kecil, berusaha terdengar santai. "Mungkin maksudku warna sama motifnya!" Bella menyipitkan matanya, menatap Joko lebih lama dari yang seharusnya. Tapi dia tidak membantah, hanya mengangguk pelan, seolah menyimpan kecurigaannya untuk nanti. "Oh ya sudah," ucapnya akhirnya, lalu tersenyum lagi. "Joko, kamu ada waktu ngobrol sebentar gak?" Joko mengangkat alis. "Ngobrol soal apa?" "Aku percaya kamu sebenarnya paham banget soal barang antik," jawab Bella sambil melangkah ke rak di belakang meja kasir. "Aku punya beberapa koleksi yang belum sempat aku pastikan keasliannya. Kalau kamu mau lihat, aku bakal senang banget." Joko terdiam sejenak. Dia tahu, Bella bukan wanita sembarangan yang gampang dibodohi. Alasan "beruntung" yang dia pakai tadi jelas tidak akan mempan kalau diuji lagi dengan barang-barang lain. Lagi pula, kenyataannya dia memang tidak paham soal ciri-ciri barang antik. Dia cuma bisa melihat aura keasliannya lewat pengli

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 348 Iseng, Dapat Banyak Uang

    Bella meletakkan mangkuk itu kembali ke atas meja dengan hati-hati, seolah benda itu bisa pecah kapan saja. "Kalau kamu mau, aku bisa beli mangkuk ini darimu. Harga berapa pun, aku bayar." Joko sempat teringat rencananya memakai mangkuk itu untuk meramu pil. Tapi mendengar betapa langka dan berharganya benda itu, dia jadi berpikir ulang. Menjualnya bisa memberinya modal jauh lebih besar, dan dia masih bisa mencari bahan pengganti lain untuk memurnikan ramuan. "Boleh," jawab Joko akhirnya. "Tapi harganya harus pantas." Mata Bella berbinar. "Tentu saja. Sebentar, aku periksa dulu barang-barang lainnya. Siapa tahu ada yang menarik juga." Joko teringat barang-barang lain di dalam tasnya. Dia mengeluarkan pipa rokok dari batu hijau, kotak kayu berukir, dan bandul kalung dari logam hitam, lalu meletakkannya satu per satu di atas meja. Bella memeriksa satu per satu dengan teliti, kali ini jauh lebih hati-hati dari sebelumnya. Pipa rokok itu dia putar-putar, mengendus aromanya, la

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 347 Di Ajak Ke Toko Besar Barang Antik

    Toko Antik Cahaya Lestari berdiri megah di sudut jalan besar, jauh berbeda dari lapak-lapak kumuh di Pasar Antik Jalan Kencana. Bangunannya dua lantai, dengan etalase kaca besar yang memamerkan barang-barang antik bernilai tinggi. Verona melangkah masuk dengan percaya diri, diikuti Joko dan dua pengawalnya di belakang. Seorang wanita muncul dari balik meja kasir begitu lonceng pintu berbunyi. Wanita itu sangat cantik, tubuhnya seksi dengan lekuk yang menggoda, dan payudaranya besar seperti semangka yang terbungkus blazer ketat. "Verona! Lama gak main ke sini!" sapa wanita itu dengan nada genit sambil melangkah mendekat. "Bella," balas Verona sambil tersenyum tipis. Wanita bernama Bella itu menoleh ke arah Joko. Matanya langsung berbinar begitu melihat wajah tampan pemuda di samping Verona. "Wah, siapa ini? Pacar baru kamu, Verona?" tanyanya sambil melirik Joko dari atas sampai bawah dengan tatapan menggoda. Wajah Verona langsung berubah. "Bukan! Dia cuma kenalan baru."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status