Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 99 Main Sebelum Pulang

Share

Bab 99 Main Sebelum Pulang

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-05-15 13:24:38

Setelah melaju sekitar beberapa menit, mobil Kak Rita berbelok ke sebuah gedung tua yang tampak terbengkalai. Joko langsung membelokkan motornya ~ mengikuti.

Sampai di dalam, mobil Kak Rita berhenti dan Joko pun menghentikan motornya di sebelah mobil itu.

Setelah motornya di standarkan, Joko turun dari motor, lalu masuk ke dalam pintu belakang mobil Kak Rita di jok belakang.

Sementara itu, Bu Maya tetap berada di luar. Dia gak mau menyaksikan permainan panas kedua orang itu ~ kalau dia ikut mas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 240 Berangkat Ke Kota Awan

    Joko tampak canggung. "Itu gak pantas kan?" tanyanya. Nadya mengernyit. "Kenapa gak pantas?" "Identitas Nona sangat besar, sementara aku ini cuma pria biasa," balas Joko. "Biasa apanya? Kamu itu seorang ahli beladiri. Identitas kamu gak kalah sama sekali dari aku!" tegas Nadya sambil melemparkan tatapan tajam. Joko menghela nafas. "Huh... baiklah, kalau gitu aku gak akan sungkan lagi." Nona Sonya yang berada di dapur ~ mendengar obrolan itu. Dia pun menyahut. "Kamu juga bisa panggil aku Sonya saja! Kalau saling panggil nama, kita bisa lebih dekat," ucapnya itu dengar genit. Mendengar perkataan Sonya, Nadya ekspresi Nadya sedikit berfluktuasi dan hatinya sedikit terasa tidak enak. Namun, dia hanya diam berkata apapun. Tante Riana menatap Joko dengan tatapan penuh arti. Senyuman tipis terlukis di bibir merahnya. Di sela-sela obrolan, Joko mengirim pesan kepada para wanita langganannya dan wanita yang sudah bisa di sebut wanitanya. Dia memberi tahu mereka, tentang keberangkatann

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 239 Wanita Kaya Ibu Kota

    Nona Nadya menghela nafas panjang, dia berusaha menenangkan hatinya yang bergejolak. Perlahan, senyuman cerah terlukis di bibir merahnya. "Tuan, saya percaya kepadamu! Tuan tenang saja, di perjalanan ini saya akan kasih bayaran yang memuaskan!" ucapnya. Joko menggosok-gosok tangannya dengan ekspresi wajah yang penuh senyuman. "Nona cantik, kalau boleh tahu... berapa bayarannya?" Tante Riana menusuk pinggang Joko dengan jari telunjuknya yang membuat Joko kegelian. "Hei, kamu tenang saja, Nona Nadya gak akan kasih uang yang cuma beberapa juta! Kamu gak akan rugi pokoknya!" Nona Nadya berkata. "Kalau Tuan berhasil menjaga keselamatanku selama di Kota Awan, aku akan kasih 500 juta!" Mendengar nominal itu, mata Joko berbinar terang. "Nona tenang saja, aku pasti menjamin keselamatanmu!" ucapnya dengan penuh semangat sambil menepuk-nepuk dadanya. "Huh... kamu ini yah, mendengar nominal uang langsung semangat banget!" ucap Tante Riana. Joko terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tida

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 238 Nona Nadya, Nona Sonya

    Namun, wanita yang mengenakan gaun emas hanya menunjukkan perubahan tipis. Alisnya sedikit terangkat, sementara tatapannya menjadi lebih tajam seolah sedang menilai Joko. Berbeda dengan wanita berpakaian formal. Sorot matanya seketika berbinar, dan semburat merah perlahan menghiasi kedua pipinya."Nyonya, siapa pria tampan ini?" tanya wanita berpakaian formal dengan nada sedikit genit."Nona Nadya, Nona Sonya, perkenalkan ini Joko! Seorang ahli yang bisa mengalahkan puluhan orang sekaligus," ucap Tante Riana.Tatapan wanita berpakaian emas semakin lekat. Wanita berpakaian formal pun menjadi serius, semua ekspresi genitnya terhapus.Tante Riana melirik Joko. Dia menunjuk ke arah wanita berpakaian emas. "Jo, ini Nona Nadya." Dia menunjuk wanita berpakaian formal. "Dan ini Nona Sonya, asisten Nona Nadya."Joko tersadari, dia buru-buru bangkit. Kemudian, dia melemparkan senyuman dan anggukan kecil. "Nona Nadya, Nona Sonya," sapa Joko.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 237 Jadi Pengawal Wanita

    Dia perlahan menatap Tante Riana. "Tante, kalau boleh tahu... jadi pengawalnya itu harus sekuat apa?" Joko tak ingin gegabah. Meski dia cukup percaya diri dengan kekuatannya sekarang. "Temanku bilang, dia butuh pengawal yang kekuatannya bisa mengalahkan puluhan orang biasa. Kalau bisa, harus lebih kuat!" balas Tante Riana. Joko mengangguk-angguk. "Jangankan orang biasa, kalau aku melawan puluhan ahli di ranah pendekatan tahap awal pun ~ aku pasti mengalahkan mereka dengan mudah," gumam Joko di dalam hati. "Kalau kamu gak sanggup, lupakan saja!" ucap Tante Riana. "Aku sanggup!" tegas Joko. "Kamu serius Jo?" Tante Riana sedikit terkejut. Joko mengangguk. "Aku cukup kuat. Yah... kekuatanku sekarang ~ cukup untuk bertarung sama 100 orang," balas Joko. "Ka-kamu serius?" Tante Riana merasa ragu dengan ucapan Joko. Tadinya dia mengira Joko hanya sebatas mampu melawan beberapa orang. "Tentu saja serius! Ngapa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 236 Tawaran

    Keesokan harinya, Joko pergi ke kota sendirian. Karena hari ini, dia mendapatkan informasi dari sales dealer mobil jika plat nomor mobilnya sudah jadi. Tadinya sales itu menawarkan untuk mengantarkan plat itu, tapi Joko memutuskan untuk mengambilnya sendiri. Karena sekalian, dia ingin menemui Tante Riana di tokonya. Karena tadi pagi wanita itu mengirim pesan, menyuruh Joko datang ke tokonya jika ada waktu luang. Sampai di kota, Joko pergi mengambil plat nomor mobilnya terlebih dahulu di dealer. Selama proses pengambilan, sales yang kemarin terus menerus memberikan godaan kepada Joko. Namun, kecantikan sales itu belum cukup menggoyahkan Joko, jadi dia mengabaikannya. "Hmm... Tuan ini ternyata sangat sulit di rayu," gumam Sales itu dengan ekspresi sedikit cemberut. Jika sales itu datang pas Joko belum banyak mencicipi wanita cantik, pasti Joko akan langsung menerkamnya. Setelah semua proses selesai, dia pergi dari dealer ~ melajukan mobilnya menuju Mal. Tiba di sana, Joko tidak la

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 235 Nikmat Ibu Muda

    Joko tak langsung memosisikan batangnya, dia menyentuh area inti wanita itu dengan jarinya terlebih dahulu, untuk mengecek kondisi di sana. Tubuh Ririn menegang, saat jari Joko menyentuh area intinya. Pertanda, kalau wanita itu sangatlah sensitif. "Kamu sudah becek banget ternyata, sudah siap di tusuk," ucap Joko sambil mengelus area itu. "Ahh... ahh," desahan manja keluar dari mulut Ririn dengan tubuh yang sedikit bergetar. "Ahh... Tuan, ahh... aku sudah gatal banget!" ucap Ririn dengan nada manja. Joko narik jarinya, lalu membuka paha Ririn sedikit lebih lebar. Setelah itu, dia memosisikan batangnya di apem wanita itu. Joko menggesekkan ujung batangnya itu terlebih dahulu, sampai ujungnya basah oleh cairan wanita itu. "Nikmati yah, aku masukin nih!" ucap Joko sambil mendorong pinggangnya ke depan. Terlihat batang besar itu perlahan masuk ke dalam celah apem yang cukup tembem dan berair. Tubuh Ririn menegang, saat merasakan sensasi tusukan itu. "Ahhh... Tuan..." desah

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status