Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 237 Jadi Pengawal Wanita

Share

Bab 237 Jadi Pengawal Wanita

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 18:00:00

Dia perlahan menatap Tante Riana. "Tante, kalau boleh tahu... jadi pengawalnya itu harus sekuat apa?" Joko tak ingin gegabah. Meski dia cukup percaya diri dengan kekuatannya sekarang.

"Temanku bilang, dia butuh pengawal yang kekuatannya bisa mengalahkan puluhan orang biasa. Kalau bisa, harus lebih kuat!" balas Tante Riana.

Joko mengangguk-angguk. "Jangankan orang biasa, kalau aku melawan puluhan ahli di ranah pendekatan tahap awal pun ~ aku pasti mengalahkan mereka denga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 382 Pertarungan Dan Jebakan

    Pintu depan Vila Bintang terbuka lebar. Puluhan Pendekar Keluarga Jery yang sedang menyerbu masuk melalui halaman depan langsung menghentikan langkah mereka. Di ambang pintu, seorang pemuda berdiri santai dengan kedua tangan di saku celana. Joko. Salah satu Master Keluarga Jery, pria berkumis tebal dengan bekas luka di pipi kiri, menyipitkan matanya. "Kau... kenapa kau ada di sini? Kau seharusnya di acara peluncuran." "Tadi memang di sana," jawab Joko santai. "Sekarang di sini. Kenapa? Kaget?" Ketiga Master itu saling pandang. Wajah mereka berubah. "Jebakan," desis Master kedua, pria botak bertubuh gempal. "Tenang," potong Master ketiga, yang paling tua di antara mereka, berambut abu-abu dengan sorot mata tajam. "Dia cuma sendirian. Kita bertiga. Bunuh dia sekarang, lalu cari wanita-wanitanya." Joko tersenyum tipis. "Siapa bilang aku sendirian?" Sebuah bayangan hitam melesat dari jendela samping vila. Sebelum para Pendekar sempat bereaksi, dua di antaranya sudah terpental, me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 381 Menunggu Musuh Datang

    Malam sebelum peluncuran.Sebuah minivan hitam berhenti di belakang Vila Bintang, jauh dari jalan utama. Lampunya dimatikan.Satu per satu, Sinta, Tante Lestari, Sumi, Rara, dan Mona keluar dari pintu belakang vila dengan tas kecil di tangan. Mereka berjalan cepat tanpa suara, lalu masuk ke dalam minivan itu.Joko berdiri di dekat pintu mobil, memastikan semuanya masuk dengan selamat."Sopirnya orang kepercayaan Tuan Tua Wangsa," ucap Joko pelan. "Kalian langsung dibawa ke kediaman Keluarga Permata. Jangan keluar dari sana sampai aku sendiri yang menjemput."Sinta menatapnya dari balik jendela mobil yang terbuka. Matanya berkaca-kaca."Joko, janji kamu gak akan kenapa kenapa!"Joko tersenyum, lalu mengusap pipinya dengan ibu jari. "Janji."Mona menjulurkan kepalanya dari kursi belakang. "Kalau kamu sampai luka, aku gak mau ngomong sama kamu seminggu!""Iya, iya," Joko tertawa pelan.Tante Lestari hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa. Tapi sorot matanya cukup menjelaskan semuanya.Ra

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 380 Rencana Menyambut Musuh

    Ferrari SF90 membelah jalanan Ibu Kota yang mulai lengang. Jarum speedometer terus naik.Bella duduk di kursi penumpang, sesekali melirik wajah Joko yang dingin dan kaku. Sejak keluar dari Hotel Grand Imperial, pria itu nyaris tidak bicara."Kamu yakin informasinya benar?" tanya Bella akhirnya."Yakin," jawab Joko singkat."Dari siapa?"Joko terdiam sejenak. "Dari orang yang paling dekat dengan Keluarga Halim."Bella menyipitkan mata. Dia teringat aroma parfum asing di leher Joko tadi. Lalu perlahan, senyum tipis terlukis di bibirnya."Istri kepala Keluarga Halim, ya?"Joko melirik Bella sekilas, tak menjawab.Bella tertawa pelan sambil menyandarkan kepalanya ke jok. "Kamu ini benar-benar berbahaya, Joko. Bahkan istri musuhmu pun bisa kamu jadikan mata-mata.""Aku gak menjadikannya apa-apa," balas Joko. "Dia sendiri yang memberi tahu.""Tentu saja," ucap Bella dengan nada menggoda. "Setelah kamu memberinya sesuatu yang sudah lama gak dia dapat dari suaminya."Joko tak membantah. Bella

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 379 Istrinya Berkhianat

    Malam itu, Hotel Grand Imperial, ballroom lantai teratas. Pesta amal tahunan keluarga-keluarga kelas satu Ibu Kota digelar dengan megah. Lampu kristal raksasa menggantung dari langit-langit, alunan musik klasik mengalun lembut, dan para tamu berbalut gaun serta jas mahal berlalu-lalang dengan gelas sampanye di tangan. Joko berdiri canggung di dekat pintu masuk, mengenakan jas hitam yang disiapkan Nadya. Dia tidak terbiasa dengan acara seperti ini. “Santai saja,” bisik Bella yang menggandeng lengannya. “Kamu tamuku malam ini.” Bella tampil memukau. Gaun malam berwarna emas membalut tubuhnya dengan sempurna, belahan dadanya yang dalam terlihat jelas di balik potongan leher yang rendah. Kulitnya bercahaya di bawah lampu kristal, jauh lebih mulus dari sebelumnya. Begitu mereka melangkah masuk, kepala-kepala langsung menoleh. Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai arah. “Itu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 378 Pecahkan Masalah

    Malam setelah berita palsu itu tersebar, ruang tengah Vila Bintang berubah menjadi ruang komando darurat. Laptop-laptop berjajar di atas meja. Sonya duduk di depan tiga layar sekaligus, jemarinya bergerak cepat di atas keyboard. Bila memantau media sosial, mencatat setiap akun yang menyebarkan berita itu. Nadya sibuk menelepon orang-orangnya, sementara Rara dan Sumi mencoba menghubungi distributor-distributor lain. Joko berdiri di belakang Sonya, menatap layar dengan alis berkerut. “Gimana?” “Foto wanita berwajah ruam itu,” jawab Sonya tanpa menoleh. “Aku sudah telusuri jejak digitalnya. Foto aslinya diunggah pertama kali dari akun anonim, dua hari sebelum berita keluar. Tapi akunnya pernah login dari satu alamat yang sama dengan akun milik sebuah agensi model kecil di Ibu Kota.” “Agensi model?” Rinda yang sedang membantu Bila langsung menoleh. “Namanya apa?” Sonya mengetik sesuatu, lalu memutar layar ke arahnya. “Star Muse

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 377 Di Kacaukan

    Tiga hari sebelum peluncuran Bintang Farma. Gedung kecil yang disewa Joko di kawasan bisnis Ibu Kota kini sudah berubah menjadi kantor yang sibuk. Papan nama “BINTANG FARMA” terpasang di atas pintu masuk. Para karyawan baru berlalu-lalang membawa berkas, dan telepon tak berhenti berdering. Di ruang rapat lantai dua, Rara berdiri di depan papan tulis, menjelaskan rencana distribusi dengan penuh percaya diri. Sumi dan Mona mencatat di sampingnya. Tante Lestari dan Sinta sibuk memeriksa laporan keuangan, sementara Bila dan Rinda menyusun jadwal promosi. Joko duduk di ujung meja, memperhatikan mereka dengan senyum bangga. “Gudang di lima kota sudah siap,” jelas Rara sambil menunjuk peta. “Dua distributor besar, Mitra Sehat dan Cahaya Niaga, sudah tanda tangan kontrak. Begitu peluncuran, produk langsung masuk ke tiga ratus apotek di Ibu Kota.” “Promosi juga sudah siap,” tambah Bila. “Iklan Rinda tayang serentak di televisi dan media sosia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status