Share

78. Part 9

last update publish date: 2026-01-17 01:01:19

Gadis berpakaian serba hijau tahu-tahu telah berada dalam sebuah ruangan luas berpenerangan redup yang sejuk. Adapun ruangan tempat si gadis sekarang berada adalah ruangan rahasia tersembunyi. Tempat itu menjadi kediaman gurunya selama ratusan tahun. Tempat itu tidak cuma tersembunyi namun juga dilindungi semacam tabir gaib dan sebuah kekuatan sihir hebat.

Setelah menjejakkan kaki dilantai ruangan batu merah, gadis ini segera jatuhkan diri berlutut menghadap ke arah kursi dimana diatas

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   226. Part 17

    Gagak Panangkaran mendengus nafasnya memburu, wajah merah padam sedangkan sepasang mata tampak merah dilamun amarah. Dengan tangan terkepal gigi bergemeletukan dia membentak. "Perempuan terkutuk. Kaulah yang menjadi pangkal sebab dari semua kegilaanku. Kau habisi anak buahku dengan cara sekeji itu. Apakah kau pikir aku akan memberi ampun?!" Geram senopati meledak-ledak.Harimau Setan tersenyum dingin. Dengan sinis dia menjawab. "Siapa yang hendak minta ampun pada manusia keparat kaki tangan pencuri. Kau dan adipatimu itu sama saja. Tidak ada nilainya dimataku. Dan aku tidak punya waktu melayanimu lebih lama senopati. Lihat serangan!!" Teriak si nenek.Begitu si nenek berteriak, Gagak Panangkaran langsung dongakkan kepala menatap ke depan. Senopati ini tercengang saat melihat sosok si nenek mendadak raib, sementara dari arah depan senopati melihat sedikitnya tiga larik cahaya berbentuk kipas berwarna merah, biru dan hitam menderu menebar ke arahnya."Jahanam! ilm

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   225. Part 16

    Tak ayal lagi bahu, perut dan punggung Harimau Setan terkena satu bacokan dan dua tusukan. Darah terlihat menyembur dari tiga luka ditubuhnya. Sementara mata si nenek membelalak seolah tidak percaya dengan apa yang dialaminya."Kk..kalian...kalian ternyata sangat hebat..." Ucap nenek itu dengan tubuh terhuyung.Menyangka lawan dapat dilukai oleh perajuritnya. Senopati Gagak Panangkaran tertawa sinis "Hanya seperti itukah ilmu kesaktian yang kau miliki? Jika menghadapi anak buahku saja kau sudah tidak berdaya bagaimana kau bisa melawanku. Konon pula kau mau mengambil kembali senjatamu dari tangan adipati. Kau bisa menjadi potongan daging tak berbentuk.Ha ha ha!""Hi hi hi! Senopati lihat kemari pentang matamu lebar-lebar," Kata si nenek.Senopati katobkan mulut, dia menatap ke arah lawan. Dilihatnya Harimau Setan mengusap lukanya di tiga bagian. Luka itu lenyap seketika tak meninggalkan bekas terkecuali bagian pakaian yang robek di tiga bagian."Gil

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   224. Part 15

    "Lihat nenek aneh ini. Sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu seperti bulu Harimau. Pantas kuda kita jadi gelisah." Ujar salah seorang perajurit."Kuda kita menyangka dia harimau sungguhan, tidak tahunya cuma Harimau Setan!" Timpal perajurit lainnya. Terdengar suara tawa berderai.Sementara itu senopati tetap memperhatikan nenek di atas batu dengan tatapan curiga. "Melihat ciri-cirinya, aku yakin dialah orang yang biasa disebut Harimau Setan." Batin laki-laki itu.Dia pun lalu melompat turun dari atas kuda. Sambil menyeringai senopati itu berujar."Yang dicari susah ditemukan yang tidak diharap justru muncul sendiri. Ha... ha... ha."Melihat senopati tertawa terbahak-bahak, Harimau Setan keluarkan suara berdengus sekaligus ajukan pertanyaan."Apakah ada yang lucu senopati? Apa maksud ucapanmu?""Nenek renta tubuh berbulu seperti harimau. Bukankah kau orangnya yang bernama Marasati berjuluk Harimau Setan?""Kalau benar memangnya a

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   223. Part 14

    Berkat kegigihannya kehilangan tangan kiri bagi si nenek tidak menjadi halangan. Puluhan tahun dia melatih lengan baju kirinya menjadi senjata yang lebih ganas dan lebih berbahaya dari sebilah pedang. Kini si nenek menatap jauh ke arah kejauhan. Sayup-sayup dia mendengar suara kuda dipacu cepat menuju ke arahnya.Dia merasa heran, dan juga curiga."Ada serombongan orang berkuda datang kemari. Matahari baru saja terbit. Siapa mereka?" Pikir Harimau Setan.Sekilas orang tua ini menoleh. Dia menatap ke arah sebatang pohon menjulang tinggi. Penasaran ingin mengetahui siapa gerangan adanya para penunggang kuda tersebut. Tanpa membuang waktu Harimau Setan segera berkelebat ke arah pohon, lalu jejakkan kaki dan bersembunyi di balik kerimbunan cabang dan dedaunan.Dari atas ketinggian pohon orang tua Itu memusatkan perhatian ke arah suara iring-iringan rombongan berkuda.Kening si nenek berkerut tajam ketika melihat belasan laki-laki bersenjata berbagai je

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   222. Part 13

    "Perlu kiranya kau ketahui, untuk mencapai sesuatu dalam hidupku. cara dan selalu banyak jalan. Untuk mendapatkan yang besar, raih dulu yang kecil. Jalan hidup memang sangat kelam, penuh darah dan kekejian. Aku tak menyesal jika manusia sisa penghuni Lembah Bangkai itu kini datang menuntut balas. Yang aku sesalkan mengapa di antara mereka ada yang selamat.""Apapun yang telah gusti lakukan bersama para sahabat yang lain, saya selalu berada di pihak gusti""Aku sangat senang mendengarnya. Bersikap setialah padaku sampai akhir hayat. Dengan begitu kau bisa hidup enak tanpa menemui banyak kesulitan. Ada pun tentang senjata Cambuk Sakti Naga intan, aku tak akan pernah menyerahkan senjata itu pada Harimau Setan. Senjata itu sekarang sudah menjadi milikku.""Bagaimana Jika Harimau Setan dan pengikutnya yang liar itu datang kemari?" Tanya senopati.Suasananya tenang namun menyimpan rasa kekhawatiran. Adipati menyeringai."Kau takut?" Tanya adipati sambil

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   221. Part 12

    "Pendekar Sinting? Baru kali ini aku mendengar nama aneh dan julukan seperti itu.""Tapi sepertinya dia berada di pihak kita, kalau pun nantinya dia menyeberang membantu pihak musuh. Aku tidak akan segan-segan menyingkirkannya.""Lalu bagaimana dengan Penyair Sinting Gusti. Saya yakin dia tau segala hal tentang masa lalu gusti."Adipati Seta Kurana tidak menanggapi. Sepasang matanya menatap senopati dengan pandangan menyelidik."Bagaimana kau bisa berkata begitu.""Saya mendengar sendiri dia mengatakan tahu tentang masa lalu dan semua orang yang membantu gusti. Dia juga ada menyebut-nyebut tentang pembantaian yang gusti lakukan bersama para sahabat gusti di Lembah Bangkai sebelum menjadi adipati," Terang senopati Gagak Panangkaran.Ucapan sanopatinya itu membuat adipati Seta Kurana terkejut. "Penyair Sinting. Sering sekali kudengar namanya, namun dia manusia aneh yang sebenarnya jarang menampakkan diri di dunia ramai. Dia bisa muncul di mana

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   62. Part 18 (Cemeti Laut Selatan)

    "Aku tidak menyuruhmu memanjat seperti kunyuk kurang makan, Cah sinting!!" Teriak Dongdongka sengit."Tapi tadi Kakek menyuruhku memetik kelapa, bukan?""Iya, tapi tidak dengan cara seperti itu!"Angon Luwak menggaruk-garuk kepala.Bingung juga dia. Disuruh memetik bua

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   59. Part 15 (Cemeti Laut Selatan)

    "Katakan padaku di mana kau sembunyikan Cemeti Laut Selatan, Kusumo!" Tekan Ki Ageng Sulut"Aku tahu pada akhirnya kau akan menuntut benda itu!""Jangan banyak cincong! Katakan saja di mana benda itu!""Kau memang bodoh, Ki Ageng Sulut! Kenapa kau pikir aku akan memberikan Ce

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   56. Part 12 (Cemeti Laut Selatan)

    Penyakit mematokkan usianya. Tuhan berkehendak begitu. Tapi, Angon Luwak tak akan sudi menerima cara kematian yang dialami oleh Nyai Cemarawangi. Kalau saja tak ada manusia keji yang merenggut nyawanya, tentu perempuan welas asih itu masih bisa menikmati hari.Setidaknya dia masih bisa men

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   55. Part 11 (Cemeti Laut Selatan)

    "O, si 'Jangan Ribut Dewa' itu bernama Dirgasura ya....""Jadi ke mana gadis itu?""Gadis itu? Gadis yang pakai dua pedang itu, kan?""Iya...."Lama-lama, bisa terkena serangan darah tinggi juga Angon Luwak."Dia sudah kusuruh pergi," Tukas Dongdongka, enteng sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status