Share

35. Gusar

last update publish date: 2025-10-19 01:01:06

Kekokohan kakinya yang selama dua tahun setengah selalu berkutat mengayuh dalam gelombang, membuatnya sanggup berlari seperti seekor rubah. Tak beberapa tarikan napas, Angon Luwak sudah sampai di atas bukit karang di mana Ki Kusumo berdiri. Anak muda tanggung itu hendak menyerahkan seikat bunga karang di tangannya, tapi Ki Kusumo malah menyuruhnya lebih mendekat.

"Aku ingin berbicara padamu tentang satu rahasia yang selama ini aku simpan diam-diam," Katanya datar. Ditepuknya bahu Angon

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   158. Part 18

    Lima cahaya membentuk lima buah tombak berwarna biru dikobari api. Begitu arah tongkat diputar ke depan, lima tombak dikobari api menyala melesat, menderu menghantam Momok Laknat tepat di bagian leher, jantung, perut juga kedua lututnya."Hik hik hik! Permainan ilmu sihir celaka. Tua bangka rongsokan sepertiku mana kena dikadali!" Dengus si nenek.Berkata begitu secepat kilat Momok Laknat lambaikan tangan di udara. Entah dari mana datangnya tahu-tahu di tangan si nenek telah tergenggam sebuah tengkorak kepala berwarna hitam pekat mengepulkan bau setanggi."Tengkorak Iblis Dalam Pusara Kutukan!" Teriak Momok Laknat menyebut nama tengkorak di tangannya Kemudian tanpa bergeser dari tempatnya berdiri.Tengkorak kepala itu berturut-turut disapukan dari bagian leher hingga kedua kakinya. Bergerak melakukan sapuan, tengkorak kepala memijarkan cahaya. Lima batang tombak biru dikobari api tergetar di udara. Kemudian secara aneh meluncur deras ke bagian dua lubang

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   157. Part 17

    Begitu tangan kiri disentakkan jaring cahaya yang memancar dari jari Kupu Kupu Putih mengerut. Dengan demikian tentu saja bagian ujungnya yang lebar dan melibat tubuh si nenek ikut terbetot.Tanpa ampun Momok Laknat terseret mendekati lawan. Puteri Pemalu yang sempat menyaksikan apa yang dialami sahabatnya sempat tercengang namun dia tidak bisa menolong karena saat itu Maut Merah, Maut Hijau dan Maut Biru menghujaninya dengan pukulan ganas dari tiga penjuru.Sementara Momok Laknat yang terperangkap muslihat lawan berusaha menahan daya betot yang dilakukan Kupu Kupu Putih dengan alirkan tenaga dalam ke bagian kaki. Kaki dihentakkan hingga menancap di batu karang yang atos.Sejenak terlihat saling tarik. Kupu Kupu Putih lipat gandakan tenaga dalam, dalam usahanya menarik lawan. Sementara tongkat hitam Geger Gaib di tangan dia pegang sedemikian rupa hingga begitu lawan berada dalam jangkuannya tinggal mengayunkan tongkat ke kepala Momok Laknat.Upaya untuk m

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   156. Part 16

    Hawa dingin dan hawa panas menderu silih berganti. Rasanya Sulit bagi Puteri Pemalu dapat meloloskan diri dari serangan. Tapi si gadis bersikap tenang. Dia malah tertawa mengikik. Sambil tertawa dia membuat satu gerakan aneh, tubuh berputar sambil melompat tinggi.Wuus! Crak! Bum! Bum!Puteri Pemalu lenyap.Serangan bersaudara Tiga Pembawa Maut mengenai tempat kosong. Tiga Pembawa Maut geram. Serentak mereka dongakkan kepala. Memandang ke atas lawan raib entah kemana."Aku disini!" Kata Puteri Pemalu memberi tahu.Maut Merah, Maut Hijau dan Maut Biru balikkan badan. Menatap ke depan mereka belalakan mata sekaligus keluarkan seruan kaget.Di luar dugaan lawan ternyata telah berada di depan hidung mereka sedangkan dua tangan Puteri Pemalu yang berkuku panjang menyambar deras siap menghunjam di bagian wajah mereka."Keparat!" Maki Maut Biru sambil cepat selamatkan wajah dengan melompat ke belakang."Jadah!" Maki Maut Merah dan Hij

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   155. Part 15

    Si Gadis yang bersama si kakek yang tak lain adalah Dewi Harum alias Puteri Pedang Harum terkejut tak menyangka Kupu Kupu Putih mau membeberkan kesalahan gurunya. Sambil berdecak kagum dan menatap Kupu Kupu Putih yang berjarak sejauh lima belas tombak di depannya.Dewi Harum berucap dengan suara lantang."Para manusia terkutuk. Kalian semua akan aku binasakan. Tapi terus terang aku merasa kagum karena baru malam ini kudengar ada seorang murid mau mengakui kesalahan gurunya. Sayang... aku tidak melihat gurumu Penyihir Racun Utara hadir disini, Walau begitu kau cukup layak menggantikan gurumu untuk menebus dosa-dosanya!""Hik hik hik! Kalian punya hubungan apa dengan kerabat istana Pulau Es?" Tanya Kupu Kupu Putih disertai tawa tergelak."Soal itu bukan urusanmu" Jawab Dewi Harum.Sang Maha Sesat menyeringai."Katakan memang bukan urusan kami. Tapi sadarilah kalian cuma berdua. Sedangkan kami sangat banyak sekali. Bagaimana mungkin seekor mony

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   154. Part 14

    "Hmm, Janji tetap kupenuhi. Itu sebabnya aku datang kemari membawa orang banyak. Selain itu aku juga masih punya pasukan gaib yang ampuh. Bila keadaan memaksa aku bakal mengerahkan mereka!" Ujar Sang Maha Sesat.Kupu Kupu Putih tersenyum puas. Dia sama sekali tidak tahu dalam hati Sang Maha Sesat sesungguhnya berkata lain."Pedang Pusaka Istana Es, mana pantas kuberikan pada orang yang sudah mampus. Sebagai penyihir kuanggap kau sebagai orang bodoh. Andai saja kau gunakan tongkat untuk melihat keadaan gurumu. Aku yakin kau pasti berubah pikiran. Kau tidak lagi datang demi pedang tapi demi menghabisi nyawaku. Gadis cantik luar biasa. Aku akan memanfaatkanmu. Dan sesungguhnya telah lama sekali aku ingin mendapatkan kehangatan tubuhmu! ""Saya berterima kasih karena ternyata kau memegang janji, paman." Sahut Kupu Kupu Putih sambil tersenyum."Gusti Ayu, saya merasa Sang Maha Sesat telah menyembunyikan sesuatu. Jangan percaya dengan segala bualannya." Kata Ma

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   153. Part 13

    Bocah Ontang Anting yang merasa diselamatkan keluarkan suara raungan lalu lepaskan cekalan pada ujung kotak selanjutnya berguling menjauh selamatkan diri. Benturan cahaya hitam dan dua pukulan yang dilepaskan Angon Luwak tak dapat dihindari lagi.Dentuman keras di dalam gua mengguncang seluruh penjuru bukit dan menimbulkan lubang menganga lebar di seluruh lereng bukit Induk. Pijaran api bekas ledakan memenuhi seluruh penjuru ruangan gua.Kepulan asap menghalangi pandangan. Angon Luwak tergontai menatap ke arah altar di antara keremangan cahaya.Dia melihat kotak hitam bergerak-gerak dengan sendirinya. Dan melihat Bocah Ontang Anting berusaha bangkit kembali hendak mengambil kotak hitam.Di sudut yang gelap terdengar suara makian."Jadah! Menggagalkan niatku berarti kematian bagimu," Teriak satu suara."Keparat penyusup. Jangan cuma menyumpah serapah. Perihatkan dirimu agar aku bisa melihat seperti apa tampang rupamu!" Maki Pendekar Sinting s

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   141. PEDANG PUSAKA ISTANA ES

    UJUNG LORONG jalan rahasia berakhir di ujung pintu batu. Bocah Ontang Anting menghela nafas sambil pandangi pintu tebal berat luar biasa yang menghadang di depannya. Menatap ke arah pintu yang luasnya cuma seukuran besar tubuh laki-laki dewasa ini membuat Ingatannya melayang jauh pada masa dua pulu

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   140. Part 23

    Demi berbakti pada guru yang sangat dihormati. Kupu Kupu Putih berangkat menuju tiga bukit yang terdapat di pantai utara. Sejauh ini dia belum mengetahui bahwa Penyihir Racun Utara telah tewas terbunuh di tangan sahabatnya sendiri yang tak lain adalah Sang Maha Sesat."Aku telah penuhi per

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   139. Part 22

    Puteri Pemalu diam tidak menyahuti. Tapi dia tersenyum. Kemudian dia hentakkan kedua kakinya. Seketika itu juga Puteri Pemalu lenyap hilang raib seperti ditelan bumi. Dikejauhan Momok Laknat jadi gelisah khawatir Puteri Pemalu tidak mengikutinya. Sambil berlari Momok Laknat menoleh ke belekang. D

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   138. Part 21

    Sekali mengitarkan pandang. Dia tidak yakin Puteri Pemalu tewas terbunuh di tangan Hyang Kelam. Tak ada yang bisa membunuh Puteri Pemalu. Takdir kematiannya hanya terjadi bila muncul petir di tengah hari di delapan Puteri Pemalu."Dimana kau!" Teriak Momok Laknat.Sekali lagi dia me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status