ホーム / Fantasi / Pendekar Sinting dari Laut Selatan / 47. Part 3 (Cemeti Laut Selatan)

共有

47. Part 3 (Cemeti Laut Selatan)

last update 公開日: 2025-10-25 01:01:41

"Cakar Rajawali!"

Itulah nama jurus yang kini diperlihatkan Ki Kusumo. Satu jurus yang tak kalah hebat dari 'Tepukan Iblis Kematian'.

Bukan cuma pamor, namun benar-benar kehebatannya. Jurus itu pun hanya dimiliki oleh Ki Kusumo. Satu jurus berhawa kematian yang diciptakannya di Pulau Hantu.

Jurus yang mengandalkan patukan jari beracun yang lebih mirip dengan gaya seseorang menyambar bunga karang dari permukaan laut. Satu patukan bisa berarti seratus racun mematik

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   254. Part 22

    Sepuluh jemari tangan yang bergerak laksana gunting menghantam tempat kosong. Melihat serangannya luput sang Pangeran segera gerakan kakinya dan tahu-tahu dia telah berada di depan Pendekar Sinting.Wuut!Satu tendangan kilat dilakukan laki-laki itu. Angin dingin menyambar menyertai tendangan. Pendekar Sinting yang baru saja duduk melompat ke kiri. Tapi tak urung serangan kaki lawan masih menyambar rusuknya. Pemuda ini mengeluh tertahan, namun juga tidak tinggal diam. Begitu sang Pangeran lancarkan serangan susulan. Dalam keadaan setengah berjongkok dia miringkan tubuhnya kesamping.Wuus!Serangan luput. Lawan segera memutar tubuh. Dengan menggunakan tangan kanan dia menjotos kepala pemuda itu. Tapi dengan menggunakan Jurus Dewa Sinting Kegirangan yang kemudian disusul dengan jurus Badai Menggusur Gunung. Pendekar Sinting berhasil menghantam dada lawan dengan pukulan telak.Pangeran Durjana terpental sejauh dua tombak. Namun dia terjatuh dalam kead

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   253. Part 21

    Empat saudara kembaran merangsak maju. Mereka bergerak cepat menyerang Nila Agung. Namun kemudian keempatnya terpecah menjadi dua begitu Arum Senggini yang baru pulih dari cideranya ikut bergabung menyerang empat kembaran Pangeran Durjana itu."Serahkan kembaran ketiga dan keempat untukku adik. Mereka sudah selayaknya mendapatkan ganjaran dariku." seru Arum Senggini penuh semangat."Berhati-hatilah, mereka ternyata sangat tangguh!" sahut Nila Agung.Sambil menerjang gadis ini ayunkan pedangnya ke arah kembaran satu dan dua. Sementara itu kembaran ketiga dan yang keempat kini mulai menghujani Arum Senggini dengan pukulan dan serangan-serangan ganas.Sejauh itu sang puteri masih dapat menghalau setiap serangan yang datang. Malah dengan kecepatan yang tak terduga dia berbalik menyerang dengan kekuatan berlipat ganda. Mendapat serangan balasan bertubi-tubi kembaran keempat dan ketiga nampak kewalahan juga.Sambil bergerak mundur dan keluarkan pekikan m

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   252. Part 20

    "Orang menghina mengapa pangeran diam saja?""Lebih baik kita habisi pemuda gila itu!"Tak sabar kembaran kedua ikut menimpali”Kalian harus bersabar. Membunuhnya adalah perkara semudah membalikkan telapak tangan. Tapi aku harus menanyainya dulu” sahut sang PangeranSetelah berkata begitu kini dia kembali menatap ke arah Pendekar Sinting."Kunyuk berpedang. Kuharap kau mau berterus terang dan mau mengatakan siapa dirimu. Dengan begitu aku bisa memberikan jalan kematian padamu dengan cara yang mudah.""Begitu" sahut Pendekar Sinting tersenyum lalu manggut-manggut."Mendengar ancamanmu aku menjadi takut. Rupanya kau malaikat maut yang baru datang dari neraka? Tapi jangan salah duga dan mengira aku manusia paling tolol sekolong langit. Aku sudah mendengar semua yang kau katakan. Aku juga sudah mengetahui apa yang terjadi walau memang belum semuanya..." Ucapan Pendekar Sinting terputus karena tiba-tiba Pangeran Durjana memotong.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   251. Part 19

    Seseorang yang memiliki ilmu kesaktian dan tenaga dalam yang belum sempurna bila diserang tubuhnya menjadi kaku sementara jantungnya bakal mengalami kerusakan. Nila Agung sadar benar akan hal itu. Itu sebabnya sambil berkelit hindari dua gebukkan. Nila Agung menangkis pukulan yang mengarah kebagian kepala.Sementara pedang ditangan kanan dipergunakan untuk membabat lima jari tangan yang siap menyambar dadanya.Wuuues!Sret!Ces!Kembaran pertama menjerit. Tangan yang dipergunakan untuk menotok terbabat putus. Kutungan jemari bertebaran di tanah. Laki-laki itu melompat mundur hindari tebasan pedang yang ke dua. Sementara tindakan penyelamatan diri yang dilakukan sang puteri ternyata tidak berlangsung mulus. Walau dia berhasil selamatkan kepala dari pukulan orang namun punggungnya masih kena ditendang oleh kembaran ke tiga.Gadis ini jatuh terjengkang namun segera bangkit dan menatap ke arah lawan-lawannya. Dia melihat darah mengucur dari tang

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   250. Part 18

    "Ha ha ha! Gadis jenaka dan cerdik. Dengan hanya melubangi tumitku, bukan berarti kau sudah mengalahkan aku? Kau tihat sekarang aku tidak sendiri. Aku punya kembaran yang lain." kata Pangeran Durjana disertai tawa dingin."Bagaimana mungkin tiba-tiba dia bisa menjadi lima orang!" desis Arum Senggini dengan mata setengah terpejam dan menahan sakit luar biasa."Aku juga tidak tahu." Lirih Nila Agung menjawab."Apakah mungkin dia mempunyai saudara kembaran?" gadis itu balik bertanya pula."He he he. Kalian tidak usah bingung memikirkan kami. Ketahuilah, saudara tuamu itu telah terkena pukulan Selubung Gaib Mayat Es. Lebih baik kau serahkan dia padaku. Hanya aku yang bisa mengobatinya! Kalau tidak segera ku tolong dia pasti mati." ucap sang Pangeran ditujukan pada Nila Agung"Aku tak akan menyerahkan saudaraku pada mahluk busuk sepertimu!" jawab gadis itu sengit.Belum sempat Pangeran Durjana membuka mulut tanggapi ucapan puteri Nila Agung. Tiba

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   249. Part 17

    Belum lagi gema suara gadis berlesung pipit ini lenyap. Tahu-tahu dia telah jatuhkan diri di atas pasir. Selanjutnya seperti batangan kayu Nila Agung gelindingkan tubuhnya ke arah Pangeran Durjana. Melihat lawan menyerang dengan cara yang aneh.Pangeran Durjana sempat dibuat tertegun. Dia tak tahu kalau Nila Agung yang sangat menguasai jurus sakti Inti Bumi ini tengah mengerahkan jurus-jurus yang menjadi andalannya."Aku hantam dia dari bawah, Kalau benar tubuhnya alot, kebal dengan senjata begitu dia lambungkan diri kau serang dia dari atas. Aku yakin saat tidak menyentuh tanah dia menjadi mudah untuk dilukai." kata Nila Agung melalui ilmu ngiangan suara.Arum Senggini anggukan kepala. Dalam hati dia memuji kecerdikan adiknya."Hiat.... Putus kedua kakimu!" teriak Nila Agung. Sambil berguling tak ubahnya ombak yang bergulung-gulung pedang ditangan sang puteri berkiblat membabat ke arah kedua kaki Pangeran Durjana dengan kecepatan luar biasa. Cahaya putih

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   69. Part 21 (Dendam Nini Jonggrang)

    Lagi-lagi Angon Luwak cengar-cengir lugu. Dalam hati, Angon Luwak merasa tak pantas mendapat pujian dari orang besar dan mulia seperti Raden Patah yang sudah berusia cukup lanjut. Kalau mengingat bagaimana masa-masa muda gemilang pendiri Kerajaan Demak itu yang sering didengarnya dari cerita-ceri

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   69. Part 20 (Dendam Nini Jonggrang)

    Setelah peristiwa itu, Truna tak bertemu dengan Jonggrang kembali. Pagi harinya, ketika hujan reda dan matahari menyapa, Truna mencoba kembali ke tempat teirakhir. Jonggrang sudah tak ada lagi di sana. Timbul penyesalan dalam diri Truna. Menyesal harus pergi meninggalkan Jonggrang, kakak sepergur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   69. Part 15 (Dendam Nini Jonggrang)

    Wukh! Dash!Benturan hebat terjadi di udara siang yang semakin bersinar garang. Antara ujung jari-jemari orang bercaping dengan tinju Angon Luwak."Aih!"Pekikan mencelat dari kerongkongan orang bertopeng. Pekikan asli yang tak lagi dibuat-buat. Tak lagi disamarkan demikian r

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   69. Part 13 (Dendam Nini Jonggrang)

    "Katakan pada gurumu, Dongdongka, bahwa urusan lama antara aku dengannya belum lagi tuntas. Kau sebagai muridnya, akan menerima pula ganjaran atas kesalahan yang telah dibuat gurumu terhadapku!"Meski berpantang untuk membiarkan rasa takut tumbuh dalam dirinya, tak urung Angon Luwak merind

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status