Share

Bab 398 Tinggi Besar

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-09-10 21:36:46

"A-Apa maksudmu?" cicit Valerie. "G-Gideon... Collins? Kenapa kamu menyebut nama ayahku? Berani-beraninya kamu menyeret nama ayahku?!"

Adriel menyandarkan punggung. Ia kembali memutar cincin pernikahan di jari manisnya secara pelan.

"Apakah pendengaranmu mendadak bermasalah? Kurasa aku sudah cukup jelas. Tapi baik, tidak masalah jika harus kuulang sekali lagi," balas Adriel. "Aku bertanya padamu, bagaimana mungkin seorang Gideon Collins, seorang jendral yang sangat disegani, begitu bodoh mengir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sasi Musawaroh
good job adriel....buat mereka semua hancur, pokoknya yg sdh buat masalah sama aira & kamu adriel, kasih mereka pelajaran yg setimpal biar kapok & tidak berbuat ulah lg
goodnovel comment avatar
Kusnawati
pembalasan belum di mulai Valerie ini baru pemanasan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 399 Kembali ke Sisi

    Waktu menunjukkan pukul tujuh malam lewat sepuluh menit ketika kendaraan mewah itu berhenti tepat di pelataran teras depan yang diterpa lampu jalan. Marcus melangkah keluar lebih dulu, membukakan pintu kabin belakang.Adriel melangkah turun dari dalam mobil. Dua bilah pintu kayu jati raksasa di teras depan terbuka dari dalam.Tiga orang pelayan senior berbaris menundukkan kepala di sepanjang lorong foyer utama, menyambut kepulangan sang tuan."Selamat malam, Tuan Adriel," sapa kepala pelayan pria.Adriel melangkah masuk menembus foyer utama. Langkah kakinya menggaung di atas lantai granit mengkilap. Pria itu melepaskan kancing jas, menyapu pandangan ke sekeliling ruang tengah yang amat luas dan megah tersebut.Hampa.Adriel menghentikan langkah kakinya di tengah ruangan, dadanya berdesir oleh hantaman rasa sepi."Di mana Aira dan Nora?" tanya Adriel datar, sekadar menguji keheningan rumahnya.Kepala pelayan pria menundukkan kepalanya dengan raut cemas. "Mohon maaf, Tuan, seperti inst

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 398 Tinggi Besar

    "A-Apa maksudmu?" cicit Valerie. "G-Gideon... Collins? Kenapa kamu menyebut nama ayahku? Berani-beraninya kamu menyeret nama ayahku?!"Adriel menyandarkan punggung. Ia kembali memutar cincin pernikahan di jari manisnya secara pelan."Apakah pendengaranmu mendadak bermasalah? Kurasa aku sudah cukup jelas. Tapi baik, tidak masalah jika harus kuulang sekali lagi," balas Adriel. "Aku bertanya padamu, bagaimana mungkin seorang Gideon Collins, seorang jendral yang sangat disegani, begitu bodoh mengira Aira benar-benar melarikan diri ke Swiss?"Valerie menelan ludah. Ia mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga diri dan keangkuhannya, mengepalkan kedua tangannya di bawah meja."Jangan main-main!" bentak Valerie. "Kamu menyebut nama ayahku untuk menakutiku, bukan?! Kamu tidak tahu apa-apa!"Adriel terkekeh. Ia justru duduk semakin santai, seolah menikmati raut panik di wajah Valerie."Aku tidak tahu apa-apa?" ulang Adriel.Adriel merogoh saku mengambil ponsel, lalu meletakkannya di atas meja marme

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 397 Mengira Terbang

    Ruangan berpendingin udara yang amat sejuk itu dipenuhi oleh wangi teh bunga krisan dan kayu cendana tua. Adriel duduk bersandar pada kursi berbalut beludru, menyilangkan kakinya yang panjang. Menatap wanita di seberang mejanya dengan tatapan dingin.Di seberang meja, Valerie duduk dengan kedua tangannya yang lentik di atas meja marmer, menyunggingkan senyuman paling manis. Binar matanya berkilat puas."Sungguh kejutan yang luar biasa manis, Adriel," tukas Valerie. "Seorang penguasa Varmadeo Group yang diagungkan, mendadak muncul di area parkir hanya untuk mengajakku minum teh?"Adriel tidak langsung menjawab. Jemarinya memutar-mutar cangkir berisi teh hangat tanpa niat menyesapnya."Apakah sebuah undangan minum teh dariku terasa begitu istimewa bagimu, Valerie?" balas Adriel.Valerie tertawa. "Tentu saja istimewa! Jangan pura-pura bersikap kaku di depanku. Kamu dan aku tahu betul kenapa kamu di sini sekarang."Valerie mencondongkan tubuhnya lebih dekat. "Aira sudah dicopot secara ti

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 396 Berdiri Menunggu

    Dua lembar dokumen audit yang dijilid mika bening tergeletak terbuka di atas meja kerja di lantai tiga gedung Yayasan Ragendra. Cahaya siang yang terang menembus dinding kaca, menyinari tumpukan Laporan Keuangan lima tahun terakhir, sertifikat tanah warisan, hingga dokumen pengalihan kas lembaga yang baru saja diterbitkan.Dimitri duduk di atas kursi pimpinan, fokus meneliti angka demi angka di atas lembaran kertas tersebut. Di samping meja, sekretaris barunya berdiri dengan catatan di tangan."Bagaimana dengan rincian kas likuid di bank swasta cabang Jakarta Selatan, Bu Yulia?" tanya Dimitri."Semua sudah direkap sesuai instruksi Bapak," jawab sekretaris itu. "Sisa dana bantuan operasional senilai empat belas miliar rupiah masih berada di rekening induk. Namun, tim hukum Tuan Besar Guntur pagi tadi sempat mengirimkan dokumen penahanan transaksi..."Dimitri menyunggingkan senyuman tipis yang dingin di sudut bibirnya. Ia menutup berkas itu. "Penahanan transaksi dari Kakek tidak memili

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 395 Wanita Lemah

    Selena berdiri kaku di dekat meja konsol jendela, kedua tangannya terlipat di depan dada. Mata tajamnya yang berkilat membeku menatap Aira.Aira mengulas senyuman tipis yang hangat. "Bagaimana kabarmu, Selena?"Selena menghembuskan napas pelan. Ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela sejenak sebelum kembali menatap Aira."Bagaimana kabarku?" ulang Selena datar. "Hidupku sangat tenang, sampai anak buahmu yang berwajah kaku itu mendobrak pintu rumahku kemarin sore."Aira tidak tersinggung oleh ucapan dingin itu, ia justru melangkah lebih dekat ke arah sofa tengah. "Aku minta maaf kalau cara penjemputan anak buah Serafina membuatmu terkejut, Selena. Tapi aku hanya ingin memastikan kamu aman dan bisa datang ke sini."Selena menyeringai. "Aman? Pengawal khususmu itu membawaku naik SUV menembus jalur perbukitan Ngawi seolah-olah aku ini adalah buronan negara yang sedang dilarikan dari penjara."Selena mendengus pelan, lalu menyandarkan panggulnya pada tepi meja. "Tapi jujur saja... aku

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 394 Bukan Orang Asing

    "Nyonya Aira! Nyonya mau ke mana?!" cecar Nora setengah berbisik. "Sera! Ini masih pagi sekali! Kenapa malah mau pergi keluar rumah?"Aira menghentikan langkahnya tepat di dekat pintu depan. Ia memutar tubuhnya perlahan, menatap Nora dengan sangat tenang."Nora, kamu tidak perlu cemas. Aku hanya ada urusan sebentar di luar.""Tapi Nyonya," potong Nora. "Siapa sebenarnya orang itu yang dimaksud Sera tadi? Kenapa ada orang asing yang datang ke dekat tempat persembunyian kita? Gimana kalau orang itu utusan dari Dimitri? Gimana kalau ini jebakan?"Aira mendekati Nora, meraih kedua telapak tangan tua yang gemetar itu, lalu meremasnya."Percaya padaku, Nora," tukas Aira. "Orang yang akan kutemui ini bukan orang asing, dan ini sama sekali bukan jebakan. Ini adalah langkah yang harus kuambil demi membantu Adriel menyelesaikan kekacauan di Jakarta."Nora menelan ludah, matanya berkaca-kaca. "Tapi Nona EJ bagaimana, Nyonya? Si kecil kan baru saja terlelap.""Justru karena itulah aku memintamu t

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status