LOGINTunanganku, seorang bos mafia, dan aku sudah lama berencana menonton Piala Dunia bersama di Amaraya. Namun, di hari keberangkatan, aku menunggu di bandara selama tiga jam, tetapi Stefano tak kunjung datang. Setelah malam tiba, telepon darinya akhirnya masuk. “Maaf, Vanessa,” katanya dengan nada santai seperti biasa. “Aku lupa kasih tahu. Kiara semalaman terlalu bersemangat mau nonton Piala Dunia sampai dia nggak bisa tidur. Jadi aku berangkat duluan. Kami berdua baru saja mendarat.” Stefano terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Kamu menyusul sendiri saja nanti. Besok kita ketemu di stadion.” Aku terpaku. Aku sudah menantikan Piala Dunia ini sejak lama. Setelah pertandingan usai, kami bahkan berencana terbang ke Malakai untuk pemotretan pranikah. Namun, hanya karena satu ucapan sederhana dari sahabat masa kecilnya, aku ditinggalkan. Dia sama sekali tidak tahu kalau demi menemaninya, aku bahkan rela menolak dua proyek besar bernilai triliunan rupiah. Setelah terdiam cukup lama, aku akhirnya tertawa pelan. “Aku jadi nggak mau pergi. Kalian berdua saja yang bersenang-senang.” ... Keesokan harinya, aku melihat unggahan terbaru Kiara di media sosial. Dia berdiri bergandengan lengan bersama Stefano di samping pemain sepak bola terkenal Meska di foto itu. Keduanya tersenyum cerah. Tulisan pada keterangan foto itu berbunyi, (Terima kasih, Stefano, karena sudah mewujudkan mimpiku berfoto bersama Meska! Kamu selalu ada di setiap momen penting dalam hidupku.) Aku dengan tenang menekan tombol suka, lalu menelepon seseorang. “Tolong batalkan pernikahanku yang dijadwalkan dua minggu lagi.” Aku sudah tidak ingin melanjutkan hubungan ini. Sudah waktunya kembali menjadi seorang putri mafia.
View MoreMatanya membelalak panik. Dia langsung menggelengkan kepala. “Nggak! Bukan itu maksudku, Vanessa. Aku tahu aku dulu terlalu mengabaikan perasaanmu. Aku benar-benar buta dan bodoh karena nggak menyadarinya. Tapi aku bersumpah, aku nggak pernah mencintai orang lain. Bagiku, Kiara nggak pernah lebih dari seorang adik. Tolong ... percayalah padaku.”Tangannya masih mencengkeram ujung celanaku, suaranya mulai bergetar. “Tolong, Vanessa. Jangan pergi. Beri aku satu kesempatan lagi. Aku mohon padamu.”Aku menarik tanganku perlahan. Suaraku tetap terdengar datar. “Pernikahan kita sudah lama berakhir. Kamu nggak punya hak lagi untuk menahanku.”Aku menggandeng lengan Ayah dan berjalan pergi tanpa menoleh sedikit pun.Kedua orang tua Stefano menangis tersedu-sedu di belakangku. Sementara itu, Stefano akhirnya menyadari bahwa gadis yang dulu selalu menunggunya tidak akan pernah kembali.Pada saat itu, sebuah sedan mewah Roymon berhenti di depan gedung. Pintu terbuka dan Bima turun dari dalam mobi
Ruang rapat itu seketika menjadi sunyi. Setelah jeda singkat yang terasa mencekam, ayah Stefano tertawa sinis. “Vanessa, aku nggak tahu bagaimana kamu bisa sampai ke sini, tapi jangan buat keributan di tempat seperti ini. Orang yang akan kami temui hari ini adalah Keluarga Arkana. Kamu pikir cukup dengan mengaku sebagai perwakilan mereka, kami akan percaya sama kamu begitu saja?”Ibunya menggeleng pelan. “Vanessa, hentikan semua ini. Pergilah sebelum orang yang nggak boleh kamu singgung datang.”Stefano menggenggam pergelangan tanganku. Dia berkata dengan lembut, “Vanessa, jangan keras kepala.”Aku dengan tenang menarik kembali tanganku dan menatap mereka dengan datar. “Sepertinya kalian bahkan nggak benar-benar mengenal rekan bisnis kalian sendiri.”Wajah ayah Stefano berubah menjadi muram. “Vanessa, jangan uji kesabaranku. Kalau kamu minta maaf sekarang, mungkin aku masih akan membiarkanmu jadi tunangan Stefano. Kalau nggak, kamu ....”Ketika aku hendak menjawabnya, sebuah suara yang
Wajah Stefano seketika pucat. Sebelum bibir Kiara menyentuhnya, ia buru-buru mendorong wanita itu menjauh darinya.“Kiara, apa yang kamu bicarakan? Selama ini aku selalu menganggapmu seperti adikku sendiri. Aku nggak pernah memiliki perasaan seperti itu padamu.”“Nggak mungkin!” Kiara hampir kehilangan kendali. “Kalau kamu memang nggak mencintaiku, kenapa selama ini kamu selalu begitu baik padaku? Kamu ingat semua yang kusukai. Setiap kali terjadi sesuatu, kamulah yang pertama datang mencariku. Di antara aku dan Vanessa, kamu juga selalu berpihak padaku. Bukankah itu berarti kamu juga mencintaiku?”Mendengar ucapan Kiara, Stefano terpaku. Tepat pada saat itulah ia menyadari betapa konyol dan tidak pantasnya sikap yang selama ini ia anggap biasa saja, serta betapa dalam luka yang telah ditinggalkannya di hati Vanessa.Kiara kembali berusaha mendekatinya, tetapi Stefano justru mendorongnya menjauh tanpa ragu.“Cukup. Beberapa hari lagi ada bisnis kesepakatan senjata yang sangat penting.
Bima menatapku dengan heran. "Sejak kapan kamu jadi semudah ini memaafkan orang? Waktu kecil, saat ada yang sengaja merusak bonekamu, kamu langsung menodong pistol ke kepalanya sampai dia ketakutan dan mengompol."Aku tersenyum tipis. “Mungkin aku memang sudah dewasa.”Ayah selalu menghormati setiap keputusanku, sesulit apa pun keputusan itu dipahami.Dia merangkulku. "Baiklah. Kita lakukan sesuai maumu.”Setelah pertandingan berakhir, Ayah mengajakku dan Bima masuk ke ruang tamu eksklusif.Akhirnya aku bisa bertemu Leonardo.Ia tersenyum, menjabat tanganku, lalu menandatangani sebuah bola sepak untukku.Begitu keluar dari stadion, aku langsung memeluk Ayah dengan erat."Makasih, Ayah. Makasih banyak sudah mewujudkan mimpiku!"Ayah mengelus kepalaku dengan lembut. "Dasar anak ini. Kalau mau bilang makasih, berterima kasihlah pada Bima. Dia yang menyiapkan semua ini untukmu."Mataku dan Bima saling bertatapan.Seketika pipiku memerah.Aku mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya. "Ma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.