Short
Tunangan Mafiaku Salah Memilih

Tunangan Mafiaku Salah Memilih

By:  AsteriaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
881views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tunanganku, seorang bos mafia, dan aku sudah lama berencana menonton Piala Dunia bersama di Amaraya. Namun, di hari keberangkatan, aku menunggu di bandara selama tiga jam, tetapi Stefano tak kunjung datang. Setelah malam tiba, telepon darinya akhirnya masuk. “Maaf, Vanessa,” katanya dengan nada santai seperti biasa. “Aku lupa kasih tahu. Kiara semalaman terlalu bersemangat mau nonton Piala Dunia sampai dia nggak bisa tidur. Jadi aku berangkat duluan. Kami berdua baru saja mendarat.” Stefano terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Kamu menyusul sendiri saja nanti. Besok kita ketemu di stadion.” Aku terpaku. Aku sudah menantikan Piala Dunia ini sejak lama. Setelah pertandingan usai, kami bahkan berencana terbang ke Malakai untuk pemotretan pranikah. Namun, hanya karena satu ucapan sederhana dari sahabat masa kecilnya, aku ditinggalkan. Dia sama sekali tidak tahu kalau demi menemaninya, aku bahkan rela menolak dua proyek besar bernilai triliunan rupiah. Setelah terdiam cukup lama, aku akhirnya tertawa pelan. “Aku jadi nggak mau pergi. Kalian berdua saja yang bersenang-senang.” ... Keesokan harinya, aku melihat unggahan terbaru Kiara di media sosial. Dia berdiri bergandengan lengan bersama Stefano di samping pemain sepak bola terkenal Meska di foto itu. Keduanya tersenyum cerah. Tulisan pada keterangan foto itu berbunyi, (Terima kasih, Stefano, karena sudah mewujudkan mimpiku berfoto bersama Meska! Kamu selalu ada di setiap momen penting dalam hidupku.) Aku dengan tenang menekan tombol suka, lalu menelepon seseorang. “Tolong batalkan pernikahanku yang dijadwalkan dua minggu lagi.” Aku sudah tidak ingin melanjutkan hubungan ini. Sudah waktunya kembali menjadi seorang putri mafia.

View More

Chapter 1

Bab 1

Tiga hari sebelum pernikahan, Stefano dan Kiara akhirnya kembali ke Valdoria. Sepupu Stefano dan beberapa temannya sudah berkumpul di kediaman keluarga untuk mengadakan acara penyambutan kecil-kecilan.

Kiara memasuki kediaman keluarga sambil membawa koper yang dipenuhi hadiah. Hampir setiap orang mendapat buah tangan darinya, seperti cerutu premium, anggur merah pilihan, dan jam saku edisi terbatas.

Kecuali aku.

Saat membongkar kopernya, Kiara tersenyum dan berkata, “Ini anting permata merah muda yang Stefano pilih untukku. Cantik banget, kan?”

Ia melirik ke arahku dengan tatapan penuh kemenangan sebelum mengambil sebuah kalung mutiara. “Ini juga. Katanya, mutiara membuatku terlihat lebih anggun.”

Kemudian, dia mengeluarkan sebuah kaus bola yang sudah ditandatangani oleh Meska dengan sangat hati-hati. Matanya berbinar penuh kegembiraan. “Stefano sampai melakukan banyak cara hanya supaya aku bisa mendapatkan tanda tangannya. Kalau bukan karena dia, seumur hidupku aku mungkin nggak akan pernah bisa sedekat ini dengan idolaku.”

Hal itu mengingatkanku pada tahun lalu, saat aku pernah meminta Stefano mencarikan undangan untuk menghadiri pameran seni yang disponsori oleh paman yang adalah kerabat jauhnya. Aku memiliki urusan penting yang harus kuselesaikan di sana. Namun, dia berkata tiketnya sudah habis terjual dan tidak ada yang bisa dia lakukan.

“Jangan khawatir,” katanya sambil menepuk kepalaku. “Itu hanya pameran seni biasa, nggak begitu penting.”

Ternyata, dibandingkan dengan Meska, permintaanku memang tidak cukup penting untuk membuatnya berusaha.

Saat itu, sepupu Stefano tiba-tiba berkata sambil tersenyum, “Oh iya, Stefano, kamu bawa sesuatu untuk Vanessa, kan?”

Stefano menjawab dengan santai, tapa sedikit pun rasa bersalah, “Vanessa nggak pernah suka barang-barang kecil seperti ini. Tak perlu buang-buang uang.”

Aku menundukkan pandangan dan tertawa pelan. Jadi, membelikanku hadiah adalah pemborosan uang baginya.

“Benar juga,” ujar sepupunya sambil mengangguk. Nadanya terdengar menyindir. “Vanessa memang selalu seperti itu, seolah nggak ada satu pun hal yang benar-benar dia sukai. Berbeda dengan Kiara, sejak kecil dia selalu menyukai hal-hal baru yang menyenangkan seperti ini.”

Keluarga dan teman-teman Stefano tidak pernah benar-benar menyukaiku. Mereka menganggapku terlalu dingin dan tak pandai mengambil hati mereka. Berbeda dengan Kiara yang sejak kecil tumbuh di antara mereka, pandai bersikap manja dan selalu bertutur manis.

Lebih menyakitkan lagi, mereka menganggapku sebagai orang yang tidak berguna.

Jika bukan karena kisah cinta kami saat kuliah, gadis biasa sepertiku tidak akan pernah bisa sampai pada tahap pertunangan dengannya.

Stefano adalah pewaris keluarga mafia Pradipta, sebuah keluarga mafia keturunan Ismalia-Amaraya yang kuat dan tengah berkembang pesat. Dia merupakan salah satu kandidat terkuat untuk mewarisi posisi bos mafia berikutnya. Mereka hanya bersedia menerimaku karena Stefano yang bersikeras.

Kiara sering mengancamku diam-diam, “Kamu nggak pantas berada di keluarga mafia ini. Mereka akan menghancurkanmu sampai tidak tersisa apa pun. Jadi, jangan macam-macam.”

Namun, di hadapan orang lain, Kiara selalu bersikap lembut dan tak berdaya. Karena itu, setiap kali Kiara dan aku berselisih, mereka selalu memandangku dengan kesal, seolah aku sudah menjadi mangsa yang siap mereka habisi.

Dulu, Stefano selalu berada di pihakku. Setiap kali aku diperlakukan tidak adil, dia akan membelaku di depan semua orang. Dia bahkan rela terbang melintasi separuh Novara hanya demi mendapatkan sebuah kerajinan kaca yang pernah kusebut secara sepintas, bahkan memberikan anak kucing yang telah dirawatnya selama tiga tahun kepadaku.

Suatu kali, dia menggenggam tanganku dan berkata, “Vanessa, akulah yang membawamu masuk ke dunia kami. Jadi, aku akan melakukan apapun demi melindungimu.”

Saat itu, dia benar-benar selalu mengutamakanku. Oleh karena itu, seberat apa pun prasangka dan ejekan yang kuterima, aku tetap memilih berdiri di sisinya.

Namun, entah sejak kapan, dia mulai menganggap sikap manja Kiara sebagai sesuatu yang wajar. Dia mulai memaklumi prasangka keluarganya terhadapku. Perlahan, dia juga mulai percaya bahwa dalam setiap perselisihan, akulah orang yang harus disalahkan.

Semua orang mengangkat gelas mereka sambil tertawa dan mengobrol, seolah aku hanyalah orang asing yang tersesat masuk ke tempat ini.

Aku berkata pelan, “Stefano, tentang pernikahan kita tiga hari lagi, ada sesuatu yang ingin aku ....”

“Stefano!” teriak Kiara tiba-tiba.

Saat membuka salah satu hadiah, jarinya tak sengaja tertusuk bros hingga berdarah.

Stefano langsung bergegas menghampirinya. “Jangan bergerak.” Dia meraih tangan Kiara dan memeriksa lukanya dengan saksama. Para pelayan segera membawa kotak P3K. “Cepat, obati lukanya.”

Dalam sekejap, semua orang mengerumuninya, membersihkan luka dan menenangkannya seolah-olah dia baru saja mengalami cedera parah.

Aku kembali menjadi tak terlihat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status