Share

Bab 41

Author: Addarayuli
last update publish date: 2026-05-23 19:22:15

Celine tersenyum penuh kemenangan saat melihat dan mendengar bagaimana Nora dengan berani mempermalukan Meysa di depan seluruh keluarga, dia menyandarkan tubuhnya sambil bersedekap dada, dia sangat puas.

"Lihat, bukankah wajah pengasuh miskin itu terlihat sangat menyedihkan?" ucap Celine.

Bagas mengangkat gelasnya lalu menenggak sisa minuman beralkohol dalam sekali teguk, dia meletakkan gelasnya dengan kasar lalu kembali memfokuskan pandangannya ke sang istri.

"Aku yakin, setelah ini pasti bany
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 43

    Hening....Suasana ballroom hotel mendadak hening setelah Adrian menampilkan bukti legalitas saham yang dia berikan kepada Meysa, dia tersnyum menatapseluruh anggota keluarga yang tadi mengecamnya kini hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa.Tatapan Adrina beralih menatap kakak dan kakak iparnya secara bergantian dengan tatapan datar, ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankanapa yang dia punya sebelum semuanya jatuh ke tangan kakak iparnya yang serakah."Sudah cukup keributan malam ini yang kakak buat," ucap Adrian.Tangan kanan Adrian ternagkat lalu menarik pinggang Meysa agar mendekat ke arahnya, tubuh keduanya menempel sempurna tanpa celah membuat Nora bertambah geram. "Aku peringatkan sekali lagi sama kakak, stop menganggu kehidupan Meysa dan Adrian. Adrian sudah menuruti keinginan kakak dan Oma untuk segera menikah dan ini lah pilihan Adrian. Tolong hargai pilihan Adrian dan biarkan sisanya Adrian sendiri yang menjalani," sambung Adrian datar.Perkataan Adrian membuat

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 42

    "Wah, nyonya Meysa cantik sekali.""Benar sus, May aja sampai pangling sama kakak May sendiri saking cantiknya."Maya kembali menjauhkan ponselnya ketika selesai memperlihatkan foto Meysa pada suster Rini."Kakak lagi apa ya sekarang? Pasti makanan di sana enak-enak," ucap Maya sambil menatap foto sang kakak.Suster Rini tersenyum melihat Maya yang saat ini sedang tersenyum sambil terus memandangi foto sang kakak, dia lega sekaligus senang karena setelah pertengkaran malam itu Maya sudah bisa menerima pernikahan Meysa dan Adrian."Sus, kira-kira kak Meysa diterima baik nggak ya di keluarga kak Adrian?" tanya Maya.Suster Rini mengangguk. "Tentu saja nona, mereka pasti menerima nyonya Meysa dengan baik. Saya yakin pasti keluarga tuan Adrian akan bersikap baik pada nyonya Meysa."Meski suster Rini sedikit ragu mengatakan itu namun dia tetap mengatakannya karena dia tak ingin Maya berpikir yang tidak-tidak dan membuatnya semakin merasa bersalah pada Meysa. Suster Rini tahu betul seperti

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 41

    Celine tersenyum penuh kemenangan saat melihat dan mendengar bagaimana Nora dengan berani mempermalukan Meysa di depan seluruh keluarga, dia menyandarkan tubuhnya sambil bersedekap dada, dia sangat puas."Lihat, bukankah wajah pengasuh miskin itu terlihat sangat menyedihkan?" ucap Celine.Bagas mengangkat gelasnya lalu menenggak sisa minuman beralkohol dalam sekali teguk, dia meletakkan gelasnya dengan kasar lalu kembali memfokuskan pandangannya ke sang istri."Aku yakin, setelah ini pasti banyak anggota keluarga yang tidak menyetujui pernikahan Adrian dan menyuruh Adrian untuk menceraikan pengasuh itu. Lagian, keluarga mana yang ingin memiliki kerabat miskin dan tidak tahu malu seperti dia.""Tcih, memalukan," sambung Celine.Bagas hanya menangguk mengiyakan ucapan sahabat istrinya, jika semua keluarga menentang keputusan Adrian dan melengserkan Adrian dari jabatannya, maka hal ini bisa menjadi kesempatan emas untuk dia dan Nora menguasai perusahaan Lysander.Bagas sangat menantikan

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 40

    "Selamat malam, terima kasih sudah datang."Nora dan Bagas sibuk menghampiri kerabat jauh keluarga Lysander, sebagai putri pertama dan perwakilan mama dan papanya yang saat ini masih di luar negeri, Nora merasa memiliki tanggung jawab untuk menjamu para tamu.Selesai mendatangi satu per satu meja tamu undangan, Nora dan Bagas memutuskan untuk duduk. Mereka duduk di salah satu meja khusus yang sengaja tim siapkan untuk keluarga inti. Ya, mereka hanya datang berdua karena keadaan Oma yang belum pulih total. Oma Rosa sudah mempercayakan semuanya pada kedua cucunya.Brugh!"Maaf, aku terlambat."Celine duduk di sebelah sahabatnya sambil meletakkan tasnya ke atas meja. Dia menyandarkan tubuhnya sambil menatap ke seluruh penjuru ruangan ballroom hotel mewah itu."Apa Adrian dan pengasuh itu belum datang?" tanya Celine."Belum, padahal acara sebentar lagi akan di mulai," jawab Nora."Aku ragu apakah pengasuh miskin itu akan ikut datang atau tidak," ucap Celine.Nora menatap sahabatnya sambil

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 39

    "Saya bisa sendiri," ucap Meysa."Tidak papa nyonya, ini sudah menjadi tugas kami.""Tolong angkat sedikit kaki anda," sambung seorang wanita yang sedang membantu Meysa menggunakan heelsnya.Meski sedikit sungkan dan merasa apa yang dia lakukan itu tidak sopan, namun Meysa tetap mengangkat sedikit kakinya. Seorang wanita yang berjongkok di depannya mulai memakaikan heels berwarna silver dengan bahan satin metalik yang mengkilap."Sangat cocok seklai di kaki anda," ujarnya.Meysa tersenyum lalu menangguk, dia menatap sepasang kakinya yang sudah berbalut heels yang terlihat sangat cantik."Selesai, mari saya antarkan anda ke tuan Adrian.""Terima kasih."Meysa berdiri dari duduknya, dia sedikit kesulitan berjalan karena tak terbiasa menggunakan high heels. Dengan sigap staf salon segera membantu Meysa dengan memegangi lengan Meysa dan membantu megaja keseimbangan tubuh Meysa."Pelan-pelan saja nyonya, bayangkan saja seperti memakai sepatu pada umumnya.""Saya belum terbiasa," ujar Meysa

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 38

    "Bagaimana penampilan kakak?""Wah, Kak May cantik banget."Meysa tersenyum saat Maya memujinya cantik, dia menolehkan wajahnya ke samping menghindari menatap laayr ponselnya di mana sedang menampilkan panggilan video bersama Maya."Oh iya, gimana pendapat kak Adrian tentang penampilan kakak?"Meysa kembali menatap layar ponselnya. "Ya...dia cuma bilang bagus.""Bagus? Gitu aja kak?"Meysa mengangguk. "Iya, memangnya harus bagaimana lagi, May?""Kak Meysa sudah secantik ini tapi kak Adrian hanya memuju bagus? Seharusnya bilang kalau kak Mey itu cantik atau apalah.""Maya, kita belum sedekat itu.""Tapi dari yang Maya lihat, kak Adrian sepertinya sudah mulai suka sama kakak.""Maya," tergur Meysa.Meysa menoleh ke kanan dan kiri takut ada yang mendengarkan percakapannya dengan sang adik. Saat ini dia sedang berada di ruang ganti sendirian karena sengaja ingin memberitahu adiknya seperti apa gaun yang dia pakai.Meysa sangat senang melihat respon yang diberikan oleh Maya, dia merasa leg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status