แชร์

816. Giliran Martis bertarung

ผู้เขียน: Rendi OP
last update วันที่เผยแพร่: 2024-07-31 07:48:06
Pada hari kelima pertarungan kompetisi kembali membuat gempar. Pertarungan antara kedua orang bertopeng misterius kali ini dinyatakan imbang. Karena sudah dua puluh empat jam lamanya mereka bertarung masih belum juga ada yang kalah. Karena masih banyak petarung yang menunggu untuk tampil, pertarungan mereka berdua dianggap seri dan nanti akan dulanjutkan.

Kemudian di hari ke enam, giliran Martis yang pertama kali bertarung. Martis melawan seseorang yang dikenal sangat kejam. Dia adalah salah s
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengendali Sistem Terkuat   1000. KIAMAT DI DIMENSI BATAS(Season 5 end)

    Gemuruh dari runtuhnya pilar-pilar batu kuno belum sepenuhnya reda saat atmosfer di dalam Dimensi Batas Kegelapan berubah menjadi medan pembantaian energi murni. Tempat yang tadinya merupakan aula takhta Kaelen kini telah kehilangan struktur fisiknya; lantai pualam hancur melenyap, menyisakan ruang hampa berujung lautan energi yang bergolak dahsyat. Kaelen—Penguasa Besar Ranah Atas—tertawa histeris di tengah amukan angin hitam. Mahkota duri keemasannya meletupkan pecahan kristal kegelapan, sementara jubah tenun bayangannya terkoyak memancarkan Aura Keabadian Kelam. "Hahaha! Luar biasa! Penggabungan roh sistem dan Esensi Tujuh Api Suci!" Kaelen merentangkan kedua tangannya. Dari balik punggungnya, delapan lengan bayangan raksasa mencuat keluar, masing-masing memegang senjata pusaka tingkat Dewa. "Kau pikir menyatu dengan roh itu cukup untuk menjatuhkanku, Martis?! Aku telah bertakhta di Ranah Atas selama sepuluh ribu tahun!" "Sepuluh ribu tahunmu..." suara Martis bergema, bergulun

  • Pengendali Sistem Terkuat   999. PELEBURAN SANG SISTEM

    "Maafkan aku, Martis..." bisik Ririn dengan nada suara yang teramat lembut. "Aku terlampau menikmati wujud manusia ini sampai-sampai aku lupa... bahwa aku bukanlah makhluk lemah yang bisa disandera oleh serangga-serangga ini." "Apa yang kau bicarakan?!" Kaelen menyipitkan matanya, merasakan ada gejolak gelombang data dan frekuensi asing yang mendadak meletup dari dalam tubuh Ririn. Martis yang berdiri kaku mendadak tertegun. Matanya membelalak saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Ririn. "Ririn, jangan—!" "Terima kasih telah membawaku melihat dunia ini dengan wujud seorang manusia, Martis," pangkas Ririn seraya tersenyum paling manis yang pernah ia ukir. "Tapi tempat terbaikku... adalah di dalam dirimu." Tring! Tring! Tring! Tring! Suara lonceng mekanis bergema nyaring secara beruntun di dalam ruang jiwa semua orang di aula tersebut. Seketika itu juga, wujud fisik Ririn mulai mengabur. Daging, darah, dan pakaian tempurnya meluruh, berubah menjadi jutaan partikel cah

  • Pengendali Sistem Terkuat   998. TARUHAN DUA JIWA

    "Martis!" jerit Ririn saat dua orang kepercayaan Kaelen—prajurit berzirah baja hitam dengan topeng tanpa wajah—muncul dari balik bayangan dan menancapkan belati beracun tepat di leher Ririn dan Estias. Segel sihir merah darah langsung menyala di kening Ririn dan Estias, mengunci aliran meridian dan wadah jiwa mereka sepenuhnya. Hanya dalam hitungan detik, dua kawan terbaik Martis telah sepenuhnya berada di bawah kendali cengkeraman mati pengawal Kaelen. Martis menghentikan langkahnya. Matanya menyipit tajam, pendaran emas di dalam pupilnya membara seketika. "Kaelen... kau menggunakan cara licik ini di hadapanku?" "Licik?" Kaelen bersandar santai di takhtanya, mengamati reaksi Martis dengan tatapan puas. "Dalam perang di tingkat tertinggi, tidak ada istilah licik, Martis. Yang ada hanyalah kemenangan. Belati di leher kawan-kawanmu dilapisi oleh Ekstrak Jiwa Hampa. Satu dorongan kecil saja dari pengawalku, maka jiwa mereka berdua akan hancur menjadi debu dan tidak akan pernah bisa

  • Pengendali Sistem Terkuat   997. LELEHAN EMAS KEMURKAAN

    Martis telah berada tepat di hadapan Draven. Ia tidak menggunakan senjata apa pun. Tangan kanan Martis yang diselimuti Api Suci Merah Keemasan menghantam langsung mata sabit hitam milik Draven. CRASHHH! Sabit Pemutus Jiwa yang legendaris itu—senjata yang baru saja merobek zirah batu Estias—hancur berkeping-keping menjadi ribuan serpihan logam tak berguna! "Senjataku?!" jerit Draven penuh horor. Belum sempat Draven melompat mundur, tangan kiri Martis melesat mencengkeram wajah Draven dengan cengkeraman besi yang membara. Api keemasan langsung membakar wajah dan helm zirah Draven, memicu jeritan histeris dari mulut sang panglima kegelapan. "AARRGGHHH! PANAS! AMPUNI AKU!" "Ampun?" Martis menatap Draven dengan mata emasnya yang dingin tanpa rasa kasihan sedikit pun. "Saat kau melukai Estias, kau sudah menyerahkan hakmu untuk bernapas di dunia ini." Martis menghantamkan tubuh Draven ke tanah dengan kekuatan yang sanggup meratakan gunung! BAMMM! BAMMM! BAMMM! Lantai pualam

  • Pengendali Sistem Terkuat   996. DARAH SANG PENJAGA

    Pintu kristal raksasa yang retak itu hancur berkeping-keping menjadi debu berkilauan saat Martis melangkah melewatinya. Di dalam Istana Astral, cahaya siang seketika lenyap, digantikan oleh kegelapan pekat yang membekukan darah. Bau amis kuno dan uap racun menyengat hidung, menempel pada pilar-pilar batu pualam yang menghitam akibat paparan energi gaib selama ribuan tahun. Di ujung aula raksasa yang membentang luas, berdiri sebuah altar batu hitam bercorak segel raksasa. Di atas altar itu, melayang sebuah pusaran energi berwarna merah darah yang berputar perlahan—Gerbang Batas Kegelapan. "Tempat ini... energinya terasa sangat menekan," bisik Ririn seraya merapatkan diri di samping Martis. Cahaya hijau zamrud dari energi penyembuhnya berpendar tipis di sekeliling tubuhnya untuk menghalau hawa beracun yang merayap. Estias melangkah maju, membentangkan dadanya yang tegap sambil mengayunkan tinjunya hingga udara berderum. "Jangan khawatir, Ririn. Selama aku ada di sini, tidak akan a

  • Pengendali Sistem Terkuat   995. SERBUAN KE ISTANA ASTRAL(2)

    Ririn menghela napas panjang, menatap Martis dengan tatapan pasrah. "Haruskah aku membawa Estias terbang menggunakan selendang energiku?" "Jangan!" potong Estias cepat dengan wajah agak pucat. "Selendang tipismu itu kalau menahan bebanku pasti langsung robek. Aku tidak mau mati konyol hanya karena jatuh dari langit!" Martis mendengus geli. "Tenang saja. Aku punya cara yang lebih cepat. Dan kau, Estias... kau akan menjadi peluru kita." sepuluh menit kemudian, mereka bertiga sudah berdiri di atap Kedai Bintang Perak. Martis memejamkan mata, memanggil esensi Api Suci Merah Keemasan dan Api Suci Biru Lautan. Kedua energi yang bertolak belakang itu mengalir ke telapak tangannya, membentuk sebuah piringan api raksasa menyerupai meriam peluncur gaib. "Tunggu, Martis! Jangan bilang kau mau..." Estias menatap piringan api di bawah kakinya dengan mata membelalak horor. "Pegang erat-erat, Estias," ujar Martis seraya merengkuh pinggang Ririn dengan tangan kirinya. "Ini akan sedikit berg

  • Pengendali Sistem Terkuat   961. Aidit terluka

    Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   913. Tugas dan misi

    Kemudian Martis berpikir sejenak. "Aku...? Aku bisa menggunakan gelar Raja Kegelapan karena telah mengalahkan Raja Kegelapan yang sebelumnya? Jadi..., itu artinya..., em...?" Martis termenung, ia sedang berpikir apa yang akan ia lakukan dengan gelar itu. Ia pun bergumam, 'Apakah berati aku setar

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status