Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 918. Tak ada manfaat

Share

918. Tak ada manfaat

Author: Rendi OP
last update Petsa ng paglalathala: 2025-06-28 08:29:20

"Oh..., jadi begitu. Lalu, bagaimana sekarang keadaan temanmu yang seorang manusia itu?"

"Untuk hal itu..., makanya aku ingin meminta bantuan padamu, Tuan Manusia...," ujar iblis itu dengan ekspresi memelas.

Padahal, sejak awal Martis sudah tahu dengan niatan apa yang ada pada pikiran iblis keroco ini. Hanya saja, Martis sengaja ingin bermain. Ia ingin mencari sensasi lain. Dan akhirnya, ia menemukannya.

"Bantuan apa yang harus aku lakukan nantinya? Oh, iya, perkenalkan, namaku Martis." M
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   1140. Uji coba mantel

    WUSZZZZZZZT—BOOOOM! Rintisan retakan spasial terbelah hebat saat Martis dan rombongannya meluncur keluar menembus batas Sektor Langit Abadi. Berbeda dengan lautan awan emas di Sektor Bintang Sembilan, realm tingkat tiga ini dipenuhi oleh puncak-puncak gunung kristal hitam yang melayang di antara lautan aurora keperakan. Hawa dingin yang sanggup membekukan jiwa dan gelombang gravitasi liar langsung menerpa tubuh mereka. Namun, berkat Zirah Mantel Bulu Pelangi Tingkat Dewa Kuno yang baru saja di-upgrade dari Sistem Martis, Estias dan Brakas mendarat di atas benua kristal melayang dengan sangat mantap. DUMMM! "HO-HO! Lihat Kak Estias!" jerit Brakas seraya mengibaskan mantel barunya. Bunga matahari keemasan di punggungnya menyala terang, memancarkan gelombang hangat Api Murni yang memusnahkan badai es hitam di sekeliling mereka. "Hawa dingin pembelah galaksi ini cuma terasa seperti tiupan kipas angin di kediaman Tuan Martis." "Benar sekali, Brakas!" seru Estias seraya bertolak p

  • Pengendali Sistem Terkuat   1139. Mantel

    Sebelum rombongan memantapkan langkah menuju retakan spasial yang berkilat ungu pekat di atas Istana Langit, Estias dan Brakas mendadak saling berbisik heboh di barisan belakang. Kedua raksasa batu itu tampak memperhatikan mantel bulu pelangi bunga matahari milik mereka yang sudah sedikit kusam, penuh benang melar akibat tersangkut patung naga giok dan lengan Jenderal Cakra Purba. Estias berdeham keras, mencoba membuat suaranya terdengar seawal dan segagah mungkin. "Ehem! T-Tuan Martis..." panggil Estias seraya melangkah maju dengan gerakan kaku. Di sampingnya, Brakas mengekor dengan wajah batu yang dipasang memelas konyol, kedua jemari raksasanya saling bertautan di depan dada. Martis menghentikan langkahnya dan membalikkan badan, menatap kedua pengawal setianya itu dengan alis terangkat tipis. "Ada apa, Estias? Brakas?" "Begini, Tuan Martis yang Maha Pengendali..." Estias menepuk-nepuk mantel bulunya yang agak melar seraya tersenyum meringis konyol. "Sektor Langit Abadi it

  • Pengendali Sistem Terkuat   1138. Dewa kuno

    Aura kegelapan di dalam Aula Utama Istana Pusat Sektor Bintang Sembilan mendadak bergolak hebat. Asap racun hitam pekat memancar dari tubuh sang Raja Iblis Bintang Lautan, membentuk tentakel-tentakel bayangan beracun yang melilit takhta kristal tempat Kaisar Dewa Bintang Utama terbaring lemas. Raja Iblis Bintang Lautan tertawa melengking, suaranya menggetarkan pilar-pilar giok raksasa di sekeliling aula. "Manusia sombong! Kau pikir aura keemasan kecilmu itu bisa menandingi Racun Jiwa Purba yang telah meresap ke dalam Inti Takdir Sektor Bintang Sembilan?!" Martis melangkah maju sendirian di atas lantai kristal aula. Jubah keemasannya melambai tenang, sementara manik matanya seakan memancarkan kedalaman samudra keemasan yang begitu luas dan tak terukur. "Mia, Rian, amankan perimeter aula," perintah Martis tanpa mengalihkan pandangannya dari sang Raja Iblis. "Estias, Brakas... jaga pintu masuk dari sisa-sisa pasukan musuh." "SIAP, TUAN MARTIS!" Estias dan Brakas buru-buru berba

  • Pengendali Sistem Terkuat   1137. Inti racun jiwa purba

    Tekanan Otoritas Dominion milik Martis mengguncang seluruh lapisan lautan awan emas. Jenderal Dewa Bintang Emas yang semula begitu angkuh kini berlutut merapat ke tanah, napasnya tersengal-sengal di bawah tatapan mata keemasan Martis. Ratusan prajurit berzirah emas di sekeliling mereka bahkan tidak sanggup mengangkat kepala. "P-Pengendali Sistem...?" bisik Jenderal Dewa dengan bibir gemetar. "Kekuatan penundukan otoritas ini... setara dengan Penguasa Tertinggi Sektor Bintang Sembilan." Martis mengibaskan jubah keemasannya secara perlahan. Dengan satu kedipan mata, tekanan gravitasi yang menghantam pasukan dewa itu mendadak mengendur, memberikan mereka ruang untuk bernapas kembali. "Kami datang ke Realm Dewa ini bukan untuk membawa kehancuran," ujar Martis dengan suara beratnya yang tenang. "Tetapi jika ada yang mencoba mengusik keluargaku, aku tidak keberatan meratakan seluruh Istana Langit ini." Estias dan Brakas yang melihat musuh sudah tertunduk lemas buru-buru melangkah ma

  • Pengendali Sistem Terkuat   1136. Tekanan otoritas

    Begitu daun pintu Gerbang Realm Antar-Dimensi terbuka sempurna, gulungan cahaya keemasan bercampur biru perak meluncur keluar, menyelimuti seluruh padang kristal Ujung Utara. Hawa spiritual yang merembes dari balik gerbang felt begitu pekat, setiap detik napas yang dihirup di dekatnya terasa sanggup menaikkan kapasitas energi seseorang secara instan. Namun, reaksi pertama dari rombongan begitu kaki mereka bersiap melangkah masuk justru diwarnai kehebohan yang menggelikan. "T-Tuan Martis, tunggu sebentar!" teriak Estias panik seraya menahan langkah kaki raksasanya di ambang gerbang. Estias buru-buru menyuruh Brakas berdiri di depannya. Dengan jemari batu raksasanya yang kaku, Estias membetulkan letak mantel bulu pelangi berhias bunga matahari di tubuh Brakas, lalu menyisir rambut batu adiknya itu menggunakan telapak tangannya. "Kak Estias, kenapa aku dirapikan seperti mau menghadiri lamaran?!" bisik Brakas seraya berdiri tegap sambil menahan napas konyol. "Kau tidak paham, Br

  • Pengendali Sistem Terkuat   1135. Gerbang antar dimensi

    Raja Iblis Es Purba melebarkan sepasang sayap kristal hitamnya yang membentang puluhan meter. Dengan satu kepakan keras, angin badai es beracun bertiup kencang membelah daratan Ujung Utara. Hujan jarum es hitam bernoda racun malapetaka meluncur deras menyasar ke arah rombongan! "Pasukan Serigala Es meledak saja sudah konyol, ini lagi hujan jarum bertabur racun!" jerit Estias seraya cepat-cepat menarik mantel bulu pelanginya menutupi seluruh kepala raksasanya. "Kak Estias! Mantel kita jangan sampai bolong, nanti hawa dingin masuk!" balas Brakas panik. Tanpa ragu, Brakas langsung melompat dan bersembunyi di bawah ketiak raksasa Estias, membuat kedua raksasa berzirah murni itu terlihat seperti satu gumpalan bulu pelangi raksasa bergelombang yang gemetaran konyol. "HOOH! Paman Batu dan Paman Zirah malah jadi benteng gumpalan bulu!" teriak Ikan Lele Hitam yang bersembunyi aman di balik sanggul anggun Mia. Mia tersenyum tipis, mengibaskan selendang cahaya peraknya ke udara. "Tirai

  • Pengendali Sistem Terkuat   562. Jackson

    Jackson adalah seorang pejuang yang terkenal di kalangannya. Dia dikenal karena kecepatan dan kekuatannya yang luar biasa, tetapi yang paling menonjol adalah kemampuan khususnya. Jackson memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu. Dalam pertempuran, dia bisa melambatkan waktu di sekitarnya, memberi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   976. Orang Picik!

    Martis pun bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang . Sebab, salah satu langkah saja, maka kehidupan di masa depan akan ada dampak buruknya. Maka dari itu, Martis akhirnya berpikir sejenak. Dalam hatinya Martis berkata, 'Sistem, apakah ada kemungkinan aku bisa menghubungi keluargaku di dimensi

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   943. Dua petarung

    Kali ini, pada tahapan selanjutnya, yaitu Tapak Ketiga, nampaknya Elnara mengalami sedikit kesulitan. Wajar saja, karena Martis sendiri pun tadi malam cukup kesulitan untuk bisa menguasai Tapak Ketiga ini. "Guru, apakah sesulit ini?" tanya Elnara, ia mulai terengah. "Begitulah. Elnara, jujur sa

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status