Teilen

Bab 2

Wendy
“Lagipula, pahamu tegang sekali. Bagaimana otot sekeras ini bisa menginjak kopling dengan benar?”

Usai bicara, kelima jariku tanpa ragu langsung meremas bagian yang padat itu dengan kasar.

“Hm….”

Mona menarik napas dalam-dalam, jarinya yang memegang setir mencengkeram semakin kuat hingga memucat.

Dari balik kain sutra yang sehalus sayap serangga itu, aku bisa merasakan dengan jelas hawa tubuhnya yang semakin membara.

Dia reflek ingin merapatkan kedua kakinya untuk melepaskan tanganku, tapi di dalam kursi kemudi yang sempit ini, dia sama sekali tak punya tempat untuk bersembunyi.

“Jangan… kumohon lepaskan….”

Dia menggertak dengan nada gemetar yang penuh permohonan.

Dia tak berani membentak keras, apalagi melakukan gerakan perlawanan yang terlalu besar, karena takut suara sekecil apapun akan membangunkan suaminya yang tertidur sangat dekat di belakang.

Namun, aku sama sekali tak menghiraukan permohonannya. Dengan sikap yang terang-terangan dan penuh dominasi, telapak tanganku perlahan menyusuri lekuk pahanya tanpa menahan diri sedikitpun.

Mobil off road itu kebetulan menerjang sebuah lubang tanah yang cukup besar, membuat badan mobil terombang-ambing dan menghantam tanah kembali dengan keras.

Memanfaatkan guncangan hebat ini, tanganku meluncur masuk ke area yang lebih dalam dan berbahaya.

“Ah….”

Jeritan pelan yang tak terkendali lolos dari tenggorokan Mona. Mata yang tadinya dipenuhi rasa malu dan amarah, kini mulai berkaca-kaca. Seluruh tubuhnya melemas hingga hampir tak sanggup mempertahankan posisi duduknya di kursi pengemudi.

Aku terkekeh pelan, tak lagi puas hanya meraba-raba bagian luar pahanya saja.

Saat mobil mendadak menghantam cekungan dan berguncang hebat, aku memanfaatkan momen itu. Pergelangan tanganku berputar, menepis lapisan kain yang menghalangi, lalu tanpa sungkan menyelinap ke area yang paling tersembunyi.

“Jangan….”

Seluruh tubuh Mona langsung tersentak hebat, seolah-olah baru saja dialiri sengatan listrik.

Dia reflek ingin merapatkan kedua pahanya, tapi kaki kanannya harus tetap menginjak pedal gas untuk menjaga kecepatan mobil, sehingga perlawanan lemah dari kaki kirinya di hadapan kekuatanku sama sekali tak berarti… malah terkesan seperti pura-pura menolak.

Jariku yang bertindak tegas tanpa bisa dibantah, dengan tepat mencengkeram kehangatan yang lembut itu.

“Sshh….”

Mona menarik napas tajam. Jari-jarinya yang mencengkeram setir berubah menjadi pucat akibat menahan dorongan yang sangat kuat.

Mobil sempat berbelok membentuk pola huruf S yang sangat berbahaya di jalanan gunung, hampir saja menggesek semak-semak di pinggir jalan.

Namun, aku malah tertawa pelan, sama sekali tak berniat menarik tanganku kembali.

“Kak, ada lubang di depan, pijak gasnya yang stabil.”

Aku sengaja merendahkan suaraku, mendekatkan tubuhku semakin rapat hingga bibirku menempel di lehernya yang putih mulus.

“Kalau kamu panik dan mobilnya masuk selokan, David yang di belakang bisa bangun, lho.”

Mendengar nama ‘David’, seketika tubuh Mona menegang kaku. Aku sengaja menggerakkan ujung jariku lebih dalam lagi, membuatnya terpaksa menggigit bibir bawah demi menahan desahan.

Melihat wajah Mona yang semakin merona dan dadanya yang bergerak naik turun gemetaran, aku tak bisa menahan senyuman puas.

Mona pasti sudah hampir gila karena siksaan ini, ‘kan?

Matanya yang biasanya selalu memancarkan keanggunan dan kelembutan, kini tergenang air mata hasil perpaduan antara rasa terhina dan gairah, seolah-olah hendak menangis. Bibirnya bahkan sampai agak berdarah karena digigit terlalu keras.

Mendengar suara dengkuran David yang seperti guntur di belakang, lalu merasakan kehangatan luar biasa yang menjalar di ujung jariku, rasa ingin menguasai di dalam diriku melonjak hebat.

David, si pria yang tak romantis itu, mungkin selama bertahun-tahun menikah pun belum pernah melihat istrinya menunjukkan sisi menggoda seperti ini.

Kakak ipar yang biasanya begitu anggun dan sulit didekati, kini berada sepenuhnya dalam genggamanku. Tepat di hadapan suaminya sendiri, dia menjadi sangat sensitif seperti seekor domba yang pasrah untuk diperlakukan apa saja.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 11

    “Siang bolong begini, siapa yang tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan di kamar?!”Aku membuang tongkat golf itu, lalu menarik-narik dasiku dengan kesal. Amarah yang membara di dalam dada tak kunjung mereda.“Dulu, kamu juga bisa bercinta denganku di dalam mobil di depan mata David. Bisa saja kamu juga menggunakan sandiwara yang sama untuk membohongiku?!”Usai mengatakannya, aku langsung menyesal.Namun, semuanya sudah terlambat.Kalimat itu bagaikan mata pisau bedah yang paling tajam, mencabik dan mengupas tuntas borok berkedok ‘cinta sejati’ yang selama ini melapisi hubungan kami.Mona tertawa sangking marahnya. Matanya memerah saat menatapku dengan tajam, lalu membalas dengan geram,“Oh begitu?! Akhirnya kamu mengungkapkan isi hatimu juga, ya? Emangnya kamu kira aku percaya begitu saja padamu?!”Dia tiba-tiba membuka laci nakas, lalu mengambil ponsel cadanganku dan melemparkannya tepat ke dadaku.“Setiap malam, saat kamu pergi mandi, aku selalu memeriksa semua riwayat percakapan d

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 10

    Aku bersandar di sofa kulit yang lebar, membakar sebatang rokok setelah bercinta, lalu menghisapnya dalam-dalam.Di televisi sedang tayang acara yang membosankan. Dari dapur terdengar suara daging yang sedang digoreng, mendesis di atas wajan. Udara dipenuhi suasana nyaman sekaligus penuh kemewahan yang memabukkan.“Sayang, ayo makan.”Mona datang sambil membawa sepiring makanan. Dengan sangat alami, dia duduk mengangkangi pangkuanku, lalu melingkarkan lengannya di leherku.Dia memberiku ciuman penuh gairah, sementara belahan dadanya yang putih dan montok nyaris menyembul keluar dari balik kerah bajunya.Aku merangkul pinggang rampingnya dengan satu tangan, menikmati hasil kemenangan yang luar biasa ini.Sekarang, aku bukan hanya secara sah merebut istri cantik yang dulu menemani sahabat baikku setiap hari. Bahkan rumah mewah yang kami tinggali dan mobil mewah yang kami kendarai sekarang pun dibeli dari sebagian besar tabungan yang telah dikumpulkan David dengan susah payah sepanjang hi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 9

    Melihat sosoknya yang kini telah sepenuhnya dikuasai dendam, senyuman puas pun terukir di sudut bibirku.Aku membalikkan tubuh, kembali menindihnya di bawahku, sementara jariku mengelus tulang selangkanya yang bergerak naik turun karena amarah.“Tentu saja. Aku nggak hanya akan membantumu mengambil kembali semua hakmu, tapi juga membantumu menginjak dirinya di bawah kaki.”Aku mencium bibirnya dengan kuat, menyatakan komitmenku dengan suara samar yang tertahan,“Lagipula, sekarang hanya kita berdua yang benar-benar berada di atas kapal yang sama….”….Selama satu bulan penuh berikutnya, aku dan Mona berbagi tugas dengan jelas, melangkah perlahan-lahan.David masih terus berpura-pura di luar sana menjadi sosok suami lelah yang ‘bekerja keras demi keluarga’.Dia sama sekali tak menyadari bahwa setiap bukti transfer uang, serta riwayat check in hotel dengan wanita bernama Yura yang tersinkronisasi lewat iPad tua itu, semuanya telah ditangkap layar oleh Mona dan diserahkan kepada pengacara

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 8

    “David nggak menyentuhmu akhir-akhir ini?”Aku memegang sebatang rokok. Meski sudah tahu jawabannya, aku tetap bertanya sambil memijat bahunya yang mulus.“Jangan bahas dia.”Sorot mata Mona meredup, nadanya menyelipkan sedikit kekecewaan dan kekesalan.“Dia selalu beralasan sibuk kerja dan banyak tekanan di kantor akhir-akhir ini. Tiap hari pulang langsung tidur nyenyak, bahkan nggak sempat menyentuhku… Dulu aku sempat merasa bersalah padanya, tapi sekarang malah merasa beruntung.”Sambil berbicara, dia bersandar santai, lalu mengambil iPad tua dari atas meja nakas samping.Itu adalah iPad bekas David yang diberikan padanya untuk menonton drama.Baru saja iPad itu terhubung dengan WiFi hotel, beberapa notifikasi pesan sinkronisasi Whatsapp langsung bermunculan di bagian layar.Tampaknya David menggunakan iPad ini untuk masuk ke akun Whatsappnya semalam. Dia tak hanya lupa keluar dari akunnya, tapi karena koneksi internet yang terlambat, semua riwayat percakapan hari ini langsung tersi

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 7

    Aku mendorong seluruh tubuhnya dengan kasar hingga menempel erat pada dinding yang tersambung langsung dengan kamar David.Suara benturan pelan terdengar saat punggung Mona terhempas ke dinding berlapis wallpaper dengan keras.“Jangan… jangan di sini….”Seketika, Mona membeku sangking ketakutannya. Dia reflek mencoba mendorong dadaku.“Ssstt….”Aku mengacungkan jari telunjuk di depan bibir merahnya, sementara tangan yang lain tanpa ragu meluncur masuk melalui ujung bawah gaun tidurnya, langsung menuju sasaran utama.“Kak, kepala David menempel tepat di dinding ini. Kalau kamu sampai bersuara, dia bisa mendengar semuanya dengan jelas.”Usapan jariku yang kasar memancarkan hawa panas, meremas keindahannya yang memikat itu tanpa ampun.“Hm!”Seketika, mata Mona terbelalak lebar, kedua tangannya menutup mulutnya rapat-rapat.“Tadi siang di mobil belum puas, ‘kan? Sekarang biar kubayar tuntas.”Siksaan di mobil tadi yang terhenti di tengah jalan, telah membakar gairah tubuhnya hingga ke tit

  • Pengkhianatan Di Dalam Mobil   Bab 6

    Hembusan asap rokok yang tebal keluar dari mulutku, menutupi aroma pekat manis yang mencurigakan di dalam udara dengan sempurna.“Sepertinya kompresor AC-nya bermasalah, jadi nggak begitu dingin.”Aku memegang rokok di antara jariku, memutar kepala menatap David di tempat duduk belakang, lalu menajamkan senyuman penuh makna di sudut bibir.“Kakak ipar sampai kepanasan tadi, keringatnya keluar banyak sekali.”“Iya….”Suara Mona masih terdengar gemetaran. Dia menatap lurus ke arah kaca depan, sama sekali tak berani menoleh sedikitpun untuk melihat David.“Panas sekali… aku sampai sesak napas sangking panasnya tadi.”“Aduh, kasihan sekali istriku. Nanti kalau sudah balik ke kota, aku bakal langsung bawa ke bengkel untuk ganti AC-nya!”David menatap bagian samping wajah Mona yang merona dengan perasaan yang tidak tega, tak menaruh rasa curiga sedikitpun.Aku bersandar di kursi penumpang depan. Melalui spion tengah, aku melihat wujud David yang melayani dengan perhatian tanpa tahu apa-apa,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status