分享

Bab 31. Segel Pagi. 

作者: Ucing Ucay
last update publish date: 2026-02-01 17:28:15

​Sisa-sisa ancaman Arka di depan pintu kamar semalam masih terngiang jelas di telinga Lia, seperti dengung lebah yang tak mau hilang. Ketika fajar menyingsing dan cahaya matahari mulai mengintip dari balik tirai sutra kamarnya di mansion Dirgantara, Lia terbangun dengan perasaan waswas yang mencekam. Ia menyentuh lehernya, di mana kalung berlian pemberian Arka masih melingkar di sana—sebuah borgol mewah yang kini terasa lebih berat dari biasanya. Arka tidak pernah hanya sekadar menggertak; seti
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 245. Happy Ending. 

    ​"Ini bukan sekadar tentang masa depan finansial, Lia, ini adalah deklarasi kekuasaan yang menyatakan bahwa kamu adalah pemilik sah dari seluruh fondasi kekaisaran yang kubangun di atas darah pengkhianat," tegas Arka, kalimatnya langsung dan tajam tanpa ada keraguan sedikit pun.​"Apakah dengan adanya akta abadi ini, kamu akan membiarkan aku membawa mereka berjalan-jalan ke luar kota tanpa pengawalan barikade enam pengawal wanita itu?" tanya Lia, tatapan matanya menuntut jawaban yang murni dari balik topeng proteksi suaminya.​"Kebebasan fisik di luar sana adalah ilusi yang sangat berbahaya bagi seorang Ratu Dirgantara, Lia, tugasmu hanyalah berada di sini, menjadi poros dari seluruh pergerakan hidupku," jawab Arka, langkah kakinya bergeser mendekat hingga dada bidangnya yang keras menyentuh permukaan punggung ramping Lia.​"Kamu memberikan seluruh dunia ini ke dalam genggaman tanganku, namun di saat yang sama kamu mengunci pintu sangkar ini dengan rantai besi yang kian hari kian mene

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 244. Obsesi Abadi

    ​Sinar matahari pagi yang hangat menerpa permukaan lantai balkon lantai dua mansion utama Dirgantara, memantulkan kilau kemewahan dari pagar pembatas berbahan besi tempa berlapis perunggu. Setahun telah berlalu sejak badai di ruang persalinan itu reda, meninggalkan kedamaian yang sunyi di atas tanah Menteng yang kini telah bersih dari jejak para pengkhianat masa lalu. Lia berdiri tegak bersandar pada tepian balkon, mengenakan gaun sutra panjang berwarna putih gading yang melambai halus ditiup angin pagi yang membawa aroma esens vanila hitam. Sepasang mata jernihnya menatap lurus ke arah hamparan rumput hijau di taman belakang, tempat dua bocah laki-laki berusia satu tahun sedang bergerak aktif merangkak di atas karpet khusus luar ruangan.​Arjuna dan adiknya, dengan pakaian katun senada bermotif garis biru muda, sesekali tertawa kecil saat jemari mungil mereka mencoba meraih bayangan daun yang bergoyang. Di sekeliling area bermain anak kembar tersebut, enam pengawal wanita terlatih te

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 243. Diagnosa Dokter. 

    ​"Pertahankan tekanannya, Nyonya, jangan lepaskan energinya sekarang, sedikit lagi!" perintah dokter spesialis utama dengan gerakan tangan yang cekatan membantu melebarkan jalan lahir.​"Eughhh!!! Ohhh!!!" jeritan terakhir Lia terdengar lebih pendek, disusul oleh suara embusan napas panjang yang melepas seluruh ketegangan otot tubuhnya.​Lengkingan tangisan kedua kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih berat dan konstan, bersahut-sahutan dengan suara tangisan bayi pertama yang berada di meja sebelah kiri. Bayi kedua telah lahir, menandakan berakhirnya seluruh proses perjuangan fisik yang menguras sisa darah dan air mata dari tubuh sang Ratu Sanjaya. Suara mesin kardiotokografi mendadak kembali ke ritme normal, menyisakan bunyi detak jantung Lia yang melambat seiring dengan hilangnya rasa sakit yang merongrong tubuhnya.​Arka Dirgantara yang sejak awal berdiri kokoh menopang tubuh istrinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan di kedua belah lututnya. Tubuh kekarnya yang tega

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 242. Tangisan Sang Penakluk

    ​Cahaya lampu operasi yang berpijar putih keperakan di atas langit-langit ruang bersalin memantulkan bayangan tubuh tegap Arka Dirgantara yang masih berdiri kaku bagaikan patung batu di sisi ranjang ginekologi. Cengkeraman jemari tangan Lia Sanjaya pada punggung tangannya terasa kian menguat, kuku-kuku tajam istrinya menembus kulit ari hingga menyisakan gurat-gurat merah yang mengeluarkan rembesan darah segar. Suara dengung konstan dari mesin kardiotokografi berbaur dengan deru napas Lia yang kian pendek dan tersengal-sengal menahan gelombang kontraksi kedua yang datang menghantam tanpa memberikan jeda istirahat sedikit pun. Ruangan itu terasa begitu dingin, dipenuhi bau antiseptik yang pekat, namun peluh mengalir deras membasahi dahi tegap Arka hingga melewati batas masker kain hijau yang menutup sebagian wajahnya.​"Tarik napas lebih dalam lagi, Nyonya, kepala bayi pertama sudah berada di pintu panggul, dorong sekuat tenaga dalam hitungan ketiga," instruksi dokter spesialis obgyn de

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 241. Proses Lahiran. 

    ​Lia mengerang lebih keras, kedua kakinya menekuk ke atas menahan dorongan alami dari dalam rahimnya yang kian agresif, membuat permukaan perut buncitnya menegang keras bagai permukaan batu lava. "Arka ... hmmm ... sakit sekali ... rasanya bagian bawahku seperti terbakar api ... Ohhh ... Ssshhh."​Arka langsung menundukkan kepalanya, mengecup bibir Lia yang kering berulang kali sambil menyeka air mata yang terus mengalir membasahi pipi porselen istrinya dengan jemarinya yang gemetar. "Aku mohon bertahanlah, Lia ... demi aku ... demi seluruh sisa duniaku ... jangan tinggalkan aku di dalam kegelapan lagi."​"Ponsel Anda terhubung dengan Direktur Utama Rumah Sakit Dirgantara Medica, Tuan Besar," ujar Elena dari kursi depan seraya menyerahkan sebuah gawai yang layarnya sudah menampilkan wajah panik seorang pria paruh baya berjas putih.​"Dengarkan aku baik-baik, Profesor Wijaya! Kosongkan seluruh lantai tiga gedung rumah sakit sekarang juga! Siapkan tim dokter spesialis obgyn terbaik yang

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 240. Badai di Ruang Persalinan

    ​Cairan bening dalam volume yang cukup besar mendadak merembes membasahi gaun tidur sutra gading yang dikenakan oleh Lia Sanjaya, menciptakan noda basah yang meluas dengan cepat di atas hamparan seprai kasmir abu-abu muda. Rasa mulas yang sangat tajam, panas, dan datang beruntun bagai hantaman ombak badai seketika mencengkeram seluruh dinding rahimnya, memutus aliran napas wanita muda itu dalam satu sentakan rasa sakit yang luar biasa masif. Kedua tangan Lia bergerak refleks mencengkeram pinggiran pilar tempat tidur kayu jati, sementara tubuh rampingnya melengkung kaku menahan kontraksi dini yang datang jauh lebih awal dari estimasi kalender medis Dokter Gunawan. Jeritan parau yang sarat akan penderitaan fisik spontan lolos dari sela bibir Lia yang mendadak memutih kering, memecah keheningan sepertiga malam di dalam Royal Suite yang kedap suara.​"Arka ... Ssshhh ... ketubanku pecah ... rasanya sangat sakit ... Ahhh!" pekik Lia dengan mata yang membelalak lebar menahan denyutan yang s

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 34. Intimidasi Fisik. 

    ​Namun, Arka tetaplah predator yang haus akan kontrol. Di tengah kesibukan eksekusi itu, ia tidak pernah lupa untuk memberikan intimidasi fisik kecil pada Lia—entah itu dengan meremas bahunya, atau membisikkan kata-kata posesif saat mereka sedang meninjau dokumen. Arka ingin memastikan bahwa di ten

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 30. Kalung Berlian. 

    "Kesalahannya adalah dia membuatmu tersenyum dengan cara yang tidak aku sukai," jawab Arka dingin. Ia memutar tubuh Lia agar menghadapnya. "Jangan pernah menguji batasan kesabaranku lagi, Lia. Di kantor ini, batasan itu adalah hukum. Dan hukum itu adalah aku. Kamu ingin kekuatan? Kamu sudah mendapa

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 29. Menjadi Posesif. 

    Namun, Arka bukanlah pria yang akan membiarkan tantangan lewat begitu saja. Ia melangkah melintasi ruangan dengan aura yang begitu mengintimidasi hingga orang-orang di sekitarnya secara naluriah memberi jalan, seolah-olah laut merah sedang terbelah. Arka berhenti tepat di belakang Lia, meletakkan t

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 27. Batasan yang Kabur. 

    Setelah badai ketegangan sensual itu mereda, ruangan kedap suara itu kembali sunyi, hanya menyisakan suara napas yang terengah-engah dan detak jam dinding yang mekanis. Arka tidak menjauh; ia tetap mengurung tubuh Lia di antara kedua lengannya yang kokoh di atas meja kerja. Ia merapikan rambut Lia

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status