LOGINLin Xuan menarik tubuhnya melewati bibir jurang dengan tarikan terakhir yang menguras sisa tenaganya. Jari-jarinya yang berdarah mencengkeram akar pohon tua yang mencuat dari tepi tebing, dan dengan satu hentakan, dia melemparkan tubuhnya ke atas permukaan tanah yang rata.
Dia berbaring telentang di atas rumput kering, menatap langit sore yang mulai berubah jingga. Napasnya memburu. Setiap otot di tubuhnya berteriak protes setelah memanjat dinding tebing selama berjam-jam. Tapi bibir Lin Xuan membentuk senyum tipis yang tidak bisa dia tahan.
Dia hidup. Dan bukan hanya hidup, dia telah terlahir kembali.
Lin Xuan duduk dan menatap kedua telapak tangannya. Telapak tangan yang penuh luka dan kapalan itu kini dialiri tenaga spiritual yang mengalir stabil di sepanjang pembuluh darahnya. Sensasi itu masih terasa asing baginya, seperti mengenakan pakaian baru yang belum sepenuhnya pas di tubuh. Tapi di balik keanehan itu ada kenyamanan yang mendalam, kenyamanan seseorang yang akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini hilang dari hidupnya.
Pikirannya kembali ke detik-detik kejatuhan di jurang tadi. Urutan kejadiannya kini semakin jelas di benaknya. Buah Dewa yang dia makan di tengah kejatuhannya telah membanjiri tubuhnya dengan tenaga spiritual murni dalam konsentrasi yang luar biasa. Tenaga itu membutuhkan jalur untuk mengalir, tapi pembuluh darah spiritualnya tersumbat oleh teratai hitam misterius yang selama ini menjadi sumber penderitaannya. Maka tenaga itu menumpuk, menciptakan tekanan yang luar biasa di dalam tubuhnya.
Dan teriakannya, teriakan putus asa yang dia pikir akan menjadi suara terakhirnya, ternyata menjadi pemicu yang membangunkan pedang kecil di dalam liontin peninggalan ayahnya. Pedang itu merespons teriakan jiwanya, terbangun dari tidur panjangnya, dan menyatu dengan tubuhnya.
Dengan tenaga dari Buah Dewa sebagai katalisator, pedang kecil itu mendapatkan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan teratai hitam yang selama ini menyumbat jalur spiritualnya.
Kebetulan yang sempurna. Atau mungkin bukan kebetulan sama sekali.
'Kalau aku tidak jatuh ke jurang itu, aku tidak akan menemukan Buah Dewa. Kalau aku tidak memakan Buah Dewa, pedang kecil di dalam liontin tidak akan memiliki katalisator untuk menyatu dengan tubuhku. Dan kalau aku tidak berteriak dengan seluruh jiwa ragaku, pedang itu mungkin tidak akan terbangun.'
Lin Xuan menoleh ke belakang, menatap mulut jurang yang menganga gelap di belakangnya.
'Dan aku jatuh ke jurang itu karena Zhang Bin mengejarku untuk membunuhku.'
Ironi itu begitu tajam hingga hampir terasa lucu. Orang yang ingin menghancurkannya justru tanpa sengaja memberikannya keberuntungan terbesar dalam hidupnya. Tanpa kebencian Zhang Bin, tanpa pengejaran di Gunung Cangming, tanpa lompatan putus asa ke dalam jurang itu, Lin Xuan mungkin akan tetap menjadi budak pedang yang terjebak di alam pemurnian tubuh tahap ketiga selamanya.
Kemarahan yang selama ini membara di dadanya terhadap Zhang Bin perlahan mereda. Bukan hilang sepenuhnya, karena pukulan, tendangan, dan hinaan selama bertahun-tahun bukan sesuatu yang bisa dilupakan begitu saja. Tapi ujung-ujungnya tumpul. Api itu masih menyala, tapi tidak lagi berkobar liar seperti sebelumnya.
'Aku tidak akan mencarinya untuk balas dendam,' pikir Lin Xuan sambil bangkit berdiri dan membersihkan debu dari pakaiannya yang compang-camping. 'Apa yang terjadi di jurang itu justru mengubah hidupku. Tapi kalau dia masih memaksakan diri untuk menargetkanku, kalau dia masih datang padaku dengan niat membunuh, maka aku tidak akan diam.'
Dia menegakkan punggungnya dan mulai berjalan menuju arah timur, ke arah kompleks Sekte Xuantian yang berjarak beberapa jam perjalanan kaki dari Gunung Cangming. Langkahnya lebih ringan dari sebelumnya. Bukan hanya karena tenaga spiritual yang kini mengalir di tubuhnya, tapi karena beban yang selama ini menindih pundaknya telah terangkat sebagian.
Matahari sudah tenggelam sepenuhnya saat Lin Xuan memasuki gerbang selatan kompleks sekte. Lentera-lentera minyak yang digantung di sepanjang jalan setapak menerangi jalannya dengan cahaya kekuningan yang bergoyang tertiup angin malam. Kompleks sekte terasa lebih sepi dari biasanya di jam ini, kebanyakan murid sudah kembali ke asrama masing-masing dan para budak pedang sedang menyelesaikan tugas-tugas malam mereka.
Lin Xuan berjalan melewati gudang senjata, melewati aula latihan yang gelap, melewati dapur umum yang masih mengeluarkan asap tipis dari cerobongnya, hingga dia sampai di pondok budak pedang yang reyot di ujung kompleks.
Dia baru saja meletakkan tangannya di kusen pintu saat dia merasakan tatapan-tatapan itu.
Dari balik jendela-jendela kecil pondok, beberapa pasang mata memandangnya. Dalam keremangan cahaya lentera yang masuk dari luar, Lin Xuan bisa melihat wajah-wajah para budak pedang lainnya. Ada yang terkejut, ada yang tidak percaya, dan ada yang kaget.
Tapi ekspresi yang paling dominan di wajah mereka semua adalah satu, kewaspadaan. Kewaspadaan seperti sekelompok tikus yang melihat kucing memasuki sarang mereka.
Lin Xuan masuk ke dalam pondok tanpa berkata apa-apa. Dia berjalan ke sudut tempatnya biasa tidur dan duduk di atas tikar jeraminya. Para budak pedang lain langsung menyingkir dari jalannya, menepi ke sisi-sisi pondok seperti air yang terbelah oleh batu.
Tidak ada yang menyapanya. Tidak ada yang bertanya bagaimana dia bisa selamat dari jatuh ke jurang. Tapi bisikan-bisikan kecil langsung berdengung di seluruh ruangan seperti serangga malam yang bersembunyi di balik dinding kayu.
"Dia masih hidup..."
"Bukankah Zhang Bin bilang dia sudah mati?"
"Bagaimana mungkin seseorang selamat dari jurang Gunung Cangming?"
Lin Xuan menutup matanya dan mengabaikan bisikan-bisikan itu. Dia tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya. Para budak pedang ini, sebagian besar dari mereka, bertahan hidup dengan menjadi mata dan telinga bagi para murid yang berkuasa. Informasi tentang kepulangannya akan sampai ke telinga Zhang Bin sebelum matahari terbit. Itu bukan dugaan. Itu kepastian.
Dan benar saja.
Lin Xuan bahkan belum sempat memejamkan matanya selama satu jam penuh saat suara langkah kaki terdengar dari luar pondok. Bukan langkah satu orang, tapi langkah beberapa orang yang berjalan cepat dengan arah yang jelas.
Pintu pondok terbuka dengan hentakan keras. Para budak pedang yang sedang tidur langsung terlonjak bangun, mata mereka lebar ketakutan. Tapi begitu mereka melihat siapa yang berdiri di ambang pintu, mereka langsung menepi dan menundukkan kepala.
Sosok yang berdiri di sana bukan Zhang Bin.
Pemuda itu bertubuh jangkung dengan bahu lebar dan lengan yang tebal berotot. Wajahnya kasar dengan rahang menonjol dan hidung yang pernah patah lalu sembuh miring. Jubah abu-abu murid sekte luar yang dikenakannya tampak ketat di bagian dada dan lengan, seolah tubuhnya terlalu besar untuk pakaian itu. Matanya yang kecil dan tajam langsung menemukan Lin Xuan di sudut ruangan.
Huo Lang.
Lin Xuan mengenalnya dengan baik. Terlalu baik. Huo Lang adalah salah satu teman terdekat Zhang Bin dan kultivator di alam kondensasi roh tingkat pertama, yang artinya dia satu tingkat di bawah Lin Xuan saat ini meskipun Huo Lang tidak mengetahui fakta itu.
Namun, meskipun Liang Si Shao kuat, dia masih agak lebih rendah dari Liu Mingyue.Oleh karena itu, Lin Xuan tidak khawatir.Yang benar-benar ia perhatikan adalah generasi yang lebih tua dari keluarga Liang.Dia merasakan kekuatan luar biasa yang terpancar dari pihak lain. Jika orang-orang itu bertindak, Liu Mingyue kemungkinan besar tidak akan mampu menahannya.Di depan, Liu Mingyue mengayunkan cambuk peraknya ke depan.Ta-da!Dua serangan mengerikan itu bertabrakan di udara, menghasilkan suara yang memekakkan telinga.Pada saat yang sama, jarum es berwarna biru tua muncul di tangan kiri Liu Mingyue.Rasanya sangat dingin dan menusuk ke depan.Ini adalah teknik pembunuhan, sangat menakutkan, dan tiba di hadapan Tuan Muda Liang dalam sekejap.Tiga jarum perak biru diarahkan ke tiga titik vital Tuan Muda Liang. Jika terkena, bahkan jika Tuan Muda Liang adalah raja bintang enam, dia mungkin akan terluka parah."gulungan!"Tuan Muda Liang meraung, matanya berkilat dengan cahaya dingin, da
Sejujurnya, dia terlalu malu untuk tinggal di sini lebih lama lagi.Kerumunan secara otomatis memberi jalan bagi Han Shan. Kemudian mereka dengan cepat mengelilinginya, semuanya memandang Liu Mingyue dengan kegembiraan yang luar biasa."Wanita ini sangat kuat. Aku penasaran dia termasuk faksi mana?""Aku merasa kekuatannya sudah mencapai tingkat seorang santa.""Itu tidak terlalu berlebihan. Pernahkah Anda melihat seorang santa sungguhan? Itu menakutkan! Saya rasa dia paling banter hanya setingkat calon santa.""Mungkin, tapi dia terlalu kuat. Aku penasaran apakah ada yang benar-benar bisa menundukkannya?"Orang-orang membicarakannya.Namun, pada saat itu, teriakan dingin terdengar dari kejauhan: "Siapa itu? Berani-beraninya kau membunuh murid keluarga Liang-ku? Kemarilah dan hadapi kematianmu!"Mendengar suara itu, jantung semua orang berdebar kencang, dan mereka semua menoleh.Di belakang mereka, sekelompok orang berjalan mendekati mereka dengan mengancam."Itu... keluarga Liang! Me
Namun, Lin Xuan sama sekali tidak khawatir. Selama bukan tubuh dari Tanah Suci Empat Simbol yang datang, Liu Mingyue dapat menanganinya dengan sempurna.Memang, kekuatan Liu Mingyue telah mencapai tingkat seorang calon santa, hanya sedikit lebih rendah dari seorang santa sejati.Dia bisa menangani yang lain dengan sangat baik.Oleh karena itu, meskipun Liu Ming mengatakan bahwa dia tidak dapat menggunakan Qi Kekacauan sekarang, dia masih bisa mengalahkan para pendekar dari Tanah Suci Empat Simbol di hadapannya.Namun, tidak ada orang lain yang tahu.Ketika pemuda tegap dari Tanah Suci Empat Simbol muncul, kerumunan di sekitarnya menjadi bersemangat. Tanah Suci Empat Simbol adalah tanah suci yang tiada duanya.Selain itu, partai ini memiliki pengaruh yang cukup besar di wilayah utara.Mereka mengenali pemuda bertubuh tegap itu; dia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di Tanah Suci Empat Simbol.Namanya Han Shan."Tanah Suci Empat Simbol? Bagus sekali, ini sepadan dengan waktuku!
Melihat hal ini, para pendekar bela diri di sekitarnya pun mengubah ekspresi mereka, karena mereka menyadari bahwa kekuatan lawan telah meningkat lagi.Ini jauh lebih ampuh daripada lonceng biru sebelumnya!"Mungkinkah gadis ini menyembunyikan kekuatannya selama ini?" Semua orang terkejut dan tidak percaya.Bahkan pemuda berbaju putih itu pun terkejut. Ia secara alami merasakan perubahan energi dan ekspresinya langsung menjadi sangat muram.Pedang panjang itu berkilat, berubah menjadi garis-garis cahaya yang menebas ke depan.Cahaya yang menakutkan menyapu ke segala arah.ledakan!Sesaat kemudian, phoenix merah itu bertabrakan dengan langit yang dipenuhi cahaya pedang.Benturan dahsyat tersebut menghasilkan energi yang menyebar ke segala arah, langsung mengaktifkan susunan tersebut dan membentuk layar cahaya yang melindungi area sekitarnya.Lin Xuan menyaksikan pertempuran dari kejauhan, dan mengangguk sedikit sambil mengamati pemandangan itu.Tampaknya pemuda berbaju putih ini memang
"Apa?! Kita malah impas!"Lin Xuan terkejut. Dia tahu harga Besi Dingin Awan Ungu; jumlah yang dibutuhkan untuk istana sebesar itu sangat mencengangkan.Mungkin hanya keluarga bangsawan kuno yang mampu menghasilkan hal seperti itu.Semakin dekat seseorang dengan Istana Awan Ungu, semakin terasa aura megahnya. Bahkan ketika Lin Xuan diselimuti cahaya kemerahan itu, ia merasakan sensasi hangat di seluruh tubuhnya.Di depan, tampak dua atau tiga gerbang ungu raksasa yang berdiri seperti dua dewa penjaga.Tempat itu dipenuhi dengan suasana yang megah dan spektakuler.Di pintu masuk, orang-orang datang dan pergi tanpa henti.Setelah perkenalan singkat dari Liu Mingyue, Lin Xuan menyadari bahwa harga-harga di sini sangat mengejutkan.Hidangan sederhana seperti itu berada di luar jangkauan seorang raja biasa.Hal itu akan membutuhkan beban keuangan yang sangat besar untuk ditanggung.Jika Anda ingin menikmati makanan enak, bahkan sekte kecil pun mungkin tidak mampu membiayainya. Anda harus s
Susunan teleportasi itu sangat misterius, dengan pola dan rune aneh yang terukir di atasnya. ( )Jelas sekali, ini adalah susunan teleportasi yang dibuat oleh seorang ahli super, yang mampu melakukan teleportasi jarak jauh.Namun, ada bagian yang hilang dari susunan teleportasi; jelas, batu yang dipegang Liu Mingyue hilang.Liu Mingyue kemudian meletakkan batu di tangannya ke tempat yang kosong tersebut.Seketika itu, seluruh susunan teleportasi mengeluarkan suara klik, lalu memancarkan cahaya redup.Setelah melihat ini, Lin Xuan tahu bahwa susunan teleportasi telah sepenuhnya dirakit dan siap digunakan untuk teleportasi.Lalu, sesaat kemudian, dia melangkah maju dan tiba di platform teleportasi. Liu Mingyue juga bergerak cepat dan berdiri di sampingnya.Selanjutnya, Liu Mingyue melambaikan tangan gioknya terus menerus, mengeluarkan enam puluh kristal ilahi sekunder tingkat atas dari cincin penyimpanannya dan meletakkannya di alur susunan teleportasi.Berdengung!Dengan dukungan energ
Liontin di dadanya bergetar.Bukan getaran biasa. Bukan getaran yang disebabkan oleh angin atau gerakan tubuhnya yang jatuh. Getaran ini berasal dari dalam liontin itu sendiri, seolah sesuatu yang selama ini tertidur di dalamnya tiba-tiba terbangun oleh teriakan Lin Xuan.Cahaya putih keperakan men
Mereka sampai di sebuah dataran kecil di pertengahan gunung. Di satu sisi, tebing batu menjulang tinggi. Di sisi lain, jurang menganga lebar dengan kedalaman yang tidak bisa ditebak oleh mata telanjang. Kabut tipis bergulung di mulut jurang seperti napas makhluk raksasa yang sedang tertidur.Zhang
Setelah beberapa puluh tebasan, Lin Xuan menurunkan pedang kayunya dan duduk di atas batu besar itu. Napasnya terengah-engah. Keringat bercampur darah mengalir di pelipisnya. Dia menatap telapak tangannya yang penuh kapalan dan luka.'Alam pemurnian tubuh tahap ketiga. Sudah bertahun-tahun aku terj
Angin dingin menyapu halaman latihan Sekte Xuantian pagi itu, membawa serta bau tanah basah dan daun-daun gugur dari pegunungan di kejauhan. Matahari baru saja menyembul di balik puncak Gunung Xuantian, menerangi deretan bangunan kayu berlapis genteng hitam yang menjulang megah di sepanjang lereng







