Home / Romansa / Penjara Hasrat Cinta / Bab 11. Perlindungan Yang Tak Main-Main

Share

Bab 11. Perlindungan Yang Tak Main-Main

last update publish date: 2026-06-09 01:11:05
Langkah kaki Hailey memelan masuk ke dalam mansion. Dia mengikuti Mathias dengan hati-hati. Namu, tentu Mathias melangkahkan kaki tegas dengan aura wajah yang dingin, dan menunjukkan penuh amarah yang berusaha keras ditahan.

Tak ada percakapan apa pun. Sepanjang jalan kembali ke mansion, mobil yang mengantar Hailey dan Mathias seperti ambulans yang membawa mayat. Bayangkan saja, Hailey diam membeku melihat Mathias yang tampak menyeramkan dengan aura wajah amarah yang ingin meledak.

Hailey berpik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Michellyn
lanjut LG smp tamat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 89. Ciuman di Atas Kapal

    Hailey terengah-engah, isakan tangisnya pecah begitu memilukan di depan dada bidang Mathias. Suaranya bergetar hebat, membawa serta seluruh beban emosi yang selama ini menyesakkan dadanya. “Kau mengurungku di sana dan membuatku merasa seperti wanita pembawa sial yang menghancurkan hidupmu!”Kata-kata wanita pembawa sial itu seolah memiliki kekuatan magis yang langsung merobek perisai ketenangan dingin yang selama ini dipakai Mathias sebagai benteng pertahanan dirinya. Detik itu juga, tanpa mengucapkan satu patah kata pun untuk membela diri atau meredakan situasi, Mathias bergerak cepat. Pria itu meraih kedua pergelangan tangan Hailey, meremasnya kuat namun tetap berhati-hati agar tidak sampai melukai, lalu menarik tubuh wanita itu dengan sentakan tegas ke dalam dekapan dadanya yang kokoh.Hailey tersentak kaget saat Mathias sek

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 88. Bagaimana Bisa Kau di Sini?

    “Siapa di sana?!” teriak salah satu pengawal Carlos Ruiz refleks, memutar tubuhnya dan langsung menyambar senjata di balik jasnya, mengarahkannya ke balik layar terpal kapal.“Jangan bergerak!” bentak pengawal itu tajam.Dada Hailey seolah berhenti berdetak. Kaki dan tangannya mendadak lemas. Mengetahui posisinya sudah ketahuan dan keputusasaan menyergapnya, Hailey tidak punya pilihan lain. Dengan gemetar, dia melangkah keluar perlahan dari balik tirai terpal kapal, melepas kacamata hitamnya, lalu menatap lurus ke arah area dek dengan mata berkaca-kaca.“Nyonya Hailey?!” panggil Nash kaget, matanya terbelalak tak percaya melihat kehadiran wanita itu di sana.Namun reaksi yang paling menakutkan datang dari Mathias. Tepat ketika matanya menangkap sosok Hailey berdiri di atas platform dermaga dengan baju sedikit kotor dan wajah sembab, raut tenang di wajah Mathias seketika lenyap. Pendar mata biru pria itu membeku, berubah

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 87. Ketahuan

    Mendengar tuntutan gila itu, air mata Hailey menetes tanpa bisa ditahan. Ketakutan membayangkan apa yang bisa dilakukan keluarga kaya berpengaruh itu pada dirinya membuat seluruh tubuh Hailey berguncang hebat.Namun, Mathias justru terkekeh. Sebuah kekehan renyah, dingin, dan penuh dengan ejekan yang dalam. Dia tidak menyentuh map itu sama sekali. Sebagai gantinya, Mathias melirik jam tangannya.“Pukul dua lewat sepuluh menit,” gumam Mathias santai. Dia lalu menatap Carlos Ruiz dengan tatapan kasihan. “Carlos, kau menghabiskan waktumu hanya untuk menyusun skenario kekanak-kanakan ini?”Carlos memicingkan matanya, raut wajahnya berubah curiga. “Apa maksudmu?” tanyanya dengan tuntutan.Mathias menjentikkan jemarinya. Nash, yang berdiri tenang beberapa meter di belakang Mathias, melangkah maju dan meletakkan sebuah tablet iPad tipis yang menyala tepat di hadapan Carlos Ruiz.“Coba kau periksa berita keuangan g

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 86. Serahkan Wanita Itu Padaku!

    Mathias duduk menyandarkan punggungnya di kursi kayu jati. Pria tampan itu mengenakan kemeja katun hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, memamerkan jam tangan Patek Philippe mahal dan otot lengannya yang kokoh. Jemari tangannya yang panjang memegang sebuah gelas kristal berisi whisky Macallan amber, memutar-mutarnya perlahan hingga es di dalamnya berdenting halus.Di hadapannya, duduk seorang pria berusia enam puluhan tahun dengan rambut perak yang tersisir rapi ke belakang. Carlos Ruiz. Pria tua itu mengenakan setelan jas buatan penjahit Savile Row, memancarkan aura kekuasaan dan kekejaman pengusaha minyak berpengaruh asal Madrid yang tak pernah dibantah sepanjang hidupnya.Aura di antara kedua pria itu begitu mendomonasi hingga membuat udara panas Cabo San Lucas terasa seolah membeku.“Rupanya kau memiliki keberanian tinggi,” suara Carlos Ruiz membuka percakapan. Suaranya berat, serak, dan sarat akan ancaman terselubung. “Apakah

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 85. Membuntuti

    Deru mesin helikopter Airbus H145 yang mendarat di helipad pribadi vila milik Mathias kini perlahan memudar, meninggalkan kesunyian yang mencekam di sekeliling koridor berlantai marmer. Dari balik jendela kaca besar di ruang makan, Hailey berdiri membeku. Dia menyaksikan helikopter hitam berlogo kustom inisial M.C itu lepas landas menuju arah selatan—membawa Mathias pergi.Rasa dingin merayapi jemari kaki dan tangan Hailey. Gelas es yang tadi dia pegang kini sudah mengembun, meneteskan air yang membasahi meja porselen. Pun debar jantungnya kini makin berpacu. Entah kenapa Mathias memilih pergi menggunakan helikopter bukan dengan mobil. Dia tak bisa bertanya, karena pria itu langsung pergi tanpa berpamitan lagi.Kebohongan Mathias masih bergema tajam di telinganya. Pria itu bersikap seolah ancaman dari sosok yang cukup berpengaruh di Spanyol hanyalah kerikil kecil di dalam sepatunya. Mathias menutup rapat-rapat kenyataan bahaya itu agar Hailey tidak merasa terbeba

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 84. Kenapa Aku Sial Sekali?

    Hailey mendongak pelan, mati-matian mengerahkan seluruh sisa kewarasannya untuk mengontrol raut wajah, sorot mata, dan getaran di bibirnya. Ia harus terlihat natural, menepis segala kepanikan akibat percakapan rahasia yang tak sengaja ia dengar pagi ini. “I-iya ... Selamat pagi,” sapanya tipis, suaranya terdengar agak serak, tertahan oleh bongkahan rasa cemas yang mendadak menyumbat tenggorokannya.Mathias memicingkan mata biru lautnya sedikit. Pria itu menghentikan gerakannya sesaat, meneliti paras Hailey yang tampak sepucat kertas dengan intensitas tajam yang begitu intimidatif—sebuah tatapan yang selalu mampu menelanjangi kebohongan Hailey tanpa perlu kata-kata.“Kau tidur nyenyak?” tanyanya dengan nada datar seraya menarik kursi di kepala meja dan meraih iPad miliknya, menyembunyikan sebagian ekspresinya di balik layar kaca.Hailey menggigit bagian dalam pipinya begitu keras hingga ia bisa merasakan getirnya darah. Jemarinya meremas kain taplak meja porselen di bawah lipatannya ku

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 7. The Fragile Shield

    Butiran pasal perjanjian yang membuat kesesakan luar biasa bagi Hailey. Otaknya seakan benar-benar buntu, dan merasa kehidupannya telah habis tak tersisa. Dia memang masih ada di dunia, tapi itu seolah jiwanya saja. Sementara raganya sudah mati tepat di kala dia mengenal sosok Mathias Cameron.Lang

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 6. The Platinum Shackles

    Hailey duduk dalam mobil dengan kegelisahan yang membentang dalam diri. Napasnya agak berat, dan tangannya saling menaut seperti menunjukkan ada rasa cemas. Orang biasanya suka dan merasakan kenyamanan duduk di mobil mewah, tapi berbeda dengan Hailey. Mobil mewah apa pun, jika bersama Mathias seaka

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 5. A Cage Called Marriage

    Sinar matahari pagi menembus sela-sela jendela, kilauanya menyentuh wajah Hailey yang masih terlelap. Perlahan, sinar matahari makin tampak terang membuat mata wanita cantik yang tertidur pulas itu langsung mengerjap beberapa kali.Hailey mulai membuka mata sambil menguap pelan. Suara erangan lolos

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 4. Strings of Control

    Udara terasa berat oleh aroma tembakau mahal dan alkohol yang kuat. Asap mengepul, lalu perlahan hilang. Kesunyian membentang di ruang kerja megah milik Mathias Cameron. Tampak pria tampan itu duduk di balik meja kerjanya, melepaskan dasi kupu-kupu yang diletakan secara sembarang di lengan kursi ku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status