Beranda / Romansa / Penjara Hasrat Cinta / Chapter 8. Curiosity Comes at a Price

Share

Chapter 8. Curiosity Comes at a Price

Penulis: Abigail Kusuma
last update Tanggal publikasi: 2026-06-09 01:08:59

Kondisi Hailey sudah membaik. Makanan yang dihidangkan pelayan kali ini dia habiskan. Pun dia minum beberapa suplemen vitamin yang telah disediakan. Dia tak melakukan perlawanan apalagi membantah. Bukan tanpa sebab, perkataan pelayan yang mengatakan Mathias tadi malam menjaganya membuatnya memiliki jutaan pertanyaan.

Hailey tak percaya seratus persen pada ucapan pelayan, tapi dia melihat wajah pelayan itu menunjukkan kejujuran. Pun apa manfaatnya pelayan harus berbohong? Mathias sepertinya tak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 11. Cold Protection

    Langkah kaki Hailey memelan masuk ke dalam mansion. Dia mengikuti Mathias dengan hati-hati. Namu, tentu Mathias melangkahkan kaki tegas dengan aura wajah yang dingin, dan menunjukkan penuh amarah yang berusaha keras ditahan.Tak ada percakapan apa pun. Sepanjang jalan kembali ke mansion, mobil yang mengantar Hailey dan Mathias seperti ambulans yang membawa mayat. Bayangkan saja, Hailey diam membeku melihat Mathias yang tampak menyeramkan dengan aura wajah amarah yang ingin meledak.Hailey berpikir Mathias akan menginterogasinya, tapi ternyata apa yang dipikirkan wanita itu salah besar. Tak ada pertanyaan apa pun yang terlontar. Malah sepanjang perjalanan pulang, tatapan Hailey sesekali melirik Mathias seolah berharap diajak bicara tentang apa yang terjadi di restoran.Namun, fakta yang ada Mathias seolah menunjukkan masalah sudah selesai, tidak perlu ada bahasan apa pun. Padahal sebenarnya ada rasa take nak dalam hati Hailey. Apalagi wanita itu tak tahu sama sekali dia menabrak seoran

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 10. Touch Her and Pay the Price

    Aroma wine mahal cukup memberikan ketenangan sebentar. Mathias yang duduk di kursi meja makan, tepat di depan koleganya, dia mendengar ucapan David dengan saksama serta serius, dan dia sambil memyesap wine tua yang tersedia di kafe itu.Wine makin tua akan bernilai makin mahal. Aroma yang khas cukup menyeruak ke indra penciuman Mathias yang kala itu memang memesan wine paling mahal di kafe di mana dia bertemu dengan koleganya.Pembahasan bisnis cukup detail sejak tadi dibahas oleh David. Meski belum merespons apa pun, tapi telinga Mathias cukup tajam mendengar penjelasan tersebut. Setiap inti pembicaraan mampu disimak baik Mathias walau David menjelaskan panjang project pembangunan perumahan mewah di berbagai negara maju. “Jadi, Tuan Cameron, kau tertarik dengan project pembangunan perumahan yang rencananya akan membidik pasar Asia dan Eropa?” tanya David memastikan.Mathias menurunkan gelas wine yang di tangannya, dan meletakan ke atas meja. “Kau cukup ambisius dalam merancang bisn

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 9. Trouble in Silk

    Pantulan di cermin besar setinggi plafon itu seolah menampilkan sosok asing bagi Hailey. Gaun malam berbahan sutra charmeuse berwarna hitam pekat itu melekat sempurna di tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang putih dan agak pucat. Potongan backless yang rendah mengekspos lekuk punggung serta leher dihiasi kalung berlian memberikan kesan elegan tapi memiliki makna misterius.Hailey memakai gaun pemberian dari Mathias. Wanita cantik itu berpikir, dia diberikan gaun sederhana tidak berlebihan, tapi ternyata dia salah besar. Dia diminta memakai gaun pesta—yang entah dia tak mengerti kenapa harus memakai gaun ini. Pun Mathias tidak bilang apa pun padanya.Embusan napas mulai terdengar pelan. Dia ingin sekali memakai piyama dan memilih membaringkan tubuhnya di ranjang. Namun, Hailey sadar betul bahwa tak mungkin melakukan itu. Dia masih belum bisa memprediksi bagaimana sifat Mathias jika pria itu marah besar.“Kau sudah selesai.” Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan dingin dari Mathia

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 8. Curiosity Comes at a Price

    Kondisi Hailey sudah membaik. Makanan yang dihidangkan pelayan kali ini dia habiskan. Pun dia minum beberapa suplemen vitamin yang telah disediakan. Dia tak melakukan perlawanan apalagi membantah. Bukan tanpa sebab, perkataan pelayan yang mengatakan Mathias tadi malam menjaganya membuatnya memiliki jutaan pertanyaan.Hailey tak percaya seratus persen pada ucapan pelayan, tapi dia melihat wajah pelayan itu menunjukkan kejujuran. Pun apa manfaatnya pelayan harus berbohong? Mathias sepertinya tak membutuhkan validasi sebagai pria baik ataupun pria bertanggung jawab. Sosok Mathias yang dia kenal adalah pria dingin, seakan berkuasa, arogan, dan keji. Meski baru mengenal pria itu, tapi nyatanya gambaran sosok Mathias Cameron yang ada dibenak Hailey seperti itu.Embusan napas pelan terdengar. Hailey yang duduk di ranjang termenung dengan segala pikirannya. Sejak tadi dia tak melakukan kegiatan apa pun. Hanya makan dan beristirahat. Tak menampik rasa jenuh agak menyerang. Otaknya kini mulai m

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 7. The Fragile Shield

    Butiran pasal perjanjian yang membuat kesesakan luar biasa bagi Hailey. Otaknya seakan benar-benar buntu, dan merasa kehidupannya telah habis tak tersisa. Dia memang masih ada di dunia, tapi itu seolah jiwanya saja. Sementara raganya sudah mati tepat di kala dia mengenal sosok Mathias Cameron.Langit terang telah berganti. Matahari telah tenggelam, menampilkan awan gelap yang memenuhi kemegahan langit. Tidak ada bulan dan bintang yang biasanya menjadi penghias langit megah. Langit mendung, seakan menunjukkan rasa yang sama dengan Hailey.Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Hailey berdiri di jendela besar kamar yang ada di penthouse Mathias. Ya, dia masih belum kembali ke mansion. Mathias memutuskan mengajaknya bermalam di penthouse pria itu, dan akan kembali ke mansion pada esok pagi.Hailey tak hanyak bertanya. Wanita cantik itu memilih diam di kala Mathias memutuskan bermalam di penthouse. Dia diantar pelayan ke salah satu kamar tamu, sedangkan pria itu berada di kamarnya. Hal ya

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 6. The Platinum Shackles

    Hailey duduk dalam mobil dengan kegelisahan yang membentang dalam diri. Napasnya agak berat, dan tangannya saling menaut seperti menunjukkan ada rasa cemas. Orang biasanya suka dan merasakan kenyamanan duduk di mobil mewah, tapi berbeda dengan Hailey. Mobil mewah apa pun, jika bersama Mathias seakan seperti dirinya berada di dalam mobil jenazah—begitu mencekam dan menyesakkan. Dia berada di dalam mobil Range Rover Sentinel warna hitam metalik bersama Mathias. Sopir melajukan mobil, dan Hailey bersama Mathias duduk di kursi penumpang. Sebenarnya. aroma interior kulit mewah dan pengharum maskulin khas Mathias melebur menjadi satu membuat indra penciuman sadar bahwa berada di kemewahan, tapi sayangnya aroma itu terasa seperti gas beracun yang mencekik paru-paru Hailey.Hailey tak bisa tenang di kala selesai sarapan harus menuruti Mathias. Entah ke mana pria itu pergi membawanya. Ingin rasanya dia bertanya lagi, tapi dia tak berani. Mengingat tadi saat sarapan, pria itu menjawabnya deng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status