Share

Bab 2

Author: Max
Seorang pria tinggi dan berwibawa dengan mengenakan setelan hitam yang dijahit sempurna berdiri di pintu masuk lorong. Dia memang tampan, tetapi tatapannya hanya penuh dengan rasa kesal terhadap keributan di depannya. Tatapannya melewatiku dan jatuh pada Carla di sampingku.

"Apa dia menakutimu, kucing kecilku?" tanya pria itu pada Carla dengan suara pelan sambil menyusuri lekuk pinggang Carla dengan jarinya dan nadanya penuh kasih sayang palsu.

Carla langsung bersandar ke dalam pelukan pria itu dan memasang sikap rapuh yang sudah terlatih. Seolah-olah teraniaya, dia berkata dengan suara bergetar, "Matteo, aku hanya ingin menjaga wibawamu, tapi dia ...."

Matteo akhirnya menoleh ke arahku, lalu kelembutan palsu di tatapannya langsung menghilang. Dia berkata dengan nada datar, "Carla, aku percaya padamu, kamu bukan orang yang suka buat keributan seperti preman jalanan."

Carla segera menangkap maksud Matteo dan mengangkat dagunya. "Semua ini karena wanita itu. Bisa-bisanya dia datang ke pernikahan kita sambil bawa sesuatu murahan seperti itu."

Dia bahkan menendang jam yang masih utuh di lantai dengan jijik.

Matteo akhirnya memusatkan pandangannya padaku dengan tatapan menilai. "Kamu yang seharusnya jadi pengantinku?"

Aku mengakui penampilan Matteo memang cukup mengesankan hingga membuat banyak wanita tergila-gila. Aku pun mulai berkata dengan santai, "Matteo Linggar, aku Anita Randita, tunangan yang disetujui langsung oleh ayahmu."

"Simpan perkenalanmu., aku nggak tertarik padamu atau keluarga kecil tak pentingmu itu yang bersembunyi di sudut Liasa. Meskipun kamu menikah denganku, aku nggak akan pernah menyentuhmu," potong Matteo.

Kata-kata itu adalah tantangan secara terang-terangan sekaligus tamparan di wajahku. Aku melangkah agak ke depan. "Pernikahan ini adalah kesepakatan yang dicapai dengan hati-hati antara Keluarga Linggar dan keluargaku. Sebagai istri politik dan rekan aliansimu, aku pantas mendapatkan rasa hormat yang dasar."

Ucapanku membuat ekspresi Matteo langsung menjadi muram dan mencibir, "Hormat? Anita, lihatlah dirimu, lalu lihat aku."

Matteo merentangkan tangan seolah-olah memamerkan kerajaannya. "Keluarga Linggar? Kami baru saja membuka jalur senjata langsung ke Eroda Timur. Kamu tahu apa artinya? Itu artinya banjir uang, lebih banyak senjata, dan nggak ada lagi yang berani bilang nggak pada kami di Napala dan bahkan seluruh Ikalia Selatan."

Suara Matteo terdengar sangat bangga sampai ekspresi para tamu di lorong terlihat kagum atau iri. Dia kembali menatapku dengan tatapan sangat meremehkan. "Tapi, kamu malah pakai kain kotor dan nggak punya satu pun perhiasan yang pantas. Apa yang membuatmu merasa kamu ini layak berdiri di sisiku?"

Matteo meninggikan suaranya. "Kalau bukan karena ayahku yang sudah tua dan pikun itu mengancam akan mencoret namaku dari hak waris, aku bahkan nggak akan melirikmu sedetik pun. Jangan pikir setelah upacara itu, kamu akan jadi Nyonya Keluarga Linggar. Aku nggak akan pernah mengakuimu. Kamu hanya alat yang dipakai ayahku untuk transaksi."

Aku akhirnya berkata dengan tenang, tetapi nadaku sangat tegas, "Karena kamu sudah menyatakan sikapmu, nggak perlu mempertahankan sandiwara pernikahan ini lagi. Jadi ...."

Aku berhenti sejenak, lalu menatap Matteo yang terlihat menang serta wanita di pelukannya dan ekspresi orang-orang di sekitar yang terlihat terkejut atau mengejek. "Pernikahan hari ini dibatalkan."

Matteo terdiam sejenak, seolah-olah mendengar lelucon terbesar di dunia. Dia menyingkirkan Carla dan melangkah maju, lalu berkata dengan suara pelan dan nada mengancam, "Anita, jangan main-main denganku."

Suaraku menjadi dingin. "Aku hanya nggak mau berurusan dengan orang yang memperlakukan aliansi keluarga sebagai lelucon. Dan soal Keluarga Linggar kebanggaanmu itu dan juga jalur senjata Eroda Timur yang tadi kamu banggakan ...."

Aku menekankan setiap kata, "Semuanya sama sekali nggak berarti bagiku."

Orang-orang di sekitarku membeku saat mendengar ucapanku dan sikap Matteo yang tadinya sombong pun digantikan dengan rasa terkejut.

Melihat itu, Carla segera maju dan menenangkan Matteo. "Matteo, jangan dengarkan omong kosongnya. Dia hanya orang kampungan yang ngga mengerti nilai sebenarnya dari pengiriman senjata itu, makanya dia sok tenang."

Namun, Matteo jelas tersinggung oleh kata-kataku. Dia mengabaikan Carla dan menatapku tajam seolah-olah ingin menelanku hidup-hidup. Jalur yang direncanakannya dengan matang dan modal besar yang selalu dibanggakannya malah diremehkan seorang wanita. Sikapnya yang tenang dan angkuh lenyap sepenuhnya dan digantikan amarah yang gelisah.

"Aku beri kamu kesempatan terakhir. Kamu yakin ingin membatalkan pernikahan ini?" tanya Matteo.

Aku menatap balik tatapan Matteo yang marah sekaligus panik. Tanpa mengalihkan pandanganku, aku menganggukkan kepala perlahan-lahan dan tegas. "Sangat yakin."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 8

    Waktu berlalu.Aku hampir sepenuhnya melupakan Matteo dan keluarganya yang runtuh itu.Aku terlalu sibuk. Duniaku dipenuhi negosiasi jalur baru, ekspansi wilayah, serta pengelolaan internal keluarga.Sampai suatu hari, ketika Paul mengumpulkan beberapa potongan informasi yang dia dapatkan dari Napala, dia menyebutkan hasil akhir mereka dengan nada santai.Setelah aku mengusir Matteo tanpa ampun, dia kembali ke Napala dan mendapati segalanya sudah menjadi bencana total. Keluarganya kacau, ketidakpuasan tumbuh di mana-mana.Dia menimpakan semua kegagalan, penghinaan, serta kekuasaan dan kekayaannya yang hilang pada Carla. Wanita yang dulu dia sebut "anak kucing", yang pernah dia pamerkan sebagai calon pengganti pengantin, kini dibuang tanpa ampun sebagai kambing hitam.Dia tidak "menyingkirkannya" seperti janjinya. Dia justru memenjarakannya.Di ruang bawah tanah yang lembap di kediamannya yang membusuk, Carla menanggung seluruh amarah dan balas dendam Matteo yang menyimpang.Awalnya han

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 7

    Setelah meninggalkan kediaman Keluarga Linggar, aku tak lagi repot-repot menyembunyikan identitasku.Tak lama kemudian, dalam sebuah pertemuan keluarga, ayahku menyerahkan lambang keluarga yang melambangkan kekuasaan tertinggi."Mulai hari ini ...." Suara ayahku menggema di seluruh aula. "Lillian Randita, putriku, akan memimpin Keluarga Sasmito memasuki era baru. Perintahnya adalah perintahku."Aku menjadi bos mafia perempuan termuda di Eroda. Aku bukan lagi wanita yang harus bersembunyi di balik identitas palsu.Aku mengonsolidasikan jalur dari Eroda Timur hingga Asela, membuka jalur perdagangan baru, dan di bawah kepemimpinanku, kekayaan serta pengaruh keluarga tumbuh pesat.Sementara itu, Keluarga Linggar justru menghadapi kejatuhan.Tanpa dukungan diam-diam Keluarga Randita, mereka seperti kehilangan perisai pelindung. Jalur senjata utama mereka ke Eroda Timur diputus dengan cepat. Kiriman mereka dijarah habis di perbatasan oleh "orang tak dikenal" yang menyebabkan kerugian total.

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 6

    Ekspresi Matteo berubah dari amarah menjadi tak percaya."Ini ... ini nggak mungkin ...," gumamnya.Paul sedikit membungkuk. "Perlu aku buktikan, Pak Matteo?"Matteo menggeleng kuat-kuat, seolah-olah ingin menyingkirkan mimpi buruk dari kepalanya. Ketidakpercayaan terlihat jelas di matanya."Mustahil!" teriaknya sambil menunjukku, suaranya melengking. "Kamu bohong! Mana mungkin kamu punya hubungan dengan Keluarga Randita? Kamu cuma ....""Matteo! Tutup mulutmu!" Heri memotong ucapannya dengan tajam. Dia menoleh padaku."Lillian, ini ... ini cuma kesalahpahaman besar ...." Dia tergagap karena panik.Carla mencengkeram pergelangan tangannya yang terluka. Rasa sakit dan ketakutan hebat membuatnya gemetar. Namun, saat melihat sikap Matteo, dia seperti meraih harapan terakhir.Dengan susah payah dia berkata, "Pak Heri, mana mungkin dia nona keluarga itu? Pasti ada tipu muslihat. Coba pikirkan, sebelumnya dia cuma orang biasa! Lihat saja penampilannya, biasa dan sederhana! Dia pasti menyembu

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 5

    Kata-kata sombong Matteo masih menggema di udara ketika pintu belakang kendaraan lapis baja terbuka.Seorang pria paruh baya yang berwibawa turun. Dia adalah Paul Masara, penasihat yang paling dipercaya ayahku.Mata Matteo langsung berbinar. Dia buru-buru memasang senyum ramah dan melangkah maju untuk menyambutnya."Pak Paul!" Suaranya menggema, sengaja terdengar akrab. "Suatu kehormatan Anda datang ke sini!"Dia mengulurkan tangan, lalu menunjuk Carla di sampingnya. "Izinkan aku memperkenalkan Carla, pengawal pribadiku, sekaligus calon istri yang akan aku nikahi hari ini."Nada suaranya penuh kebanggaan. Tangannya melambai asal ke arahku, seolah-olah aku tak berarti apa-apa.Dia jelas menunggu reaksi Paul, mungkin menunggu ucapan selamat atau bahkan pujian.Namun, Paul hanya meliriknya dengan ekspresi datar, sama sekali mengabaikan tangan yang terulur itu, lalu berjalan melewatinya begitu saja.Di bawah tatapan terkejut semua orang, Paul langsung berjalan ke arahku dan sedikit membung

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 4

    Aku berhenti sejenak, lalu nada bicaraku menjadi dingin dan datar. "Keluarga Linggar bukan hanya menodai jam saku emas yang Ayah pilih sendiri sebagai simbol aliansi, mereka bahkan memberikannya pada anjing. Tapi sekarang, pewaris mereka, Matteo Linggar, mengancam akan mengikatku dan melemparku ke kolam buaya. Dia juga bilang akan menghapus keluarga kita dari Liasa.""Apa?"Suara ayahku langsung menjadi sangat dingin. "Jam saku itu mewakili sumpah darah antara keluarga kita. Berani-beraninya mereka ....""Ayah, aku nggak akan pernah bercanda soal kehormatan keluarga," kataku dengan suara bergetar karena menahan amarah.Saat itu, Carla mungkin ingin menunjukkan kesetiaan dan keberaniannya, sehingga dia tiba-tiba maju dan merampas ponsel satelit dari tanganku.Setelah itu, Carla berteriak dengan angkuh ke arah ponsel itu, "Hei! Kamu ini bala bantuan yang wanita jalang itu panggil? Dengarkan aku, pria tua. Aku Carla, pengawal pribadi dan calon pengantin Matteo Linggar. Aku peringatkan kam

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 3

    Matteo jelas tidak menyangka aku akan begitu tegas itu, sehingga ekspresinya langsung menjadi muram.Melihat itu, Carla langsung maju dan segera berkata sambil menempelkan tubuhnya ke lengan Matteo, "Nggak perlu khawatir, Matteo. Wanita nggak tahu diri nggak akan pernah diterima di Keluarga Linggar."Matteo menganggukkan kepala dengan pelan, tetapi tatapannya tetap terlihat ragu. "Tapi ... semua undangan sudah disebar. Semua orang penting dari Liasa ada di luar sana, terutama perwakilan dari Keluarga Randita itu. Kalau pernikahannya dibatalkan sekarang, keluarga kita akan jadi bahan tertawaan di seluruh Ikalia."Carla segera meletakkan tangannya ke dada dan bersumpah setia secara dramatis. "Matteo, kamu kan masih punya aku."Mata Matteo langsung berbinar. "Carla, maksudmu ...."Carla menganggukkan kepala dengan semangat. "Pernikahan tetap dilanjutkan. Aku yang akan jadi pengantinmu."Bisa melompat dari status pengawal menjadi nyonya Keluarga Linggar meskipun hanya secara nama, bagi Car

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status