Share

Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan
Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan
Author: Max

Bab 1

Author: Max
Aku adalah putri paling misterius dari keluarga mafia di Liasa, Keluarga Randita. Untuk keselamatanku, identitasku dijaga ketat sejak lahir. Aku hidup dalam bayang-bayang dan membuat dunia luar sama sekali tidak tahu tentang kedudukanku yang sebenarnya. Sebagian besar waktuku, aku habiskan di benteng keluarga kami di pedalaman Liasa dan diam-diam mengurus urusan mafia di Eroda.

Saat aku mencapai usia dewasa, keluargaku mengatur pernikahan untukku dengan pewaris Keluarga Linggar, Matteo Linggar.

Keluarga Linggar adalah keluarga yang sedang naik daun di wilayah Napala dengan bisnis mulai dari penyelundupan di pelabuhan hingga kasino dan hotel. Namun sejujurnya, pengaruh keluarga ini sama seperti mainan anak-anak jika dibandingkan dengan Keluarga Randita.

Sesuai tradisi, pengantin pria harus bertemu langsung dengan pengantin wanita pada malam sebelum hari pernikahan. Pertemuan itu untuk membahas detail upacara dan menukar tanda perjanjian sebagai bentuk penghormatan.

Aku duduk di ruang tamu yang telah ditentukan dari matahari terbenam hingga tengah malam, tetapi Matteo Linggar tidak pernah muncul. Penghinaan secara terbuka ini membuat ekspresi para pengawal keluargaku menjadi muram karena marah.

Pintu baru terbuka menjelang tengah malam, tetapi yang masuk bukan Matteo. Itu adalah seorang wanita tinggi berambut pendek dan berwarna merah melangkah masuk. Dia menatapku dengan tanpa sopan santun dan tatapannya menilaiku seperti barang murahan.

Wanita itu berkata dengan angkuh, "Kamu Anita dari Liasa itu, 'kan? Pak Matteo sedang sibuk malam ini, nggak punya waktu untuk menemuimu. Dia menyuruhku menyampaikan soal untuk upacara besok, yang perlu kamu lakukan hanya datang tepat waktu. Mengerti?"

"Sesuai tradisi, dia seharusnya datang sendiri," kataku dengan tenang.

Wanita itu mendengus dan menatapku dengan tatapan meremehkan. "Tradisi? Di sini, perkataan Pak Matteo adalah tradisi. Dia menunjukku untuk mengurus semua tata cara pernikahan."

Wanita ini adalah Carla, pengawal pribadi Matteo sekaligus kekasih rahasianya. Dia melanjutkan, "Serahkan tanda perjanjian dari keluargamu. Matteo mendelegasikan ini padaku."

Saat sedang berbicara, pandangan Carla tertuju pada sepasang jam saku emas murni di tanganku, tanda perjanjian tertinggi yang dibuat para pengrajin Keluarga Randita selama setahun penuh. Mekanisme rumit di dalamnya menyimpan koordinat enkripsi untuk rute perdagangan senjata di masa depan.

Carla merampas jam saku itu dengan kasar dan menelitinya dengan penuh penghinaan, lalu mencibir, "Pantas saja kalian ini orang kampungan. Mau menikah dengan Keluarga Linggar, tapi hanya bawa tanda perjanjian kuno seperti ini."

Sebelum aku sempat bereaksi, Carla sudah melempar salah satu jam saku emas itu pada anjing yang berbaring di bawah kakinya.

Binatang itu langsung mencakar dan menggigit bingkai emas dari jam saku itu.

"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?" tanyaku dengan nada yang sangat dingin.

Carla menatapku, lalu menunjukkan senyuman sinis secara terang-terangan. Dia menggoyang-goyangkan jam saku lain di tangannya dan berkata, "Oh, maksudmu ini? Matteo bilang dia bebas memperlakukan tanda perjanjianmu sesuka hatinya. Dia merasa memakai sampah produksi massal dari keluarga desa sepertimu hanya akan mengundang ejekan."

Aku menekan amarahku. "Pernikahan ini adalah aliansi. Kamu seharusnya menunjukkan rasa hormat."

Carla tertawa, lalu mendekatiku sambil menatapku yang mengenakan gaun pengantin sederhana dari atas ke bawah. "Matteo bilang kalau wanita sepertimu berdiri di sisinya, hanya akan mempermalukan Keluarga Linggar. Wanita di sampingnya harus cukup kuat, seperti aku."

Aku hampir tertawa karena melihat keberanian Carla. Aku membalas dengan nada dingin, "Apa kamu benar-benar begitu bodoh? Bosmu harus bertanggung jawab atas kelakuan kasarmu."

Setelah itu, aku tidak menunggu jawaban Carla lagi. Aku mengeluarkan ponsel satelit dan langsung menelepon jalur aman Matteo, lalu berkata dengan tegas, "Matteo, karena kamu menghancurkan tanda perjanjian, kamu utang penjelasan padaku."

Pernikahanku dengan Matteo adalah hasil dari beberapa negosiasi tingkat tinggi antar keluarga. Jika keluargaku tahu bagaimana Keluarga Linggar memperlakukan tuan putri mereka, akibatnya akan sangat menghancurkan. Jika Matteo meminta maaf sekarang, mungkin masih ada ruang untuk memperbaiki keadaannya.

"Penjelasan?"

Suara Matteo terdengar serak karena mabuk dan nadanya penuh kesombongan. "Aku nggak perlu menjelaskan apa pun pada orang kampung sepertimu. Kamu seharusnya bersyukur karena aku mau menikahimu. Kamu nggak berhak mengaturku dan anggap saja ini sebuah kehormatan karena hadiah kecilmu itu masih pantas untuk jadi mainan anjingku."

Aku berkata dengan tenang dan menekankan tiap kata, "Aku adalah pengantin yang disetujui ayahmu. Apa yang kamu lakukan ini adalah penghinaan terhadapku dan keluargaku ...."

Sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, aku sudah mendengar nada sibuk dari seberang telepon yang berarti Matteo sudah menutup teleponnya.

Carla sengaja menendang jam saku yang masih berada di bawah kaki anjing itu dengan ujung sepatu hak tingginya, lalu berkata, "Anita, aku sarankan kamu sebaiknya tahu diri. Diizinkan masuk ke Keluarga Linggar saja sudah termasuk kemurahan hati Matteo terhadap keluargamu."

Melihatku diam, Carla mengira aku takut dan menjadi makin lancang. "Lihat saja dirimu, polos sekali. Kamu mungkin belum pernah memegang senjata, 'kan? Matteo butuh wanita yang bisa membantunya menangani masalah, bukan beban yang harus dilindungi."

Aku melirik ke ujung lorong, tempat dua pria bersetelan hitam yang ditempatkan keluargaku berdiri.

Carla mengikuti arah pandanganku dengan tanpa rasa takut. "Anita, jangan bermimpi. Ini wilayah Keluarga Linggar. Kamu pikir dua anjing penjaga yang kamu bawa itu bisa keluar hidup-hidup dari sini? Matteo nggak akan menyalahkanku karena sudah membereskan orang nggak penting sepertimu."

Setelah berhenti sejenak, Carla melanjutkan, "Ini peringatan terakhirku. Entah kamu pergi sekarang atau ...."

Carla melirik anjing yang sedang mengunyah jam saku itu. "Aku akan membuatmu seperti jam saku itu, sampah rusak yang hanya pantas digigit anjing."

Sejak aku dewasa dan ikut menangani urusan keluarga, tidak pernah ada orang yang berani mengancamku secara langsung. Amarah di dadaku mendidih, tetapi ekspresiku tetap tenang dan berkata sambil menekankan setiap kata, "Aku pikir nggak akan begitu."

Beberapa pelayan dan anggota rendahan dari Keluarga Linggar yang berada di lorong itu tercengang.

"Dia gila ya? Berani bicara seperti itu pada Carla?"

"Pak Matteo jelas nggak peduli padanya ...."

"Berani-beraninya keluarga kampung itu menantang Carla."

Bisik-bisik dari orang di sekitar itu malah membuat Carla makin bersemangat. Dia mengangkat tangan dan hendak menampar wajahku, tetapi aku memiringkan kepala untuk menghindarinya. "Kamu dengar itu? Hiasan nggak berguna sepertimu masih ingin jadi Nyonya kami? Jangan bermimpi!"

Aku sama sekali tidak terusik oleh ejekan Carla dan berkata dengan dingin, "Carla, aku peringatkan kamu sekali lagi. Ambil jam itu, lalu enyah dari hadapanku."

"Wanita jalang!"

Emosi Carla akhirnya terpancing oleh sikapku. Dia memaki, lalu mencengkeram kerah bajuku dan melayangkan pukulan ke wajahku.

"Anjing Keluarga Linggar hanya bisa pakai tinju ya?" kataku sambil menahan lengan Carla dengan gerakan lincah.

Karena aku menepis beberapa serangannya dengan mudah, Carla merasa kesal dan mencabut belati dari pinggangnya. "Sialan! Berhenti bergerak! Kamu mau aku gores wajah cantikmu ini?"

Menghadapi belati yang diayunkan Carla, aku tidak melawan langsung dan hanya mundur menghindar. Saat itu, kata-kata penasihat kami langsung terngiang di telingaku, ini belum saatnya memperlihatkan kekuatanku.

Melihat aku terus bertahan tanpa menyerang, Carla mengira aku hanya menguasai sedikit jurus dasar dan menjadi makin berani.

Saat ujung belati Carla hampir menyentuh pakaianku, terdengar teriakan tidak sabar dari ujung lorong. "Berhenti! Ada ribut-ribut apa ini?"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 8

    Waktu berlalu.Aku hampir sepenuhnya melupakan Matteo dan keluarganya yang runtuh itu.Aku terlalu sibuk. Duniaku dipenuhi negosiasi jalur baru, ekspansi wilayah, serta pengelolaan internal keluarga.Sampai suatu hari, ketika Paul mengumpulkan beberapa potongan informasi yang dia dapatkan dari Napala, dia menyebutkan hasil akhir mereka dengan nada santai.Setelah aku mengusir Matteo tanpa ampun, dia kembali ke Napala dan mendapati segalanya sudah menjadi bencana total. Keluarganya kacau, ketidakpuasan tumbuh di mana-mana.Dia menimpakan semua kegagalan, penghinaan, serta kekuasaan dan kekayaannya yang hilang pada Carla. Wanita yang dulu dia sebut "anak kucing", yang pernah dia pamerkan sebagai calon pengganti pengantin, kini dibuang tanpa ampun sebagai kambing hitam.Dia tidak "menyingkirkannya" seperti janjinya. Dia justru memenjarakannya.Di ruang bawah tanah yang lembap di kediamannya yang membusuk, Carla menanggung seluruh amarah dan balas dendam Matteo yang menyimpang.Awalnya han

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 7

    Setelah meninggalkan kediaman Keluarga Linggar, aku tak lagi repot-repot menyembunyikan identitasku.Tak lama kemudian, dalam sebuah pertemuan keluarga, ayahku menyerahkan lambang keluarga yang melambangkan kekuasaan tertinggi."Mulai hari ini ...." Suara ayahku menggema di seluruh aula. "Lillian Randita, putriku, akan memimpin Keluarga Sasmito memasuki era baru. Perintahnya adalah perintahku."Aku menjadi bos mafia perempuan termuda di Eroda. Aku bukan lagi wanita yang harus bersembunyi di balik identitas palsu.Aku mengonsolidasikan jalur dari Eroda Timur hingga Asela, membuka jalur perdagangan baru, dan di bawah kepemimpinanku, kekayaan serta pengaruh keluarga tumbuh pesat.Sementara itu, Keluarga Linggar justru menghadapi kejatuhan.Tanpa dukungan diam-diam Keluarga Randita, mereka seperti kehilangan perisai pelindung. Jalur senjata utama mereka ke Eroda Timur diputus dengan cepat. Kiriman mereka dijarah habis di perbatasan oleh "orang tak dikenal" yang menyebabkan kerugian total.

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 6

    Ekspresi Matteo berubah dari amarah menjadi tak percaya."Ini ... ini nggak mungkin ...," gumamnya.Paul sedikit membungkuk. "Perlu aku buktikan, Pak Matteo?"Matteo menggeleng kuat-kuat, seolah-olah ingin menyingkirkan mimpi buruk dari kepalanya. Ketidakpercayaan terlihat jelas di matanya."Mustahil!" teriaknya sambil menunjukku, suaranya melengking. "Kamu bohong! Mana mungkin kamu punya hubungan dengan Keluarga Randita? Kamu cuma ....""Matteo! Tutup mulutmu!" Heri memotong ucapannya dengan tajam. Dia menoleh padaku."Lillian, ini ... ini cuma kesalahpahaman besar ...." Dia tergagap karena panik.Carla mencengkeram pergelangan tangannya yang terluka. Rasa sakit dan ketakutan hebat membuatnya gemetar. Namun, saat melihat sikap Matteo, dia seperti meraih harapan terakhir.Dengan susah payah dia berkata, "Pak Heri, mana mungkin dia nona keluarga itu? Pasti ada tipu muslihat. Coba pikirkan, sebelumnya dia cuma orang biasa! Lihat saja penampilannya, biasa dan sederhana! Dia pasti menyembu

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 5

    Kata-kata sombong Matteo masih menggema di udara ketika pintu belakang kendaraan lapis baja terbuka.Seorang pria paruh baya yang berwibawa turun. Dia adalah Paul Masara, penasihat yang paling dipercaya ayahku.Mata Matteo langsung berbinar. Dia buru-buru memasang senyum ramah dan melangkah maju untuk menyambutnya."Pak Paul!" Suaranya menggema, sengaja terdengar akrab. "Suatu kehormatan Anda datang ke sini!"Dia mengulurkan tangan, lalu menunjuk Carla di sampingnya. "Izinkan aku memperkenalkan Carla, pengawal pribadiku, sekaligus calon istri yang akan aku nikahi hari ini."Nada suaranya penuh kebanggaan. Tangannya melambai asal ke arahku, seolah-olah aku tak berarti apa-apa.Dia jelas menunggu reaksi Paul, mungkin menunggu ucapan selamat atau bahkan pujian.Namun, Paul hanya meliriknya dengan ekspresi datar, sama sekali mengabaikan tangan yang terulur itu, lalu berjalan melewatinya begitu saja.Di bawah tatapan terkejut semua orang, Paul langsung berjalan ke arahku dan sedikit membung

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 4

    Aku berhenti sejenak, lalu nada bicaraku menjadi dingin dan datar. "Keluarga Linggar bukan hanya menodai jam saku emas yang Ayah pilih sendiri sebagai simbol aliansi, mereka bahkan memberikannya pada anjing. Tapi sekarang, pewaris mereka, Matteo Linggar, mengancam akan mengikatku dan melemparku ke kolam buaya. Dia juga bilang akan menghapus keluarga kita dari Liasa.""Apa?"Suara ayahku langsung menjadi sangat dingin. "Jam saku itu mewakili sumpah darah antara keluarga kita. Berani-beraninya mereka ....""Ayah, aku nggak akan pernah bercanda soal kehormatan keluarga," kataku dengan suara bergetar karena menahan amarah.Saat itu, Carla mungkin ingin menunjukkan kesetiaan dan keberaniannya, sehingga dia tiba-tiba maju dan merampas ponsel satelit dari tanganku.Setelah itu, Carla berteriak dengan angkuh ke arah ponsel itu, "Hei! Kamu ini bala bantuan yang wanita jalang itu panggil? Dengarkan aku, pria tua. Aku Carla, pengawal pribadi dan calon pengantin Matteo Linggar. Aku peringatkan kam

  • Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan   Bab 3

    Matteo jelas tidak menyangka aku akan begitu tegas itu, sehingga ekspresinya langsung menjadi muram.Melihat itu, Carla langsung maju dan segera berkata sambil menempelkan tubuhnya ke lengan Matteo, "Nggak perlu khawatir, Matteo. Wanita nggak tahu diri nggak akan pernah diterima di Keluarga Linggar."Matteo menganggukkan kepala dengan pelan, tetapi tatapannya tetap terlihat ragu. "Tapi ... semua undangan sudah disebar. Semua orang penting dari Liasa ada di luar sana, terutama perwakilan dari Keluarga Randita itu. Kalau pernikahannya dibatalkan sekarang, keluarga kita akan jadi bahan tertawaan di seluruh Ikalia."Carla segera meletakkan tangannya ke dada dan bersumpah setia secara dramatis. "Matteo, kamu kan masih punya aku."Mata Matteo langsung berbinar. "Carla, maksudmu ...."Carla menganggukkan kepala dengan semangat. "Pernikahan tetap dilanjutkan. Aku yang akan jadi pengantinmu."Bisa melompat dari status pengawal menjadi nyonya Keluarga Linggar meskipun hanya secara nama, bagi Car

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status