Share

Bab 5

Auteur: Darmawangsa
Begitu tiga kata “putus hubungan keluarga” terucap, Kirana dan yang lainnya langsung tertegun.

Terutama dua pengawal itu, tatapan mereka ke Johan dipenuhi rasa terkejut.

Kirana ingat pertanyaannya sebelumnya ke Johan.

Saat itu ia bilang kalau dia nggak punya keluarga, juga nggak punya pacar.

Karena pada malam itu, dua triliun digunakan oleh tiga nona besar untuk “urus hubungan” demi selamatkan nyawanya, uang itu berasal dari orang tua Ayu!

Awalnya ia kira, bagi ketiga nona itu, kejadian tersebut hanyalah seperti pasir di sela jari, terhapus angin dan dilupakan begitu saja.

Namun Johan nggak pernah nyangka, Fitri ingat itu! Bahkan dengan sengaja sebutkan itu lagi!

Hal itu menusuk jantung Johan tanpa ampun!

Dua triliun itu adalah uang penyelamat nyawa, harus dikembalikan!

Itu adalah pelunasan budi ke ayah dan ibu angkatnya! Sekaligus sebuah penjelasan ke Fitri!

“Kirana, harga ini mungkin terdengar mahal, tapi aku bisa sembuhkan penyakitmu.”

Johan berkata dengan wajah serius.

Dua pengawal itu mencibir.

“Siapa yang nggak bisa omong kosong? Masalahnya, bisa atau nggak diwujudkan! Sudah banyak dokter dan tabib sakit yang coba obati penyakit nona, mereka semua sudah angkat tangan. Kamu bocah ingusan berani bilang bisa sembuhkan?”

Siapa yang percaya?

“Oke. Aku setuju.”

“Apa?!”

Nggak seorang pun nyangka Kirana akan langsung setuju dengan hal itu.

Ia keluarkan sebuah kartu hitam bertatah berlian.

“Di dalamnya ada dua triliun. Kata sandinya nol enam kali. Kalau kamu benar-benar bisa sembuhkan aku, uang ini milikmu.”

“Nona, gimana kalau dia ini penipu?” Dua pengawal itu buru-buru ingatkan.

Kirana melirik mereka dengan sorot mata yang dingin.

“Kalian punya cara yang lebih baik?”

Memang nggak ada.

Penyakit nona mereka nggak akan biarkan dia hidup lewati tahun ini, waktu terlalu sempit.

Bahkan jika Johan adalah penipu, mereka tetap harus coba itu.

Johan bersiap obati Kirana.

Namun tiba-tiba, ia ragu. Karena penyakit Kirana butuh pakai teknik Sembilan Jarum Misteri.

Teknik ini dikenal sebagai musuh alami Raja Neraka, namun teknik ini bisa korbankan umur penggunanya!

Artinya, untuk sembuhkan Kirana, ia harus tukar dengan sebagian hidupnya sendiri!

Untuk sesaat, Johan bimbang.

Ia teringat semua pengorbanannya ke tiga nona besar selama ini.

Terutama, seratus kali donor darah!

Namun yang ia dapatkan hanyalah pengkhianatan. Nggak ada setitik pun ketulusan.

Hatinya telah mati rasa. Lukanya terlalu dalam.

Apa pantas korbankan diri lagi demi orang lain?

Namun keraguan itu hanya bertahan beberapa detik, sebelum sepenuhnya ia singkirkan.

Terlepas dari kenyataan bahwa ia nggak sanggup lihat Kirana mati di usia semuda dan secantik ini. Hubungannya dengan Ayu dan yang lainnya, harus diputus dengan uang dua triliun ini!

Dengan tekad bulat, Johan pun turunkan jarumnya.

Selama proses itu, entah berapa banyak umur yang terkikis, namun ia sama sekali nggak peduli.

Ayu nggak akan pernah tahu, kalau Johan rela hidup lebih singkat demi benar-benar putuskan hubungan dengan mereka!

Saat jarum terakhir ditarik, Johan simpan jarum peraknya.

“Kurang lebih sudah selesai. Sebentar lagi Kirana akan sadar.”

Sebagian besar racun dingin dalam tubuh Kirana telah disingkirkan. Yang tersisa hanyalah sisa-sisa yang telah lama meresap ke organ dalam.

Johan ambil kartu hitam itu dan pergi. Namun dua pengawal itu justru tertegun.

“Ini sudah selesai?”

Mereka tahu betul betapa sulitnya obati penyakit nona mereka.

Namun orang itu hanya tusuk beberapa kali, lalu pergi begitu saja?

Hampir bisa dipastikan, dia penipu!

Bahkan mungkin kecelakaan mobil itu pun sudah direncanakan!

Salah satu pengawal berkata dengan nada muram, “Aku akan tangkap dia lagi!”

Namun yang lain menahannya.

“Jangan dulu. Bukannya dia bilang nona akan segera sadar? Kita lihat dulu.”

Nggak lama kemudian, perubahan pun terjadi.

Suhu tubuh Kirana meningkat, kembali normal. Bahkan di pipinya muncul rona merah sehat.

“Ini ... benar-benar ada efeknya?”

Kedua pengawal itu terkejut hingga nggak bisa berkata-kata. Namun kejutan yang lebih besar masih menunggu. Kirana berkeringat!

Butiran halus muncul di dahinya yang mulus.

Sesuatu yang selama ini bahkan nggak pernah mereka bayangkan!

“Ya Tuhan ….”

“Panas ….”

Saat itu, Kirana perlahan buka matanya, bangkit dengan tatapan bingung menatap sekeliling.

“Nona! Penyakitmu mulai membaik!”

“Kamu berkeringat! Sejak kamu sakit, kamu nggak pernah berkeringat sama sekali!”

Kedua pengawal itu berseru penuh emosi.

Kirana langsung ngerti apa yang terjadi. Ia tanya dengan cepat, “Pak Johan di mana?”

“Setelah selesaikan pengobatan, dia ambil uang lalu pergi.”

“Pergi?!”

Alis Kirana terangkat tajam.

“Kalian kenapa nggak tahan dia? Dia itulah yang dimaksud kakek sebagai titik balik!”

“Apa?!”

Kedua pengawal itu terperanjat.

Fakta bahwa Johan bisa sembuhkan nona mereka memang benar, tapi sebut dia sebagai titik balik yang diramalkan sang kakek? Bukannya itu terlalu gegabah?

“Nggak mungkin salah! Dialah titik balik itu! Aku masih punya banyak hal yang ingin kuminta bantuannya, tapi kalian kok malah biarkan dia pergi!”

Nada Kirana mengandung amarah.

Jika Johan bisa sembuhkan dia, maka sangat mungkin pria itu juga bisa selamatkan kakeknya.

Lagian, Johan adalah pria penuh misteri, ia ingin coba kenal lebih dalam.

Seolah teringat sesuatu, Kirana segera berkata dengan mendesak, “Kemungkinan besar dia pergi untuk memutus hubungan keluarga. Cepat cari dia lagi! Dan dalam waktu setengah jam aku ingin semua informasi tentang dia!”

Ia merasa, Johan adalah pria dengan segudang cerita.

...

Kediaman Keluarga Nugraha.

Tempat yang telah jadi rumahnya selama tiga tahun.

Kini, Johan berdiri di depan gerbang, menatap dalam, hatinya dipenuhi perasaan bercampur aduk.

Tempat ini pernah ia anggap sebagai awal kehidupan kedua miliknya.

Ayah dan ibu Nugraha nggak pernah pandang rendah asal-usulnya. Mereka bahkan angkat dia sebagai anak.

Terus kasih dia semangat, beri dia ruang untuk berkembang.

Di sini pula, ada wanita yang dulu buat jiwanya terikat.

Nggak pernah remehkan dia, meski perbedaan status begitu besar, tapi selalu rawat dia dengan sepenuh hati, curahkan cinta dan kasih sayang.

Dan akhirnya, ia berhasil mempersunting sang pujaan, Nona Besar Ayu Nugraha!

Kadang Johan merasa linglung. Apa ini mimpi?

Jika iya, maka jangan pernah bangunkan aku!

Ia telah siap serahkan segalanya untuk tempat ini, bahkan ganti marganya!

Pernah ada masa di mana ia bangga pakai marga Nugraha.

Tanpa menuntut balasan, ia siap habiskan sisa hidupnya demi lindungi keluarga ini.

Namun, semuanya palsu!

Mimpi itu terlalu indah, karena dibalut kebohongan dan kepalsuan.

Ketika lapis demi lapis dibuka, yang tersisa hanyalah kebenaran kejam yang membekukan hati.

“Di dunia ini, nggak ada cinta tanpa alasan. Dan nggak ada kebencian tanpa sebab. Semuanya sudah berakhir.”

Kerumitan di mata Johan menghilang, digantikan ketegasan yang dingin.

Ia melangkah masuk ke halaman besar Keluarga Nugraha.

Di halaman, ayah dan ibu Ayu, Krisna Nugraha dan Diah Harifah sedang siram bunga.

Seorang pria paruh baya berpakaian seperti kepala pelayan berdiri di belakang mereka, melapor, “Nona bawa Johan untuk pergi donor darah lagi. Kali ini jumlahnya cukup besar. Johan langsung pingsan di tempat.”

Pak Joko, kepala pelayan Keluarga Nugraha laporkan hal itu.

Wajah Krisna dan Diah langsung berubah.

“Gadis itu belum puas juga?! Seorang pria sembarangan sampai sepenting itu?!”

Krisna murka. “Gimana Johan sekarang? Gimana keadaannya?”

Diah justru lebih khawatirkan Johan.

Dengar pembicaraan tentang dirinya, langkah Johan terhenti.

Kini ia telah menguasai Ilmu Misterius Sembilan Lapis, ia bisa sembunyikan keberadaannya sepenuhnya.

Ia diam-diam dengarkan mereka.

“Johan sudah sadar. Untuk saat ini nggak ada masalah besar.”

Pasangan itu baru saja hendak lega.

Namun Pak Joko lanjutkan, “Tapi kali ini reaksinya cukup keras. Ia mau putuskan hubungan dengan Nona Dewi dan Nona Fitri, bahkan ingin ceraikan Nona Ayu. Ia akhirnya diusir oleh Nona Ayu.”

“Apa?!”

Pasangan suami istri itu nyaris pingsan.

“Celaka, yang paling aku takutkan akhirnya terjadi.”

Krisna panik.

“Aku sudah berkali-kali ingatkan Ayu segala sesuatu ada batasnya! Tapi demi pria bernama Reza itu, dia hampir korbankan nyawa orang!”

“Yang terpenting sekarang adalah beri Johan sebuah penjelasan!” Diah menegaskan.

“Penjelasan? Gimana caranya?”

Krisna menghela napas.

“Kamu tahu sendiri anak itu. Sebenarnya selama tiga tahun Johan tinggal di sini, mereka bertiga diam-diam cari Reza ke mana-mana. Karena nggak temukan dia, barulah putri kita menikah dengan Johan!”

“Benar, Johan saja yang nggak tahu. Mereka manjakan dia, sambil tetap cari orang itu!”

BRAKK!

Bagi Johan, kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong!

Ternyata mereka nggak pernah berhenti cari Reza!

Perubahan sikap itu bukan karena Reza tiba-tiba muncul, melainkan karena sejak awal, dirinya hanyalah pengganti!

Johan tersenyum pahit.

Bagus. Bagus sekali!

Jika sebelum melangkah masuk ke Keluarga Nugraha tadi, masih tersisa sedikit keraguan dan keterikatan, maka setelah dengar semua ini, tekadnya untuk memutus hubungan jadi semakin bulat!

Ayu, Dewi, Fitri, kalianlah yang dengan tangan kalian sendiri putuskan hubungan ini!

Tiga tahun lalu, seharusnya aku nggak pernah ikuti kalian!
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 50

    “Johan, ini adalah Token Napas Naga milik Pasukan Napas Naga kami!”“Johan, ini Token Harimau Putih dari Pasukan Harimau Putih!”“Johan, ini Token Taring Serigala dari Pasukan Taring Serigala!”Johan berada dalam dilema, diterima salah, ditolak pun nggak enak.“Terima saja. Nanti, ke depannya kamu akan butuh itu.”Lanny tersenyum sambil berkata demikian.Barulah Johan terima semuanya.“Kalau gitu, terima kasih kepada para kapten.”Makna dari keempat token itu terlalu besar!Itu adalah simbol kekuatan pasukan khusus yang mengguncang setengah dunia militer!Cukup untuk buat sebuah negara merasa gentar!Ke depannya, siapa lagi yang berani sentuh Johan? Dan itu bahkan belum termasuk tiga pasukan khusus lainnya!Ia telah selamatkan Bagas, artinya ia adalah Penolong Besar Tujuh Pasukan Khusus!Nggak heran semua orang ingin kasih yang terbaik.Masalah pun terselesaikan dengan sempurna.Dalam perjalanan pulang, Kirana terus menatap Lanny dengan sorot mata aneh.“Bibi, kamu suka Kak Johan, yah?

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 49

    Mana bisa ini disebut isyarat halus?Itu jelas sudah terang-terangan sekali!Namun Johan pura-pura nggak lihat apa pun.Sejak awal, ia memang nggak pernah akui kalau Nabila punya “utang budi”, hanya Nabila saja yang terus-terusan ungkit itu.Sebaliknya, Nabila justru mulai gelisah. Ia sudah kasih isyarat sejelas itu, namun Johan tetap nggak ada reaksi sama sekali?“Kamu itu kenapa sih, kok dari tadi kedip-kedip mata begitu?”Terry yang ada di sampingnya lihat perubahan ekspresi Nabila dan nggak tahan untuk tanya.“Ah? Nggak apa-apa kok ….”Nabila buru-buru tarik kembali pandangannya dan tundukkan kepala.Johan telah nolak dia.Rasa frustrasi datang bercampur dengan kekesalan.Gimanapun juga, ia adalah wanita terkenal dalam militer. Wajah cantik, tubuh proporsional, semuanya ada. Kenapa Johan nggak tertarik sama sekali?Walaupun sudah ada Kirana, masa sampai abaikan dia seperti ini?Nabila merenung sejenak, lalu merasa masalahnya ada pada kesan pertama, saat pertama kali ketemu Johan, i

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 48

    Lihat pemandangan itu, Nabila dan Xavier langsung murka.“Hei, Harvey! Terry! Kalian berdua masih punya muka, nggak?! Kita datang ke sini untuk lindungi keselamatannya Johan! Tapi kalian malah jadikan ini ajang cari muka?!”Mereka bahkan belum sempat buka mulut, dua orang yang datang belakangan ini justru sudah lebih dulu bicara tanpa sungkan!“Bukannya Johan berdiri di sini dengan sangat aman?”Terry dan Harvey masih genggam tangannya Johan, seperti genggam harta karun, nggak mau lepaskan.“Dengan kemampuan Johan yang setinggi ini, kalau berada di luar sungguh sia-siakan bakatmu. Kamu tertarik nggak untuk bergabung dengan Pasukan Taring Serigala? Seluruh saudara kami anggap kamu sebagai penyelamat. Mereka semua ingin ketemu dengan kamu! Ada banyak posisi di Pasukan Taring Serigala, kamu mau lakukan apa pun, silakan.”Harvey lontarkan undangan dengan sangat alami.Terry ikut menimpali, “Kalau nggak tertarik ke Pasukan Taring Serigala juga nggak masalah. Pasukan Harimau Putih kami juga

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 47

    Bum!Krak!Krak!Dalam sekejap mata, tiga pria berbaju hitam roboh bersamaan, leher mereka terpelintir patah.Cepat. Bersih. Mengerikan.Hanya tersisa satu orang, pemimpin mereka yang masih berdiri.“Hissh!”Pria itu tersadar, seluruh bulu kuduknya berdiri.Ia tarik napas dalam-dalam, dingin menjalar hingga ke tulang.Bahkan Nabila dan Xavier yang berada nggak jauh dari sana pun membeku di tempat.Apa yang baru saja mereka lihat?!Johan, orang yang seharusnya mereka lindungi dengan nyawa baru saja patahkan leher tiga pembunuh kelas atas dengan begitu mudah?!Terry dan Harvey yang baru pertama kali lihat Johan benar-benar terguncang!Bukannya katanya Johan perlu perlindungan?Bukannya kata mereka, dia “kelinci putih” yang nggak berdaya?Lalu apa ini?!Dia bunuh pembunuh kelas elit dalam hitungan detik?!Apa kalian bercanda?!Namun, Xavier dan Nabila pun sama terdiamnya.Ini … ini ….Bahkan Kirana dan Lanny menatap dengan mata terbelalak, nggak percaya.Sementara itu, Johan yang belum sa

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 46

    Mereka melaju secepat mungkin menuju vila pinggiran kota milik Lanny.Begitu lihat begitu banyak orang datang bersamaan, Lanny langsung terkejut.“Kenapa ini? Kalian mau apa?”“Bibi, di mana Kak Johan?”Kirana tanya dengan wajah penuh kecemasan.“Adik kecil itu? Dia sudah pergi dari tadi.”Lanny tertegun sejenak, lalu jawab dengan nada heran.“Apa?! Sudah pergi?!”Begitu dengar itu, raut wajah semua orang langsung berubah drastis.Kirana bahkan hampir nangis.“Kak Nabila, gimana ini? Kak Johan sudah lama perginya, sekarang nggak ada yang tahu dia di mana. Jangan-jangan dia sudah ….”Kalimat itu terputus di tenggorokan. Air matanya jatuh deras, seperti mutiara yang talinya putus.Wajah Nabila pucat pasi, sementara keringat dingin mengalir di pelipis Xavier.“Kenapa sebenarnya? Apa yang terjadi?”Lihat situasi semakin nggak wajar, Lanny nggak bisa nahan diri untuk tanya.Nabila terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Ada orang yang ingin bunuh Johan .…”“Apa?!”Boom!Kepala Lanny seketika

  • Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat   Bab 45

    Harvey tiba-tiba ubah nada bicaranya, menatap Bagas dan yang lainnya.Mata Nabila dan Xavier langsung berubah.Sial! Mereka diam-diam mengumpat dalam hati.Mereka sempat kira Harvey dan Terry hanya datang untuk jenguk, nggak nyangka justru singgung soal Johan!Xavier nyaris menggeram. Licik!Jelas-jelas mereka sengaja.Mereka pasti sudah lama tahu informasi tentang Johan.Selama ini, Pasukan Napas Naga dan Pasukan Kopa Cara saja sudah saling bersitegang, kalau dua orang ini ikut terlibat, situasinya bisa makin kacau!Pikirkan hal itu, raut wajah Nabila dan Xavier pun segera mengeras. Namun Bagas sama sekali nggak pikirkan urusan itu.Ia justru senang bisa ceritakan kembali pengalaman dirinya yang nyaris masuk ke gerbang kematian.“Kalian bicara soal Johan? Kalian pasti sudah dengar kabarnya, nyawa tua ini sebenarnya sudah hampir masuk ke alam baka. Tapi Johan dengan paksa tarik aku kembali dari gerbang neraka! Kalian bilang, ini ajaib atau nggak? Hahaha!”Begitu dengar kisah itu, mata

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status