Share

Bab 27

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-04-21 23:59:41
Laura kembali ke kamar. Dia tidak memikirkan lagi soal apa yang akan dibicarakan oleh William padanya. Dia memilih untuk membersihkan kamar, namun saat dia mengambil jaket William tanpa sengaja ada sesuatu yang jatuh dan menimbulkan suara dentingan di lantai.

Laura memungut cincin itu.

Jantungnya berdebar kencang saat menyadari itu cincin kawin William yang terukir nama Laura di sana. “Kenapa William melepas cincinnya?” gumam Laura. Firasatnya langsung buruk karena selama mereka menikah Wil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 30

    Laura mulai bergerak gelisah. Ia bahkan tak sanggup untuk duduk walau hanya sebentar. Wanita itu berjalan mondar-mandir di ruang tengah yang kini terasa sangat sepi karena hanya ada dirinya seorang diri di rumah mewah itu. Laura terus menatap ke arah pintu, berharap sang suami segera kembali, namun suara mobilnya pun tak kunjung terdengar. “Siapa wanita itu? Sejak kapan William biasa pergi ke tempat hiburan malam? Apa yang tidak aku tahu tentangnya?” batin Laura semakin pilu. Setiap detik suara jam dinding membuat ketakutannya semakin menjadi-jadi. Bayangan William yang sedang bersama wanita lain di tempat antah berantah terus berputar di benaknya, membuat ulu hatinya makin perih dan rasanya jauh lebih menyakitkan daripada lebam di wajahnya. “Aku harus meneleponnya lagi,” ucapnya pada diri sendiri. Laura kembali mendekati telepon rumah, lalu menekan nomor ponsel suaminya, berharap William segera menjawab panggilannya. Namun, panggilan itu benar-benar tidak mendapatkan jawaban.

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 29

    “Ponselnya gak nyala, William,” ucap Laura. William memilih diam lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju ke rumahnya. Saat tiba di rumah ponsel pria itu berdering dan dia memilih menerima panggilan tersebut di halaman depan rumah mereka. Sementara Laura menuju ke dalam kamarnya. Seperti biasa, dia langsung membersihkan kamar mandi dan menyiapkan air mandi untuk suaminya. Namun saat ia melangkah masuk ke dalam kamar, pintu kamarnya dibuka paksa oleh William hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Braaaaaaak“Mana ponselnya?” Laura masih mematung. Harusnya tadi dia hapus layanan taksi online itu dari ponselnya.“Mana?” Bentak William lagi.Laura tidak menyangka akan sefatal ini akibatnya jika ia melanggar ucapan suaminya. Dia lupa menghapus layanan pemesanan driver online. Dengan tangan gemetar dia meraih pompanya dari saku jaketnya dan menyerahkan ponsel itu pada sang suami. Dalam hati dia terus komat-kamit baca mantra, agar ada keajaiban dari Tuhan biar William ta

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 28

    “Ma, Laura senang Mama sudah siuman. Cepat pulih ya, Ma,” ucap Laura tulus, dia benar-benar bahagia melihat sang Mama mertua bisa melewati masa kritisnya.Meski selama ini, keberadaannya nyaris tak pernah dianggap ada oleh wanita yang selalu tampil glamor itu. Namun, Laura yang tak pernah merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu tetap teguh pada pendiriannya untuk menghormati Mama mertuanya. Dia akan terus berjuang sampai mama mertuanya bisa menerima kehadirannya di tengah keluarga Harrington.Di luar dugaan, Soraya justru mengangguk. Tatapannya pada Laura kini penuh penyesalan yang mendalam. Entah apa yang dialami wanita itu selama tak sadarkan diri, sampai tiba-tiba berubah begini. Soraya merentangkan tangannya yang terbebas dari jarum infus, seolah meminta sebuah pelukan dari menantunya.Laura terkejut bukan main. Dia sempat menoleh ke arah papa mertuanya, untuk mencari kepastian, dan pria itu memberikan anggukan sebagai tanda agar Laura membalas pelukan Soraya. Untuk pertama

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 27

    Laura kembali ke kamar. Dia tidak memikirkan lagi soal apa yang akan dibicarakan oleh William padanya. Dia memilih untuk membersihkan kamar, namun saat dia mengambil jaket William tanpa sengaja ada sesuatu yang jatuh dan menimbulkan suara dentingan di lantai. Laura memungut cincin itu. Jantungnya berdebar kencang saat menyadari itu cincin kawin William yang terukir nama Laura di sana. “Kenapa William melepas cincinnya?” gumam Laura. Firasatnya langsung buruk karena selama mereka menikah William tidak pernah melepas cincin kawinnya meskipun dia sedang mandi. “Apa jangan-jangan William sengaja melepasnya?” Laura membatin. “Apa jangan-jangan dia mau mengakhiri pernikahan kami? Atau dia masih sangat marah mengira aku beneran selingkuh? Bagaimana cara aku membuktikan kalau aku gak selingkuh, sementara pihak hotel menolak memberi rekaman CCTV?” Semua pertanyaan itu tidak menemukan jawaban. Akhirnya Laura memutuskan untuk menyimpan cincin itu di kotak perhiasan milik William yang ada

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 26

    Brian melangkah menuju ruang kerjanya. Sepuluh menit lagi jadwalnya untuk memeriksa kondisi Aurora, namun pikirannya masih sibuk memikirkan masalah William dan bukti-buktinya. Kebetulan Jessica sudah menunggunya di dalam ruangan. Brian pun langsung menceritakan semua rekaman dan foto yang baru saja dia lihat di ponsel William. Dia mengaku mulai meragukan kesetiaan Laura dan mulai mempercayai kalau Laura memang berselingkuh dengan sopirnya William."Sekuat apa pun bukti yang kamu bilang, aku tetap yakin Bu Laura tidak bersalah. Orang nakal dan suka selingkuh tidak akan punya sorot mata sedih dan terpukul seperti dia. Mungkin kalau bukan karena Aurora, aku yakin Bu Laura sudah pergi dari hidup Pak William," ujar Jessica sangat yakin karena dia merasa Laura adalah wanita terhormat."Tapi William merekam sendiri saat istrinya ada di ranjang yang sama dengan sopirnya, Jessica. Aku melihat sendiri buktinya dengan mata kepalaku sendiri," ucap dokter tampan itu sambil mengusap wajahnya kasar

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 25

    "Apaaaa? Kamu mulai berpikir untuk menceraikannya, William? Apa kau sudah gila? Cepat sekali cintamu mati," cibir Brian sambil menatap sahabatnya itu dengan tatapan tidak percaya. William menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghela napas berat. Dia menatap lurus ke depan, seolah sedang melihat bayangan menyakitkan yang terus berputar di benaknya tanpa henti. "Aku tidak ingin melukainya terlalu jauh, Brian. Setiap kali aku berada di dekatnya, gairahku langsung tidak bisa kutahan. Tapi tepat setelah aku melampiaskan seluruh hasratku, tiba-tiba ingatanku kembali dipenuhi kejadian di kamar hotel itu. Ujung-ujungnya aku hanya menyakitinya secara fisik dan mental. Semuanya sudah berubah total sejak pengkhianatan itu terjadi. Justru karena aku tidak ingin menghancurkannya lebih dalam lagi, aku ingin menceraikan Laura," sahut William datar sehingga sahabatnya sama sekali tidak bisa merasakan yang dirasakan William saat keputusannya sudah bulat untuk menceraikan Laura. Brian samp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status