Share

Bab 4

Author: Sianna
Kelvin tiba di rumah sakit tempat ibuku dirawat. Dia bolak-balik tiga kali untuk mencari ibuku di kamar rawat, tetapi tetap tidak menemukannya.

Saat ini, seorang perawat kebetulan lewat. Dia pun meraih tangannya dan bertanya, "Di mana Bu Christina yang seharusnya dirawat di kamar ini?"

Perawat itu meliriknya, lalu berpikir sejenak sebelum menjawab, "Oh, wanita tua yang mengidap kanker stadium akhir itu? Dia sudah dipulangkan 13 hari yang lalu. Dia bilang, dia mau pergi merayakan ulang tahun pernikahan putrinya."

"Apa hubunganmu dengan Bu Christina? Kankernya menyebar terlalu cepat dan dia nggak punya banyak waktu lagi. Kalian harus merawatnya dengan baik."

Kelvin tidak percaya. "Mana mungkin? Bukannya kanker Bu Christina baru stadium menengah dan bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat?"

"Aku juga nggak tahu jelas. Kalau kamu itu anggota keluarganya, tanya saja langsung ke dokter utamanya."

Perawat itu segera pergi, sedangkan Kelvin bersandar lemas di dinding dan merosot hing
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 6 

    Akhir-akhir ini, momen aku memiliki kesadaran makin singkat. Sebagian besar waktu, aku berada dalam pelukan ibuku dan tertidur lelap. Sesekali, ketika pikiranku jernih, aku melihat Kelvin bertingkah seperti orang gila dan berbicara dengan udara. Kemudian, dia menangis sebentar dan tiba-tiba tertawa.Para tetangga mengira dia benar-benar sudah gila dan sempat menelepon polisi beberapa kali karena ketakutan.Pada hari ketujuh dia bersembunyi di rumah, Kelly datang.Dia menatap Kelvin dan berkata pelan, "Aku meneleponmu selama beberapa hari terakhir ini, tapi kamu nggak menjawab. Ternyata kamu ada di rumah?" Kelvin tidak menjawab, hanya melanjutkan pekerjaannya dengan tenang.Kelly bergegas maju dan memeluk Kelvin. "Kelvin, apa maksudmu? Kamu sudah baikan sama Vanessa? Tapi, kamu berjanji akan tetap bersamaku sampai aku sembuh." Kelvin mendorongnya menjauh. "Aku nggak bisa berbaikan lagi dengannya." Kelly pun terkejut. "Lalu, apa yang kamu lakukan di sini? Dokter bilang, aku perlu jala

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 5 

    Di kamar mayat, staf itu membuka dua lemari pendingin. Aku melihat jasad aku dan ibuku terbaring di sana dengan tenang. Berhubung terkubur di salju saat meninggal, tubuhku tidak membengkak atau membusuk. Namun, tubuh ibuku tidak begitu utuh karena dicabik-cabik oleh serigala. Yang tersisa hanya kepalanya."Vanessa, jangan lihat." Ibuku memelukku dengan lembut dan menutupi mataku dengan tangannya. Entah kenapa, aku merasa seolah bisa merasakan kehangatan jiwanya.Kelvin menatap wajahku dan langsung terpaku di tempat. Dia agak kehilangan kendali."Mustahil. Dia baik-baik saja waktu aku pergi. Aku baru pergi setengah jam." Petugas itu merasa iba, tetapi tetap melakukan tugasnya. "Pak Kelvin, ini barang-barang pribadi Bu Vanessa. Silakan diperiksa." Kelvin memeluk ranselku dan mulai menangis.Ibuku duduk bersamaku di atas meja di pojok ruangan dan menyanyikan lagu anak-anak dari masa kecilku."Nak, jangan sedih. Ibumu nggak pernah menyesal menjadi ibumu. Di kehidupanmu selanjutnya, waktu

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 4

    Kelvin tiba di rumah sakit tempat ibuku dirawat. Dia bolak-balik tiga kali untuk mencari ibuku di kamar rawat, tetapi tetap tidak menemukannya.Saat ini, seorang perawat kebetulan lewat. Dia pun meraih tangannya dan bertanya, "Di mana Bu Christina yang seharusnya dirawat di kamar ini?" Perawat itu meliriknya, lalu berpikir sejenak sebelum menjawab, "Oh, wanita tua yang mengidap kanker stadium akhir itu? Dia sudah dipulangkan 13 hari yang lalu. Dia bilang, dia mau pergi merayakan ulang tahun pernikahan putrinya.""Apa hubunganmu dengan Bu Christina? Kankernya menyebar terlalu cepat dan dia nggak punya banyak waktu lagi. Kalian harus merawatnya dengan baik." Kelvin tidak percaya. "Mana mungkin? Bukannya kanker Bu Christina baru stadium menengah dan bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat?""Aku juga nggak tahu jelas. Kalau kamu itu anggota keluarganya, tanya saja langsung ke dokter utamanya." Perawat itu segera pergi, sedangkan Kelvin bersandar lemas di dinding dan merosot hing

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 3 

    Batas waktu tiga hari yang Kelvin berikan telah berlalu, tetapi aku masih belum muncul di rumah sakit.Setiap hari, Kelly tidak berhenti mengatakan bahwa dirinya akan segera meninggal. Kelvin yang sangat kesal pun pulang ke rumah. Keadaan di rumah masih sama seperti sebelumnya, kecuali ada tagihan listrik baru di pintu.Aku melihat Kelvin berdiri di depan pintu dan meneleponku. Terdengar suara operator yang memberitahunya bahwa nomor yang dihubunginya tidak aktif.Dia mengerutkan kening, lalu membuka aplikasi WhatsApp. Dia membaca pesan yang dia kirimkan kepadaku tiga hari yang lalu, yang isinya mendesakku untuk mendonorkan sumsum tulang kepada Kelly sesegera mungkin.Tentu saja, aku tidak bisa membalasnya.Kemudian, dia membuka akun media sosialku. Ketika melihat foto yang kuposting 13 hari lalu, tangannya berhenti sejenak. Dalam foto itu, aku berdiri di puncak gunung bersalju dengan matahari terbit di belakangku. Keterangannya hanya satu baris.[ Ulang tahun pernikahan ke-3. ]Tangan

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 2 

    Kelvin menemani Kelly kembali ke rumah sakit. Mereka berdua lebih terlihat seperti pasangan yang saling mencintai."Kelvin, apa Vanessa membenciku, makanya dia bersembunyi? Aku nggak seharusnya kembali ke dalam negeri atau berpikir untuk bertemu denganmu sebelum meninggal. Kamu nggak perlu temani aku di rumah sakit, pulanglah dan hibur Vanessa. Kalian akan berdamai setelah aku meninggal." Kelly yang wajahnya sudah dibasahi air mata dengan lemah mendorong Kelvin menjauh dari ranjang pasien.Kelvin mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang."Bodoh, kamu cuma anemia. Kamu nggak akan mati. Meski Vanessa nggak mendonorkan sumsum tulangnya, aku akan melakukan apa saja untuk temukan donor yang cocok untukmu." Kelly sangat terharu. "Terima kasih, Kelvin. Bertemu denganmu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku. Aku nggak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan hidup, atau apa aku mampu tunggu sampai temukan pendonor lain yang cocok. Dokter bilang, sumsum tulang Vanessa sangat cocok

  • Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman   Bab 1

    Sepuluh hari yang lalu, aku dan suamiku, Kelvin, berencana untuk bermain ski di Sanlora. Aku duduk di lobi untuk menunggu instruktur setelah mengenakan perlengkapan ski. Kemudian, Kelvin muncul di hadapanku bersama cinta pertamanya, Kelly. Dia menyerahkan formulir persetujuan donor sumsum tulang dan menyuruhku menandatanganinya. "Vanessa, sumsum tulangmu dan Kelly cocok. Setelah kembali, kita langsung jalani operasinya." Kelly yang berwajah pucat menggenggam tanganku dengan penuh rasa terima kasih. "Vanessa, terima kasih kamu bersedia donorkan sumsum tulangmu. Aku dan Kelvin akan sangat berterima kasih padamu."Aku menarik tanganku, lalu menatap Kelvin dengan ragu sambil menyahut, "Kelvin, aku lagi hamil. Bisa nggak kita menundanya?"Aku ingin melepas perlengkapan ski untuk mengambil hasil tes kehamilan dari pakaianku. Namun, Kelly menatapku dengan berlinang air mata. "Vanessa, Kelvin selalu menemaniku di rumah sakit selama beberapa bulan terakhir. Mana mungkin kamu hamil? Aku tahu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status