Home / Fantasi / Perjalanan Petualang Terkuat / 10. Kemampuan Mata Halilintar

Share

10. Kemampuan Mata Halilintar

Author: Ideabadar
last update Petsa ng paglalathala: 2024-09-29 21:26:35

”Wira! Jangan berbuat sembrono, mereka berjumlah banyak. Ayo mundur lebih dulu.”

”Tidak, Bisma. Kita harus menjadi semakin kuat untuk menghadapi ancaman yang lebih besar. Ayo bentuk Tim!”

Keduanya mundur di balik dinding, di tangga teratas. Para monster semakin dekat ke arah mereka.

”Kamu memang gila, Wira. Apa boleh buat! Anggap saja ini main game.”

Wira mengangguk. ”Terima kasih, Bisma.”

[Membentuk Tim, sinkronisasi kekuatan tim dilakukan. Kemampuan pembunuh dan support membentuk areal kekuat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Perjalanan Petualang Terkuat   56. Domain Pembunuh Angin

    ”Ugh!”Cengkeraman tangan berlapir armor cahaya milik Kastor begitu kuat sehingga Wira terlihat kesulitan bernapas. Tangan Kastor itu bagaikan cepitan baja yang kuat dan mendominasi. Leher Wira terasa terbakar dan menembus hingga pembuluh darah hingga meresap ke seluruh jalur mana milik Wira.Di bawah, Bisma dan Lylia berteriak sambil terus bertempur melawan pasukan celestial.”Bagaimana manusia rendahan! Apakah kamu merasa bahwa kami memang kuat dan abadi! Memohonlah ampun dan aku akan membunuhmu dengan cepat dan tanpa rasa sakit.” Tombak petir di genggaman tangan Kastor lainnya bersiap untuk membunuh Wira dengan tanpa halangan.Namun, bukannya panik. Tiba-tiba, Wira tersenyum kecil dan sejak tadi berpura-pura kesakitan. Sepasang mata Wira menyala dan dia menatap tajam pada dua mata jenderal Kastor.Wira tidak lagi mau melihat angka stat atau status, meskipun dirinya sedang di ambang kematian. Namun, kini dia percaya bahwa semua status itu dibuat oleh mereka para dewa. Jadi, untuk me

  • Perjalanan Petualang Terkuat   55. Resonansi Empat Elemen

    Jenderal Kastor menekan dengan kekuatan celestial yang kuat, tekanan gravitasi yang menghantam Wira dan rekan-rekan lainnya membuat mereka merasakan tekanan. Di Lembah Kabut itu mereka benar-benar bertemu dengan seorang dewa yang sangat kuat. Udara di sekitar Wira seolah membeku dan berisi energi yang membekukan, energi yang membelenggu kekuatan lawan dalam radius domain gravitasi yang dibentuk Jenderal Kastor.Kastor sang Bintang Lima dari celestial tersenyum sinis, dia menganggap bahwa kekuatannya mampu menghancurkan para semut itu. Namun, Wira masih berusaha sekuat tenaga menahan kekuatan tekanan Kastor dan berdiri tegak. Wira segera memunculkan dagger Matic miliknya dan menyerap sisa-sisa hembusan angin di sekitarnya. Dia sedang mengkoordasikan elemen angin dan kekuatan asassin yang sudah dipelajarinya sejauh ini.WOSH!”Langkahi mayatku dulu, jenderal sialan!” Wira menerjang dan suaranya mendesing keras, memantul di antara bukit di lembah tersebut.Jenderal Kastor marah dan mengg

  • Perjalanan Petualang Terkuat   54. Manifestasi Bintang Lima

    Proyeksi dari wajah sang Ibu, Rania di depan Wira perlahan menguap hilang. Pesan terakhir itu benar-benar menampar kesadaran Wira. Semua hal yang selama ini tidak diketahui tiba-tiba menjadi sulaman kisah yang harus dia pahami dengan cepat. liontin tua peninggalan ibunya yang menampilkan pesan terakhir ibunya kini tersisa batu oval biru emas yang mengalirkan energi di tangan Wira. Setelah pesan dari Rania, tampat itu menjadi hening dan semua orang mencerna apa yang baru saja disampaikan Rania.Liontin itu didekap Wira, itu adalah kenang-kenangan dari Ibunya sebelum pergi melawan para celestial. Tekadnya yang semula hanya bertahan hidup, kini harus mencari cara untuk menemukan ibunya. Sejak kecil, tak ada yang memberikan kehangatan dan cinta untuknya, dia mengira kalau dia dibuang. Namun, sang Ibu mengorbankan dirinya untuk mempertahankan bumi dan bertarung sendirian mencoba menghancurkan sang penghancur, yaitu para dewa.”Jadi ... karena inilah Ibu harus meninggalkanku?” Wira mengepalk

  • Perjalanan Petualang Terkuat   53. Sinyal dari Pengawal Tua

    Nyala dari simbol rune itu adalah tiga pedang yang saling bersilangan dan memantulkan cahaya keemasan biru ke langit di atas Lembah Kabut. Simbol itu terlihat cukup jelas hingga akhirnya pudar, hilang tertiup angin. Rune itu menandai dengan berakhirnya bau busuk dari bangkai parasit yang telah dimusnahkan oleh serangan Wira sebelumnya.Wira bertanya tentang Faksi Guardian yang disebutkan pemandu Avatar, kata-kata Guardian seolah pernah didengar Wira dari seorang rekannya saat di kampus. Benar, itu adalah penjelasan dari Martha!Pertanyaan Wira membuat Avatar berbalik dan terlihat berpikir sejenak. Pria yang sudah terlihat tua dengan rambut perak itu akhirnya berdehem dan melankah maju hingga dekat dengan tebing yang berada tidak jauh dari air terjun.”Wira, ikuti aku. Ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan padamu di langit yang terbuka. hal itu karena mata para dewa celestial itu terus mengintai apapun yang ada di seluruh bagian dunia yang terbuka.”Wosh!Pemandu Avatar tak menunggu j

  • Perjalanan Petualang Terkuat   52. Badai di Lembah Sunyi

    Wira bertemu untuk ujian ketiga dari cermin, terlihat kehancuran di sekitar takhta milik Dewa Celestial dan Wira di masa depan terlihat sudah memegang kepala sang Dewa. Takhta kristal dan megah itu hancur menjadi kepingan cahaya yang memenuhi semua ruangan dan redup kemudian sirna dibawa angin.BRUSH!Wira terngiang pesan dari Wira di masa depan yang membunuh Dewa Celestial sebelum semuanya hancur menjadi serpihan cahaya. Perjalanan baru saja dimulai!Cermin ketiga akhirnya hancur dan Wira kembali melangkah ke arah teman-temannya. Lembah Kabut masih terlihat berkabut, rekan-rekan Wira sudah menunggunya berada di ujian cermin. Wira mencium bau aroma herbal yang langsung tercium dengan baik dari inderanya. Di depan sana, teman-temannya berkumpul dan menyambut Wira mereka semua lega Wira tidak terjebak dalam ujian tiga cermin.Namun, belum sempat Bisma membuka suara untuk menyapa sahabatnya, ketenangan surga tersembunyi itu pecah seketika.BOOOOOOMMMM!Getaran dahsyat merambat dari arah t

  • Perjalanan Petualang Terkuat   51. Tiga Cermin Penyesatan

    Gelang di tangan Wira yang sebelumnya memiliki aura mematikan yang hitam, kini mulai berubah menjada hitam keemasan. Gejolak yang ada pada energi Gelang Semesta terpengaruh oleh energi pemiliknya dan kini gejolak energi itu mereda karena energi Wira yang stabil. Wira kini berdiri di atas batu dan mengatur pernapasan eneginya dengan baik. Energi masuk dan naik terasa ringan, dan kerusakan sebelumnya yang bertentangan di dalam tubuhnya sudah tidak membuat sakit pada seluruh jaringan tubuhnya.Wind-Phantom Core yang merupakan energi kekuatan Wira sebelumnya kini berdenyut dengan baik dan penguasaan Wira pada kemampuan elemen dan kecepatan semakin tajam.”Wira ..., kamu selamat. Kamu terlihat sehat!” Bisma sangat senang dan menepuk pundak sahabatnya tersebut.Wira tersenyum dan tangannya kini bertemu dengan sahabatnya itu seperti biasanya.Plak!Wira juga melihat ke teman-temannya yang lain yaitu Pangeran Harry dan Lylia. ”Terima kasih semuanya, aku merasa tidak ada lagi ledakan dalam tubu

  • Perjalanan Petualang Terkuat   6. Selamat, Anda Resmi Menjadi Pembunuh

    Makhluk tinggi itu datang ke arah Wira, benturan tubuh mereka terjadi dan membuat para mahasiswa lainnya ada yang menutup matanya.Slap!Brush!Wira terdorong ke belakang dan tubuh monster kurus tinggi itu menimpa Wira, suaranyanya terdengar menyayat.KUUUUKKKKK! (Sakit, sakit ....)Bruk! Kepala mo

  • Perjalanan Petualang Terkuat   5. Saatnya Menyala, Bisma!

    Klap![Status petualang; Wira][Bertahan hidup adalah tujuan anda di awal kehancuran dunia. Tingkatkan kekuatan anda dan naikkan kemampuan anda untuk mempersiapkan tahap kehancuran dunia selanjutnya]Wira membaca status jendela dengan kemampuannya sebagai Petualang. Saat itu, empat orang yang sela

  • Perjalanan Petualang Terkuat   4. Petualangan Baru Dimulai

    ”Cepat keluarkan senjatamu, Wira! hadapi monster-monster belalang itu!” Bisma memegangi lengan Wira cukup kuat.Capit-capit tiga belalang besar itu terus bergerak, terbuka dan tertutup. Suara bertemunya antar ujung capit terdengar menyeramkan dan ruangan kelas itu menjadi mencekam karena suara capi

  • Perjalanan Petualang Terkuat   1. Wira dan Hari Aneh!

    Tangan wanita itu memegang kepala anak kecil yang baru berumur lima tahun, dia mengecup kening bocah lelaki itu.”Wira, Ibu pergi tidak akan lama. Ibu harus menjemput Ayahmu, kamu ikut bibimu selama Ibu pergi ya.”Senyuman wanita itu menguatkan putra satu-satunya, dia harus pergi. Wanita itu, Rania

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status