แชร์

4. Petualangan Baru Dimulai

ผู้เขียน: Ideabadar
last update วันที่เผยแพร่: 2024-09-20 14:54:31

”Cepat keluarkan senjatamu, Wira! hadapi monster-monster belalang itu!” Bisma memegangi lengan Wira cukup kuat.

Capit-capit tiga belalang besar itu terus bergerak, terbuka dan tertutup. Suara bertemunya antar ujung capit terdengar menyeramkan dan ruangan kelas itu menjadi mencekam karena suara capit ketiga monster belalang itu.

Tiga monster belalang mulai mendekati dan tangan-tangan mereka mengarah pada para mahasiswa.

”Pergi lawan mereka, Diki. Kamu di sini satu-satunya yang mempunyai pedang!” teriak Roni sambil menepuk pundak Diki sang ketua angkatan di kelas mereka.

”Apa-apaan, bahkan pedang ini terasa berat. Aku hanya suka bermain game dengan pedang, bukan di dunia nyata. Aku takut para mereka.”

Diki ketakutan melihat tiga monster itu, bagaimana mungkin dia melawan mereka sedangkan dia tidak pernah berolahraga apalagi melawan tiga monster itu sekaligus.

”Sial! Berikan saja pedangmu itu padaku!” teriak Roni berlagak.

”Tidak! Ini pedangku! Pakai senjatamu sendiri!” timpal Diki.

Apa-apaan mereka itu!

Woooonggg!

Para mahasiswa mundur hingga ke ujung ruangan, belalang-belalang raksasa itu ternyata mampu terbang, mereka menggerakkan sayap-sayap di belakang punggung mereka dan mereka terbang di bawah atap kelas dan menyeringai dengan capit mereka.

KIEEEEKKKK!

”Siapapun! Tolong, hadapi mereka!” teriak seorang wanita.

Satu belalang terbang lebih dekat dan bersiap dengan tangan-tangannya yang tajam, saat itu juga Wira yang berada paling depan maju ke depan seorang diri. Hal itu tidak lain karena Roni yang berada di belakangnya mendorong Wira agar dia menjadi korban para monster belalang itu.

Wira terpaksa maju beberapa langkah karena didorong, dan saat itulah satu monster belalang menerjang cepat ke arahnya.

”Wira ...!” teriak Bisma khawatir.

WOOONNGG!

Mata Wira tajam melihat pergerakan belalang raksasa itu yang hendak menusuk tubuhnya dengan tangan-tangan tajamnya. Meskipun Wira sedikit kaget karena dorongan Roni, tapi dia memiliki sebuah rahasia.

Tiga tahun ini dia ditempa latihan ketat dengan kekuatan bela diri dan olah tubuh oleh paman Gani, sang petugas kebersihan kampus. Itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilalui oleh Wira dengan pelatihan yang penuh kedisiplinan.

Kekhawatiran Bisma pun terobati, Wira menghindari tusukan tangan belalang terbang itu dan meraih salah satu tangan belalang itu. Wira memutar tubuhnya dan membanting belalang monster itu sekuat tenaga dan jatuh menimba meja dengan keras.

BRUSH!

Salah satu pecahan kayu menusuk punggung monster belalang itu sehingga monster itu kesulitan untuk bangun.

KIEEEEEEKKK!

”Wira! pakai saja pedangku, aku belum siap memakainya!” teriak Diki sambil melemparkan pedangnya ke arah Wira.

Triing!

Pedang itu jatuh di dekat Wira, bersamaan dengan dua belalang yang kini menyerang Wira sekaligus. Pedang milik Diki berhenti tertahan di kaki Wira, dengan cepat Wira menggerakkan kakinya di dekat gagang pedang dan menendang ke atas.

Tring!

Pedang melayang dan Wira memutar tubuhnya memegang pedang itu. Serangan satu belalang monster itu melewati Wira, dan Wira dengan cepat menebas tiga tangan sebelah kiri monster belalang itu.

Brush!

Belalang itu jatuh dan darah kuning menyembur. Tersisa satu belalang yang masih terbang dan bersiap menyerang Wira dari belakang saat Wira belum siap benar.

Splash!

Serangan energi kosmik tiba-tiba datang dari arah para mahasiswa yang ketakutan, seorang wanita yang memegang tongkat sihir itu melemparkan serangan energi ke arah belalang yang hampir saja mengenai punggung Wira.

Brush!

Belalang itu terpental dan membentur dinding, terjatuh dan terluka di lantai.

Slash!

Wira diselamatkan, dia segera menebas salah satu belalang yang tangannya sudah terpotong sebelumnya. Kepala belalang itu terlepas dan menggelinding, darah kuning menggenang.

[Petualang, anda membunuh satu monster di awal kehancuran dunia. Hukuman kepada Petualang telah ditetapkan karena melanggar aturan dengan memilih dua kemampuan petualang. Senjata pembunuh tidak akan bisa muncul sebelum anda membunuh tiga monster di awal kehancuran dunia]

[Misi membunuh monster untuk mendapatkan senjata pembunuh, 1/3]

Wira harus membunuh tiga monster agar dia bisa memunculkan senjata miliknya sendiri, jadi itu yang akan dilakukannya.

”Minggir!” seseorang menyenggol Wira, itu adalah Roni dan ketiga rekan geng di belakangnya. Roni menarik pedang yang dipegang Wira begitu saja dan dia langsung menusuk monster belalang yang sudah tidak berdaya karena punggungnya tertusuk kaki-kaki meja yang membuatnya sulit bergerak.

KIEEEEKKK!

Darah kuning terlihat.

”Lihat! Aku yang membunuhnya, aku memang kuat. Wira tak bisa mencegah hal itu, dia menghela napasnya perlahan. Tersisa satu monster lagi yang sudah dilemparkan dengan sihir kosmik. Namun, saat Roni mendekati monster itu sudah tak bergerak karena serangan kosmik itu menghancurkan organ dalamnya.

Tiga monster belalang sudah dikalahkan.

Wira melihat layar kecil yang sama persis dengan layar yang ada saat memilih kemampuan. Seperti jendela status untuk player game. Jadi, hal itu berlanjut dan muncul untuk memberitahu petualang? Jadi, di dunia nyata, petualang adalah player.

”Berikan pedangku!” teriak Diki mendekati Roni, ”Aku meminjamkannya pada Wira sebelumnya karena dia harus bertarung melawan para monster itu.”

”Aku tidak akan memberikannya, pedang ini sekarang menjadi milikku. Aku suka pedang ini, kamu tidak layak memiliki pedang ini karena kamu pecundang,” jawab Roni berlagak.

”Apa kamu bilang! Itu punyaku!”

”Tidak, ini sekarang menjadi milikku!” teriak Roni kembali.

Klak!

Roni kaget, Wira dengan cepat sudah memegang lengan Roni dan memelintirnya dengan kuat. Roni merasa kesakitan dan kaget karena gerakan Wira sangat cepat.

”Kembalikan pedang itu, itu milik Diki!”

Sial! Roni menggerutu, dia melepaskan pedang itu hingga terjatuh begitu saja. Roni merasa lengah sehingga tangannya dipelintir dengan cepat oleh Wira. Roni menyimpan dendam para Wira, sosok lemah itu sekarang mulai berulah rupanya.

”Baiklah, pedang sampah begitu aku tidak tertarik. Aku akan menjadi senjata yang lebih kuat dari kekuatanku sendiri!”

Diki menurunkan mengambil pedang itu kembali, pedang itu sudah berlumuran darah kuning. Namun, itu adalah pedang miliknya.

”Terima kasih, Wira.”

Roni terlihat kesal, dia memikirkan cara untuk bisa membalas apa yang sudah dilakukan Wira padanya. Dia benar-benar dipermalukan di depan semua orang. Padahal, dulu dia sering mengganggu Wira dan dia selalu diam saja. Dan, cengkeraman tangannya tadi benar-benar kuat, bahkan dia bertarung melawan monster sendirian.

Apakah dia benar-benar kuat? Ah, tidak! Itu pasti refleks karena terpaksa saat Roni mendorongnya. Ya, itu benar! Dia pasti terpaksa dan refleks melawan monster-monster belalang itu.

Suasana kembali tenang, mereka sedang diskusi apakah mereka akan berdiam di kelas dan menunggu bantuan. Jika mereka keluar kelas, maka resikonya lebih berat karena monster belalang bahkan masuk ke kelas mereka. Artinya, di luar sana banyak monster.

Sebagian dari mereka ingin keluar dan mencari perlindungan, tapi sebagian besar ingin bertahan karena ketakutan.

”Wira, apakah kamu memiliki window seperti layar game?” tanya Bisma sambil berbisik pada Wira.

”Iya, apa kamu juga memilikinya?”

Bisma mengangguk, semua orang memiliki jendela status. Beberapa mahasiswa tidak memilikinya, hal itu karena mereka tidak memilih kemampuan saat berada di dalam ruangan dimensi untuk memilih kemampuan.

’Toloooong!”

”Toloong kami! Tolong, tidaakk!”

Suara-suara teriakan terdengar di luar kelas dan di semua tempat. Kekacauan terjadi, suara-suara minta tolong sangat mencekam.

Beberapa orang melihat ke jendela, dan mereka melihat semua hal aneh, monster terbang di angkasa. Mereka seperti bukan berada di bumi lagi, kiamat adalah jawaban yang tepat untuk menggambarkan apa yang mereka lihat.

KIEEEEKKK! KIIEEEEEEEKK!

Beberapa makhluk bersuara menyeramkan terdengar di depan pintu, makhluk-makhluk itu mencium bau makanan yaitu manusia.

”Biarkan kami yang melawan! Monster-monster lemah itu akan kami hancurkan dengan kekuatan kami!” Roni berlagak dan maju, tiga rekan satu geng ikut maju di belakang Roni. Mereka terlihat sombong dan siap melumat monster-monster yang hendak masuk ke kelas.

Dan, babak baru petualangan mereka dimulai kembali.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Perjalanan Petualang Terkuat   53. Sinyal dari Pengawal Tua

    Nyala dari simbol rune itu adalah tiga pedang yang saling bersilangan dan memantulkan cahaya keemasan biru ke langit di atas Lembah Kabut. Simbol itu terlihat cukup jelas hingga akhirnya pudar, hilang tertiup angin. Rune itu menandai dengan berakhirnya bau busuk dari bangkai parasit yang telah dimusnahkan oleh serangan Wira sebelumnya.Wira bertanya tentang Faksi Guardian yang disebutkan pemandu Avatar, kata-kata Guardian seolah pernah didengar Wira dari seorang rekannya saat di kampus. Benar, itu adalah penjelasan dari Martha!Pertanyaan Wira membuat Avatar berbalik dan terlihat berpikir sejenak. Pria yang sudah terlihat tua dengan rambut perak itu akhirnya berdehem dan melankah maju hingga dekat dengan tebing yang berada tidak jauh dari air terjun.”Wira, ikuti aku. Ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan padamu di langit yang terbuka. hal itu karena mata para dewa celestial itu terus mengintai apapun yang ada di seluruh bagian dunia yang terbuka.”Wosh!Pemandu Avatar tak menunggu j

  • Perjalanan Petualang Terkuat   52. Badai di Lembah Sunyi

    Wira bertemu untuk ujian ketiga dari cermin, terlihat kehancuran di sekitar takhta milik Dewa Celestial dan Wira di masa depan terlihat sudah memegang kepala sang Dewa. Takhta kristal dan megah itu hancur menjadi kepingan cahaya yang memenuhi semua ruangan dan redup kemudian sirna dibawa angin.BRUSH!Wira terngiang pesan dari Wira di masa depan yang membunuh Dewa Celestial sebelum semuanya hancur menjadi serpihan cahaya. Perjalanan baru saja dimulai!Cermin ketiga akhirnya hancur dan Wira kembali melangkah ke arah teman-temannya. Lembah Kabut masih terlihat berkabut, rekan-rekan Wira sudah menunggunya berada di ujian cermin. Wira mencium bau aroma herbal yang langsung tercium dengan baik dari inderanya. Di depan sana, teman-temannya berkumpul dan menyambut Wira mereka semua lega Wira tidak terjebak dalam ujian tiga cermin.Namun, belum sempat Bisma membuka suara untuk menyapa sahabatnya, ketenangan surga tersembunyi itu pecah seketika.BOOOOOOMMMM!Getaran dahsyat merambat dari arah t

  • Perjalanan Petualang Terkuat   51. Tiga Cermin Penyesatan

    Gelang di tangan Wira yang sebelumnya memiliki aura mematikan yang hitam, kini mulai berubah menjada hitam keemasan. Gejolak yang ada pada energi Gelang Semesta terpengaruh oleh energi pemiliknya dan kini gejolak energi itu mereda karena energi Wira yang stabil. Wira kini berdiri di atas batu dan mengatur pernapasan eneginya dengan baik. Energi masuk dan naik terasa ringan, dan kerusakan sebelumnya yang bertentangan di dalam tubuhnya sudah tidak membuat sakit pada seluruh jaringan tubuhnya.Wind-Phantom Core yang merupakan energi kekuatan Wira sebelumnya kini berdenyut dengan baik dan penguasaan Wira pada kemampuan elemen dan kecepatan semakin tajam.”Wira ..., kamu selamat. Kamu terlihat sehat!” Bisma sangat senang dan menepuk pundak sahabatnya tersebut.Wira tersenyum dan tangannya kini bertemu dengan sahabatnya itu seperti biasanya.Plak!Wira juga melihat ke teman-temannya yang lain yaitu Pangeran Harry dan Lylia. ”Terima kasih semuanya, aku merasa tidak ada lagi ledakan dalam tubu

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Fondasi Tanpa Sistem

    Wira gemetar, kekuatan yang sudah dibangun sejak dimulai kehancuran dunia tiba-tiba hilang. Ada cahaya biru yang meledak dari windows status yang serin dilihat Wira. Status itu menguap seperti layar tulisan yang pecah. Wira kehilangan keseimbangan, dan dia memegangi kepalanya. Jika kekuatannya hilang, sama artinya dia menjadi manusia biasa!Status!Wira mencoba memanggil status petualangnya, tapi nihil tidak keluar. Tidak ada angka ataupun skill yang terlihat, dan juga tidak ada indikator mana atau kemampuan gandanya. Apakah kesalahan ini karena dirinya egois mengambil dua kekuatan sekaligus dan mencoba mengakali sistem?"Wira!" Bisma refleks menangkap bahu sahabatnya. Dia menatap Avatar dengan mata membelalak penuh emosi. "Apa yang baru saja Anda lakukan?! Wira sedang kritis! Kenapa Anda justru menghancurkan sistemnya?!""Tenangkan dirimu, Pemuda," ucap Avatar datar. Suaranya tidak kencang, namun memiliki getaran gaib yang seketika mengunci gerak Bisma. Avatar berdiri tegak dengan jub

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Bab 49. Penghuni Lembah Kabut

    Suara mendesis terdengar mengerikan, suara itu dari kawanan monster parasit dari Setan Hitam yang berupa tentakel-tentakel hitam. Suara mendesis itu derdengar dari sekitar desa mati yang sudah ditinggalkan penghuninya. Tentakel itu menyerang dan mengincar target, Wira!Wosh!Pangeran Harry melompat dengan pedangnya dan menggunakan energi lapis energi keemasan dan menebas dengan cepat.Slash! Slash!"Kalian tak bisa menyentuhnya!" teriak Harry. Tebasan presisi milik sang Swordmaster memotong puluhan tentakel hitam itu menjadi beberapa bagian sebelum sempat menjangkau Wira. Darah hitam berbau sangit menyembur dan pecah, membakar lantai aspal di bawahnya.Lylia menyatukan kedua telapak tangannya. Sihir angin murni bertiup kencang, memutar pusaran badai kecil yang menghempaskan puluhan parasit yang mencoba melompat dari reruntuhan ruko. "Bisma, bawa Wira kembali ke kendaraan! Kita tidak bisa membuang waktu bertarung di sini!""Siap!" Bisma tanpa ragu memapah Wira, memanggul setengah beban

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Bab 48. Jejak Parasit Kelam

    Kota Bogor yang panas.Suara kendaraan militer terdengar berat, melintasi jalanan terjal perbatasan dan menghindari beberapa kawanan monster. Langit perbatasan kota Bogor sudah dilewati, bekas pertempuran melawan pasukan Beast yang dipimpin Setan Hitam berada di belakang. Aroma busuk masih tercium sehingga mengundang beberapa monster pemangsa mendekati sisa-sisa pertempuran.Keputusan cepat akhirnya diambil agar segera menyelesaikan skema buruk yang bisa terjadi. Pengungsi yang berjumlah lebih dari seribu orang tidak mungkin dibiarkan bertahan lebih lama di area terbuka. Kapten Nagita dan Letnan Tio berdiri di depan pintu belakang truk taktis, memeriksa kesiapan amunisi serta personel militer yang tersisa."Kalian tidak perlu khawatir," kata Kapten Nagita, suaranya terdengar mantap menembus kebisingan suara mesin yang menggerung pelan. "Markas Utama Perlindungan Militer di sektor barat dijaga ketat oleh dua batalyon penuh. Ada dinding penahan energi dan sistem otomatis yang dibangun be

  • Perjalanan Petualang Terkuat   6. Selamat, Anda Resmi Menjadi Pembunuh

    Makhluk tinggi itu datang ke arah Wira, benturan tubuh mereka terjadi dan membuat para mahasiswa lainnya ada yang menutup matanya.Slap!Brush!Wira terdorong ke belakang dan tubuh monster kurus tinggi itu menimpa Wira, suaranyanya terdengar menyayat.KUUUUKKKKK! (Sakit, sakit ....)Bruk! Kepala mo

  • Perjalanan Petualang Terkuat   5. Saatnya Menyala, Bisma!

    Klap![Status petualang; Wira][Bertahan hidup adalah tujuan anda di awal kehancuran dunia. Tingkatkan kekuatan anda dan naikkan kemampuan anda untuk mempersiapkan tahap kehancuran dunia selanjutnya]Wira membaca status jendela dengan kemampuannya sebagai Petualang. Saat itu, empat orang yang sela

  • Perjalanan Petualang Terkuat   3. Kemampuan Manusia Aktif

    Wira telah melakukan pelanggaran karena memilih dua kotak, tapi Wira tidak peduli dengan hal itu.[Anda memilih kemampuan, Elemental Angin dan Pembunuh]Splash!Tulisan di atas adalah tulisan terakhir yang dilihat Wira, dan matanya menjadi nanar karena gelap kembali menyelubung di depannya. Ruangan

  • Perjalanan Petualang Terkuat   1. Wira dan Hari Aneh!

    Tangan wanita itu memegang kepala anak kecil yang baru berumur lima tahun, dia mengecup kening bocah lelaki itu.”Wira, Ibu pergi tidak akan lama. Ibu harus menjemput Ayahmu, kamu ikut bibimu selama Ibu pergi ya.”Senyuman wanita itu menguatkan putra satu-satunya, dia harus pergi. Wanita itu, Rania

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status