Share

Lebih Dekat

Author: Susi_miu
last update publish date: 2024-10-19 12:18:32
Sayangnya, sejauh mana pun Moreau ingin menambahkan sedikit gambaran untuk memperbaiki. Dia tidak bisa mengubah pemikiran seseorang. Abihirt mungkin tidak pernah memiliki niat sekadar menangkap basah Barbara, meski mereka sering kali menghadapi ketegangan ketika wanita itu tidak sadar nyaris mengetahui kebenaran. Hanya rahang yang mengetat, dan Moreau sadar ayah sambungnya sedang menahan diri. Dia tidak akan mengatakan apa pun lagi, meski secara kebetulan menyadari sesuatu yang ganjil di sana.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Mendengarkan?

    “Aku tidak ingin kau minum – minum seperti semalam,” Moreau menambahkan. Berharap Abihirt akan mengerti. Sudah terlalu sering memberi tahu untuk tetap menjaga kesehatannya sendiri dan hal tersebut benar – benar menjadi sesuatu yang melelahkan ketika pria tersebut sama sekali tidak berusaha memikirkan bagaimana cara agar tidak berada dalam bahaya.“Kau mendengarku bicara, Abi?”Tidak ada respons dari pembicaraan mereka di awal; mendesak sesuatu dalam diri Moreau untuk menuntut pria di hadapannya bicara. Dia tidak mengerti apa yang sedang Abihirt pikirkan, tetapi sorot kelabu itu benar – benar seperti terpaku atau barangkali ada hal serius yang perlu dipikirkan.“Abi ....”Moreau secara tentatif memberi sapuan ringan di rahang kasar itu. Ingin Abihirt secepatnya sadar dan benar ... pria tersebut sempat mengerjap. Kemudian meraih tangannya sekadar diremas singkat.“Ya, Mommy. Aku mengerti.” Sedikit senyum tipis tidak mengakhiri semuanya. Moreau mengambil kesemp

  • Perjanjian Terlarang   Mengerti

    Wajah itu perlahan bergerak. Sebuah pemandangan yang sudah Moreau nantikan sejak terbangun dan masih di sini; mengamati saat Abihirt tampak mengernyit dan perlahan jemari pria itu menyentuh batang hidung sendiri. Perlu sedikit menunggu lebih sabar sampai Abihirt memperhatikan situasi di sekitar, yang membuat kernyitan di kening itu terlihat mencolok, terutama ketika menyadari keberadaannya.“Di mana aku?”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar parau. Ntah bagaimana Moreau harus mengatakannya, tetapi dia memberikan senyum. Merasa yakin bahwa segala sesuatu di antara mereka akan berakhir dengan gamblang.“Di kamarmu,” ucapnya, hingga keterkejutan Abihirt tidak terkendali. Pria itu hampir terlonjak bangun, lalu kembali menyadari sesuatu terasa berat di sana.Dugaannya benar, mungkin. Moreau sengaja mendengkus. Tidak berusaha menunjukkan perhatian khusus kepada seseorang yang sudah dia targetkan untuk menghadapi beberapa pembicaraan.“Kau pergi ke mana setelah

  • Perjanjian Terlarang   Lembur

    Lembur ....Pria itu mengatakannya dengan cepat dan paling tidak ... membuat Moreau masih bersedia menunggu lebih lama. Dia mungkin tidak melakukan sesuatu secara signifikan. Hanya menemukan beberapa bacaan buku Abihirt dan akhirnya tenggelam terlalu lama di sini. Di atas kasur empuk sambil menyandarkan punggung di kepala ranjang. Karena sebenarnya Moreau yakin bahwa membaca bisa membuat waktu menjadi tak terasa. Bukan buku penggemar. Bukan sekadar fiksi biasa. Abihirt jelas tidak akan memiliki semua itu. Bisnis. Ya. Buku bisnis. Moreau tidak tahu mengapa tetap mempertahankan keinginan membaca saat dia merasa ini cukup membosankan. Barangkali, meyakini bahwa suatu hari dia akan berada di posisi yang sama seperti ini. Melanjutkan pendidikan saja tidak cukup. Sedikit membayangkan bagaimana mental memimpin Abihirt ada dalam dirinya. Salahkah jika berpikir pria itu bersedia memberikan tips?Pintu kamar tiba – tiba dibuka paksa. Panjang umur. Moreau tersentak mendapati Abihirt sudah menj

  • Perjanjian Terlarang   Ancamannya

    [Kau tidak menganggap ancamanku dengan serius, bukan begitu?]Kening Moreau berkerut dalam membaca pesan yang mengambang di ponsel Abihirt, ketika pemiliknya sedang berada di kamar mandi. Dia bertanya – tanya ancaman seperti apa dan tidak dianggap serius? Apa yang sebenarnya sedang Abihirt hadapi? Mengapa pria itu sama sekali tidak tidak bercerita?Satu pertanyaan lain muncul. Siapa di balik pengirim pesan dengan nomor pribadi? Moreau tidak akan memiliki akses untuk mencari tahu langsung. Tidak ada petunjuk apa pun di sini. Mungkin ... jika dia bersedia mengambil keputusan penuh tekad; mengulik jawaban langsung dari Abihirt adalah pilihan paling tepat. Masih menatap ponsel itu lamat. Perhatian Moreau segera teralihkan ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Abihirt muncul dengan pemandangan yang selalu sanggup membuatnya terdiam beberapa saat. Sedikit butuh usaha keras sekadar mengerjap. Moreau mendadak gugup karena sorot kelabu Abihirt menatapnya seolah dia baru saja melakuk

  • Perjanjian Terlarang   Cita-Cita Daddy?

    “Aku dan Mommy pernah ke rumah sakit. Di salah satu gedung di rumah sakit itu pernah terjadi kebakaran. Ada begitu banyak mobil pemadam. Aku melihat para pemadam kebakaran itu bekerja dengan sigap. Mereka hebat, Daddy. Aku ingin seperti mereka. Aku ingin membantu banyak orang yang berada dalam musibah.”Ketika Abihirt memberi respons dengan baik; mendukung apa pun keinginan bocah kecil mereka. Moreau diam – diam tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa sikap takjub Arias terhadap peristiwa yang baru saja diceritakan itu, ternyata memiliki dampak besar. Memang sempat terjadi kebakaran di rumah sakit; kejadian yang sudah cukup lama, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Moreau seolah dikejutkan oleh ingatan Arias yang begitu tajam.“Sekarang bagaimana denganmu, Princess. Apa cita-citamu?”Lore mungkin termenung mengamati percakapan antara saudara kembar dan ayahnya.Moreau tidak bisa menahan reaksi yang segera muncul ke permukaan setelah gadis kecil itu mengerjap. Dia

  • Perjanjian Terlarang   Cita-Cita

    “Kau tidak berencana memasukkan Lore ke pelatihan khusus?”Suara serak dan dalam Abihirt tiba – tiba mencuak ke permukaan setelah mereka terlalu lama hanyut ke dalam permainan anak – anak. Memang secara tidak langsung terlibat, tetapi menyaksikan mereka tenang, menyusun banyak boneka di atas lantai, sudah menjadi bagian dari prospek membuat Moreau termenung.Dia mengerjap cepat sambil menatap Abihirt dengan kernyitan dalam. “Pelatihan khusus? Maksudmu?” dan bertanya. Beberapa kesimpulan sudah bersarang serius di puncak kepala, tetapi Moreau ingin memastikan kembali tujuan pria itu ketika membawa mereka ke dalam percakapan seperti ini.“Latihan ice skating mungkin?”Pertanyaan Abihirt terdengar ragu – ragu. Barangkali karena pria itu tahu pembicaraan ini terlalu mendadak. Memang sangat mendadak. Moreau sendiri tak pernah memikirkan bahwa salah satu dari si kembar akan mengikuti jejaknya. Dia hanya ingin mereka menikmati hidup seperti biasa. Tidak harus diikuti dengan latihan keras atau

  • Perjanjian Terlarang   Tidak Bisa Tidur

    Sudah larut malam dan penyesalan menjadi satu – satunya masalah serius yang sedang Moreau hadapi ketika semua orang mungkin sudah tertidur lelap, tetapi tidak dengannya. Begitu banyak pemikiran tak terduga yang muncul secara mendadak. Itu cukup memberi pengaruh mengapa dia masih berguling secara be

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Perjanjian Terlarang   Sedikit Kebenaran

    “Jadi hanya itu yang ingin kau bicarakan?”Pertanyaan Roger menyiratkan bahwa apa yang sebenarnya dia ingin tahu bukanlah sesuatu yang penting. Moreau mendengkus. Ini jelas merupakan bagian dari tahap krusial. Dia nyaris tak pernah melihat Abihirt semenyedihkan—seperti yang

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Perjanjian Terlarang   Rayuan untuk Bocah Kembar

    Jika kedatangan Robby semalam merupakan bagian dari suatu kebetulan tak terduga, Moreau masih bisa memahaminya. Hanya saja, kali ini, dia tidak mengerti bagaimana pria itu tetap memutuskan untuk melangkahkan kaki lebih dekat, ketika Abihirt dalam keadaan sadar dan anak – anak yang masih sib

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Perjanjian Terlarang   Diam-Diam Cemburu

    Terkadang, suasana terlalu sunyi sanggup membuat seseorang kembali ditarik ke permukaan. Itu yang Moreau rasakan ketika dia merasa tidur terlalu lama dan akhirnya ... sedikit tersentak bangun untuk mendapati langit – langit rumah sakit terlihat sangat jelas—seperti saat di mana dia setuju sekadar

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status