Home / Romansa / Perjanjian Terlarang / Yang Lebih Besar

Share

Yang Lebih Besar

Author: Susi_miu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-16 12:59:51

Moreau tidak pernah membayangkan jika Abihirt akan kembali dalam waktu singkat. Dia terkejut dan bagaimana reaksi pria itu hampir tertahan ke udara. Rasanya seperti nyaris membiarkan pintu menghentak keras di wajahnya, tetapi mereka sama – sama terdiam untuk beberapa saat. Ini terlalu buruk. Aneh membayangkan bahwa Moreau akan terdesak dalam situasi canggung bersama pria yang masih menjulang tinggi.

“Kau seharusnya tetap duduk di tempatmu.”

Butuh jeda cukup lamat untuk kemudian su
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Indra Feb
beneran lagi udah hampir 400 bab nya.. masih gini aja
goodnovel comment avatar
Puji Chelsky
ayolah kasih jalan untuk mereka udah bab hampir 400
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Terlarang   Lebih Baik

    “Aku bisa jalan sendiri, Abi.”Perubahan Abihirt nyaris tidak bisa dimengerti, tetapi Moreau tak berdaya sekadar menolak setiap detil tindakan yang pria itu lakukan. Tiba – tiba mengangkat tubuhnya setelah mereka sampai di halaman depan rumah, sementara anak – anak dititipkan kepada Emma.“Kau dengar aku bicara atau tidak, Abi?” tanya Moreau sedikit tidak sabar. Dia memang lelah. Namun, di balik semua itu ... merasa baik – baik saja. Tidak perlu menganggap kehamilan ini akan bermasalah dan tak harus menanggapi suasana di antara mereka secara berlebihan.“Aku mendengarmu, Mommy. Kau sangat cerewet saat sedang hamil.”Moreau memutar mata malas. Itu jelas tidak benar. Dia tidak cerewet. Hanya merasa tak nyaman karena sikap Abihirt yang cenderung membuat kebebasan terasa seperti ruang kecil yang makin menyempit. Kendati, dia masih belum memiliki kesempatan untuk sekadar melakukan perlawanan lebih besar.Mereka sedang dalam perjalanan melewati undakan tangga. Akan men

  • Perjanjian Terlarang   Triplets

    Mereka sudah berada di mobil setelah pembicaraan serius bersama dokter kandungan. Ntahlah, Moreau nyaris tak bisa menafsirkan mana berita bagus dan tidak saat ini. Semua masih begitu mengejutkan. Dia tahu bagaimana rasanya mengandung anak kembar, tetapi seakan yakin bahwa tubuhnya mungkin tak sanggup membawa tiga bayi sekaligus. Siapa yang perlu disalahkan terhadap situasi seperti ini? Sungguh, Moreau masih begitu buntu sekadar mencari jawaban. Mungkin butuh waktu lebih panjang untuk merenungi hasil akhir; bagaimana jika ternyata kehamilan ini bukan apa – apa? Situasi di antara mereka akan baik – baik saja? Dan dia bisa menjadi kuat terhadap apa pun? Moreau sempat tersentak merasakan seseorang menyentuh punggung tangannya. Dia menunduk; menemukan siapa pelaku terduga, lalu dengan cepat menepis lengan Abihirt. Napas pria itu terdengar berembus kasar. “Dokter bilang suasana hati ibu hamil memang akan berubah – ubah. Tapi kau tak menyalahkanku karena membuatmu ham

  • Perjanjian Terlarang   Lagi

    Pemandangan di depan sana ... seharusnya bukan kejutan besar. Moreau tidak tahu. Hanya terpaku, seolah butuh waktu lebih lama untuk mencerna situasi mendadak yang harus ditangani tanpa berusaha meledakkannya secara berlebihan. Dia hamil. Lagi. Kali ini dengan suasana berbeda. Si kembar meminta adik. Abihirt juga menginginkan bayi. Namun, terhadap hubungan rumit mereka ... apa yang bisa Moreau katakan?Semua seperti tiga dimensi yang begitu kabur. Dia berusaha tetap tenang dan akhirnya mengatur napas supaya tidak berdebar secara berlebihan.Kesalahan di masa lalu adalah menyembunyikan kehamilannya dari Abihirt. Moreau rasa, dia tidak punya hak untuk melakukan hal yang sama.Mereka perlu berbagi supaya Abihirt bisa lebih terbuka. Ingin pria itu tahu bahwa dia masih berusaha menaruh kepercayaan, meski sangat dibutuhkan pondasi yang kokoh mengenai prospek tersebut.Tidak terlalu buruk saat sudah mencobanya. Moreau tersenyum sambil memegang alat test pack sebagai tuj

  • Perjanjian Terlarang   Mungkin?

    Percikan air menjadi sumber suara paling keras di pagi hari. Moreau tidak tahu mengapa dia terbangun dan merasakan efek tidak nyaman di perutnya. Semua masih baik – baik saja semalam. Bukan seperti sekarang ini. Sensasi membakar yang juga sampai di ujung tenggorokan. Berulang kali Moreau membungkuk di depan wastafel. Berharap bisa memuntahkan sesuatu, meski itu nyaris terdengar percuma. “Ada apa denganmu?” Sebaliknya, suara serak dan dalam Abihirt meninggalkan sensasi mengejutkan. Moreau tidak akan mengatakan apa – apa, jika pria itu akhirnya menyadari sesuatu yang tidak biasa di antara mereka. Dia segera membasuh wajah dengan cepat, sambil memperhitungkan saat – saat ketika langkah Abihirt dibawa lebih dekat. Dari pantulan cermin, posisi mereka terlihat hampir tidak berjarak. Tidak ada penyangkalan. Lagi pula, Moreau kembali merasakan sesuatu yang membara panas di tubuhnya. Dia lagi – lagi membungkuk. Walau masih diliputi hasil yang sama. “Kau sakit, Moreau?” Kali ini sua

  • Perjanjian Terlarang   Gangguan

    Moreau mengerang saat pinggul seksi itu terus menumbuknya. Tubuh mereka sudah licin berkeringat, tetapi Abihirt tidak akan berhenti sebelum keinginan pria tersebut benar – benar tuntas.Erangan mereka beradu bebas ke udara. Moreau menyukai saat – saat Abihirt menggeram kenikmatan, sementara kedua tangan pria itu tak tinggal diam. Terus meremas payudara dan memainkan puncaknya.Wajah Abihirt begitu sempurna dengan taburan keringat mengucur dari kening. Apa lagi, saat mata kelabu itu menatap serius ke arahnya.Moreau seperti tidak memiliki pilihan selain terjebak dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Kejantanan Abihirt terasa penuh dan sesak. Dia menengadah begitu mulut pria itu jatuh menyesap puting yang mengeras. Sesekali Abihirt memberi gigitan kecil. Mengirim sinyal ... betapa nikmatnya penyatuan mereka di bawah sana. Seperti membiarkan paket kombo menyerang, sedangkan dia sudah cukup kewalahan. Moreau tanpa sadar memindahkan jari – jari tangan ke bahu Abihi

  • Perjanjian Terlarang   Urusan yang Belum Selesai

    Rasanya, perhatian Moreau terlalu sering teralihkan; antara menimbang bahan – bahan adonan atau sesekali memastikan anak – anak tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Mereka memang sedang berada di dapur. Dia terlalu sibuk dengan pelbagai aktivitas, sementara Lore dan Arias duduk manis di meja bar, menunggu kapan mendapat giliran untuk bisa menawarkan bantuan. Moreau tersenyum ketika mendapati mereka sedang menatap dengan sangat menggemaskan ke arahnya. Anak – anak tidak cukup berani membuat kekacauan di sini, meski dia lebih yakin bahwa mereka memiliki insting jahil; mungkin sedang menunggu kapan waktu itu tiba. Tidak. Moreau akan tetap mengawasi mereka. Tepung sudah ditimbang sesuai takaran. Dia menyisihkannya terlebih dahulu, kemudian beralih ke bahan adonan lainnya. “Mommy, kenapa tepungnya sangat sedikit? Bukankah nanti hasilnya juga akan sedikit? Aku mau bolu yang banyak mommy. Kita bikin banyak – banyak.” Mata kelabu Lore melotot penuh rasa penasaran ketika jari – jem

  • Perjanjian Terlarang   Dia sengaja

    Belum apa – apa, dan Barbara lebih dulu memulai. Napas Moreau berembus sedikit kasar diliputi desakan untuk menatap wajah ibunya. Hasrat wanita itu masih sama rata terhadap sikap terdahulu. Sayang sekali, tetap ada keinginan untuk menolak. Moreau mengerjap sesaat, nyaris tanpa sadar mengelu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Perjanjian Terlarang   Menunggu

    Moreau mengerjap, sesaat mengedarkan pandangan dengan gelisah, lalu kembali melakukan kontak mata bersama Barbara. “Aku—tidak. Aku mencarimu. Kupikir tadi kau bersama Abi, tapi tidak ada. Aku juga tidak berani mendatanginya.” Dia bicara setengah gugup, sedikit tersenyum, berharap Barbara ti

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Perjanjian Terlarang   Menguping

    “Kau tidak seharusnya berbuat ulah di hadapan paman-mu. Jangan lupa kalau kita sangat membutuhkannya. Mau kau memberi makan apa calon istrimu nanti, jika sampai Abi tidak mau lagi peduli terhadap apa pun yang kau lakukan?” Masih cukup pagi, tetapi Moreau yakin sedang tak salah mengenali suar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Perjanjian Terlarang   Tertinggal

    Suara Barbara sudah setengah kesal. Betapa dia berusaha keras tidak meledakkan kemarahan terhadap beberapa kekonyolan Froy. Prasangka buruk membuatnya hampir turut memikirkan hal – hal tidak semestinya, tetapi kali ini tidak akan lagi terjerembab ke dalam urusan tidak menyenangkan. Abihirt sudah

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status