Share

116. Cinta yang Membunuh

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-06-26 22:57:07

Aluna seketika menutup mulut saat menoleh ke belakang dan menemukan Kaizen sudah tersungkur di atas marmer. Mata Aluna sudah tak bisa dikondisikan, lebar seperti akan melompat dari tempat.

"Mas!" pekik Aluna, segera berlari ke arah Kaizen.

'Hell!' batin Kaizen, memilih membaringkan tubuh di lantai sambil menutup mata—menahan malu dan berusaha menenangkan debaran jantung yang masih menggila.

"Kakandaku …," ucap Aluna setelah berada di dekat Kaizen, bersimpuh di sebelah Kaizen yang berbarin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Keknya Kaizen sama seperti Kakak dan MyRe, masih curiga ke istrinya, Kak. ♡⁠(⁠>⁠ ⁠ਊ⁠ ⁠<⁠)⁠♡(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Semoga yah, Kak. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
NING
Jangan2 Aluna hamil
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   466. (GD) Demi Kaina?

    "Hah?" Kaina mengerjap beberapa kali, menatap aneh campur bingung pada suaminya, "ya iya lah, Mas. Ngapain dicari lagi? Memangnya Mas rela aku punya suami baru?""Kaina Ghazan Smith!" geram Elzeren, menatap dingin dan tajam pada istrinya. Kaina menaikan kedua alis lalu menatap konyol padanya Elzeren. "Loh, kok marah? Kan Mas Eiren yang kepengen aku cari cinta lain.""Ck." Elzeren berdecak kesal. Cup' Setelan itu, dia langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir istrinya, melumat bibir Kaina cukup kasar dan penuh gairah. Namun, ciuman itu hanya berlangsung singkat karena Kaina mendorong Elzeren agar berhenti menciumnya. "Mas Eiren kenapa sih?" Kaina menatap berang pada Elzeren. "Pergi sana ke luar negeri!" tambahnya sebal karena Elzeren menciumnya dengan kasar. "Kau yang kenapa?!" Elzeren balik ketus. "Bangun-bangun bukannya mencariku, kau langsung mencari si pria kering jelek itu!""Kan … a-aku penasaran sama kondisi Rangga." Kaina menjawab sebal. "Dia sudah mati." Elzeren menata

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   465. (GD) Mencari Cinta

    Kaina terus mondar-mandir di dalam kamar, dia tak tenang karena rasa penasaran yang sedang menggerogoti hatinya. Sampai sekarang, dia masih ingin melihat apa yang terjadi di halaman belakang. Sayang sekali, dia tak berani ke sana—dia tak berani membantah ucapan Elzeren. "Aku penasaran apa yang terjadi pada si Rangga. Ck, padahal kalau aku lihat dan tahu apa yang terjadi ke dia, aku kan jadi bisa memberitahu Sera tentang si brengsek itu," gumam Kaina, pada akhirnya memilih duduk di ujung ranjang. Ceklek' Pintu kamar terbuka, memperlihatkan Elzeren yang masuk dengan wajah datar dan tatapan yang cukup tajam. "Kenapa belum tidur, Janu?" tanya Elzeren, mendekat ke arah Kaina yang duduk di ujung ranjang. "Menunggu Mas Eiren," jawab Kaina. Elzeren menaikkan sebelah alis, sudut bibirnya tertarik sedikit. Ah, sepertinya Kaina masih menginginkan sentuhannya. Atau … istrinya rela menunggu selama ini hanya untuk melanjutkan malam panas mereka? Kaina tiba-tiba berdiri dan mendadak men

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   464. (GD) Daddy Marah

    "Sudah mati." Elzeren memotong cepat, duduk di sebelah istrinya sambil merangkul pundak Kaina dengan mesra. "Rangga-nya?" tanya Kaina dengan mata melotot. Elzeren menganggukkan kepala secara pelan. "Kau takut?"Kaina menyingkirkan tangan Elzeren yang ada di pundaknya. "Takut apanya? Mas nggak seru, nggak ngajak-ngajak," cemberut Kaina. Elzeren senyum tipis sambil mengacak surai pada pucuk kepala istrinya. Ah, dia lupa jika istrinya ini seorang tuan putri Adam dan adik kesayangan dari Xavier Ghazan Adam. Jelas hal seperti ini biasa untuk istrinya. Maksudnya … menghabisi seseorang yang terlalu mengusik dan kelewatan. "Dia itu punya banyak salah padaku, Mas. Dulu … dia pernah memfitnahku penyuka sesama jenis." Kaina setengah mengomel, tak terima Rangga mati begitu saja. "Dia sudah mati, kau seharusnya senang, Janu," ucap Elzeren sambil mengumpulkan anakan rambut istrinya lalu menyelipkannya ke belakang daun telinga. Tatapannya sama sekali tak lepas dari istrinya, wajah cemberut Kain

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   463. (GD) Dendam Kaina

    "Kau sedang apa, Eiren?!"Elzeren menatap cukup serius pada sosok pria paruh baya di depannya, lalu melirik ke belakang—menatap ke arah sosok perempuan cantik yang sedang senyum kaku padanya. Elzeren buru-buru melangkah masuk kemudian mengunci pintu agar pria paruh baya tersebut tidak melihat ke luar. "Apa yang kau sembunyikan, Hum?" Pria paruh baya itu menatap dingin dan penuh peringatan pada Elzeren. Elzeren menggelengkan kepala secara pelan lalu senyum tipis pada sosok berwibawa di depannya. "Tidak ada hal apapun yang kusembunyikan, Daddy," ucapnya pelan dan terkesan ramah, lagi-lagi senyum tipis untuk meyakinkan daddy-nya. Setelah itu, Elzeren menatap ke arah perempuan di belakang daddy-nya, tak lain istrinya yang … pengadu. Elzeren senyum tetapi melotot galak dan penuh peringatan. Calean Dante Smith, daddy-nya, mendidiknya dengan penuh kelembutan tetapi tegas. Intinya, hal yang Elzeren lakukan di halaman belakang, itu sangat dilarang oleh daddynya. Ada aturan untuk menghukum

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   462. (GD) Tak Termaafkan

    "A-aku diancam sama Kak Freza supaya a-aku bersedia membantunya." Elzeren hanya diam sambil menatap ke arah Rangga yang sedang dieksekusi—di telanjangi lalu dicambuk di hadapan semua orang. Pria ini berniat melecehkan istrinya, ingin menghancurkan istrinya, Heh?! Baik! Elzeren balas dengan cara yang sama. Dia akan membuat pria ini mati dalam keadaan hina dan malu. "E-El, demi persahabatan kita yang sudah belasan tahun, to-tolong maafkan aku. A-aku hanya khilaf sebab terlalu men-mencintaimu. A-aku melakukan semua ini su-supaya kamu jadi milikku, E-El. Pliss!" pinta Freza, yang sama ketakutan dengan Sabela. Melihat Rangga yang telanjang dicambuk di hadapan mereka, Freza benar-benar merinding. Masalahnya Rangga sudah seperti mayat hidup, akan tetapi Elzeren tidak membiarkan cambukan itu berhenti. Kaif yang juga ada di sana, menatap cukup miris dan merinding pada Rangga. Pria itu sudah berlumuran darah akibat jatuh dari tangga dan juga cambukan kuat di punggung. Napas Rangga

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   461. (GD) Para Pelaku

    "A-aku jujur, Tuan." Rangga berkata dengan nada cepat, mendongak sambil menatap penuh ketakutan pada Elzeren, "a-aku be-bekerja sama dengan Freza. Aku dan Freza sama-sama de-dendam pada Nyonya. Du-dulu, aku hampir berpacaran dengan Sera te-tetapi Nyonya mempengaruhi Sera dan membuat Sera be-berubah jadi membenciku. Sera pada akhirnya menikah dengan Kakak Nyonya, aku sama sekali tidak terima. Aku semakin tidak terima karena Kakak Kaina menghancurkan bisnis keluarga kami dan mengusir kami dari kota kelahiranku sendiri. Di sini kami memulai hidup sangat susah dan melarat. Ka-kami berupaya bangkit sedangkan Nyonya … di-dia hidup bahagia. A-aku tidak terima melihatnya bahagia setelah dia merebut Sera dariku dan me-menghancurkan hidup keluargaku. Ja-jadi aku berniat menghancurkannya dengan cara me-melecehkannya."Rahang Elzeren mengatup saat mendengar ucapan terakhir Rangga. Tangannya mengepal kuat dan dadanya bergemuruh hebat. Amarah kembali menguasai dirinya, benar-benar emosi mendengar k

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status