공유

9. Bekas Bibir Aluna

작가: CacaCici
last update 게시일: 2026-05-09 18:37:56
"Pagi, Suamiku." Aluna menyapa dengan manis, senyum cerah dan lebar pada Kaizen.

Kaizen menatap intens dan lekat pada Aluna. Namun, ekspresi wajahnya tetap datar.

"Kau sedang apa?" tanya Kaizen datar, mengamati Aluna yang kini berpindah ke sampingnya–berdiri tepat di sebelahnya.

Tindakan perempuan yang baru semalam menjadi istrinya, cukup mengejutkan Kaizen. Tiba-tiba saja Aluna mencium pipinya.

"Menyapa," jawab Aluna sambil mengulurjan tangan dengan posisi telapak menghadap atas, me
CacaCici

Holla, MyRe!! Gimana kabar Kalian? Semoga dalam keadaan sehat dan berbahagia yah ….(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡💖 Oh iya, semisal Aluna dan Mas Zen ketemu di restoran, kira-kira reaksi Aluna gimana yah, MyRe? Yuk, ramaikan kolom komentar kita. Jangan lupa kasih ulasan manis juga yah, MyRe. Supaya bintang novel kita bersinar, sama seperti MyRe yang selalu bersinar terang.(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ IG:@deasta18

| 51
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (5)
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
MESTI ALUNA syock tambah happy jmpa ayangnya d restoran yg SAMA THOR ...️......
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... perempuan memang pencemburu, Kak. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Shela resenya ke Aluna saja, Kak. Sebagai istri, dia baik kok, Kak.(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    Inggita mengerjap berulang kali sambil menatap campur aduk pada Raigen. Sejujurnya dia juga tak tahu kenapa dia meminta maaf pada pria ini. "Anu … itu … Mas Raigen nggak makan buburnya. Mas merajuk yah? Kalau merajuk, berarti aku bikin kesalahan. Kalau aku bikin kesalahan berarti aku harus memint maaf," jelas Inggita, melepas tangannya dari Raigen—menatap pria itu dengan raut muka gugup. "Cih." Raigen berdecih geli, berakhir tertawa kecil sambil menatap lucu pada istrinya. "Siapa yang merajuk, Wifey?""Trus kenapa buburnya dimakan?" Inggita menatap bingung pada Raigen. Biasanya seseorang tak mau makan, kebanyakan itu karena sedang bad mood atau merajuk kan? Raigen menaikkan sebelah alis, senyum tipis pada istrinya. "Aku sangat suka memandang keindahan.""Hah?" Inggita menatap aneh pada suaminya. Dia menoleh ke arah samping, menahan sebuah lukisan horor yang dipajang di dinding. Demi apapun! Lukisan di ruang makan ini horor semua, tak ada keindahan sedikitpun. Tapi …mungkinkan luki

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Mending aku main sama kerbau daripada punya teman kayak dia." Raigen menaikkan sebelah alis, cukup kaget menatap istrinya yang berbicara panjang lebar dan cepat. Sudut bibir Raigen terangkat, membentangkan senyuman lebar yang geli karena lucu pada Inggita. Ah, lagi-lagi Raigen menemukan keanehan di dalam diri perempuan ini. Saat Inggita Inggita menggunakan kacamata, perempuan ini berbicara sangat berhati-hati dan sopan. Nada dan cara bicaranya terkesan formal. Namun, ketika kacamata perempuan ini dilepas, cara bicaranya sangat cepat. "Humm." Raigen berdehem rendah, tiba-tiba mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh Inggita. Anehnya saat dia mendekat ke arah perempuan ini, Inggita biasa saja. Biasanya, saat Raigen mencoba mendekatinya Inggita selalu menunjukkan respon waspada, gugup, dan grogi. Tetapi tanpa kacamata, perempuan ini tidak menunjukkan gestur waspada. Smirk tipis seketika muncul di bibir Raigen. Dia ingin mencoba sesuatu! "Malam ini kau sangat cantik, Gita," ucap

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Aluna, aku boleh bergabung dengan kalian tidak? Kebetulan ke-dua temanku ingin berkenalan dengan istrinya Kak Raigen," ucap Seana, menatap Aluna dengan senyum tipis dan ekspresi yang ia jaga supaya tetap anggun. Aluna menatap Seana secara datar, setelah itu beralih menatap ke-dua teman perempuan itu. "Silahkan," jawab Aluna. Seana kembali senyum manis pada Aluna. Dia dan teman-temannya duduk lalu segera menatap fokus ke arah Inggita. "Hai, Inggita," sapa Seana, manis dan ceria. Inggita senyum kaku, balik menyapa perempuan tersebut. "Hai," sapanya. "Kupikir Kak Raigen tak akan membawamu ke pesta sepertinya ini soalnya ini pesta orang-orang berkelas. Ternyata Kak Raigen cukup nekat membawamu yah," ucapnya, lagi-lagi dengan nada manis sambil senyum lembut pada Inggita. "Apaan dah kamu ngomong gitu?" Sza yang memang kesabarannya cukup tipis, langsung menunjukkan ketidak sukaan pada Seana. Alisnya menekuk dan ekspresinya tampak kesal. "Maaf kalau aku salah bicara," ucap Sea

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Ada apa, Gita?" tanya Raigen, mengamati wajah istrinya yang tampak cemas dan gelisah. Inggita mendongak pada Raigen, senyum kaku lalu menggelengkan kepala. "Kurasa Aluna sudah sering membawamu untuk menghadiri acara seperti ini, jadi seharusnya kau sudah biasa karena ini tidak jauh berbeda dengan acara yang sering kau hadiri bersama Aluna, Sweetheart," ucap Raigen, mencoba menenangkan istrinya yang tampak gugup dan cemas. Inggita lagi-lagi mendongak pada Raigen, dia mengerjap beberapa kali lalu berkata, "tapi ini berbeda, Mas. Soalnya aku datang sebagai istri Mas Raigen. Aku … aku takut pada pandangan orang-orang terhadapku," jujurnya. Raigen menaikkan sebelah alis, diam untuk mengamati sejenak raut muka istrinya yang masih gelisah dan gugup. Entah kenapa Raigen tiba-tiba teringat dengan mantan istrinya yang juga mudah sekali insecure, seperti Inggita saat ini. Bedanya, Shela lebih dulu merasa hebat, berbangga diri, dan mengklaim dirinya lebih wah dari pada lain. Namun, ke

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Benar, Sweetheart?" tanya Raigen sambil menatap Inggita dengan ekspresi wajah tegas. Suaranya memang lembut tetapi tatapannya mengintimidasi. Inggita yang duduk di samping Raigen yang sedang mengemudi, menatap pria itu dengan gugup. Ekspresi Inggita tampak kaget, tak menduga jika Aluna akan mengadukan hal tadi pada Raigen. "U'um." Inggita menganggukkan kepala secara pelan, "tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan kok, Mas. Soalnya staf barunya masih anak-anak."Raigen menatap sejenak pada Inggita. "Anak-anak?" "Iya. Masih 23 tahun. Untuk di zaman sekarang sih, itu masih tergolong remaja. Masih belum dewasa dan labil itu," jelas Inggita, benar-benar tak ingin memperpanjang masalah tadi. Untuk masalah tadi, Inggita menganggapnya sebagai masalah salah paham saja. Mungkin si staff baru sedang lelah campur ada masalah pribadi, makanya dia melampiaskan kekesalannya pada orang lain. "Usiamu dengannya hanya beda 3 tahun, Sweetheart." Raigen berkata pelan, "kau juga masih anak-anak, jadi

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Jujur iya," ucap Inggita sambil menatap kesal pada staf baru tersebut. Dia meneguk saliva susah payah, bukan karena takut tetapi sebagai bukti betapa jengkelnya dia pada sosok perempuan yang saat ini sudah di depannya. "Ouh, berarti yang kuomongin barusan benar dong, Kak?" Perempuan itu menaikkan alis, semakin menatap remeh pada Inggita, "ternyata Kakak juga merasa yah kalau Kakak ini semena-mena setelah mendapat gelar sebagai CEO dari Des'Art?" "Nggak juga." Inggita berkata cukup tenang, mencoba menahan emosi karena masih mengingat posisinya. Yah, dia asisten Aluna yang sudah banyak menghadapi masalah yang menguji emosi. Dia tidak boleh terpancing begitu saja pada anak ingusan ini, "aku hanya tak suka pada sikapmu yang menjuruh ke arah keributan dan perselisihan." Dinda—staff baru tersebut bersedekap angkuh, menatap Inggita dari atas hingga bawah lalu senyum sinis pada Inggita. "Kalau kamu nggak suka, yah, itu urusan kamu, Kak. Ahahaha … sepertinya Kakak benar-benar merasa tingg

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status