Share

Bab 194

Author: Just Mommy
last update publish date: 2026-10-15 06:40:00

Gairah di antara mereka meletup di dalam ruangan beruap tersebut. Julian memanjakan setiap inci tubuh istrinya dengan sentuhan dan pujian manis yang membuat Elena makin terbuai.

“Sayang,” bisik pria itu, di ceruk leher istrinya.

Elena memejamkan mata sambil mendongak. Meresapi setiap sentuhan suaminya itu.

Suara desahan halus dan bisikan cinta saling bersahutan. Menyatu dengan gemericik air kolam yang menenangkan.

Momen kebersamaan yang sangat inti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 195

    Daniel tiba-tiba tersenyum. “Saya tahu, Tuan Wardana tidak akan suka jika saya yang memberikannya secara langsung. Makanya saya ingin minta tolong Pak Leon.”“Begitu, ya?” Leon masih ragu/“Iya. Saya harap Pak Leon bisa memberikan ini. Anggap saja ini welcome snack dari villa kami,” tutur Daniel.“Baiklah.” Akhirnya Leon mengalah. Dia mengambil kudapan itu. Daniel pun pamit lagi.Langkah kaki Leon terhenti tepat di depan pintu kamar VIP Suite. Di tangannya, tersaji sebuah nampan kayu berisi kotak bingkisan berhias pita merah. Kudapan manis khas Harbin yang baru saja diantarkan oleh Daniel.Leon sempat menimbang-nimbang keputusannya. Ia menelan saliva, teringat betul tatapan membunuh sang atasan saat berhadapan dengan pemilik vila itu beberapa jam lalu.‘Mati aku kalau Tuan makin mengamuk,’ batin Leon ragu. Tapi tidak enak juga kalau menolak niat baik orang lain secara terang-terangan.Dengan men

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 194

    Gairah di antara mereka meletup di dalam ruangan beruap tersebut. Julian memanjakan setiap inci tubuh istrinya dengan sentuhan dan pujian manis yang membuat Elena makin terbuai.“Sayang,” bisik pria itu, di ceruk leher istrinya.Elena memejamkan mata sambil mendongak. Meresapi setiap sentuhan suaminya itu.Suara desahan halus dan bisikan cinta saling bersahutan. Menyatu dengan gemericik air kolam yang menenangkan. Momen kebersamaan yang sangat intim itu menjadi pembuka malam pengantin yang teramat sempurna dan tak terlupakan bagi mereka berdua di negeri salju Harbin.“Bagaimana, nyaman?” tanya pria itu sambil mengecupi dada istrinya. Tangannya mulai bergerak liar, memijat-mijat bagian favorit yang ada di tubuh istrinya itu.“Engh ....” Elena mulai melengguh saat jemari suaminya menelusup ke bawah.Pria itu menarik Elena ke dalam dekapannya, lalu jarinya bergerak semakin liar. “Suka, hem?”Wanita

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 193

    "Masalah apa yang Nyonya maksud?" tanya Leon formal."Orang tua Amanda baru saja mendatangi rumahku sambil marah-marah!" terang Helena berapi-api. "Mereka mencari keberadaan putri mereka yang hilang!"Leon tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan kepanikan sedikit pun. "Lalu apa hubungannya dengan Tuan?""Jangan pura-pura bodoh, Leon!" bentak Helena tajam. "Ke mana Julian membuang Amanda, hah?!""Mohon maaf, Nyonya. Mengenai informasi tersebut, saya tidak berhak memberitahukannya tanpa izin dari Tuan," jawab Leon patuh pada protokol."Kalau begitu minta izin padanya, sekarang!" cecar Helena memaksa. "Bagaimana kamu bisa tahu dapat izin atau tidak kalau kamu saja belum bertanya padanya?!""Saya tidak akan mengganggu waktu pribadi Tuan dan Nona Elena," pangkas Leon dingin dan tidak bisa diganggu gugat. "Itu adalah perintah tegas."Helena makin murka mendengar penolakan mentah-mentah dari asisten putranya itu. Su

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 192

    Leon menelan salivanya yang terasa kering. "M-mohon maaf, Tuan. Vila ini adalah rekomendasi resor bintang lima terbaik dan paling privat di Harbin. Saya tidak memiliki data bahwa pemiliknya adalah kenalan Nona Elena."Elena tak sanggup lagi menahan tawanya melihat nasib asisten suaminya itu. Ia memegang kedua pipi suaminya, memalingkan wajah tampan itu agar kembali menatapnya."Sudah, jangan menyalahkan Leon," bujuk gadis itu manis, seraya mengelus rahang suaminya. "Leon tidak salah apa-apa. Sekarang, ayo cari kamar kita yang sebenarnya, aku sudah kedinginan."Tatapan membunuh di mata Julian seketika meleleh saat melihat tatapan memohon dari istrinya. Pria itu menghela napas berat, merebut kertas peta dari tangan Leon dengan kasar."Biar aku yang baca petanya," desis Julian gengsi.Pria berkuasa itu meneliti denah di kertas tersebut selama beberapa detik, lalu mengapit tangan istrinya kembali. Ia melangka

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 191

    Elena menyadari perubahan aura suaminya yang mendadak sangat mencekam. Ia segera memegang lengan suaminya untuk mencairkan suasana yang makin kaku."Sayang, ini Daniel," tutur Elena lembut, berusaha tersenyum sealami mungkin. "Dulu dia kakak kelas yang sempat datang ke kampusku saat program pertukaran pelajar."Daniel mengangguk ramah, berusaha bersikap sopan. "Senang bertemu Anda, Mr. Wardana.""Daniel, perkenalkan, ini Julian," sambung Elena tegas dan tanpa ragu. "Dia suamiku."Elena berharap penjelasannya sudah sangat jelas agar suaminya tidak cemburu buta. Namun, dominasi dalam diri seorang Julian Wardana sama sekali tak bisa diredam.Pria berkuasa itu menarik tubuh istrinya rapat-rapat ke pelukannya. Ia sengaja melingkarkan lengannya di pinggang ramping sang istri, memamerkan kepemilikan mutlak di depan pria lain."Istriku sangat ramah pada semua orang," ujar pria itu dengan nada datar nan dingin. "Terutama pada

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 190

    Elena tersenyum sangat manis, menyandarkan kepalanya di bahu Julian dengan rasa aman yang sempurna. Pesawat jet pribadi itu pun perlahan bergerak naik menembus awan. Membawa mereka menuju babak baru kehidupan yang penuh cinta dan kebahagiaan.Pesawat jet pribadi milik Julian akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Taiping, Harbin. Hawa dingin khas musim dingin yang menggigit langsung menyambut kedatangan mereka saat pintu kabin terbuka.Elena melangkah keluar dengan mantel tebal berbulu bernuansa putih bersih. Pandangannya langsung disuguhkan oleh hamparan salju putih yang melapisi seluruh penjuru kota."Wah, Julian! Lihat saljunya tebal sekali!" ucap wanita itu, dengan mata berbinar-binar bahagia.Julian tersenyum hangat melihat kepolosan istrinya. Ia merapikan syal wol yang melingkar di leher Elena. Sikapnya sangat jauh dengan pria berdarah dingin yang telah menghancurkan mantan istriny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status