Compartir

bab 16

Autor: Tiga djati
last update Última actualización: 2025-12-26 23:01:54

"Benar juga, kalau kali ini dibiarkan, bukankah dia akan semakin sombong karena merasa dimanjakan? Akan bertindak semena-mena dan tak mengindahkan siapa pun!" Selir Jiang menahan rasa cemburunya dan ikut bersuara.

Selir Li dengan hati-hati mengingatkan, "Yang Mulia sedang sangat menyayanginya. Kemarin, entah bagaimana, Selir Liu menyinggung perasaannya. Tak hanya pelayannya di pukuli sampai wajahnya rusak, bahkan dia sendiri di turunkan pangkatnya. Sekarang, dia adalah kesayangan di hati Kaisar, mana mungkin bisa diganggu sembarangan."

Siapa sangkar kata-kata itu justru membuat amarah Selir Shu semakin berkobar.

"Selir Liu memang tidak tahu tempat. Dia pantas di hukum. Kaisar bukan sedang melindungi Selir Jia! Hari ini Selir Jia terlambat memberi salam, ini kesalahan yang tidak bisa diabaikan. Bagaimanapun juga, tak ada yang boleh lolos dari hukuman."

"Meskipun Kaisar hadir sekalipun, tak seharusnya dia terang-terangan melindunginya seperti ini!"

"Selir Shu benar juga," guma
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Rifda Nafisha
hari ini gada up thor??? syediiiihhh bgt
goodnovel comment avatar
Rifda Nafisha
tambah seru wahhhhh. up yg banyak napa thorr....othorrrrr
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 19

    "Biarkan Selir Shu dan Selir Li membantumu mengelola urusan Istana, berbagi tanggung jawab agar semuanya lebih seimbang," ucap Qin Feiling datar. Usai berkata demikian, ia langsung memeluk Zhou Lingge dan pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Zhou Shiya. Punggungnya tampak begitu dingin dan tak berperasaan. Tubuh Zhou Shiya gemetar. Ia berusaha keras menjaga dirinya tetap tegar, tapi akhirnya tak mampu membendung gejolak emosi—dunia dimatanya gelap seketika, dan iapun jatuh pingsan. Istana Fengluan mendadak jadi kacau balau. Sementara itu, Selir Shu dan Selir Li justru diuntungkan oleh kejadian ini. Sebuah keberuntungan tak terduga menghampiri mereka. Semala ini, Zhou Shiya menggenggam erat kekuasaan istana. Tak disangka, hanya dengan satu langkah dari seorang selir kecil seperti selir Jia Pin, keseimbangan itu langsung hancur berkeping-keping. Selir Shu memegang sapu tangan sambil menggigit bibir, matanya menatap nanar ke arah kepergian Qin Feiling dan Zhou Lingge. Mes

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 18

    "Logikamu tidak masuk akal, ini hanya jelas-jelas kebohongan terang-terangan. Yang Mulia, Anda dengar sendiri.... hamba sungguh-sungguh telah di fitnah. Huhu.... hamba benar-benar sedih. Ini semua salah Anda yang terlalu memanjakan hamba, hingga mereka semua ingin mencelakai hamba. Bahkan kakak kandung hambapun... diapun mulai membenci hamba. Kehidupan hamba ke depan, bagaimana harus hamba jalani... huhu." Saat berbicara, Zhou Lingge kembali mencengkeram lengan baju Qin Feiling sambil menangis tersedu. Seperti kata pepatah, air mata seorang perempuan cantik bukanlah aib, justru mengahdirkan pesona yang menyayat hati dan menggugah jiwa. Setiap tetes air matanya yang bening bagaikan bintang-bintang di langit, membuat siapapun yang melihatnya merasa iba dan ingin melindunginya. Qin Feiling mengulurkan telapak tangannya yang lebar dan hangat, menepuk-nepuk lembut punggungnya, membantu menenangkan napas dan perasaannya. "Sudahlah, jangan menangis lagi. Aku akan membelamu. Pengawal!

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 17

    Para Selir yang hadir langsung tersentak dan buru-buru bersujud. "Yang Mulia." Kenapa Kaisar bisa datang ke sini pada saat seperti ini? Apakah beliau baru selesai menghadap? Beliau masih mengenakan jubah naga. Biasanya Kaisar tak pernah datang ke Istana Fengluan pada waktu seperti ini. Qin Feiling melangkah masuk ke dalam. Begitu masuk, ia langsung melihat Zhou Lingge yang tengah berlari sambil menangis hendak menabrakkan diri ke pilar. Wajahnya langsung berubah dingin, ia melangkah cepat dan menyambar pinggang Zhou Lingge, memeluknya erat ke dalam pelukannya. "Selir Jia, apa yang kau lakukan?" Mata Zhou Lingge merah, air mata bening mengalir di ujung matanya saat ia memandang Qin Feiling dengan tatapan penuh kepedihan dan keputusasaan. "Hamba difitnah dan tak bisa membela diri. Hanya kematian yang bisa membuktikan bahwa hamba tidak bersalah." Wajah Qin Feiling gelap sekelam tinta. Ia mengangkat pandangannya menatap para selir yang sedang berlutut, lalu akhirnya tata

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 16

    "Benar juga, kalau kali ini dibiarkan, bukankah dia akan semakin sombong karena merasa dimanjakan? Akan bertindak semena-mena dan tak mengindahkan siapa pun!" Selir Jiang menahan rasa cemburunya dan ikut bersuara. Selir Li dengan hati-hati mengingatkan, "Yang Mulia sedang sangat menyayanginya. Kemarin, entah bagaimana, Selir Liu menyinggung perasaannya. Tak hanya pelayannya di pukuli sampai wajahnya rusak, bahkan dia sendiri di turunkan pangkatnya. Sekarang, dia adalah kesayangan di hati Kaisar, mana mungkin bisa diganggu sembarangan." Siapa sangkar kata-kata itu justru membuat amarah Selir Shu semakin berkobar. "Selir Liu memang tidak tahu tempat. Dia pantas di hukum. Kaisar bukan sedang melindungi Selir Jia! Hari ini Selir Jia terlambat memberi salam, ini kesalahan yang tidak bisa diabaikan. Bagaimanapun juga, tak ada yang boleh lolos dari hukuman." "Meskipun Kaisar hadir sekalipun, tak seharusnya dia terang-terangan melindunginya seperti ini!" "Selir Shu benar juga," guma

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 15

    Demi kejayaan dan kelangsungan dinasti, Qin Feiling tetap harus memasukkan pemilihan selir baru ke dalam jadwal. Kemungkinan besar, seleksi ke dua sejak ia naik takhta akan digelar dalam setengah tahun ke depan. Qin Feiling sendiri tidak terlalu tergila-gila pada wanita. Ia bisa saja tidak mengunjungi istana belakang selama sepuluh hari atau setengah bulan. Para selir pun sudah terbiasa dengan sikap dinginnya, dan sebagian besar bahkan sudah enggan bersaing demi perhatian. Suasana Harem selama lima tahun ini cukup damai dan tenang. Namun siapa sangka, di saat menjelang seleksi ini, sang Permaisuri—demi mengamankan posisinya karena sedang mengandung—justru membawa adik tirinya masuk ke istana dan mengangkatnya sebagai Selir Jia Pin (Selir Tingkat Rendah). Mengingat hal itu, hati Selir Shu terasa tidak nyaman. Sejak awal ia tak menyukai sikap Permaisuri yang penuh kepura-puraan. Ia melirik kursi kosong di antara para selir dan dengan tajam menyindir. "Yang Mulia Permai

  • Permaisuri Iblis Kesayangan Kaisar   bab 14

    "Puih! Benar-benar tidak tahu diri! Apa kamu masih pantas atas perhatian dan kasih sayang yang di berikan oleh Sang Permaisuri selama ini? Lelaki milik Permaisuri pun berani kamu jamah. Sungguh tak tahu malu!" Tak sedikitpun ia menunjukkan rasa hormat pada Zhou Lingge, bahkan berani menghinanya terang-terangan. Qiao'er sampai pucat saking marahnya, ia langsung menegur keras, "Berani sekali! Tidak boleh bersikap kurang ajar pada Yang Mulia Selir!" Namun Qiu Hui hanya mencibir, tak menaruh sedikit pun hormat pada Qiao'er. Sejak dulu dia memang merendahkan Zhou Lingge. Menurutnya, seorang perempuan seperti itu—berwajah genit dan hanya anak selir—pantasnya hanya menjadi selir rendahan. Tak disangka, perempuan rendahan seperti Zhou Lingge justru bisa naik ke atas, menjadi Selir Jia Pin kesayangan Kaisar! Selain merasa tak adil untuk Permaisuri, dalam hati Qiu Hui pun menyimpan rasa iri. "Hari ini adalah jadwal seluruh selir dan wanita istana menyapa Sang Permaisuri, semua sud

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status