Share

Saat Hati Tak Lagi Ragu

Author: Airum
last update publish date: 2026-09-22 14:27:50

Aku masih menggenggam tangan Adrian ketika malam semakin larut.

Tidak ada yang kami katakan setelah itu.

Namun anehnya, aku tidak merasa membutuhkan percakapan.

Ada sesuatu yang terasa cukup dari sekadar duduk bersamanya.

Dulu, aku selalu merasa harus mengerti segala sesuatu.

Harus mengetahui apa yang akan terjadi.

Harus memastikan setiap keputusan memiliki alasan.

Namun bersama Adrian, aku perlahan belajar bahwa tidak semua hal harus memiliki

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Sesuatu yang Tidak Kuketahui

    Aku masih menatap pesan dari Clara ketika pintu rumah terbuka.Dion masuk sambil membawa beberapa barang dari mobil.“Kak?”Aku buru-buru mematikan layar ponsel.“Ya?”Dion berhenti di tempat.“Kakak kenapa?”“Tidak kenapa-kenapa.”Ia menatapku beberapa detik.Aku tahu ekspresi wajahku pasti tidak bisa menyembunyikan apa pun.Dion kemudian duduk di sofa seberangku.“Adrian belum pulang?”Aku menggeleng.“Dia pergi.”“Dengan Clara?”Aku langsung menatapnya.“Kamu tahu?”“Adrian bilang tadi siang.”Aku menarik napas panjang.“Dion.”“Hmm?”“Menurutmu, Clara itu seperti apa?”Dion tampak berpikir.“Kenapa tiba-tiba tanya dia?”“Jawab saja.”“Setahuku dia mantan rekan bisnis Adrian. Mereka cukup dekat dulu.”Aku menunduk.“Seberapa dekat?”Dion mengangkat bahu.“Aku tidak tahu.”Jawaban itu justru membuat pikiranku semakin kacau.Aku membuka ponsel lagi.Pesan Clara masih ada.Sebaiknya kau mendengarnya langsung dariku sebelum Adrian menceritakannya kepadamu.Apa yang sebenarnya ingin dia

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Wanita yang Datang Kembali

    Pagi itu terasa jauh lebih tenang dibandingkan beberapa hari terakhir.Tidak ada pesan aneh.Tidak ada foto yang tiba-tiba masuk.Tidak ada suara mencurigakan di luar rumah.Setelah sekian lama, aku bisa duduk di ruang keluarga tanpa terus-menerus memeriksa ponsel.Aku bahkan mulai berpikir mungkin kami memang bisa kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.Adrian duduk di seberangku sambil membaca sesuatu di tabletnya.Sesekali ia mengangkat wajah dan melihat ke arahku.“Apa?” tanyaku.“Tidak apa-apa.”“Kamu melihatku dari tadi.”“Aku suka melihatmu.”Aku mendengus kecil.“Gombal.”“Aku serius.”Aku berusaha menahan senyum.Rasanya menyenangkan.Setelah semua ketegangan yang terjadi, aku mulai menghargai hal-hal kecil seperti ini.Namun ketenangan itu ternyata tidak berlangsung lama

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Pintu yang Terbuka

    Aku hampir tidak tidur malam itu.Bukan karena takut.Setidaknya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa bukan itu alasannya.Pikiranku terus kembali kepada pesan terakhir yang dikirim orang misterius itu.Jangan bawa siapa pun.Kalimat sederhana, tetapi justru membuatku semakin yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui gerak-gerik kami.Pagi harinya, aku menemukan Adrian sudah berada di ruang keluarga.Ia duduk sambil membaca beberapa dokumen di tabletnya.Begitu melihatku, ia langsung meletakkan benda itu.“Kau tidak tidur?”Aku menggeleng.“Kamu juga.”“Aku tidur.”Aku mengangkat alis.“Berapa lama?”Adrian terdiam sebentar.“Tidak penting.”Aku hampir tersenyum.Di tengah situasi seperti ini, dia masih sempat menghindari pertanyaanku.Aku duduk di sampingnya.

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Orang yang Ingin Adrian

    Aku masih menatap layar laptop ketika suara notifikasi dari ponsel Adrian kembali terdengar.Satu kali.Pendek, tetapi cukup untuk membuat kami bertiga langsung menoleh.Adrian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.Sebuah pesan masuk dari nomor yang sama.Tidak ada nama pengirim.Tidak ada kalimat pembuka.Hanya sebuah foto.Aku mendekat untuk melihatnya.Dan seketika tubuhku terasa kaku.Foto itu memperlihatkan Adrian yang sedang berdiri di depan jendela ruang kerjanya.Aku mengenali pakaian yang dikenakannya.Kemeja yang sama.Jam tangan yang sama.Bahkan posisi berdirinya pun sama seperti beberapa menit lalu.“Ini baru saja diambil,” kataku pelan.Adrian tidak menjawab.Dion mengambil ponsel itu dari tangannya dan memperbesar foto tersebut.“Lihat bagian belakang.”Aku mengikuti arah jarinya.Di balik kaca

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   File yang Tidak Seharusnya Ada

    Aku menatap flash drive kecil itu cukup lama.Nomor 317 di bagian belakangnya membuat pikiranku kembali pada Hotel Mahendra.Tempat yang kukira sudah menjadi bagian dari masa lalu.Tempat yang seharusnya tidak lagi memiliki hubungan dengan kehidupanku sekarang.Namun benda kecil itu seolah mengatakan sebaliknya.“Apa yang harus kita lakukan?” tanyaku.Adrian masih memegang flash drive tersebut.“Jangan dibuka di komputer rumah.”“Kenapa?”“Kalau orang yang mengirim ini sengaja meninggalkannya di sini, kita tidak tahu apakah ada sesuatu di dalamnya yang bisa melacak perangkat.”Dion mengangguk.“Adrian benar.”Aku menatap mereka.“Lalu?”“Kita bawa ke tempat yang aman.”“Ke kantor?”“Tidak.”Adrian berpikir sejenak.“Aku punya ruan

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Seseorang yang Mengawasi Kami

    Aku masih menatap foto Adrian di layar ponselku.Foto itu diambil dari jarak dekat.Terlalu dekat.Bukan foto dari jalan raya atau tempat umum. Bukan pula gambar yang bisa saja diambil secara kebetulan.Seseorang memang sengaja mengawasi kami.Dan yang paling membuatku takut adalah waktu pengambilannya.Foto itu jelas diambil hari ini.Saat kami berada di taman.Saat aku dan Adrian sedang berjalan bersama.Aku menelan ludah.“Adrian…”“Aku tahu.”Suaranya terdengar tenang, tetapi aku mengenalnya cukup baik untuk mengetahui bahwa ketenangan itu dipaksakan.Dia mengambil ponselku dan memeriksa kembali pesan tersebut.“Jangan hapus apa pun.”“Kenapa?”“Kita mungkin membutuhkan semua ini sebagai bukti.”Aku mengangguk.“Menurutmu siapa?”“Aku belum tahu.”&ldq

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status