Share

Panas

Penulis: Salwa Maulidya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-27 09:00:37

Belum sempat Nadira menjawab, Reiner lebih dulu menggenggam pergelangan tangannya dan membawanya ke sebuah tempat yang agak sepi. Cahaya bulan purnama memancar lembut di langit malam, menyoroti mereka di taman belakang rumah yang jauh dari keramaian acara keluarga.

Tanpa disadari Reiner, Jasmine memperhatikan mereka sejak Nadira mendekat. Ketertarikan Jasmine terhadap kedekatan Reiner dan Nadira tiba-tiba memuncak.

"Kak Reiner, mau ke mana?!" seru Kanaya, yang juga melihat kakaknya membawa Nadira pergi. Namun, serunya terabaikan. "Kak Jasmine baik-baik saja?" tanya Kanaya kemudian. Sebagai seorang wanita, Kanaya merasakan kekesalan Jasmine saat suaminya memegang tangan wanita lain.

"Aku tidak apa-apa, Nay," jawab Jasmine dengan senyum terpaksa. "Ngomong-ngomong, bisa tidak kamu jangan memanggilku kakak? Cukup Jasmine saja. Aku rasa itu akan lebih nyaman untuk kita."

"Sebenarnya aku ingin menghormatimu sebagai kakak ipar," ujar Kanaya sambil terkekeh. "Tap

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Permintaan Konyol

    Elis yang terlihat sangat terkejut pun segera menutup laci kembali. Dia berdiri dengan tegak. "Sa-saya mau mengembalikan bolpen milik Pak Reiner ke sini. Karena saya khawatir Bapak mencarinya besok."Reiner menaikkan sebelah alisnya. Dia mengamati bolpen seharga jutaan di tangan Elis. "Mulai besok jangan masuk ke ruangan saya kalau tidak disuruh," ucap Reiner tegas. "Walaupun saya sudah pulang."Elis mengangguk cepat. "B-baik, Pak. Saya minta maaf untuk kesalahan saya hari ini."Reiner tidak menanggapi lagi. Dia lebih memilih mengambil ponselnya yang tergeletak di atas sofa. Kemudian pergi lagi.Ketika sampai di mobil, Reiner segera menghubungi nomor Bayu. Dan panggilannya terangkat di dering pertama."Ada yang bisa saya bantu, Pak?""Selidiki Elis. Gelagatnya sangat mencurigakan." Reiner berkata dingin."Maksudnya, dia sudah berbuat sesuatu?""Aku curiga dia yang sudah membocorkan ide perusahaan pada Bimantara Group. Jadi aku

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Senjata Kecil sudah Dilemparkan

    Tak lama kemudian ponsel Reiner pun berdenting berkali-kali. Dia berlari ke arah meja dan mengambil ponselnya dari sana.Reiner segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Jasmine. Reiner mengibaskan tangan di udara, menyuruh Bayu agar keluar dari ruangan ini segera. Bayu pun menurut,["Reiner, hari ini aku bertemu Leo. Jangan marah ya, please."]["Leo akan pulang ke Italia, jadi hari ini dia pamit padaku dan mengajakku makan siang untuk terakhir kali."]Helaan napas lega akhirnya lolos dari bibir Reiner begitu membaca isi pesan dari Jasmine.Di satu sisi Reiner masih merasa cemburu dan kesal saat membayangkan istrinya berduaan dengan pria lain. Tapi di sisi lain, Reiner harus menghargai usaha Jasmine yang sudah mau jujur padanya.Dan apa katanya tadi? Leo akan pulang ke Italia?Bibir Reiner mengulas senyum miring. Itu artinya Reiner tidak perlu khawatir lagi Leo akan mengganggu Jasmine ke depannya.Reiner akhirnya bisa du

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Reiner jadi Kesal Sendiri

    Kening Jasmine berkerut dalam. Dia menoleh pada Feby yang tengah mengelap etalase. "Maksud kamu Leo?""Iya, Bu. Pokoknya yang pernah berantem sama Pak Reiner di ruangan atas waktu itu."Ah ya, Leo. Apa kabar pria itu? Jasmine hampir melupakan Leo karena sibuk dengan diri sendiri dan Reiner."Dia cuma datang ke sini doang?" tanya Jasmine penasaran."Selalu beli kue, sih, Bu. Tapi sepertinya dia mencari Bu Jasmine. Gelagatnya aneh soalnya.""Ooh ...." Jasmine manggut-manggut mengerti. Mungkin Reiner jarang ke sini.Karena kalau sering datang dan tahu bahwa Leo selalu datang kemari, Jasmine bisa memastikan Reiner akan mengusir Leo supaya tidak datang lagi ke toko.Saat Jasmine hendak pergi ke dapur produksi, dia tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Leo. Pria itu tersenyum dan menghampiri Jasmine, tatapannya lalu jatuh pada perut Jasmine yang membesar."Lama tidak bertemu, Jasmine. Gimana kabarmu?"Jasmine masih merasa ter

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Tidak ada Rahasia

    Selagi Reiner sibuk membersihkan dirinya di kamar mandi, pagi itu Jasmine masuk ke ruangan kerja Reiner. Sudah jadi kebiasaan Jasmine menyiapkan segala keperluan suaminya termasuk mengambil tas kerja di ruangan itu.Didorongnya pintu ruangan tersebut dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut. Kening Jasmine berkerut begitu melihat meja kerjanya berantakan.Tidak biasanya Reiner membiarkan ruangan ini berantakan oleh kertas-kertas yang berserakan di atas meja.Reiner orang yang perfeksionis. Dia paling tidak suka keadaan ruangan berantakan dan kotor. Tapi saat ini sepertinya pengecualian.Mungkin, Reiner kerja semalam dan dia tidak sempat merapikannya kembali saking mengantuk. Tapi pagi ini pun Jasmine tidak berani merapikannya, khawatir ada kertas penting yang hilang atau terselip.Jasmine mendekati meja kerja dan mengambil sebuah tas di sana, Tadinya dia akan langsung pergi. Tapi niatnya tertahan saat ekor matanya menangkap sesuatu yang aneh.

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Tidak Mau Mengulang Tiga Bulan yang Lalu

    "Memangnya kamu di mana, Van? Tidak ada di rumah ya?" Jasmine sempat melirik Reiner yang tengah bersedekap dada, memperhatikannya."Iya, Jasmine Sudah satu bulan aku tinggal di apartemen. Dan akhir-akhir ini jadwalku cukup padat di rumah sakit." Terdengar helaan napas berat di sana. "Kamu dan kandunganmu baik-baik saja?""Kami baik-baik saja. Dua mingguan lagi mereka akan lahir, Van.""Syukurlah. Aku harap persalinannya lancar."Di sisi lain Evano tengah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang ada di apartemennya. Bibirnya mengulas senyum tipis ketika mendengar suara Jasmine.Tanpa satu orang pun yang tahu, bahwa sebenarnya Evano sedang menghindari perasaannya yang tumbuh untuk istri sepupunya itu.Saat Jasmine pergi, Evano pun merasa tersiksa. Meski tidak sebesar yang dirasakan Reiner. Maka dari itu Evano menyibukkan dirinya dan pindah ke apartemen untuk sementara waktu.Dan ketika mendengar kabar bahwa Jasmine telah kembali,

  • Pernikahan Dadakan dengan Bos Arogan   Perlukan Diganti?

    "Jasmine ….""Aku akan memanaskan sayur untuk makan malam kamu."Reiner tersenyum. Ternyata meski Jasmine marah, dia masih peduli padanya. "Hati-hati di dapur. Aku akan mandi dulu."Pada akhirnya Reiner tidak ingin mendesak Jasmine untuk memaafkannya. Reiner perlu bertindak, bukan mengedepankan kata-kata.Reiner masuk ke kamarnya sambil melemparkan tas kerja ke atas sofa. Kemudian melepas kancing kemejanya satu persatu.Lagi-lagi Reiner dibuat tertegun oleh Jasmine saat tatapannya jatuh ke atas kasur. Di sana sudah ada pakaian tidur Reiner yang terlipat rapi, lengkap dengan pakaian dalamnya dan handuk.Reiner kembali tersenyum dan merasa terenyuh atas perhatian Jasmine padanya. Dia lantas meraih handuk tersebut dan masuk ke kamar mandi.Dua puluh menit kemudian Reiner kembali turun ke lantai bawah untuk makan malam. Reiner memang sengaja tidak makan di luar, karena dia tahu Jasmine pasti sudah menyiapkannya.Makan malam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status