Share

Bab 282

Auteur: Elyssa
Ruang privat itu cukup besar, tetapi orang di dalamnya tidak banyak.

Saat melihat Francis, Darlene juga tidak merasa terlalu terkejut. Ada dua pria bersetelan jas di belakang Francis, salah satu yang dikenalnya adalah pengawal Francis dan satunya lagi tidak dikenalnya. Meskipun sama-sama mengenakan jas hitam, aura yang terpancar dari ujung kepala sampai kaki jauh lebih serius. Dia menebak orang itu pasti pengacaranya Fancis.

"Darling, duduklah," kata Francis sambil tersenyum palsu.

Darlene berpi
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 284

    Kenward sebenarnya tidak terlalu tertarik pada berita viral, tetapi entah mengapa dia tetap menekan berita itu. Setelah membacanya, dia langsung keluar dan menelepon Saka. "Sudah tidur?""Belum. Pak Kenward ada perintah?" tanya Saka.Kenward sadar pertanyaan itu sia-sia. Meskipun sudah tidur, Saka juga pasti akan bilang belum. "Pamannya Darlene itu ...."Saka yang berada di seberang telepon mengangkat kepala dan tatapannya terlihat sangat terkejut. Dia tidak menyangka Kenward meneleponnya larut malam seperti ini bukan karena urusan perusahaan, melainkan karena Darlene. "Baik .... Pak Kenward, aku akan segera mengurusnya."Dua hari berikutnya, Darlene tidak terlalu memikirkan urusan Jacob dan Jacob juga tidak mencarinya lagi. Sambil mencari inspirasi untuk proyek kerajaan Negara Yatilavia, dia juga menunggu telepon dari Kenward atau Francis. Dia memang menerima telepon, tetapi itu dari orang yang sama sekali tidak diduganya.Begitu masuk ke Galeri Gaun Pengantin Internasional Jenny, Dar

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 283

    "Nggak," jawab Darlene."Baik," kata Kenward.Percakapan itu sangat singkat.Darlene juga tidak yakin mengapa Kenward bisa meneleponnya. Sebelum dia sempat mengatakan apa-apa lagi, Kenward sudah menutup teleponnya terlebih dahulu.Dia mengemudi menuju Toko Tongti. Peter mengajaknya bertemu di sana untuk minum teh sore sambil membicarakan urusan pekerjaan."Sekarang kamu orang sibuk. Mau ketemu sebentar saja susah," canda Peter."Siapa yang bilang? Jadwalku selalu tersedia untukmu," kata Darlene sambil tersenyum. Saat bersama dengan Peter, suasananya jauh lebih santai dibandingkan saat menghadapi Keluarga Bramantyo. Dia merasa ketegangan di kepalanya akhirnya mengendur, bahunya juga ikut terasa santai."Meskipun pekerjaan sangat penting, kesehatan lebih penting. Kamu juga jangan terlalu lelah," hibur Peter sambil mengulurkan tangan dan memijat pelipis Darlene.Darlene sempat tertegun sejenak, tetapi kebetulan Peter sudah menarik kembali tangannya.Di seberang Toko Tongti, seseorang terl

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 282

    Ruang privat itu cukup besar, tetapi orang di dalamnya tidak banyak.Saat melihat Francis, Darlene juga tidak merasa terlalu terkejut. Ada dua pria bersetelan jas di belakang Francis, salah satu yang dikenalnya adalah pengawal Francis dan satunya lagi tidak dikenalnya. Meskipun sama-sama mengenakan jas hitam, aura yang terpancar dari ujung kepala sampai kaki jauh lebih serius. Dia menebak orang itu pasti pengacaranya Fancis."Darling, duduklah," kata Francis sambil tersenyum palsu.Darlene berpikir Francis bisa memakai nama Kenward untuk mengajaknya bertemu karena takut dia mungkin tidak akan datang jika Francis yang mengundangnya langsung."Darling, aku bicara terus terang saja. Aku nggak ingin kamu bercerai dengan Kenward, setidaknya belum sekarang. Jadi, sebutkan syaratmu ...."Saat Francis berkata seperti itu, pengacara di belakangnya segera menyerahkan sebuah dokumen ke hadapan Darlene.Darlene menundukkan kepala dan membaca dokumen itu sekilas. Itu adalah perjanjian yang isi bagi

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 281

    Gianna takut akan meninggalkan jejak yang mencurigakan, sehingga dia pergi ke salon kecantikan terlebih dahulu untuk menutupi semua bekas ciuman di tubuhnya. Setelah itu, dia juga membuat janji untuk melakukan himenoplasti pada hari ini. Meskipun sebelumnya gagal, dia tetap tidak akan menyerah.Setelah masuk ke dalam mobilnya dan melepaskan topi, syal, sarung tangan, serta kacamata hitamnya, Gianna menarik napas dalam-dalam. Dia harus mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya. Tidak peduli kapan Kenward baru akan menyentuhnya, dia tetap harus menjadi perawan.Gianna mengambil ponselnya, lalu membuka daftar panggilan. Namun, tidak ada satu pun panggilan yang tak terjawab. Sudah dua hari berlalu sejak terakhir kali dia memberi obat, tetapi Kenward tidak meneleponnya sama sekali dan bahkan tidak ada pesan di WhatsApp. Melihat itu, muncul firasat buruk di hatinya.Sudah berkali-kali, Gianna ingin menelepon Kenward terlebih dahulu. Namun, setiap kali ponselnya sudah di tangan, dia mele

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 280

    Darlene sudah tahu sejak awal, dari mulut Jacob tidak mungkin keluar kata-kata yang baik."Dulu waktu ibuku butuh uang untuk berobat, kamu lari paling cepat. Sekarang dengar aku menikah dengan Kenward, kamu malah datang minta investasi. Gimana bisa ada orang setebal muka kamu di dunia ini?"Tak pernah menyangka dirinya justru dimaki oleh Darlene, Jacob sampai terbelalak. "A ... aku, aku ...."Mengulang kata "aku" berkali-kali, Jacob tetap tidak bisa menemukan alasan apa pun."Pokoknya aku ini pamanmu, kamu harus bantu aku!""Bukankah dulu kamu sudah memutuskan hubungan denganku dan ibu? Dari mana datangnya nyalimu untuk mengaku sebagai pamanku?" Darlene berdiri. Wajahnya dingin saat memperingatkan Jacob."Aku beri tahu kamu, surat pernyataan pemutusan hubungan yang kamu tulis dengan tanganmu sendiri itu masih kusimpan. Karena kamu sudah bukan pamanku lagi, tentu saja aku juga nggak punya kewajiban untuk membantumu."Sebaiknya kamu tahu diri. Kalau nggak, sebagai istri keluarga konglome

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 279

    Bradly menatap wajah samping Kenward yang tegas dan berlekuk jelas. Tampak jelas bahwa Kenward bersungguh-sungguh."Kalau begitu, kita sepakati saja. Kalau suatu hari nanti kamu nyesal cerai dengan Darlene, kamu juga nggak boleh mengejarnya lagi."Di Studio D.Begitu tiba di kantor, Darlene langsung menyadari tatapan aneh dari Niken dan Fanny. Swara sebenarnya juga cukup penasaran, tetapi dibandingkan para perempuan yang rasa ingin tahunya membara, dia masih tergolong menahan diri.Darlene paham betul apa yang ingin diketahui Niken dan Fanny. Jika dia hanya istri Kenward, sebenarnya tidak ada yang layak digosipkan.Namun, dia bukan hanya tidak pernah mengungkapkan hal itu, Kenward juga selama ini terang-terangan maupun diam-diam membantu pesaingnya, Gianna. Hubungan cinta benci antara dirinya, Kenward, dan Gianna itulah yang menjadi daya tarik terbesar bagi Niken dan Fanny.Bagaimanapun juga, dia adalah atasan mereka. Selama dia tidak membuka mulut, mereka tidak berani bertanya sembara

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status