Home / Romansa / Pernikahan Tanpa Cinta / 28. Perasaan yang Tak Disadari

Share

28. Perasaan yang Tak Disadari

Author: DebilaL
last update publish date: 2026-08-21 23:30:04

Bianca yang masih berada di balik selimut tampak aneh menatap layar ponselnya. Rosaline sudah melihat sorotan cerita yang ia unggah beberapa waktu lalu, tetapi kenapa tidak ada satu pun pesan ataupun panggilan dari wanita itu di ponsel Damian?

Bahkan selama mereka menghabiskan waktu bersama, tidak ada satu pun gangguan berupa panggilan atau pesan dari Rosaline. Hingga semuanya selesai pun, wanita itu tetap tidak menghubungi Damian.

Kini Damian sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Sement
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Tanpa Cinta   28. Perasaan yang Tak Disadari

    Bianca yang masih berada di balik selimut tampak aneh menatap layar ponselnya. Rosaline sudah melihat sorotan cerita yang ia unggah beberapa waktu lalu, tetapi kenapa tidak ada satu pun pesan ataupun panggilan dari wanita itu di ponsel Damian?Bahkan selama mereka menghabiskan waktu bersama, tidak ada satu pun gangguan berupa panggilan atau pesan dari Rosaline. Hingga semuanya selesai pun, wanita itu tetap tidak menghubungi Damian.Kini Damian sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Sementara Bianca masih berbaring di atas ranjang sambil memegangi selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya.“Aneh… apa dia nggak melihat ada wajah Damian di situ?” gumam Bianca dengan dahi berkerut. “Padahal aku sudah memotretnya sejelas mungkin.”Harapan yang sejak tadi ia bayangkan tidak kunjung menjadi kenyataan.Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tetapi Rosaline sama sekali tidak menghubungi ponsel Damian. Bahkan pesan yang dikirim Damian kepadanya pun tidak dibalas.Seolah-olah wanita itu

  • Pernikahan Tanpa Cinta   27. Jejak Pengkhianatan

    Rosaline dan Anna kini sedang menikmati makan malam di sebuah restoran setelah seharian menghabiskan waktu bersama. Mereka sudah mengunjungi beberapa tempat, mencoba berbagai makanan, hingga menghabiskan cukup banyak waktu untuk memilih gaun yang akan dikenakan pada pesta besok malam.Anna tampak menikmati makanannya dengan santai. Sesekali ia mengangkat pandangan ke arah Rosaline yang sejak tadi juga sibuk menikmati hidangan di hadapannya.Namun, entah kenapa, sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di benaknya.“Kalau begitu, bagaimana hubunganmu dengan Alexander?” tanya Anna santai.Rosaline mengangkat wajahnya dan menatap Anna.“Alexander?”Anna mengangguk. Setelah kini mengetahui dengan jelas bagaimana sebenarnya hubungan Rosaline dan Alexander, Anna memang tidak bisa berhenti memikirkan satu hal.“Apa kamu nggak berniat menjadikan dia selingkuhanmu saja?”“Uhuk! Uhuk!”Rosaline yang saat itu sedang meneguk air langsung tersedak. Ia buru-buru menurunkan gelasnya ke atas meja, kemudian

  • Pernikahan Tanpa Cinta   26. Sebelum Pesta Dimulai

    Damian melangkah memasuki restoran yang berada tidak jauh dari butik tempat Bianca berbelanja. Sebenarnya, ia sama sekali tidak ingin datang ke tempat itu. Terlebih lagi, ia tahu butik tersebut berada tepat di seberang restoran dan Rosaline masih berada di sana.Ia tidak ingin sampai Rosaline melihatnya.Namun Bianca sudah lebih dulu mengancamnya. Jika Damian tidak datang menemuinya, wanita itu akan mengungkapkan hubungan mereka kepada siapa pun, termasuk keluarga Rosaline.Mau tak mau, Damian akhirnya datang.Begitu memasuki restoran, pandangannya langsung menemukan Bianca yang duduk di salah satu meja. Wanita itu tampak santai sambil menyilangkan kedua kakinya, seolah-olah tidak sedang membuat Damian berada dalam posisi sulit.Damian berjalan menghampiri meja tersebut, lalu menarik kursi di hadapan Bianca dan duduk.“Kamu terlambat lima menit.”Damian melirik jam tangannya sekilas sebelum mengembuskan napas pelan.“Jalanan macet. Makanya aku terlambat.”Bianca hanya mendengus kecil.

  • Pernikahan Tanpa Cinta   25. Gaun yang Tak Lagi Diinginkan

    Kedua pegawai butik itu segera menundukkan kepala. Setelah Bianca menyebut nama keluarga Maheswara, mereka tentu tidak berani lagi bersikap terlalu keras. Awalnya mereka memang tidak mengetahui bahwa wanita tersebut berasal dari keluarga Maheswara.Namun mereka juga mengenal Rosaline sebagai pelanggan tetap yang cukup sering berbelanja di butik itu. Terlebih lagi, Rosaline berasal dari keluarga Adiwijaya, salah satu keluarga terpandang yang kedudukannya hampir setara dengan keluarga Maheswara.Mereka berada dalam posisi yang serba salah.“Maaf, Nyonya. Meskipun Anda berasal dari keluarga Maheswara, tetapi—”“Sudahlah.”Rosaline segera memotong ucapan pegawai tersebut. Tatapannya beralih kepada gaun biru yang masih berada di tangan pegawai.“Kalau kamu memang menginginkan gaun ini, ambil saja. Kebetulan aku juga sudah tidak menginginkannya lagi.”Pegawai yang memegang gaun itu langsung menatap Rosaline dengan sedikit terkejut.“Nyonya Rosaline…”“Tidak apa-apa.” Rosaline tersenyum tipi

  • Pernikahan Tanpa Cinta   24. Wanita dari Keluarga Maheswara

    Rosaline masih sibuk menggulir layar ponselnya, mencari-cari pria yang sekiranya cocok untuk dijadikan selingkuhannya. Namun semakin lama ia mencari, semakin tidak ada satu pun yang menarik perhatiannya. Ada yang terlihat tidak sesuai dengan kriterianya, ada pula yang menurutnya terlalu mencolok. Setelah beberapa saat, Rosaline akhirnya menyerah. Ia meletakkan ponselnya di atas meja makan sambil mengembuskan napas kesal.“Kenapa nggak ada yang sesuai kriteriaku, sih?” gumamnya pelan.Rosaline menyandarkan tubuhnya ke kursi. Sejak memutuskan untuk membalas perlakuan Damian, ia memang sudah memikirkan satu hal dengan serius.Ia membutuhkan seorang pria yang tepat, bukan sembarang pria yang bisa membuat Damian cemburu. Tetapi seseorang yang cukup menarik untuk membuat suaminya benar-benar merasakan sakit yang sama.Sayangnya, mencari pria yang sesuai keinginannya ternyata jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.Rosaline pun kembali sibuk menggulir layar ponselnya, sesekali memperhat

  • Pernikahan Tanpa Cinta   23. Satu Janji, Dua Kehidupan

    Damian menatap layar ponselnya. Entah sudah berapa kali ia memeriksa layar tersebut, tetapi tidak ada satu pun pesan dari Rosaline.Biasanya, wanita itu akan mengirimkan banyak pesan kepadanya. Bahkan ketika Damian memberitahukan bahwa dirinya sedang lembur, Rosaline hampir selalu membalasnya, entah sekadar bertanya kapan ia pulang atau mengingatkannya untuk tidak terlalu larut.Namun malam ini berbeda.Pesan yang Damian kirimkan sejak beberapa waktu lalu bahkan belum dibalas sama sekali.Damian mengernyit kecil.Rosaline benar-benar sedikit berubah sekarang. Bukan hanya penampilannya saja, tetapi sikapnya juga.“Pak, untuk konsep pestanya bagaimana jadinya?” tanya Dino, salah satu staf bagian event perusahaan, yang sejak tadi ada di ruang kerja Damian.Damian yang sempat melamun akhirnya mengalihkan pandangan dari ponselnya.“Pestanya?”“Iya, Pak. Untuk konsep dan dekorasinya. Apa kita tetap mengikuti konsep awal atau ada perubahan?”Damian menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu terdia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status