Share

Bab 13

Author: Dandelion
last update publish date: 2025-10-25 15:39:19

Sore itu langit masih cerah, matahari belum sepenuhnya tenggelam ketika Bayu keluar dari pabrik bersama sekretarisnya - Sandi.

"Di, besok kamu pulang saja, biar saya yang stay di sini untuk langsung mengawasi pabrik dan jalannya produksi."

Setelah mengevaluasi banyak hal, Bayu tak ingin kecolongan lagi dengan keadaan pabrik. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan ia harus melihat sendiri bagaimana pabrik beroperasi. Perusahaan telah menggelontorkan uang tak sedikit akibat kebocoran limbah wakt
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 175

    Matthias mengalihkan tatapan lebih dulu. Laki-laki itu kemudian tersenyum, jelas sekali ada keterpaksaan di sana dan Katerina tahu akan hal itu. "Terima kasih karena telah memberi saya jawaban, Kate. Meski bukan sebagai pasangan, bisakah kita tetap berhubungan sebagai teman?""Ya tentu saja, Matt." Balasnya sembari tersenyum. Mungkin pertemanan adalah hal terbaik yang bisa ia berikan pada Matthias.Di saat yang sama, Bayu mendengarkan hampir semua percakapan Katerina dan Matthias dari balik tembok. Niatnya tadi ingin bertanya pada mantan istrinya itu di mana toples kukis milik Daniel karena anak mereka ingin kembali memakannya.Namun saat langkahnya hampir sampai ke ruang tamu, ia tak sengaja mendengar Katerina yang berkata tidak pada pernyataan Matthias. Ia sempat terkejut sesaat, tak menduga laki-laki bule itu ternyata sudah menyatakan perasaan pada Katerina. Berarti dugaannya selama ini tidaklah salah, Matthias memang menaruh rasa pada mantan istrinya.Untuk sesaa

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 174

    Bayu langsung menatap ke arah Matthias. Entah kenapa setiap kali ia melihat laki-laki itu ada rasa panas di dadanya. Rasa cemburunya begitu membakar sampai ia berpikir jika bisa, ia akan meminta laki-laki itu untuk tidak lagi bertemu dengan Katerina atau pun Daniel."Papa, lihat! Lego Niel yang baru udah dibuat sama Uncle Matt, karena Uncle Dre nggak bisa. Bagus kan, Papa."Ucapan polos Daniel justru seperti bensin yang disiramkan di tengah kobaran api di hatinya. Tapi sebisa mungkin ia mengontrol dirinya di depan sang anak."Iya bagus, sayang." Ucapnya seraya mengulas senyum dan mengelus kepala sang anak.Daniel kemudian menarik tangan Bayu untuk ikut duduk di karpet yang penuh mainan, tepat di sebelah Matthias. Anak sekecil Daniel tak tahu bahwa suasana di antara orang dewasa di sekitarnya mendadak begitu canggung.Namun tiba-tiba Andrea justru meminta Katerina untuk mengajak Matthias mengobrol di ruang tamu saja. "Kate, kalau kamu mau mengobrol sama Matthias d

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 173

    Daniel tak henti-hentinya mengunyah kukis buatanya dengan Eyang Sukma. Sepanjang perjalanan ke rumah mulut anak itu selalu terisi sampai membuat Katerina meringis melihatnya. Ia harus cepat-cepat menghentikan itu. Kukis itu banyak gulanya, dan anak sekecil Daniel tidak boleh terlalu banyak memakan gula."Niel, udah dulu ya makan kukisnya. Buat besok lagi." Ucapnya sambil menoleh sekilas ke arah sang anak yang duduk di kursi penumpang."Tapi kukisnya enak, Mama. Mau Niel habiskan.""Kalau habis nanti Niel nggak bisa makan lagi. Kan Mama nggak bisa buatnya.""Ya tinggal minta sama Eyang."Katerina mengembuskan napasnya pelan. Pintar sekali anaknya ini menjawab. "Loh tadi kan semua kukisnya Eyang dikasih ke Niel. Berarti kan Eyang udah nggak punya, sayang.""Nanti Niel sama Eyang buat lagi, Mama."Akhirnya Katerina tak mendebat lagi ucapan anaknya. Percuma saja jika ia melakukannya, Daniel pasti akan menjawabnya. Biarkan nanti kalau anaknya itu lengah, akan

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 172

    Setelah kepergian Bayu dan Farel, Katerina mengajak Daniel untuk kembali ke rumah Eyang Sukma. Untungnya tadi anaknya itu tak kekeuh minta ikut dengan Bayu. Namun sekarang ia juga harus menghadapi pertanyaan kritis dari sang anak di tengah langkah kaki mereka ke arah rumah."Mama, kenapa Farel bilang Papa ke Papanya Daniel terus tadi bilang mau ketemu Papa Riki?""Karena Farel punya Papa dua." Jawab Katerina asal."Apa Daniel juga punya Papa dua, Mama?"Katerina meringis mendengar pertanyaan anaknya. Tentu ia tak mungkin menjelaskan masalah orang dewasa pada Daniel. Tapi di sisi lain ia juga tahu anaknya pasti akan terus bertanya jika jawaban yang ia berikan terasa tidak memuaskan."Nggak, dong. Daniel cuma punya satu Papa, yaitu Papa Bayu.""Kenapa Papa Niel cuma satu, Mama?"Katerina menatap wajah anaknya yang penuh dengan rasa penasaran dan juga bingung. Ia juga sebenarnya bingung menjelaskannya pada anaknya itu. Akhirnya Katerina menarik napas sambil

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 171

    Semua orang yang ada ruang makan itu akhirnya menoleh ke arah seseorang yang Farel panggil Papa, yaitu Bayu. Hal itu seketika langsung membuat raut wajah Daniel bingung. Mengapa Farel juga memanggil Papanya sebagai Papa?"Itu kan Papanya Niel? Kok kamu panggil Papa?" Spontan Daniel berucap yang juga membuat Farel menatap anak itu dengan sama bingungnya."Itu Papa aku, Niel."Melihat kedua anak itu kebingungan, Eyang Sukma akhirnya bersuara. "Peluk dulu dong, Papanya."Seolah lupa dengan perdebatan kecil mereka, Daniel dan Farel berlari ke arah Bayu dan langsung memeluk kaki laki-laki itu.Bayu yang sedari tadi masih terdiam karena tak menyangka akan bertemu dengan Katerina dan Daniel di sini seketika terkejut kala kedua anaknya memeluk."Papa!!!" Panggil Daniel dan Farel bersamaan."Papa, Niel sama Farel mau main di taman yang di depan, Papa. Papa ikut, ya." Pinta Daniel tanpa basa-basi.Katerina yang mendengarnya langsung menegur sang anak. "Niel, Pa

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 170

    "Itu rumahnya Eyang, Mama?" Itu adalah pertanyaan pertama Daniel saat menginjakan kaki di halaman rumah Eyang Sukma."Iya, sayang.""Kalau Niel mau main di sini dulu boleh, Mama?" Daniel berhenti berjalan dan memandangi taman yang ada di sisi kanan halaman rumah.Katerina pun akhirnya turut memperhatikan taman itu. Seingatnya dulu tidak ada taman di sana, hanya halaman kosong yang hanya dipenuhi rumput hijau. Sesekali rumput itu dipotong agar terlihat rapi.Tapi sekarang sisi halaman itu sudah berubah menjadi taman yang indah dengan berbagai bunga di sana. Di tengah taman ada air mancur berukuran sedang dan ada bangku panjang juga."Nanti kita main di taman, tapi ketemu Eyang dulu ya, ijin dulu sama Eyang. Kan tamannya punya Eyang.""Okay, Mama."Mereka kembali melanjutkan langkah ke arah rumah dan ketika ia memencet bel, tak lama kemudian seorang ART membukakan pintu untuknya. Ia lantas tersenyum dan menyapa ART tersebut."Selamat siang, Mbak. Saya K

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 139 - Kembali

    Amanda terpaku di tempatnya. Ia tak menyangka Bayu akan mengatakan perceraian. Ia tak bisa membiarkan itu terjadi. Selama ini dirinya dan keluarganya bisa hidup enak karena gaya hidup mereka ditopang oleh Bayu. Kalau ia dan laki-laki itu bercerai, maka tidak akan ada lagi yang menjadi mesin uangnya

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 132 - Pesan Mengejutkan Untuk Bayu

    Bayu mengendarai mobilnya dengan pelan menyusuri jalanan waktu subuh begini. Semalam ia kembali tidur di rumah yang dulu pernah ia tempati bersama Katerina. Laki-laki itu berharap akan bermimpi bertemu lagi dengan Katerina.Namun kenyataannya mimpi itu tak datang lagi. Seperti Katerina yang juga ha

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 128 - Permintaan Anak

    Katerina sudah tahu akan ada saatnya Daniel bertanya tentang apa itu sosok ayah. Tapi ia tak pernah menyangka jika saat itu akan datang secepat ini. Bahkan usia Daniel belum genap tiga tahun."Mama, tadi di sana ada teman Daniel yang lagi sama Mama dia. Terus ada satu orang lagi katanya namanya Pap

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 125 - Terserah Takdir

    Katerina menekan bel di rumah Salsa. Di sampingnya ada Daniel yang sudah tak sabar untuk bertemu dengan Sang Onty."Mama, kenapa pintunya nggak dibuka-buka?""Sabar ya, Niel. Mungkin Onty Sa lagi sibuk di dalam."Tepat saat Katerina selesai menjawab pertanyaan Daniel, pintu di depan mereka terbuka.

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status