Share

Bab 13

Auteur: Dandelion
last update Date de publication: 2025-10-25 15:39:19

Sore itu langit masih cerah, matahari belum sepenuhnya tenggelam ketika Bayu keluar dari pabrik bersama sekretarisnya - Sandi.

"Di, besok kamu pulang saja, biar saya yang stay di sini untuk langsung mengawasi pabrik dan jalannya produksi."

Setelah mengevaluasi banyak hal, Bayu tak ingin kecolongan lagi dengan keadaan pabrik. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan ia harus melihat sendiri bagaimana pabrik beroperasi. Perusahaan telah menggelontorkan uang tak sedikit akibat kebocoran limbah wakt
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 173

    Daniel tak henti-hentinya mengunyah kukis buatanya dengan Eyang Sukma. Sepanjang perjalanan ke rumah mulut anak itu selalu terisi sampai membuat Katerina meringis melihatnya. Ia harus cepat-cepat menghentikan itu. Kukis itu banyak gulanya, dan anak sekecil Daniel tidak boleh terlalu banyak memakan gula."Niel, udah dulu ya makan kukisnya. Buat besok lagi." Ucapnya sambil menoleh sekilas ke arah sang anak yang duduk di kursi penumpang."Tapi kukisnya enak, Mama. Mau Niel habiskan.""Kalau habis nanti Niel nggak bisa makan lagi. Kan Mama nggak bisa buatnya.""Ya tinggal minta sama Eyang."Katerina mengembuskan napasnya pelan. Pintar sekali anaknya ini menjawab. "Loh tadi kan semua kukisnya Eyang dikasih ke Niel. Berarti kan Eyang udah nggak punya, sayang.""Nanti Niel sama Eyang buat lagi, Mama."Akhirnya Katerina tak mendebat lagi ucapan anaknya. Percuma saja jika ia melakukannya, Daniel pasti akan menjawabnya. Biarkan nanti kalau anaknya itu lengah, akan

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 172

    Setelah kepergian Bayu dan Farel, Katerina mengajak Daniel untuk kembali ke rumah Eyang Sukma. Untungnya tadi anaknya itu tak kekeuh minta ikut dengan Bayu. Namun sekarang ia juga harus menghadapi pertanyaan kritis dari sang anak di tengah langkah kaki mereka ke arah rumah."Mama, kenapa Farel bilang Papa ke Papanya Daniel terus tadi bilang mau ketemu Papa Riki?""Karena Farel punya Papa dua." Jawab Katerina asal."Apa Daniel juga punya Papa dua, Mama?"Katerina meringis mendengar pertanyaan anaknya. Tentu ia tak mungkin menjelaskan masalah orang dewasa pada Daniel. Tapi di sisi lain ia juga tahu anaknya pasti akan terus bertanya jika jawaban yang ia berikan terasa tidak memuaskan."Nggak, dong. Daniel cuma punya satu Papa, yaitu Papa Bayu.""Kenapa Papa Niel cuma satu, Mama?"Katerina menatap wajah anaknya yang penuh dengan rasa penasaran dan juga bingung. Ia juga sebenarnya bingung menjelaskannya pada anaknya itu. Akhirnya Katerina menarik napas sambil

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 171

    Semua orang yang ada ruang makan itu akhirnya menoleh ke arah seseorang yang Farel panggil Papa, yaitu Bayu. Hal itu seketika langsung membuat raut wajah Daniel bingung. Mengapa Farel juga memanggil Papanya sebagai Papa?"Itu kan Papanya Niel? Kok kamu panggil Papa?" Spontan Daniel berucap yang juga membuat Farel menatap anak itu dengan sama bingungnya."Itu Papa aku, Niel."Melihat kedua anak itu kebingungan, Eyang Sukma akhirnya bersuara. "Peluk dulu dong, Papanya."Seolah lupa dengan perdebatan kecil mereka, Daniel dan Farel berlari ke arah Bayu dan langsung memeluk kaki laki-laki itu.Bayu yang sedari tadi masih terdiam karena tak menyangka akan bertemu dengan Katerina dan Daniel di sini seketika terkejut kala kedua anaknya memeluk."Papa!!!" Panggil Daniel dan Farel bersamaan."Papa, Niel sama Farel mau main di taman yang di depan, Papa. Papa ikut, ya." Pinta Daniel tanpa basa-basi.Katerina yang mendengarnya langsung menegur sang anak. "Niel, Pa

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 170

    "Itu rumahnya Eyang, Mama?" Itu adalah pertanyaan pertama Daniel saat menginjakan kaki di halaman rumah Eyang Sukma."Iya, sayang.""Kalau Niel mau main di sini dulu boleh, Mama?" Daniel berhenti berjalan dan memandangi taman yang ada di sisi kanan halaman rumah.Katerina pun akhirnya turut memperhatikan taman itu. Seingatnya dulu tidak ada taman di sana, hanya halaman kosong yang hanya dipenuhi rumput hijau. Sesekali rumput itu dipotong agar terlihat rapi.Tapi sekarang sisi halaman itu sudah berubah menjadi taman yang indah dengan berbagai bunga di sana. Di tengah taman ada air mancur berukuran sedang dan ada bangku panjang juga."Nanti kita main di taman, tapi ketemu Eyang dulu ya, ijin dulu sama Eyang. Kan tamannya punya Eyang.""Okay, Mama."Mereka kembali melanjutkan langkah ke arah rumah dan ketika ia memencet bel, tak lama kemudian seorang ART membukakan pintu untuknya. Ia lantas tersenyum dan menyapa ART tersebut."Selamat siang, Mbak. Saya K

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 169

    "Saya sudah kasih tahu Eyang bahwa beliau punya cicit, anak saya dengan kamu. Saya juga kasih tahu nama anak kita. Beliau begitu bahagia, Kate."Langkah Katerina terhenti saat mendengar ucap dan tanya dari mantan suaminya. Ia tertegun. Jika Bayu berkata demikian, berarti mantan suaminya itu belum tahu bahwa Eyang Sukma pernah bertemu dengannya dan Daniel di Mall waktu itu. Berarti Eyang Sukma tak mengingkari janji untuk merahasiakan tentang Daniel dari Bayu."Maafkan Katerina, Eyang." Ucap Katerina dalam hati. Jujur saja ia pernah berburuk sangka pada Eyang Sukma bahwa perempuan baya itu akan memberitahu Bayu tentang Daniel, tapi semua itu terbantahkan sekarang."Okay. Aku dan Daniel akan menemui Eyang sendiri.""Kapan?""Kamu nggak perlu tahu."Setelah mengatakan itu, Katerina langsung menutup pintu rumah tanpa menengok ke arah Bayu. Namun di balik pintu, ia tak langsung pergi menjauh. Ada rasa sesak tersendiri setiap kali ia mengabaikan mantan suaminya itu.

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 168

    Matahari terbit dengan begitu cerahnya pagi ini secerah wajah Daniel saat mendapati Sang Papa ada di depannya ketika ia membuka mata. Senyum indah bocah itu berikan pada Bayu seraya duduk di ranjang."Good morning anak gantengnya, Papa." Sapa Bayu sambil mengusap rambut sang anak."Good morning, Papa."Balasan itu membuat Bayu merasa bahagia sekali, namun lagi-lagi perasaan itu juga dibarengi dengan rasa sesal. Nyatanya ia masih sulit menerima kenyataan bahwa ia melewatkan perkembangan anaknya dari dalam kandungan sampai hampir berumur tiga tahun. Berkali-kali ia berandai, jika saja waktu bisa ia putar kembali."Papa, Mama mana?"Pertanyaan dari Daniel membuatnya teringat dengan ketidakadaan Katerina di kamar ini. Ia tahu mantan istrinya itu tidak tidur di sini semalam, jadi kemungkinan masih ada di kamar lain yang ia tidak tahu."Mama emmm... Mama ada di bawah, Niel." Jawab Bayu asal. Pasalnya laki-laki itu tidak tahu sedang di mana Katerina sekarang."Y

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 139 - Kembali

    Amanda terpaku di tempatnya. Ia tak menyangka Bayu akan mengatakan perceraian. Ia tak bisa membiarkan itu terjadi. Selama ini dirinya dan keluarganya bisa hidup enak karena gaya hidup mereka ditopang oleh Bayu. Kalau ia dan laki-laki itu bercerai, maka tidak akan ada lagi yang menjadi mesin uangnya

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-02
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 132 - Pesan Mengejutkan Untuk Bayu

    Bayu mengendarai mobilnya dengan pelan menyusuri jalanan waktu subuh begini. Semalam ia kembali tidur di rumah yang dulu pernah ia tempati bersama Katerina. Laki-laki itu berharap akan bermimpi bertemu lagi dengan Katerina.Namun kenyataannya mimpi itu tak datang lagi. Seperti Katerina yang juga ha

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-01
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 128 - Permintaan Anak

    Katerina sudah tahu akan ada saatnya Daniel bertanya tentang apa itu sosok ayah. Tapi ia tak pernah menyangka jika saat itu akan datang secepat ini. Bahkan usia Daniel belum genap tiga tahun."Mama, tadi di sana ada teman Daniel yang lagi sama Mama dia. Terus ada satu orang lagi katanya namanya Pap

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-01
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 125 - Terserah Takdir

    Katerina menekan bel di rumah Salsa. Di sampingnya ada Daniel yang sudah tak sabar untuk bertemu dengan Sang Onty."Mama, kenapa pintunya nggak dibuka-buka?""Sabar ya, Niel. Mungkin Onty Sa lagi sibuk di dalam."Tepat saat Katerina selesai menjawab pertanyaan Daniel, pintu di depan mereka terbuka.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-31
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status