共有

Bab 10

作者: Stary Dream
last update 公開日: 2026-05-08 17:28:30

"Bulan depan mama mau uang bulanan untuk mama dinaikkan." Serunya.

"Kenapa??"

"Jangan perhitungan dengan ibu sendiri. Kalau bisa seluruh gaji kamu biar mama yang pegang!" Sambungnya sambil melirik Aluna.

Aluna yang mendengar itu hanya bisa tertunduk seperti yang sudah-sudah. Tak mau membantah ataupun mengelak. Dia terima saja jika Arkan mengikuti keinginan ibunya.

Padahal selama ini, Arkan membagi dua pengeluaran rumah ini dengan ibunya. Untuk biaya listrik dan air ada Arkan yang membayar. Sem
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 113

    Aluna menatap pria itu dengan lekat. Aamir yang memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Aluna sadar jika perhatian yang Aamir berikan padanya bukan karena hubungan mereka di masa lalu sebagai ipar dan sepupu. Melainkan karena hal lain. Aamir ingin mengembangkan ini ke hubungan yang lebih lanjut. Dan Aluna paham akan itu. "Seorang pria yang lebih tulus dan bisa menerimamu juga anak-anakmu." Sambung Aamir. Aluna menghela nafas panjang. "Aku paham kekhawatiranmu, mas. Tapi aku bisa mengurus diriku dan anak-anak dengan baik. Jangan khawatir." Aluna tersenyum menenangkan. "Dengan memilih Langit?" "Apa aku punya pilihan lain?" Tanya Aluna balik. Giliran Aamir yang menghela nafas panjang. Pria ini menatap dengan lekat. "Aluna.. sebenarnya aku menyukaimu."

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 112

    "Maaf mengecewakan kalian. Tapi saya dan Aluna akan segera menikah." Semua orang terkejut. Para orang dewasa ini menatap pria yang baru saja melontarkan ucapannya dengan lantang seakan tanpa beban. Pria itu mengatakannya dengan mantap. Sejak tadi dia berdiam sambil mendengarkan ucapan satu keluarga ini. Hingga akhirnya satu kalimat itu mulus meluncur dari mulutnya, semua orang menjadi terbungkam. Arkan pun sampai ikut kehilangan kata-katanya. "Kamu akan menikah dengan Aluna?" Tanya Farah tak percaya pada pria bertubuh tinggi tegap ini. Langit tersenyum tipis pada nyonya cerewet. "Iya. Saya dan Aluna akan menikah tahun ini. Sebab itulah saya meminta kalian berhenti mencecarnya dengan permintaan rujuk." Astaga! Mata Aluna sampai melotot mendengar ucapan Langit. Padahal Ditha yang mengalami kecelakaan kenapa Langit yang menderita amnesia? F

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 111

    Seharian Arkan berusaha mendekatkan dirinya pada Ditha. Ayah anak ini memberikan senyum manis hingga perhatian yang luar biasa. Sedikit demi sedikit Ditha mulai terbiasa akan kehadiran Arkan. Anak ini sudah bisa membalas senyuman. Dia juga ikut menjawab dongeng yang diceritakan Arkan. Aluna pun hanya bisa melihat kedekatan mereka dari jauh. Malam menjelang, Langit datang lagi. Sekarang ditemani oleh Sinar yang memang sedang bekerja di shift sore. Saat pria itu datang.. yang menarik perhatian Arkan adalah anak kecil yang berada di genggaman Langit. Yaitu, Abi. "Ibu!" "Sayang!" Aluna merentangkan tangan dan menerima Abi yang berlari ke pelukannya. Padahal baru satu hari tak bertemu tapi Abi seperti satu tahun merindukan ibunya. "Kamu sudah makan, sayang?" Aluna melepaskan pelukannya. "Sudah, bu. Di

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 110

    "Arkan?" Dahi dokter pria muda yang berjaga di IGD ini sampai mengernyit. Ia melihat dengan seksama rekam medis yang ada di tangannya. "Bukannya pasien ini baru saja dirawat inap?" Tanyanya pada perawat. "Iya, dok. Tapi kemarin pasien ini pulang atas permintaan sendiri. Itu juga tertulis kalau pasien baru saja mendonorkan darah." "Astaga! Apa yang pasien ini pikirkan?" Dokter pria ini lalu masuk ke tirai dimana Arkan berbaring. Disana ada pria lain yang menungguinya. "Pak Arkan. Saya sarankan rawat inap lagi. Anda mengalami tukak lambung tapi nekat sekali mendonorkan darah. Apalagi kondisi anda yang sangat lemah!" Gerutu dokter tersebut. Mendengar itu, Arkan membuka matanya. Ia lalu menggeleng. "Saya tidak mau dirawat lagi, dokter. Tolong berikan saya suntik vitamin saja." "Tapi perut anda sedang bermasalah.."

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 109

    "Maafkan ayah, sayang.." Setelah Aluna, Arkan kini meminta ampunan pada putrinya. Anak cantiknya yang sedang tertidur lelap. Wajahnya yang tampak pucat kini telah memerah karena mendapatkan cinta dari darah ayahnya. Arkan mengusap perut anaknya yang terluka. Dengan lembut, Arkan meraih tangan kecil itu dan menggenggamnya. Selama hampir tiga tahun, Arkan melewatkan hari-hari dimana ia bisa menimang, menggendong hingga bermain dengan putra putrinya. Dan selama itu pula, Arkan digerogoti oleh penyesalan. Hatinya terluka. Jiwanya hampa. Ia kehilangan hampir seluruh nyawanya ketika Aluna dan kedua anaknya pergi meninggalkannya. Namun, Arkan tak mau menyalahkan keputusan Aluna. Apa yang terjadi adalah salahnya. Salah Arkan yang lebih perduli pada wanita lain dibanding darah dagingnya sendiri. Dari bilik kaca, Aluna mengintip Arkan yang tengah

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 108

    "Tunggu sebentar. Aluna akan tetap disini!" Tegas Langit. Langkah Arkan langsung terhenti. Dia menoleh dan menatap pria yang sedang memandangnya tajam. Pria itu memberikannya atapan permusuhan. Padahal Arkan belum tahu siapa pria yang sejak tadi duduk di sisi mantan istrinya. "Dia harus disini menjaga anaknya." Sambung Langit. Arkan menatap Aluna dengan getir. Sementara wanita itu tak mau membalas tatapannya. "Aku hanya ingin meminta waktumu sebentar saja, Aluna.." ucap Arkan. Tak ada nada paksaan dari pria itu membuat Aluna akhirnya mengalah. Ia pun mengangguk dan bangkit berdiri. Wanita ini lalu mengikuti Arkan dari belakang. Keduanya menuju area luar rumah sakit. Tepatnya di sebuah taman yang berada di daerah belakang instalasi rawat inap anak. Ada meja dan kursi yang terpajang disana. Arkan lalu mengajak Aluna duduk saling berhadapan. Arkan menatap lekat wajah

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 17

    Bermacam-macam perhiasan terhampar di depan mata Aluna. Bukan sekedar bualan belaka, Arkan benar-benar mengajak istrinya ke toko perhiasan pagi ini.Namun saat sampai disana, nyali Aluna menciut. Ia langsung memundurkan diri."Kayaknya nggak usah beli perhiasan, mas." Ujar Aluna

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 15

    "Aku pusing mendengar suaramu, Aluna! Setiap hari kamu terus mengajukan pertanyaan yang sama! Kamu terus menerorku dengan pesan-pesanmu itu! Aku ini sedang bekerja, Aluna! Beri aku ketenangan! Mungkin mama benar. Karena kamu cuma di rumah aja jadi kamu nggak punya kerjaan selain menggangguku! Ah,

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 13

    "Memang susah ya kalau punya menantu dari kampung! Udah tahu suaminya sibuk kerja tapi masih aja di ganggu!" Fiona mendelik tak suka pada menantunya.Mendengar itu, Aluna yang tadi tertunduk berani mengangkat wajah."Sakit lambung mas Arkan tadi kumat, ma. Jadi aku berikan obat

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 12

    Semakin hari semakin sibuk membuat Arkan seakan lupa kalau dia memiliki rumah.Bagaimana tidak? Dari pukul enam pagi, Arkan sudah berangkat kerja. Dia akan pulang sekitar pukul sembilan atau sepuluh malam.Aluna sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya. Apalagi Arkan bilang kalau

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status