Share

Tak Terduga

Author: Zhu Phi
last update publish date: 2026-05-30 22:39:43
Mikaela mengangguk perlahan.

“Kalau Peter sekuat itu...” katanya hati-hati, “maka satu-satunya cara meracuninya adalah membuatnya lengah.”

Tatapan wanita itu mulai dipenuhi kekhawatiran.

“Artinya pelakunya bisa jadi orang yang sangat dekat dengannya.”

Kevin sedikit menyipitkan mata.

Pikirannya langsung bergerak cepat.

Mikaela benar.

Peter bukan tipe orang yang mudah dijebak.

Racun yang mampu membuat monster seperti itu jatuh hingga jadi gelandangan jelas bukan sesuatu yang bisa diberikan sembara
Zhu Phi

Bab Utama : 1/106 (termasuk 7 bab weekend hari ini)

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pertarungan di Gerbang Ibukota

    BOOOOOOM!Gelombang energi mengamuk di sepanjang jalan.Debu, pecahan aspal, dan serpihan logam beterbangan ke udara. Pohon-pohon di pinggir jalan berguncang keras, sementara kaca beberapa kendaraan yang terparkir jauh dari lokasi pertarungan bergetar hebat.Di tengah kepulan debu, tiga sosok masih bergerak.Kevin melesat ke depan.Ashley menyambutnya dengan kedua telapak tangan yang telah diselimuti es.DUAANG!Tinju dan telapak tangan bertabrakan. Dingin menusuk langsung sampai ke tulang.Kevin memutar tubuh, menghindari pukulan berikutnya, lalu menghantam perut Ashley.BUGH!Ashley terpental. Namun, sebelum Kevin mengejarnya...BRUUUK!Tanah di bawah kakinya mendadak terangkat. Sebuah tonjolan batu menghantam tubuh Kevin dari bawah.Kevin melompat.Christina sudah menunggu di udara. “Sekarang!” Tinju Christina menghantam.Kevin menyilangkan kedua lengannya.DUAAAAR!Tubuh Kevin terlempar dan menghantam permukaan jalan.Aspal retak membentuk cekungan.“Ugh…”Kevin bangkit sambil meng

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Hadangan Dua Kakak Cantik

    Asap hitam masih bergulung di sepanjang jalan.Pecahan Land Cruiser berserakan seperti tulang-tulang logam. Api kecil menjilat aspal, mengeluarkan bau karet terbakar yang menusuk hidung.Kevin berdiri di tengah kehancuran itu.Di hadapannya, Ashley White dan Christina Moore telah mengambil posisi bertarung.Ashley mengepalkan kedua tangan. Lapisan es tipis langsung merayap dari telapak tangannya hingga ke siku. Udara di sekelilingnya berubah dingin.Christina justru menghentakkan kaki.Tanah di bawah sepatunya retak.Aura elemen bumi berputar mengelilingi tubuhnya.Kevin menyipitkan mata. “Dua lawan satu?”Ashley tersenyum tipis. “Memangnya kau takut?”“Takut?” Kevin menunjuk bangkai Land Cruiser. “Aku baru saja menghancurkan mobil orang. Menurutmu aku masih punya waktu untuk takut?”Dari kejauhan terdengar suara Amber. “Tuan Muda! Itu mobil mereka!”Kevin menoleh sekilas. “Bukan mobilku.”“Yang penting jangan hancurkan Hummer!” teriak Amber lagi.Kevin menghela napas. “Kenapa kalian s

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Qi Iblis

    Langit mulai berubah warna ketika Kansas City akhirnya terlihat di kejauhan.Garis cahaya keemasan perlahan menyibak kegelapan malam. Di balik kabut tipis, gedung-gedung pencakar langit berdiri seperti hutan baja yang tak berujung. Sebagian bahkan begitu tinggi hingga puncaknya menghilang di balik gumpalan awan.Lampu-lampu kota masih menyala, berkelip seperti lautan bintang buatan manusia.Kevin menggenggam kemudi Hummer lebih erat.Sudah berjam-jam mereka menempuh perjalanan. Mesin kendaraan menggeram berat, sementara suara angin menyusup melalui celah bodi mobil yang rusak akibat pertempuran sebelumnya.Kevin justru tersenyum.“Akhirnya kita akan masuk ke Kansas City juga.”Matanya menatap lurus ke depan.Kemudian kakinya menekan pedal gas lebih dalam.Mesin Hummer meraung.“Lebih cepat kalau aku berlari saja!”Amber yang duduk di belakang langsung mengangkat kepala.“Jangan!”Kevin melirik melalui kaca spion.Amber menunjuk wajahnya sendiri.“Nanti orang-orang mengira Tuan Muda itu

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pilihan Tepat

    “Kita ke Istana Presiden di Kansas City!”Keputusan Kevin membuat semua orang terdiam.Suara angin yang melewati pepohonan di sisi jalan tol seolah menjadi satu-satunya bunyi yang tersisa. Bahkan Amber yang biasanya paling cepat berkomentar hanya membuka mulut tanpa suara.Angelica menatap Kevin tidak percaya. “Kau mau ke Kansas City?”“Benar.” Jawaban Kevin singkat, tetapi tegas.Ia menatap cahaya merah yang masih terlihat samar di balik pegunungan. Dua ledakan telah mengguncang dua lokasi berbeda—Lembah Angin Hitam dan wilayah dekat Jurang Keabadian.Bagi orang lain, dua ledakan itu mungkin terlihat seperti tanda bahaya. Bagi Kevin, justru sebaliknya. Itu terlalu sempurna dan terlalu kebetulan.Amber mengerutkan kening. “Tuan Muda, kenapa kita tidak ke Jurang Keabadian atau Lembah Angin Hitam?”Ia menunjuk ke arah pegunungan. “Mikaela mungkin dalam bahaya.”Sasha langsung mengangguk. “Benar, Kev.”Tatapannya serius. “Kenapa kita tidak pergi ke Jurang Keabadian lebih dahulu? Aku bisa

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pilihan Sulit

    Kevin menarik napas panjang. Udara malam yang dingin masuk ke paru-parunya, tetapi pikirannya justru terasa semakin panas.Mikaela masih hidup. Setidaknya sekarang ia memiliki sebuah petunjuk... Jurang Keabadian.Namun, sebelum Kevin sempat menyusun langkah berikutnya, Angelica kembali membuka mulut.“Ada satu hal lagi.”Kevin langsung menoleh. “Apa?”Wajah Angelica berubah serius. “Lilian Arkham.”Nama itu membuat suasana di sekitar mereka mendadak terasa berbeda. Angin yang sebelumnya hanya membawa aroma aspal panas dan dedaunan kini terasa menusuk kulit.“Dia berada di Lembah Angin Hitam.”Kevin mengerutkan kening. “Di mana tempat itu?”Angelica mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pegunungan yang menjulang di kejauhan. “Wilayah terlarang di sebelah timur Sussex Mountain.”Kevin mengikuti arah telunjuknya. Di balik lapisan kabut, pegunungan hitam tampak seperti barisan raksasa yang berdiri dalam kegelapan.“Lembah itu selalu diterpa angin,” lanjut Angelica. “Tidak pernah berhen

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Teknik Jarum Feniks Api

    Ledakan terakhir mengguncang jalan tol.BOOOOM!Api hitam kemerahan dan petir biru pecah menjadi gelombang energi yang menyapu pepohonan. Debu beterbangan, aspal retak, dan udara dipenuhi aroma hangus seperti logam terbakar.Kevin berdiri dengan napas berat. Pedang spiritual api masih berada di tangannya.Di hadapannya, Angelica Wilshire terdorong mundur beberapa meter. Sepatu botnya meninggalkan dua garis panjang di atas aspal sebelum akhirnya berhenti.Darah menetes dari sudut bibirnya.Namun, Angelica belum jatuh. Ia mengangkat wajah.“Luar biasa.”Kevin menyipitkan mata.Angelica mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan. “Jadi selama ini kau benar-benar menyembunyikan kemampuanmu.”“Aku tidak menyembunyikannya.” Kevin menarik napas. “Aku hanya belum punya alasan untuk menggunakannya.”Angelica tertawa pendek. “Jawaban yang sombong.”“Bukankah kau yang menyerangku lebih dulu?” sindir Kevin.Angelica terdiam.Kevin mengangkat satu alis. “Jadi siapa sebenarnya yang sombong?”

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Racun Iblis Darah dan Teknik Jarum 12 Naga Emas

    Bau darah yang tipis bercampur wangi obat memenuhi ruangan luas itu.Kevin melangkah mendekat ke sisi ranjang.Gadis itu cantik.Wajahnya halus, bulu matanya panjang, bibirnya pucat hampir keunguan. Namun, seluruh kulitnya terlihat kehilangan warna—seperti bunga yang kehabisan air.Di bagian dada ki

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Minta Bantuan

    Tatapan Cynthia tak bergeser sedikit pun dari wajah Kevin. Angin sore menyapu halaman luas kediaman Windsor, mengibaskan ujung rambutnya, tapi sorot matanya tetap tajam dan fokus.“Aku butuh bantuanmu,” ucapnya akhirnya.Suaranya lebih pelan dari biasanya. Tak lagi dominan, tak ada nada perintah. Ta

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Kakak Pertama

    Ruangan itu langsung sunyi lagi.Arthur Windsor menatap pelayan itu lama, alisnya berkerut dalam.“Adik… seperguruan?” ulangnya perlahan, seperti memastikan ia tidak salah dengar. “Kamu yakin tidak salah orang?”Nama itu terlalu besar untuk dianggap sepele.Cynthia Spencer.CEO dari salah satu kong

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Hinaan Putri Windsor

    Isabella tertawa kecil. Suaranya tipis dan tajam.“Ini?” ulangnya dengan nada merendahkan. “Ayah, serius?”Arthur mengernyit. “Isabella.”Namun, gadis itu tidak berhenti. Tatapannya menyapu Kevin dari kepala hingga kaki, bibirnya melengkung sinis.“Dia terlihat seperti orang desa yang kebetulan dip

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status