Share

Mencari Cinta.

Author: Azzurra
last update publish date: 2026-04-09 13:20:40

Matahari pagi menembus celah gorden kamar VVIP, membawa kehangatan yang kontras dengan kejadian semalam. Aroma antiseptik yang tajam kini beradu dengan harum buket bunga mawar putih segar yang diletakkan Dalton di meja samping tempat tidur.

Ana tertidur pulas, wajahnya yang pucat mulai memancarkan rona kebahagiaan. Di sampingnya, dalam boks bayi transparan, tergeletak putri kecil mereka yang cantik, tertidur lelap dengan kepalan tangan kecil di dekat pipinya.

Dalton berdiri di samping boks bayi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Viktor Vorkuta.

    "Sayang sekali, Nyonya Dalton. Suamimu sedang ... sedikit sibuk beristirahat di aspal Sisilia." "Siapa ini?" Ana mencengkeram ponselnya kuat-kuat. Wajahnya seketika pucat. "Kamu mengenalku, Nyonya Dalton!" terdengar tawa kering di ujung telpon. "Viktor Vorkuta." "Cerdas, Tuan Dalton memang tidak salah memilih istri, bahkan demi cintanya dia rela meninggalkan kekuasaan yang memberikan segalanya.""Tak usah banyak basa basi, apa maumu?" tanya Ana dingin. Kesal mendengar penuturan Viktor, seolah-olah dia bersalah mengajak Dalton pada jalan yang benar.Viktor tertawa sumbang, "Kita bernostalgia dulu, Dokter. Kalau kau melihat suamimu tak berdaya di atas apal Sisilia pasti kau menyesali keputusanmu meminta Dalton meninggalkan kursi kekuasaannya, sekarang dia menjadi pria lemah, bahkan bisa dengan mudah aku lumpuhkan." Ana meremat kedua tangannya. "Apa maumu, Viktor, jangan sampai aku hilang sabar dan tak mau mendengar apa permintaanmu." "Baiklah, Nyonya." Viktor berdehem, lalu kem

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Dalton Tak Berdaya

    Rahang Dalton mengeras. Ia melirik spion, lalu menatap Maria yang tetap tenang di sampingnya. "Ibu, kita di ikuti tetaplah merunduk." Dalton menyentuh telapak tangan Maria. "Daniel, siapa mereka?" tanya Dalton masih dengan earpiece yang menempel di telinganya. "Belum jelas, Bos. Tapi salah satu mobilnya ... tunggu, itu lambang Double V. Vorkuta!" Daniel berteriak. "Brengsek! Dia belum mati?" Dalton mendengus dingin. Matanya berkilat penuh amarah. Victor Vorkuta—pria Rusia yang pernah mencoba menyentuh Ana dan kini berani mengincar ibunya. Jalur perdagangan yang dihancurkan Dalton rupanya belum cukup membuat pria itu jera. "Sepertinya dia datang bukan untuk bernegosiasi," desis Dalton. "Daniel, lakukan formasi perlindungan. Jangan biarkan satu peluru pun menyentuh mobil ini!" Tiba-tiba. DOR! Kaca belakang mobil pengawal pecah. Salah satu mobil Vorkuta mulai melepaskan tembakan. Aksi kejar-kejaran maut di jalanan sempit Sisilia pun pecah. Maria, yang selama ini hidup dalam s

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Masih Ada Rahasia Gelap.

    Dalton tidak bisa lagi menahan dirinya. Persetan dengan syarat satu jam, persetan dengan harga dirinya sebagai penguasa dunia bawah. Pria itu jatuh berlutut di depan kaki Maria. Ia menundukkan wajahnya menatap lantai marmer kuno yang dingin. "Maafkan aku baru menemuimu?" Bahu Dalton yang lebar itu berguncang hebat. Tangisannya tidak bersuara, namun air matanya tak bisa dia tahan lagi. Maria mengulurkan tangannya yang kurus, mengelus rambut Dalton dengan lembut. Dia menyentuh bahu putranya mengajaknya duduk di bangku di dekat jendela. Setelah duduk jemarinya menyentuh rahang putranya yang kaku, menatap iris abu-abu milik putranya. "Jangan menangis, Nak," bisik Maria, suaranya seperti nyanyian tidur yang terkadang hadir di ingatan bawah sadar Dalton. "Ibu selalu tahu kamu akan kembali. Setiap malam, Ibu menitipkan doa pada angin Sisilia agar membawamu pulang kepadaku." Mata Dalton merah dan sembap, menatap setiap detail wajah ibunya, "Ibu ... Maafkan aku. Maafkan karena butuh

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Anda Mengenaliku?

    "Pertama, jangan pernah memaksa dia ikut jika dia tidak ingin. Tempat ini adalah pelindungnya selama puluhan tahun dari dunia luar yang kejam," Kepala Biara menjeda sejenak, wajahnya berubah semakin serius. "Dan kedua ... Anda tidak boleh memberitahu siapa Anda sebenarnya. Jangan panggil dia 'Ibu'. Biarkan nuraninya sendiri yang mengenali putranya. Jika dalam waktu satu jam dia tidak mengenali Anda, Anda harus pergi dan jangan pernah kembali lagi. Kami tidak ingin traumanya bangkit karena paksaan identitas yang belum siap dia terima." Dada Dalton bergemuruh. Syarat itu terasa lebih menyakitkan daripada peluru yang pernah bersarang di tubuhnya. Ia datang dari belahan dunia lain, mempertaruhkan segalanya, hanya untuk mendengar kata 'Ibu', dan sekarang ia dilarang mengucapkannya? Kepala Biara itu membawa Dalton menuju sebuah kamar, mereka berhenti di depan sebuah pintu kayu jati yang kokoh namun terlihat sangat terawat. Ia berbalik, menatap lekat ke dalam manik mata Dalton yang tajam

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Kejujuran di Ambang Gerbang

    Dalton baru saja melangkah mendekati pintu kayu raksasa Biara Santa Maria Della Speranza, langkahnya terhenti saat merasakan ponsel di saku jasnya bergetar hebat. Ia berhenti, lalu mengambil ponsel, sesaat ia menarik napas dalam udara Sisilia yang kering, saat melihat nama yang tertera di layar. Istriku❤️ Jantung Dalton berdegup tidak selaras. Ada apa lagi wanitanya menelpon, jika saja Dalton tak cinta ia sudah mengirim tentara bayaran untuk menghabisi wanita ini. Selalu mengganggu tapi Dalton juga tak mengerti kenapa dia selalu sabar menghadapinya. Ia memberi isyarat pada Daniel agar menjauh sebentar dan dengan tangan sedikit gemetar, ia menggeser tombol hijau. "Halo, Ana?" suara Dalton rendah, berusaha menekan gejolak di dadanya. "Dalton ..." Suara Ana di seberang sana terdengar serak. Ana terpaksa kembali menelpon Dalton, dia tak bisa hidup dalam kegamangan seperti sekarang ini. "Em ..." Ana bingung harus mulai dari mana berbicara pada suaminya, jika dia sudah mengobr

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Gerbang Penantian

    Siang ini, matahari Sisilia bersinar terik, memantul di atas permukaan mobil SUV hitam yang terparkir di pinggiran Palermo. Dalton sedang berdiri di samping kendaraan, memeriksa magasin senjatanya dengan gerakan mekanis yang sempurna. Ia sudah bersiap untuk memulai perjalanan menuju Biara Santa Maria Della Speranza. Tiba-tiba, suara sirine pendek yang melengking keluar dari perangkat tablet yang dipegang Daniel. Sinyal merah berkedip cepat di layar. "Bos, sistem alarm di rumah memberikan sinyal. Rumah mengalami lockdown, lampu mendadak mati," ucap Daniel dengan wajah tegang. Ia dengan cepat membaca log aktivitas yang masuk. "Sepertinya Nyonya menemukan micropulsa yang Anda simpan di laci, Bos." Gerakan tangan Dalton terhenti. Kedua tangannya meremas senjata itu dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih, sebelum akhirnya ia meletakkan senjata itu ke atas meja lipat di hadapannya dengan suara dentum logam yang berat. Bukannya marah, sebuah senyum tipis yang sarat akan kekagum

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Penghianat dari Dalam.

    Pagi terasa dingin, suasana di markas bawah tanah Obsidian terasa sangat mencekam. Dalton duduk dengan satu kaki menopang kaki yang lain. Tatapannya tajam menyayat setiap tarikan nafas Elena. "Kamu punya informasi apa?" Suara Dalton bagai petir di telinga Elena. Dengan tangan bergetar wanita berhi

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Ular Berbisa.

    "Elena." Mata mereka bertemu, Elena langsung berdiri. Tidak ada lagi keangkuhan di matanya, yang ada hanyalah ketakutan. "Ana..." suara Elena parau, hampir tidak terdengar. "Elena? Apa yang kau lakukan di sini? Dalton sudah membebaskanmu," ucap Ana, tetap menjaga jarak. "Dia memang melepa

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Tidak bisa Diremehkan.

    Udara di Gudang Sektor 4 terasa berat, berbau oli, besi berkarat, dan ketakutan yang mencekam. Lampu-lampu gantung yang remang-remang berayun pelan, menciptakan bayangan yang menari di dinding beton yang lembap. Di tengah ruangan, tiga pria dari keluarga Sisilia duduk dengan angkuh, dikelilingi o

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Ancaman.

    Setelah pembicaraan tegang dengan Daniel, Dalton merasa ruangan kerjanya semakin menyempit. Daniel kini berani bersuara. "Lancang." Dalton mengepalkan kedua tangan. Jika Daniel berani berontak maka dia benar-benar dalam masalah. Asisten pribadinya ini sepertinya sudah mulai berani menginterupsi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status