Share

Persalinan

Penulis: Azzurra
last update Tanggal publikasi: 2026-04-08 07:00:16

Lampu tidur masih berpijar temaram, menyinari sisa-sisa kehangatan mereka barusan, setelah mendapat lampu hijau dari dokter kandungan Dalton selalu memberi kehangatan pada istrinya.

Dalton tertidur pulas dengan posisi protektif, lengannya yang kokoh melingkari perut Ana seolah menjadi pagar hidup. Napasnya begitu teratur, sesuatu yang jarang terjadi bagi seorang pria yang biasanya tidur dengan satu mata terbuka.

Ana merasa bagai mimpi, dia tak pernah menyangka bisa hidup di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Strategi.

    Daniel melangkah menyusuri trotoar batu yang basah oleh embun malam. Di bawah lampu jalan yang temaram, ia mengeluarkan ponsel satelitnya, menekan serangkaian kode keamanan sebelum menghubungi Dalton di Jakarta. "Bos, Oprasi sudah selesai. Mikail sudah memakan umpannya," lapor Daniel tanpa basa-basi. "Bagus. Julian?" tanya Dalton di seberang sana, suaranya terdengar berat dan letih. "Aku akan mengirimkan data pertemuan dermaga ke Julian melalui jalur anonim perusahaan keamanannya malam ini. Dia pasti akan datang ke Jenewa begitu menyadari adiknya dalam bahaya. Sam tidak boleh mendapatkan akses ke satu pun dari mereka." Daniel masuk ke dalam sebuah mobil sewaan yang terparkir di sudut jalan gelap. Di dalam, ia sudah menyiapkan peralatan pemantauan tingkat tinggi—warisan dari teknologi Obsidian yang masih berfungsi sempurna. Matanya menatap layar laptop yang menampilkan peta digital dermaga pribadi di Danau Jenewa. "Kamu harus ber

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   The Ghost

    Di tengah ruangan galeri yang sepi, Mikail berdiri tegak menatap sebuah lukisan abstrak bertajuk 'The Silent Debt'. Tangannya bersedekap, auranya begitu dominan hingga pengunjung lain seolah segan mendekat. Daniel melangkah perlahan, berdiri di sampingnya seolah ikut menikmati lukisan itu. "Lukisan yang bagus. Tapi sayangnya, sejarah di baliknya tidak seindah warnanya," ucap Daniel tanpa menoleh. Mikail tidak bergeming. "Kebanyakan orang di sini hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Tuan ...?" "Daniel. Hanya seorang kurir yang membawa kabar tentang sebuah aset yang mulai bocor ke permukaan," jawab Daniel tenang. Ia menyodorkan sebuah kartu kecil berwarna hitam dengan logo Obsidian yang sangat samar, nyaris tak terlihat jika tidak terkena cahaya dengan sudut tertentu. Mikail melirik kartu itu. Untuk pertama kalinya, otot rahangnya mengeras. Sebagai 'The Ghost', dia tahu persis logo itu—sebuah organisasi y

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Kemana Dia

    Angel melangkah tergesa keluar dari lift, napasnya memburu. Tas kerjanya terasa berkali-kali lipat lebih berat setelah sif panjang yang melelahkan di rumah sakit. Sambil merogoh kunci akses di dalam tas, ia berkali-kali merutuki Gunawan di dalam hati—pria itu yang dulu memaksanya menjaga Daniel, tapi sekarang malah Angel sendiri yang kelabakan karena takut pasien keras kepalanya itu kenapa-kenapa."Daniel, aku datang! Maaf ya terlambat, tadi ada pasien darurat—"Suara Angel menggantung di udara. Ia mematung di ambang pintu. Sunyi. "Daniel?" Angel melangkah masuk lebih dalam, meletakkan belanjaan berisi bahan sup segar di atas meja dapur.Ia memeriksa kamar tidur. Kosong. Tempat tidur sudah rapi, bahkan kaos oblong yang tadi pagi dia pakai sudah tergantung bersih di ruang laundry. Angel segera berlari ke sofa, merogoh kolong bantal tempat biasanya Daniel menyembunyikan tabletnya. Kosong."Bayi tua nekat!" umpat Angel, tangannya mulai geme

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Benteng Pertahanan.

    Di beranda belakang yang sunyi, Maria berdiri menatap taman dengan pandangan kosong. Di tangannya, sebuah foto usang teremas pelan. Langkah kaki lembut mendekat, Ana datang membawa secangkir teh Rosella hangat, mencoba mencairkan suasana yang membeku sejak keributan di ruang kerja tadi. "Ibu belum istirahat?" tanya Ana lembut sembari meletakkan cangkir itu di meja kecil. Maria menoleh, matanya sembab. "Bagaimana Ibu bisa tenang, Ana?"Maria memandang hamparan gelapnya malam dengan tatapan gundah. "Jangan di pikirkan, Bu." Ana berdiri di sebelah Maria menyentuh lengan wanita tua ini, lalu mengajak Maria duduk. "Aku buat teh Rosela, silahkan di minum, Bu." Ana menyodorkan cangkir berisi rosela. Maria mengambil cangkir dan menyesap teh itu perlahan. Setelah itu kembali berbicara, "Ini soal janji, Ana. Ibu tak mau hingga mati ibu belum mengenalkan mereka pada ayahnya. Bukan masalah janji pada Sam, tapi pada wanita itu, sekarang mereka sudah dewasa dan ibu semakin tua. Ini waktu yang t

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Kembali Oprasi Senyap.

    Daniel memperhatikan data transaksi keuangan mereka. Selama bertahun-tahun, ada aliran dana rutin dari yayasan anonim milik Maria ke rekening pendidikan mereka di masa lalu. Rupanya Maria tidak hanya menjaga mereka, dia membangun 'senjata' tanpa disadari oleh siapapun. "Dua hari, Daniel ... kamu punya dua hari untuk sampai ke sana sebelum Sam mencium jejak ini," Daniel bergumam pada dirinya sendiri. Daniel mengirimkan file ini ke email Dalton. Mereka harus segera bergerak cepat sebelum Sam menemukan mereka dan menghasut dua putranya untuk terjun ke dunia gelap demi ambisi lelaki tua itu. Daniel mengeluarkan napas pelan, dia menyandarkan kepala ke sandaran sofa mulai berfikir strategi apa yang harus dia ambil, menghadapi dua pria matang seperti Julian dan Mikail butuh kondisi fisik yang prima juga butuh strategi matang agar dua pria ini percaya hidupnya tak akan aman jika memercayai Sam. 🌹Cahaya matahari pagi mulai mengintip dari celah tirai apartemen, membiaskan warna keemasan

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Si Kembar.

    Suasana apartemen yang biasanya sunyi kini dipenuhi aroma kaldu yang gurih. Angel sibuk di dapur, sesekali mengomeli Daniel yang mencoba mengintip dari sofa. "Duduk diam, Daniel! Atau aku tambahkan obat tidur di sup ini!" ancam Angel tanpa menoleh. "Aku kira kamu mau pesan makanan, kenapa masak, nanti kamu lelah, Dokter." Daniel berdiri di dekat kulkas melihat Anggel bergerak lincah mengaduk sup. "Aku pikir-pikir buat saja, lebih higienis, dan pastinya lebih bergizi," ujar Anggel menuang sup ke dalam mangkuk. Dia mencium aroma sup di dalam mangkok yang masih mengepul uap panas. "Kayanya enak banget, ayo kita makan." Wajah Anggel terlihat sumringah melihat hidangan yang dia masak sendiri. Ia meletakkan sup di atas meja, lalu mengambil nasi dari penanak nasi. "Ayo, Tuan. aku sudah sangat lapar." Anggel duduk di depan meja makan. Mengambilkan semangkuk sup dan sepiring nasi menaruh di hadapan Daniel. Hati lelaki ini merasa hangat, sepertinya sama hangatnya dengan sup di atas me

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Terkejut.

    Aula pertemuan di markas pusat Obsidian berbau cerutu mahal, kulit, dan ketegangan yang pekat. Dua belas Kapten paling berpengaruh duduk mengelilingi meja jati raksasa. Mereka adalah pria-pria yang tangannya sudah terlalu sering memegang senjata, dan wajah mereka penuh dengan bekas luka pengkhian

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Menenangkan Ayah.

    Pintu kamar utama yang terbuat dari kayu jati hitam tertutup rapat, meredam seluruh kebisingan dunia luar. Ana berdiri mematung di tengah ruangan yang luas itu. Ia belum melepas jaket kulitnya, tangannya masih terasa kaku. Kalimat ayahnya yang mengatakan, Tatapannya kini seperti tatapan seorang pe

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Kelinci Cantik

    Layar digital di kabin jet menampilkan cetak biru pelabuhan pusat. Dalton berdiri dengan tangan bersedekap, matanya tak lepas dari titik merah yang menandakan posisi Silas. "Silas ingin aku datang menyerah," suara Dalton berat, menggetarkan dinding jet. "Dia ingin aku berlutut di depa

  • Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia   Ratu Mafia

    Koper-koper sudah masuk ke dalam kendaraan yang akan membawa mereka ke landasan pacu. Di dalam Ger yang kini terasa lebih sunyi, Ana berdiri mematung di dekat pintu tenda. Ia sudah mengenakan jaket kulit hitam yang pas di tubuhnya, matanya menatap jauh keluar tenda. Dalton mendekat, l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status