Share

Sebatas Suka

last update Last Updated: 2026-01-10 22:12:34

“Kamu menyukai yamaguchi, Asuki?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Kento.

Asuki tengah mengambil foto Kento sore ini. Kento diminta direktur Omega mengambil beberapa gambar untuk sponsorship air mineral yang harus segera Kento post ke media sosial.

Meski sedang berlibur, Kento tetap diberikan pekerjaan. Iklan-iklan kecil yang didapatkan Kento harus dia lakukan agar karir keartisannya berjalan sebagaimana mestinya.

Kamera di tangan Asuki hampir jatuh mendengar pertanyaan yang di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Panas Tuan Idol   Resmi Menjadi Milikmu

    “Aku sudah melaporkan peneror itu pada direktur Omega. Mungkin sekarang polisi sedang mencarinya, terakhir yang aku dengar dia melarikan diri. Jadi selama berapa hari ini kamu harus menjaga dirimu dan juga Asuki dengan baik.” Kaori mengingatkan Kento sebelum pergi. Kaori pamit meninggalkan Kento dengan beban dihati. Kento menangis di dalam ruang perawatan Asuki, memandang Asuki sesak. Rasa bersalah dan tidak berdaya memenuhi Kento, dia menangisi kebodohannya karena tidak mampu melindungi wanita yang dia cinta. Berkali-kali Asuki terus melindungi dan menjaga Kento dibelakangnya. Kento menyalahkan diri, harusnya dia yang terbaring di ranjang rumah sakit dan bukan Asuki. Pengorbanan Asuki sungguh terlalu banyak, Kento mungkin tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Asuki sebanyak yang dia lakukan untuknya. Kento bergetar menahan isakan tangis yang makin banyak keluar, tangannya meremas telapak tangan Asuki. “Asuki, maukah kamu menjadi kekasihku?” “A–apa!?” Pertanyaan itu keluar b

  • Pesona Panas Tuan Idol   Terkuak

    Ucapan tidak sengaja direktur Omega menyisakan pertanyaan di kepala Kento. Menunggu Asuki yang belum siuman membuat pikiran Kento terbang, entah teror apa yang dimaksud pemimpin agensinya. Asuki telah dipindahkan ke ruang perawatan, Kento duduk sendirian di dalam merebahkan tubuhnya ke sofa. Sejak malam hingga pagi Kento belum memejamkan mata, rasa kantuk dengan cepat menjeratnya. Dalam tidur Kento bermimpi, Asuki melambaikan tangan berpamitan padanya. Kento berteriak memanggil Asuki. Tidak sampai dua jam Kento terjaga. Kento bangun mengusap wajah kasar, diliriknya Asuki yang masih setia menutup mata di ranjang. Asuki tidur dengan damai. Kento beranjak mendekati ranjang, perasaannya mendadak tidak enak. “Asuki…,” panggil Kento pelan. Kento tidak bermaksud membangunkan Asuki, dia hanya memastikan wanitanya baik-baik saja. Kento merindukan senyum Asuki. Bunga tidur tadi sedikit banyak mengusiknya, Kento takut Asuki akan benar meninggalkannya. Di tengah kekalutan Kento, bunyi pintu

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pernyataan

    Asuki melenguh saat matanya mulai terbuka, kepalanya sedikit berdengung dengan pandangan mengabur. Kento bergegas beranjak dari sofa mendekati ranjang begitu mendengar lenguhan Asuki. Semalaman Kento menunggu Asuki di rumah sakit. “Asuki…,” panggil Kento lembut. Tangannya meraih tangan mungil Asuki. Asuki meraih kesadarannya perlahan, suara Kento memaksa Asuki membuka mata makin lebar. “Asuki, bagaimana keadaanmu? Ada yang sakit?” berondong Kento. Sapuan telapak tangan kasar Kento terasa di punggung tangan Asuki. Asuki mengarahkan pandangannya pada Kento. Wajah penuh kekhawatiran terukir jelas di sana, lingkaran menghitam dibawah mata dengan bulu-bulu tipis diatas bibir yang mulai tumbuh menarik perhatian Asuki. “Tuan Kento,” lirih Asuki. “Aku di sini. Apa ada yang sakit?” tanya Kento lagi. Asuki menggeleng pelan, Kento pindah mengusap pipi Asuki. Dia masih khawatir, Kento menekan tombol di samping ranjang memanggil dokter. “Dokter akan kemari sebentar lagi.” Asuki menganggu

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ditemukan

    “Kento…!” Suara wanita berteriak memanggil namanya dari arah samping kanan.Kento menengadah, berusaha mencari sosok suara yang memanggilnya diantara kepulan asap yang mulai menebal.“Asuki?!” pekik Kento. “Disini!” Wanita itu berteriak memberi isyarat dia tidak terlalu jauh dari tempat Kento berdiri. Kento maju berjalan lebih dekat ke arah suara. Matanya membola begitu melihat siapa yang memanggilnya. “Kaori?” Kento berlari mendekat. Kaori sedang memeluk Asuki yang pingsan. “Apa yang terjadi?” tanya Kento khawatir. “Cepat bawa Asuki, aku menemukannya pingsan disini!” Kento meraih Asuki, membawanya ke dalam gendongan. “Ikuti aku!” Kaori mengangguk, memegang kemeja Kento agar tidak tertinggal. Api yang makin membesar dan uap panas yang menyambar menyulitkan dua orang itu beruntung Takahiro berhasil menyusul Kento dan menemukan mereka.“Tuan Kento…!” seru Takahiro kaget. Dia sedikit lega melihat Kento telah menemukan Asuki. “Takahiro, bawa Kaori bersamamu!” perintah Kento. Takahi

  • Pesona Panas Tuan Idol   Api

    Di dalam ruang set 3 yang diatur kru menjadi dua lantai terdapat tumpukan kotak kayu dan kardus yang disusun asal hampir di tiap sudut ruangan, kursi rusak dan tangga besi berkarat juga ikut memenuhi ruang set. Hari ini Kento akan melakukan adegan aksi bersama lima stuntman yang kemarin berlatih bersamanya. Pistol dan bom imitasi pun tidak lupa disiapkan kru untuk properti adegan Kento. Kento menerima arahan dari sutradara sebelum take gambar pertama diambil. Dalam adegannya Kento akan mengejar seorang pemimpin geng narkoba yang sedang bersembunyi di sebuah gedung tua. Nantinya mereka akan beradu jotos dan baku tembak. Asuki berdiri di belakang kamera sutradara memperhatikan Kento. Matanya fokus pada Kento yang tampak menawan dengan balutan kemeja hitam dan celana panjang berwarna senada. Tangannya digulung memperlihatkan urat lengan Kento yang memanjang sampai ke punggung tangan. Dua kancing yang dibiarkan terbuka menunjuk dada Kento yang bidang. Asuki terpesona, rasanya tidak ada

  • Pesona Panas Tuan Idol   Tas Misterius

    “Apa ini?” Kento mendapati sebuah tas di depan pintu ruang artis, digantung pada pegangan pintu. Tas berwarna hitam berukuran tidak terlalu besar bertuliskan ‘Untuk Kento Yamaguchi’ tertera di sana. Kento melihat ke sekitar memastikan apa ada orang atau tidak. Kento tidak berani menyentuh tas itu.“Ada apa Tuan Kento?” Asuki berdiri di belakang Kento tidak sadar dengan tas yang dilihat Kento. “Ini…,” tunjuk Kento. Asuki maju menyamping, matanya tertumbuk pada tas hitam yang ditunjuk Kento. “Kamu tahu ini?” tanya Kento. Asuki membaca tulisan di tas, pikirannya langsung berhambur mengarah pada paket mengerikan dari peneror. “Oh, ini tasku!” Asuki meraih tas di pegangan pintu cepat. “Tasmu?” “Iya … aku lupa menggantungnya di sini tadi.” Asuki langsung menyembunyikan tas itu di punggungnya. “Tapi, bukannya disana tertulis itu untukku?” tanya Kento tidak yakin. “A–ah … ini … ini memang aku yang sengaja menulisnya begitu agar tidak diambil orang.” Asuki terbata menjawab, tersenyum ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status