Share

Sebatas Suka

last update Last Updated: 2026-01-10 22:12:34

“Kamu menyukai yamaguchi, Asuki?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Kento.

Asuki tengah mengambil foto Kento sore ini. Kento diminta direktur Omega mengambil beberapa gambar untuk sponsorship air mineral yang harus segera Kento post ke media sosial.

Meski sedang berlibur, Kento tetap diberikan pekerjaan. Iklan-iklan kecil yang didapatkan Kento harus dia lakukan agar karir keartisannya berjalan sebagaimana mestinya.

Kamera di tangan Asuki hampir jatuh mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kento. Untung saja refleks Asuki lebih cepat dari keterkejutannya.

“A–apa!?”

Kento melepas kacamata hitam yang dipakainya. “Aku tanya apa kamu menyukai sahabatmu yamaguchi?!”

Asuki mendekat, mengamati sekitar. “Pertanyaan macam apa itu, haruskah kamu bertanya disaat seperti ini?” ucapnya setengah berbisik.

“Kenapa, tidak ada siapa-siapa disini.” Kento ikut mengamati sekitar. “Kamu malu aku menanyakan hal pribadimu?” sambungnya.

Asuki menggeleng. “Bukan, bukan itu. Hanya saja aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Panas Tuan Idol   Status ITU Merusak Hubungan

    “Asuki….” Pikiran bertumpuk Asuki buyar, Yamaguchi menggoyang bahunya pelan. Yamaguchi sedang menatap Asuki penuh harap, menunggu jawaban wanita yang dia cinta. Di tengah rasa tidak percaya dan ragu, Yamaguchi mendekat mengikis jarak diantara mereka. Yamaguchi mencium bibir tipis merah muda Asuki. Rasa panas tautan mereka menyebar, meninggalkan dentuman keras di kepala Asuki. Asuki tersadar dan mendorong Yamaguchi. “Gomen (maaf) Yamaguchi….” Asuki berucap sangat pelan, lebih seperti lirihan bersalah. Dilihatnya pria yang begitu baik memperlakukan dan menjaganya sejak ayahnya meninggal. Tatapan Yamaguchi kaget dan malu, benaknya penuh tanda tanya. Ciuman sekilas mereka membawa Asuki makin merasa bersalah. “Ada apa Asuki?” Yamaguchi berusaha mencairkan suasana, kembali mendekat namun Asuki mundur. Ciuman mereka telah membuat Asuki sadar akan perasaannya sendiri. Asuki menengadah, “Gomen Yamaguchi.” Matanya mulai berkaca-kaca. “Gomen Yamaguchi….” Asuki tertunduk. Perasaan bersalah

  • Pesona Panas Tuan Idol   Janji Kelingking

    “Kalian berdua benar-benar…!” Asuki menghembuskan napas, menenangkan diri. Kento dan Yamaguchi berjongkok di depan Asuki, menunduk bersalah. Asuki tidak tahu harus berkata apalagi pada mereka. Asuki merintih menahan denyutan perih luka lengan. “Aku akan membeli obat.” Yamaguchi bersuara dan bergegas pergi. Kento masih berjongkok, menunduk di bawah kaki Asuki. “Berdiri dan duduk di sini Tuan Kento, orang-orang akan menatapmu dan aku jika kamu terus seperti itu.” Asuki menunjuk tempat kosong di sampingnya. Kento bangkit, duduk patuh di dekat Asuki. “Gomen (maaf),” lirihnya. Asuki diam, menghembuskan napas lagi. Sesekali Asuki merintih menahan rasa perih di lengan. Mendengarnya Kento meraih lengan Asuki, meniup lembut untuk sedikit meredakan perih yang dirasa Asuki sembari menunggu Yamaguchi kembali membeli obat. Kento tahu Asuki sedang marah.Kesunyian mereka menguap setelah Yamaguchi datang membawa obat. Alkohol dan obat merah dioleskan Yamaguchi perlahan dengan Kento yang terus m

  • Pesona Panas Tuan Idol   Cemburu?

    “Asuki.” Yamaguchi berlari mendekati stand booth permainan tembak ketika Asuki dan Kento selesai main. “Kamu dari mana saja? Aku mencarimu di rumah ternyata kamu sudah lebih dulu kesini,” keluh Yamaguchi. Asuki menggaruk kepala, lupa Yamaguchi ingin pergi ke festival musim panas juga dengannya. “Gomen (maaf) Yamaguchi, aku terlalu bersemangat tadi sampai buru-buru kemari,” sahut Asuki. Tubuh Asuki tertutup boneka besar kucing yang dipeluknya erat. Yamaguchi menunjuk boneka bingung. “Apa ini?” “Hadiah, tuan Kento mendapatkannya untukku.” Senyum Asuki mengembang sempurna melirik Kento yang mendadak dingin karena kehadiran Yamaguchi. Yamaguchi menggulung alis tidak senang mendengarnya. “Aku juga bisa mendapatkannya untukmu Asuki. Pilih saja apa yang kamu mau,” tukasnya tidak mau kalah. “Tidak perlu, aku hanya membutuhkan satu boneka. Aku tidak bisa merawatnya jika terlalu banyak,” tolak Asuki yang disambut sorakan kecil dari Kento. Yamaguchi mendengar sorakan Kento dan mencebikkan

  • Pesona Panas Tuan Idol   Festival Musim Panas

    Festival musim panas diadakan di pusat desa Shirakawago. Dua hari Asuki sibuk membantu penduduk desa mempersiapkan festival ini. Kento juga turut serta membantu. Dia tidak malu-malu lagi berbicara ataupun sekedar basa basi dengan warga desa. Asuki senang melihat perubahan Kento yang lebih hangat dan terbuka dengan orang lain. “Kamu sudah siap Tuan Kento?” Asuki mengetuk pintu kamar artisnya. Hari ini mereka akan sama-sama ke festival musim panas. “Sebentar.” Kento menjawab dari dalam.“Ok.” Asuki duduk di sofa menunggu Kento keluar. Lima menit berselang Kento keluar memakai Yukata berwarna biru tua. Asuki membola tanpa sadar mengamati Kento dari atas ke bawah. Rambut hitam Kento disisir rapi ke belakang dengan kumis tipis yang sengaja tidak dicukur. Kehadirannya justru tidak menutupi wajah tanpa celah Kento. Dada bidangnya dibiarkan Kento terekspos sedikit. Asuki berdesir, Kento benar-benar aktor dan model mahal. “Ada apa?” Suara bass Kento membuyarkan pikiran Asuki. Asuki berde

  • Pesona Panas Tuan Idol   Sebatas Suka

    “Kamu menyukai yamaguchi, Asuki?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Kento. Asuki tengah mengambil foto Kento sore ini. Kento diminta direktur Omega mengambil beberapa gambar untuk sponsorship air mineral yang harus segera Kento post ke media sosial. Meski sedang berlibur, Kento tetap diberikan pekerjaan. Iklan-iklan kecil yang didapatkan Kento harus dia lakukan agar karir keartisannya berjalan sebagaimana mestinya. Kamera di tangan Asuki hampir jatuh mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kento. Untung saja refleks Asuki lebih cepat dari keterkejutannya. “A–apa!?” Kento melepas kacamata hitam yang dipakainya. “Aku tanya apa kamu menyukai sahabatmu yamaguchi?!” Asuki mendekat, mengamati sekitar. “Pertanyaan macam apa itu, haruskah kamu bertanya disaat seperti ini?” ucapnya setengah berbisik. “Kenapa, tidak ada siapa-siapa disini.” Kento ikut mengamati sekitar. “Kamu malu aku menanyakan hal pribadimu?” sambungnya. Asuki menggeleng. “Bukan, bukan itu. Hanya saja aku

  • Pesona Panas Tuan Idol   Bergemuruh

    Dua hari setelahnya kaki Asuki sembuh total, luka akibat uap panas api hilang tak berbekas. Kento memberikan obat penghilang bekas luka yang dipesannya dari Tokyo untuk Asuki. Kaki mulus Asuki kembali seperti biasa seperti tidak pernah terluka. “Obatnya bekerja dengan sangat baik Tuan Kento. Terima kasih.” Asuki memindai kakinya tersenyum puas. Kento ikut bahagia melihatnya. “Syukurlah. Tidak sia-sia aku mencari obat terbaik untukmu.” Mereka berjalan pulang kembali ke rumah. Dokter telah selesai melakukan pemeriksaan terakhir pada Asuki. “Kamu ingin jalan-jalan sebentar Tuan Kento?” “Kamu yakin mengajakku hari ini? Kakimu baru saja sembuh,” ragu Kento. “Kakiku hanya terluka, bukan patah. Tidak masalah sekalipun kita pergi naik gunung sekarang,” canda Asuki menyentakkan kakinya ke tanah. Kento tertawa merasa kelakuan Asuki seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan permen. “Baiklah, terserah kamu saja.” Asuki bertepuk gembira dan meraih tangan Kento berlari bersamanya. Uda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status