Teilen

Memaafkan

last update Veröffentlichungsdatum: 15.03.2026 20:42:06

Pagi kemarin saat Kento tiba di kantor polisi, Kento tidak sengaja bertemu dengan Kaori. Mereka berpapasan tepat di pintu masuk. Kento tidak tahu kenapa jadwal mereka bisa bertepatan begini, Kaori ikut dimintai keterangan oleh polisi.

Melihat Kento, Kaori menyapa lebih dulu antusias. “Selamat pagi Kento.”

Kento hanya mengangguk dan masuk lebih dulu, rasa malas dengan cepat menerpa Kento. Kaori tersenyum masam, Kento sepertinya masih menjaga jarak dengannya.

Di dalam kantor polisi Kento dan K
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pesona Panas Tuan Idol   Salahkan Dirimu Sendiri!

    Kento tiba di gedung agensi Starlight, Co tempat pria itu bernaung selama ini. Membanting pintu mobil dan melemparkan kunci pada satpam yang berjaga, Kento melangkah lebar sedikit tergesa menuju lift. Kedatangan Kento membuat perhatian beberapa pegawai agensi terkejut sekaligus tidak heran. Berhentinya Asuki sebagai asisten pribadi Kento sudah diketahui seluruh pegawai agensi. Mereka yakin Kento akan bertemu dengan asisten pribadinya yang baru hari ini. Di depan pintu lift yang tidak kunjung terbuka, Kento mengetuk kaki tidak sabar. Dua orang pegawai yang ikut menunggu bersama Kento saling berbisik di dekatnya. “Benarkah?” “Iya, aku dengar nona Asuki dipaksa berhenti karena kontraknya,” bisik pegawai wanita berkemeja baby blue.Kento menggulung alis, tidak sengaja mendengar bisik-bisik mereka. Kento lalu berbalik menatap dua orang pegawai itu tajam. “Apa maksudmu dengan kontrak Asuki?!” tanyanya. Keduanya berjengkit, mundur. “I–itu….” “Ada apa, katakan padaku!?” seru Kento. “G

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pilihan Asuki

    Siang ini setelah makan siang bersama, Asuki dan Kento duduk di sofa ruang tamu. Kento merebahkan tubuh bersandar nyaman menikmati hari libur cutinya. Asuki meletakkan camilan apel berpotong kelinci di meja. Kento tersenyum menatap lama apel penuh kenangan yang disiapkan Asuki. “Sudah lama aku tidak melihat apel bentuk begitu lagi darimu Sayang…,” tukas Kento. Asuki menyodorkan potongan apel ke mulut Kento. “Benarkah?” “Iya. Sepertinya hari ini cukup spesial,” goda Kento menerima suapan Asuki. Asuki hanya tersenyum, larut lagi dengan kekalutan pikirannya. Sejak semalam Asuki telah membulatkan hati, dia harus mengakhiri hubungannya bersama Kento. “Sayang, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Asuki. Wajah Asuki tampak serius, Kento bangun mengatur duduk. “Ada apa?” Asuki berhenti menyuapi Kento dan duduk berhadapan dengan Kento. Gugup mendera Asuki. “Aku … aku ingin memberitahumu kalau aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku pada direktur omega tadi pagi. Aku … akan berhe

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ide

    Ucapan terakhir direktur Omega ditelepon masih terngiang-ngiang di kepala Asuki. Hubungan yang masih seumur jagung dipaksa harus berhenti karena ancaman yang terdengar tidak main-main dari petinggi agensi tempat Kento bernaung. Asuki gundah, memilih tetap mempertahankan cintanya pada Kento, Kento mungkin harus kehilangan karir cemerlangnya selama ini. Asuki tidak mau egois, namun tidak mau juga berpisah dari Kento. Asuki benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Layar laptop di depan Asuki masih menyala, dia sedang mengetikkan surat pengunduran dirinya sebagai asisten Kento. Malam ini Kento masih berada di lokasi syuting, mengambil set gambar terakhir. Sedang Asuki mengurung diri di ruang ganti Kento sendirian. Bunyi ketukan tiba-tiba di pintu membuyarkan pikiran Asuki yang refleks menutup laptop. Seorang wanita masuk menyapa Asuki. “Selamat malam Nona Asuki,” sapanya. Asuki tersenyum membalas sapaan sekretaris Hikari. “Selamat malam.” Hikari duduk di dekat Asuki. “Tuan Kento mas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Konsekuensi

    Dua hari setelah pertemuan Asuki dan Direktur Omega menyisakan kesesakan dihati Asuki. Selama waktu-waktu yang berlalu Asuki lebih banyak diam dan melamun. Menemani Kento di lokasi syuting dan tetap menjalankan pekerjaannya sebagai asisten model dan aktor itu, Asuki berpikir keras. Tatapan sendunya tidak pernah lepas dari Kento dan Kento pun merasakannya. Asuki bersikap aneh dan tidak biasa, bahkan malam ini Asuki terus menutup mulut selama Asuki menyiapkan makan malam untuk mereka. “Sayang….” Kento melingkar pinggang Asuki dari belakang. Asuki terenyak, “Ada apa? Kamu butuh sesuatu?” Kento menggeleng, menyandarkan kepala ke bahu Asuki. “Apa yang sedang kamu masak?” tanyanya. “Steak, kamu mengatakan ingin makan steak bukan? Aku menyiapkannya untukmu,” jawab Asuki melepaskan rangkulan Kento. “Duduklah, makanannya sebentar lagi siap,” pinta Asuki. Kento tidak menyahut dan patuh mengikuti ucapan Asuki. Mungkin berbicara dengan Asuki setelah makan malam akan lebih baik pikirnya. S

  • Pesona Panas Tuan Idol   Bukti Foto

    “Kamu sudah siap?” tanya Asuki. “Ya, bagaimana penampilanku? Apa aku terlihat cocok menggunakan pakaian ini?” Asuki menyorot penampilan kekasihnya dari atas ke bawah, entah kenapa Kento merasa pakaian semi jas yang dikenakannya terasa tidak pas di badan. Asuki tersenyum geli melihat Kento. “Aku tidak percaya kamu ternyata bisa juga merasa tidak percaya diri dengan dirimu sendiri Sayang,” godanya. Kento mencebik, “Aku juga manusia biasa kamu tahu…!” sinisnya. Asuki tertawa mendekati Kento. “Kamu selalu tampak sempurna di mataku Sayang….” Kento tersipu, Asuki mengatur kembali kerah kemeja Kento mendaratkan kecupan sekilas di pipinya. “Semua pakaian yang kamu pakai akan selalu terlihat pantas jika kamu memakainya,” ucap Asuki lembut. Wajah Kento semakin merona, Asuki paling tahu memuji pria tinggi itu. “Bersiaplah, sebentar lagi syuting akan dimulai,” sambung Asuki. Kento mengangguk, membalas kecupan singkat Asuki di bibir. “Aku mencintaimu…,” tandas Kento bahagia. Pasangan kekas

  • Pesona Panas Tuan Idol   Perasaan Tidak Enak

    Kento membawa mobil pulang ke apartemen setelah melihat Asuki lebih tenang. Asuki duduk diam di sampingnya, tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Sehabis menangis menumpahkan ketakutan dan kekesalan Asuki diam seribu bahasa, Kento bahkan tidak digubrisnya yang sejak tadi membujuk Asuki. Asuki keluar lebih dulu dari mobil begitu mereka tiba di parkiran basement apartemen meninggalkan Kento yang memanggilnya berulang kali. Kento menarik nafas panjang, Asuki benar-benar marah batinnya. Beruntung Asuki masih mau menunggu Kento di dalam lift hingga Kento tidak perlu menunggu lift berikutnya. “Sayang…,” panggil Kento. Asuki diam, mereka berdiri cukup jauh. “Sayang…,” panggil Kento lagi mendekat, namun bunyi pintu lift terbuka menghentikan langkah Kento. Asuki menghambur keluar. Kento sekali lagi menarik nafas panjang, memanjangkan langkah mengikuti Asuki dari belakang. Masuk di dalam apartemen, Kento segera menahan Asuki tidak mengizinkan wanitanya menghindari dia lagi. “Sayang

  • Pesona Panas Tuan Idol   Awal Rencana

    Setelah mendapatkan izin direktur Omega, pagi ini Asuki secara resmi melamar kerja di Agensi Treecom sebagai cleaning service. Bermodal nekat dan keyakinan, Asuki berhasil diterima setelah dibantu koneksi sekretaris Hikari. Kepala seksi bernama Mio adalah bibinya. “Aku tidak pernah tahu keponakan

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pilihan Asuki

    “Asuki, tolong ambilkan aku minum.” Kento duduk bersandar di ranjang rumah sakit, tangannya masih menempel jarum mengaliri cairan infus. Kento telah dirawat sehari semalam di rumah sakit. Asuki setia menunggu dan menjaga pria bertubuh tinggi itu. Namun sejak Kento bangun, Asuki tidak berbicara den

  • Pesona Panas Tuan Idol   Overdose, Again!?

    Lima hari setelah berita skandal pembullyan yang dilakukan Kento menguap, Kento kehilangan kontrak kerjasama dengan beberapa brand dan rumah produksi.Pembullyan adalah hal yang sangat sensitif di dunia entertainment, apalagi di zaman modern yang terus mengagungkan hak asasi manusia, Kento harus me

  • Pesona Panas Tuan Idol   Skandal

    “Apa kabar Asuki?” Direktur Omega menyapa hangat asisten artis naungan agensinya. Asuki duduk bersama Kento dan Hikari di dalam ruang rapat. “Saya baik Direktur Omega,” sahut Asuki membungkuk sopan. Direktur Omega mengangguk, duduk di bagian kepala meja diapit sekretarisnya dan Kento sementara As

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status