Accueil / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 77 Obrolan Random

Share

Bab 77 Obrolan Random

last update Date de publication: 2025-10-19 21:23:54

Beberapa menit berlalu, semuanya sepakat untuk turun, termasuk Sabrina yang kali ini tidak memprotes. Sepertinya dia akan menjadi satu-satunya yang paling dipojokkan kalau memiliki pendapat yang berbeda.

Rasanya benar-benar tidak adil.

Mereka sudah menunggangi kuda masing-masing … terkecuali Alisa. Dia duduk di atas kuda yang sama dengan Dirga.

“Seandainya kamu kehilangan keseimbangan, kamu mau jatuh atau paling mengerikan terseret oleh kuda yang kamu tunggangi?”

Ucapan kejam Dirga berhasil mem
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Memang betul random yaa.. haha
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 145 Sudah Apa?

    A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 144 ???

    “A–aku ingin tidur lebih cepat. Besok hari pertamaku bekerja.” Alisa memalingkan wajah seolah itulah alasan yang sebenarnya. Merasa tertolak, Dirga sempat terdiam sebelum akhirnya menarik dirinya ke posisi tempatnya berbaring. Dia hanya menanggapi singkat, “Oke.” Ragu-ragu Alisa memutar kepalanya dan menemukan Dirga sudah berbaring memunggunginya. Pada detik itu, Alisa baru menyadari satu hal bahwa pelukan yang mereka lakukan membuatnya nyaman. Jadi, saat Dirga menarik diri seperti barusan … Alisa merasa sedikit kehilangan. Dia menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya, Alisa bukan menolak karena ingin tidur cepat, melainkan ingin sedikit membalas Dirga dengan menggodanya. Dan reaksi Dirga menunjukkan kalau saat ini skor mereka menjadi satu sama, bukan? Akan tetapi, melihat Dirga berbaring memunggunginya membuat Alisa merasa tidak enak. “Kamu … marah?” tanyanya dengan hati-hati. Tampaknya baru kali ini Dirga tidak bersikap semaunya. Bisa saja Dirga memaksakan keinginannya pa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 143 Bilang Saja Cemburu

    A/n: Harusnya bab ini aman———Seharusnya Dirga tak memaksa Andra untuk mengatakan informasi soal Alisa. Karena setelahnya, pria itu tampak seperti seseorang yang tengah dibebani banyak pikiran.Bahkan yang lebih parah membuatnya kesulitan untuk tidur. Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.Dirga terus mengubah posisi tubuhnya, mulai dari terlentang, menyamping, sampai telungkup. Dia berusaha mencari posisi senyaman mungkin agar bisa terlelap.“Kamu membutuhkan sesuatu, Dirga?” Sedari tadi diam, Alisa membuka suaranya.Di ranjang berukuran king size itu, Dirga menoleh pada istrinya yang ternyata tengah menghadap ke arahnya.Alisa juga sudah dalam keadaan siap untuk tidur. Namun, alih-alih bisa memejamkan mata, Alisa malah sama sekali tak merasakan kantuk.Ditambah lagi, Dirga yang tak bisa diam membuatnya khawatir.Dirga menggelengkan kepalanya. “Tidak ada. Tidurlah.”Tanpa mengindahkan ucapan Dirga, Alisa tetap berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Dia berniat m

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 142 Sama-sama Memendam Rasa

    Alisa berusaha mencerna pertanyaan Dirga lebih dalam. Memangnya apa yang pria itu akan lakukan setelah mengetahui tipe pria idamannya? Tidak mungkin Dirga mendadak bertingkah mengikuti tipe pria yang Alisa idamkan, bukan? Raut wajah Alisa menegang. Terkecuali … jika Dirga memang memiliki maksud lain. Misalnya … menaruh ketertarikan padanya? Cepat-cepat Alisa menepis pemikiran tersebut. ‘Selama Dirga belum mengaku secara langsung menyukaiku, aku tidak ingin berharap apapun.’ Itulah prinsip yang Alisa pegang untuk saat ini. Tak lama terdengar dekhaman Dirga di udara. “Aku menunggu jawabanmu, Alisa.” “Maaf, aku kebanyakan berpikir,” ringis Alisa merasa tak enak. Begitu dia menoleh, didapatinya Dirga yang seolah tak sabar menunggunya bicara. Jadi, detik selanjutnya, Alisa buru-buru menjawab, “Tipeku selalu berubah-ubah." Tadinya Alisa ingin menjawab seperti ini: pria idamannya tergantung pada pria fiksi yang sedang ditulis olehnya atau aktor pria dari drama yang sedang ditont

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 135 Finger Heart

    Sebelum benar-benar menutup kaca mobil, Sam menatap Dirga untuk terakhir kali. “Ingat pembicaraan kita tadi.” Lalu hanya dibalas anggukan dari sepupunya itu. Sam kemudian menatap Alisa yang tampak penasaran dengan ucapannya barusan. Buru-buru dia berkata, “Senang bertemu denganmu, Alisa.” Perhatia

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 136 Sebuah Kabar ... Baik atau Buruk?

    Alisa tak tahu pasti alasan Dirga mengatakan itu. Tapi, yang jelas, debaran di dadanya sulit dikendalikan. Pun, pipinya yang sudah kembali memanas. Tenggorokannya gatal, ingin setidaknya berteriak karena … senang? Kali ini dia tak berusaha menyembunyikannya. Lebihnya lagi, ekspresi wajahnya memang

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 126 Sisi Lain Dirga

    ‘Ya sudah, mau bagaimana lagi ….’ Pada akhirnya, Alisa memilih mengikuti suara hatinya dengan tetap tinggal di sisi Dirga. Bagaimanapun juga, itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang istri untuk merawat suaminya dalam keadaan sehat maupun sakit. Alisa mendongakkan wajah, menatap Dirga

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 125 Prioritas

    Melihat raut wajah Argus yang benar-benar tampak tidak mengetahui apapun tentang Alisa, emosi Dirga mereda. Cengkeramannya mengendur, lalu dia menarik tangannya menjauh.Bukannya Dirga tak merasa murka, hanya saja dia bukan tipe orang yang akan membuang energinya secara cuma-cuma.“Lupakan saja,” d

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status