Share

Dengki

Author: Weena Young
last update publish date: 2026-10-19 20:16:17

Layar ponsel Vanya menyala terang di hadapan banyak orang. Di sana terpampang jelas sebuah dokumen digital administrasi kampus berisi data pribadi mahasiswa jalur beasiswa, lengkap dengan alamat domisili sementara Jeeva yang terdaftar di sebuah rumah kos sederhana kawasan pinggiran kota.

Bisik-bisik riuh langsung mendadak menyeruak di sepanjang koridor. Beberapa mahasiswa yang tadinya sempat ragu kini kembali menatap Jeeva dengan sorot mata meremehkan, merasa mendapatkan bukti otentik untuk mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
bagus langit kamu tolak bubur pemberoan fahira ... jaga jarak aman
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
jeeva memang keren .... suka Ku sana anak yang nggak gampang kalah saat dijelek jelekkin
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Kalah 2x

    "Astaga mulutnya, gak sabar banget aku pengen gampar dan kasih sambel matah level seratus!" Geram Jeeva sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat di sisi tubuhnya ketika mendengar fitnahan dari teman sekampus ya.Dadanya bergemuruh hebat, menahan amarah yang mendidih akibat hinaan murahan yang dilemparkan Vanya dan teman-temannya tanpa rasa malu di tengah kerumunan lobi bioskop yang ramai. Namun, alih-alih meledak dan mempermalukan diri dengan membalas teriakannya, Jeeva menarik napas dalam-dalam. Sembari menunggu Langit menerima semua pesanan dari kasir bioskop, "Kenapa? Kamu mau makan sambal matah?" Tanya Langit yang ada di sebelahnya."Ihh, bukan, Mas. Ya kali ngemall sesekali sama CEO makan nya sambal matah? Rugi banget dong..." ketus Jeeva lagi"Lah! Kamu yang bilang barusan..." Langit yang tak ingin berdebat karena situasi lagi rame terpaksa meladeni kalimat Jeeva dengan sedikit tenang. Karena melihat Langit penasaran, gadis itu merapatkan tubuhnya, lalu berjinjit sedikit u

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Cowok Bayaran

    “Mas Langit ganteng banget kalau pakai baju casual gini, kaya aktor Korea…” puji Jeeva ketika mereka baru masuk ke dalam mobil.“Udah, diem aja. Saya ga punya recehan.” Jawab Langit sok cool padahal di sudut bibirnya mengembangkan senyum walau hanya segaris.“Dih! Siapa juga yang mau receh? Itu mah anak kecil. Kalau udah seumuran Jeeva ini butuhnya LV, Gucci atau brand lainnya.”“Pasang seat belt dan duduk manis.” Potong Langit fokus mengemudi.Mobil mewah itu pun meluncur membelah jalanan kota yang mulai dihiasi lampu-lampu malam yang berpendar indah. Suasana di dalam kabin terasa jauh lebih hidup dibandingkan biasanya, berkat kehadiran Jeeva yang tak henti-hentinya bersenandung kecil mengikuti alunan lagu dari radio.Langit sesekali melirik ke arah Jeeva yang bersenandung dengan suara yang berantakan.Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di pusat perbelanjaan elit di pusat kota.Setibanya di area parkir basement yang cukup lengang, Langit mematikan mesin sedan hitamnya, lalu

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Janjian

    Udara sore di dalam kabin sedan hitam mewah itu mendadak terasa jauh lebih hangat, meski AC berkecepatan sedang terus berhembus. Langit kembali memfokuskan pandangannya ke jalan raya, sementara jemarinya dengan mantap mengendalikan kemudi. Pria itu sesekali melirik sekilas ke arah kursi belakang melalui kaca spion tengah, mengamati bagaimana Jeeva tengah sibuk merapikan tatanan rambutnya dengan pantulan jendela mobil yang berfungsi layaknya cermin."Jangan terlalu berharap banyak soal dandanan kamu," ucap Langit dengan nada datar khasnya, mencoba menetralkan kembali ketegangan di antara mereka setelah insiden kecupan spontan di tangan tadi. "Waktu kita terbatas. Sepuluh menit sampai rumah, tidak lebih."Jeeva yang mendengar teguran itu langsung mendengus kecil, memanyunkan bibirnya dengan gaya manja yang menggemaskan. "Iya, Mas Kulkas... bawel banget sih jadi cowok! Tenang aja, tangan ajaib Jeeva ini sanggup menyulap diri jadi princess dalam waktu lima menit kalau darurat.""Princes

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Jinak

    Langit Banyuwangsa duduk tenang di balik kemudi sedan hitam mewahnya yang terparkir rapi tepat di tepi jalan, beberapa meter dari gerbang utama Livingston University. Pria dua puluh sembilan tahun itu tampak sangat berwibawa dengan kemeja formal berwarna putih tulang yang lengannya digulung setengah siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Wajah tampannya dingin, kaku, dan datar, memancarkan aura es batu berjalan yang membuat siapa pun berpikir dua kali untuk mendekat.Tepat saat jarum jam dinding kampus menunjukkan pukul empat sore lewat lima menit, sesosok gadis berbalut cardigan rajut pastel terlihat berjalan keluar dari gerbang bersama seorang teman prianya. Setelah melambaikan tangan perpisahan yang singkat, Jeeva langsung melangkah setengah berlari menuju mobil sedan Langit dengan binar kebahagiaan yang melompat-lompat terang di kedua bola matanya.Begitu pintu mobil terbuka, Jeeva langsung merangsek masuk ke dalam kabin yang sejuk dan dipenuhi aroma parfum maskulin kh

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Berbunga-bunga

    Fahira tampak sedikit terkejut, alis indahnya berkerut tipis mendengar jawaban tersebut."Kamu sarapan di rumah?" ulang Fahira dengan nada tidak percaya. "Sejak kapan seorang Langit mau repot-repot sarapan di rumah sebelum ke kantor? Biasanya kamu selalu melewatkan waktu makan pagi atau paling banter hanya minum kopi hitam di ruangan ini."Bagi Fahira, selama Langit belum menikah, ia merasa masih memiliki kebebasan penuh untuk merebut kembali posisi spesial di sisi pria itu. Terlebih lagi, ia tahu betul bahwa ibu Langit sedang gencar menjodohkan putranya dengan Valerie, seorang wanita dari kalangan elit yang sering diajak hadir bersama Langit dalam berbagai acara sosial sebagai calon tunangan. Namun, Fahira sama sekali tidak gentar pada Valerie. Ia sangat percaya diri bahwa sisa-sisa kenangan dan rasa cinta di masa lalu masih memegang kendali atas diri Langit."Ada beberapa hal yang memang berubah," balas Langit singkat, suaranya terdengar datar tanpa menyisipkan emosi berlebih. Pr

  • Pesona Terlarang Kakak Angkatku   Dengki

    Layar ponsel Vanya menyala terang di hadapan banyak orang. Di sana terpampang jelas sebuah dokumen digital administrasi kampus berisi data pribadi mahasiswa jalur beasiswa, lengkap dengan alamat domisili sementara Jeeva yang terdaftar di sebuah rumah kos sederhana kawasan pinggiran kota.Bisik-bisik riuh langsung mendadak menyeruak di sepanjang koridor. Beberapa mahasiswa yang tadinya sempat ragu kini kembali menatap Jeeva dengan sorot mata meremehkan, merasa mendapatkan bukti otentik untuk membenarkan gosip miring tersebut."Tuh, lihat sendiri!" seru Vanya penuh kemenangan, menarik kembali ponselnya dengan gaya angkuh. "Alamat kosnya aja di daerah kumuh begitu, tapi tiap hari sok berlagak diantar jemput mobil mewah sekelas sedan eksekutif. Kalau bukan simpanan sugar daddy, darimana dia bisa dapet fasilitas begituan? Jangan-jangan keluarganya di kota asal juga cuma kedok buat nutupin kedok aslinya!"Jeeva mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh. Rahangnya mengeras menahan gejolak em

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status