Share

Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran
Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran
Author: Richy

Bab 1

Author: Richy
Namaku Jackie. Awalnya, aku adalah seorang kurir makanan. Setiap kali aku mengantarkan pesanan ke gym, tatapanku terpaku pada sekelompok wanita seksi di sana.

Semua wanita-wanita ini memiliki payudara dan bokong yang montok. Mereka mengenakan celana yoga dan tank-top berwarna putih. Saat berjongkok, belahan bokong mereka akan tampak begitu besar dan bulat.

Katanya wanita di gym itu biasanya liar, sayangnya para wanita cantik itu sama sekali tidak melirikku. Setiap kali melihat para pria kaya yang memeluk wanita cantik di kedua sisinya, hatiku terasa tidak nyaman.

Aku cuma orang kampung yang keluar dari desa, bersumpah akan menggaet wanita-wanita di kota ini! Untungnya aku punya sedikit dasar kebugaran, jadi aku melamar kerja sebagai pelatih di sebuah gym.

Mereka bilang fondasiku kurang bagus. Namun tidak masalah, aku tidak minta gaji.

Dengan begitulah, siang hari aku bekerja keras mengantar makanan, malam hari sambil lalu menjadi pelatih. Awalnya, tidak ada murid wanita yang memilihku sebagai pelatih.

Aku pun berusaha mati-matian. Saat mengantar makanan siang hari, aku sering berlari. Malam hari mempelajari teori kebugaran, lalu berlatih dua kali lebih keras.

Seminggu kemudian, berkat pengetahuan profesional ditambah harga yang murah, akhirnya benar-benar ada seorang wanita cantik yang mendaftar di kelasku.

Wanita cantik ini bernama Eva, penampilannya sangat menawan. Tubuhnya juga sangat seksi dan bagian selangkangannya tampak begitu ketat. Saat mengenakan celana yoga, bahkan bisa terlihat lipatan di antaranya.

Aku jadi terangsang melihat pemandangan itu.

Diriku yang dulu pasti tidak akan berani berbicara sepatah kata pun dengan wanita secantik ini. Namun sekarang, wanita cantik ini malah begitu menurut padaku. Dia selalu melakukan apa pun yang kuperintahkan.

Eva berkata, "Coach, aku kepengin latih bagian bokong. Cowok-cowok kaya itu selalu bilang bokongku nggak cukup montok."

Ternyata, si Eva ini benar-benar wanita genit. Dia sengaja berlatih untuk menyenangkan para pria kaya ini. Dengan kualitas seperti ini ... bukankah seharusnya aku yang mencicipinya lebih dulu?

Aku berkata dengan wajah serius, "Kalau mau bokong lebih montok, kamu harus ikutin aku berlatih squat. Dalam dua minggu saja, bokongmu sudah pasti akan jadi lebih montok."

Eva mengangguk mendengarnya dan tidak sabar ingin berlatih denganku.

Aku mengeluarkan sebuah barbel dan menyuruhnya mengangkatnya dengan kedua tangan di atas kepala.

"Rasakan tarikan pada tulang belakang, gunakan tenaga dari bokong, jongkoklah dalam-dalam, lalu berdiri kembali dengan kekuatan bokong." Dia menegakkan pinggulnya yang menonjol, kedua tangan mengangkat barbel, lalu perlahan berjongkok dengan tenaga.

Melihat posisinya kurang tepat, aku meletakkan tangan di pinggangnya dan sedikit menekannya. "Kencangkan bagian pinggang, bokong harus lebih didorong ke belakang, rasakan titik tenaganya."

Eva mengeluarkan desahan pelan dan mendorong pinggulnya yang montok ke belakang, lalu kembali berjongkok ke bawah.

Pada dasarnya, celana yoganya memang sudah tipis dan ketat. Begitu berjongkok, bokongnya langsung membuat celana itu semakin melar dan menampakkan belahan yang dalam. Ditambah lagi celananya itu sangat tipis, bahkan celana dalam berwarna putih di dalamnya juga terlihat jelas.

Aku yang berdiri di belakangnya, sontak merasa darahku mendidih. Ingin sekali rasanya aku menekannya ke tanah dan menghujamnya.

"Coach, gayaku ini benar nggak?" tanya Eva dengan napas terengah-engah setelah berjongkok.

Melihat dirinya yang tampak agak kesulitan, aku tiba-tiba mendapat ide. Aku mengulurkan tangan untuk membantunya menahan barbel.

"Sekarang kekuatan ototmu masih belum cukup. Aku bantu dari belakang untuk menahan sedikit bebannya, kamu fokus saja melatih tenaga dari bokong."

Setelah beban di tangan Eva terasa lebih ringan, dia pun fokus melatih gerakan mengangkat bokong. Seluruh pinggulnya terdorong semakin jauh ke belakang, terlihat semakin terangkat dan tegas.

Baru saja berjongkok, bokongnya yang sintal itu langsung menyentuh penisku. Seketika, aku merasakan sentuhan yang lembut menyelimuti bagian bawahku.

Celana yang kukenakan ini juga tipis, jadi sentuhan itu terasa begitu nyata. Seluruh pori-pori di sekujur tubuhku seakan terbuka. Aku menikmati kelembutan dari sentuhan Eva itu dengan serakah.

Kejantananku langsung membesar dan mendorong di tubuh Eva. Eva yang merasakan sentuhan yang keras itu, seakan tidak merasa takut. Sebaliknya, dia malah menunggingkan bokongnya dengan lebih keras lagi.

Sebuah kekuatan yang begitu besar dan lembut kembali mendorong tubuhku. Kakiku bahkan mulai terasa lemas.

"Coach, kalau latihan gini, bakal terasa nggak efeknya di bokong?"

Perasaanku seolah tergelitik, ingin sekali aku menyuruhnya untuk lebih keras lagi.

"Pasti ada efeknya. Aku saja sudah merasakan kamu mengapitku dengan erat. Setelah latihan nanti, cowok-cowok kaya itu pasti nggak mau lepas dari kamu."

Mendengar ucapanku, Eva tak kuasa menahan tawa.

"Kalau gitu, aku harus lebih banyak berlatih lagi."

Usai bicara, dia kembali berjongkok. Bokongnya yang montok kembali melewati kejantananku dengan perlahan.

"Ugghh ... ah!" Perasaan ini benar-benar nikmat, aku sampai tidak bisa menahan diri untuk mengerang.

Benar saja, kalau kerja di ruang gym, pasti bisa bersentuhan fisik dengan wanita cantik seperti ini. Pekerjaan paruh waktu ini benar-benar tidak sia-sia. Aku jadi bisa menikmati gadis cantik.

Kalau saat masih menjadi kurir makanan dulu, aku bahkan tidak berani membayangkannya.

Merasakan perbedaan reaksiku, Eva menoleh untuk menatapku dengan wajah merona.

"Coach, nggak nyangka ternyata anu-mu besar juga."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 7

    Setelah kelas selesai, aku menyuruhnya menunggu sebentar sementara aku pergi berganti pakaian. Saat keluar, dia berdiri di dekat meja resepsionis. Melihatku keluar, dia sempat tertegun."Ayo." Aku membawanya keluar lewat pintu depan. Mobil putih itu terparkir di seberang."Hari ini lewat depan?" tanyanya."Iya."Aku menuntunnya menyeberangi jalan, langsung menuju mobil putih itu. Kacanya gelap, tidak terlihat bagian dalam. Aku mengetuk kaca kursi pengemudi.Kaca perlahan turun. Mardi duduk di dalam dengan satu tangan yang diletakkan di setir."Ada apa?" tanyanya."Turun."Dia menatapku tanpa bergerak."Turun, kita bicara."Pria itu tersenyum tipis dan mematikan mesin, lalu membuka pintu dan keluar. Tingginya sedikit lebih pendek dariku, tapi badannya kekar, seperti orang yang pernah latihan tinju."Bicara apa?""Bekas di wajah Eva."Mardi melirik Eva yang berdiri di belakangku, lalu kembali menatapku."Dia yang bilang?""Aku tanya kamu. Itu ulahmu?"Mardi melangkah mendekat, jaraknya s

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 6

    Hari itu, Eva datang untuk latihan. Aku baru saja mengatur tinggi tali di mesin kabel saat melihat seseorang masuk dari pintu. Pria itu berdiri di area angkat beban dan menatap ke arah sini. Eva membelakanginya, tapi punggungnya tiba-tiba menegang."Kenal?" tanyaku. Eva tidak menjawab.Orang itu berjalan mendekat sambil tersenyum. "Eva, kenapa nggak balas pesanku?"Eva menggenggam pegangan kabel dan mulai melakukan gerakan tanpa menghiraukannya. Pria itu berdiri di sisi belakangnya dalam jarak yang sangat dekat."Ibumu suruh aku untuk lihat kamu. Katanya sudah lama kamu nggak pulang." Pria itu mengulurkan tangan hendak menepuk bahunya. Eva menghindar dan gerakannya terhenti di tengah.Aku melangkah maju dan berdiri di antara dia dan Eva. "Pak, ini waktu latihan anggota. Tolong beri ruang."Pria itu menatapku, lalu melirik Eva dan tersenyum tipis. "Aku temannya.""Ini waktu latihan. Kalau ada yang mau dibicarakan, setelah kelas saja," timpalku.Senyumnya menghilang sedikit. Dia menatapk

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 5

    Hanya saja, anehnya Eva belum juga datang hari ini. Bukankah kemarin sudah janji akan datang untuk latihan?Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan padanya.[ Kamu di mana? Kenapa belum datang? ]Beberapa saat kemudian, Eva baru membalas.[ Oh, aku sebentar lagi sampai. ]Aku samar-samar merasa Eva sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku. Namun, aku tidak terlalu memikirkannya dan tetap melanjutkan latihan seperti biasa.Malam ini muridnya cukup banyak. Aku melatih mereka satu per satu Menyuruh mereka kuda-kuda, mendorong pinggul ke belakang, semuanya melatih bagian pinggul sampai terlihat semakin penuh.Dika yang berdiri di samping sampai terperangah. "Kak Jackie, banyak banget cewek kelas atas begini, rasanya darahku naik terus."Aku melirik para murid. Terlalu banyak, aku benar-benar kewalahan sendirian.Aku melambaikan tangan pada Dika. "Kamu bantu aku latih mereka.""Tapi aku nggak bisa," Dika agak ragu.Aku berdecak dan berkata, "Nggak apa-apa, aku ajari."Sambil berbicara, a

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 4

    Aku menyeruput mi dan berkata dengan santai, "Akhir-akhir ini, aku jadi pelatih di malam hari. Gadis-gadis itu kelihatan dingin dan angkuh dari luar, tapi sebenarnya dalam hati mereka liar sekali.""Tadi malam aku hampir saja dapat satu cewek cantik. Malam ini dia masih mau datang cari aku, kali ini pasti akan kuselesaikan dia."Dika hampir menyemburkan mi dari mulutnya. Dia mengelap mulutnya dengan tisu dan menatapku tak percaya. "Kamu ngawur, Jackie. Kamu ini kebanyakan mikirin perempuan sampai gila, ya? Kalau memang nggak tahan, nanti aku ajak kamu ke tempat pijat kaki pinggir jalan. Sekali ini aku yang traktir."Harus diakui, Dika sebenarnya cukup baik padaku.Sekali ke tempat pijat itu sama saja dengan penghasilan sehari mengantar makanan, tapi dia rela mentraktirku. Jadi apa pun yang terjadi, aku juga harus mengajaknya ikut merasakan pengalaman ini.Aku mengusap mi yang menempel di wajahku dan berkata dengan tenang, "Aku serius. Aku memang jadi pelatih. Kalau nggak percaya, lihat

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 3

    Sekujur tubuh Eva bergetar hebat. Dia sangat menantikan perasaan dihujam olehku. Detak jantungku berdegup kencang. Kali ini, akhirnya aku bisa menikmati apa yang disebut sebagai wanita cantik berkualitas tinggi.Wanita-wanita yang pernah dimainkan oleh pria-pria kaya itu ... aku juga harus mencobanya semua. Namun, sebelum aku mulai pertunjukan seru ini, tiba-tiba sebuah suara amarah menarikku kembali ke kenyataan.Ternyata itu adalah bos pemilik gym yang memarahiku, "Jackie! Aku izinin kamu jadi pelatih karena melihat kamu rajin dan mau belajar. Begini caramu ngajar murid? Lihat, kamu ngajarin apaan sama orang lain."Saat menoleh, aku baru melihat bahwa ternyata semua orang sedang meniru gayaku yang menghujam bokong murid perempuan. Yang lebih mencengangkan lagi, saat mereka melepaskan diri setelah dimarahi bos, kejantanan mereka masih bergelantungan di luar.'Sialan, aku aja masih belum sempat masukkin. Ternyata pelatih-pelatih lain semua sudah mulai. Ternyata memang nggak boleh ragu.

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 2

    Mendengar ucapannya, hatiku langsung berbunga-bunga. Biasanya waktu mengantar makanan, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk melakukan hal seperti ini.Kejantananku ini masih seperti barang baru yang terawat dengan baik. Jika dibandingkan dengan pria-pria kaya yang sudah sering melakukan hal seperti ini, kemaluanku jelas lebih gahar.Dilihat dari penampilannya, Eva ini tampak seperti wanita yang memiliki hasrat yang sangat kuat. Sepertinya, dia belum pernah merasakan apa yang disebut dengan pria sejati. Kali ini, aku harus membuatnya merasakan apa yang disebut dengan mimpi indah seakan merenggut nyawa.Saat dia kembali berjongkok, aku mendorong kemaluanku ke bagian tengah bokongnya dengan sekuat tenaga. Agar dia tidak terjatuh ke depan saat didorong olehku, aku menggenggam erat kedua tangannya.Ketika terdorong olehku dengan sekuat ini, bokong Eva seakan-akan sampai melayang di udara. Sekujur tubuhnya langsung bergetar karena kenikmatan yang begitu ekstrem ini.Yang lebih mencen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status