Share

Bab 2

Penulis: Richy
Mendengar ucapannya, hatiku langsung berbunga-bunga. Biasanya waktu mengantar makanan, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk melakukan hal seperti ini.

Kejantananku ini masih seperti barang baru yang terawat dengan baik. Jika dibandingkan dengan pria-pria kaya yang sudah sering melakukan hal seperti ini, kemaluanku jelas lebih gahar.

Dilihat dari penampilannya, Eva ini tampak seperti wanita yang memiliki hasrat yang sangat kuat. Sepertinya, dia belum pernah merasakan apa yang disebut dengan pria sejati. Kali ini, aku harus membuatnya merasakan apa yang disebut dengan mimpi indah seakan merenggut nyawa.

Saat dia kembali berjongkok, aku mendorong kemaluanku ke bagian tengah bokongnya dengan sekuat tenaga. Agar dia tidak terjatuh ke depan saat didorong olehku, aku menggenggam erat kedua tangannya.

Ketika terdorong olehku dengan sekuat ini, bokong Eva seakan-akan sampai melayang di udara. Sekujur tubuhnya langsung bergetar karena kenikmatan yang begitu ekstrem ini.

Yang lebih mencengangkan lagi, di sekitar sana ada banyak sekali orang. Melihat gaya berlatih kami ini, semua orang sontak terperangah. Ada banyak sekali wanita cantik yang juga meminta pelatih mereka untuk berlatih seperti ini.

Melihat adegan ini, sudut bibirku pun terangkat.

Sekujur tubuh Eva terasa panas, bokongnya kembali mengapit kemaluanku dengan erat. Perasaan ini benar-benar membuat orang ketagihan. Tubuhku seolah-olah bisa meledak kapan saja.

"Coach, sepertinya aku mulai dapat feeling-nya. Bokongku panas sekali, jadinya semakin montok."

Melihatnya begitu berinisiatif, aku pun tidak lagi berpura-pura. Kedua tanganku langsung menyangga bokongnya dan aku menyuruhnya untuk memasang kuda-kuda dengan tegak.

"Berdirilah dengan stabil, biarkan tulang ekormu menarik pinggulmu yang terangkat, dorong kuat-kuat ke belakang."

Eva membuka kedua kakinya dengan perlahan, bokongnya yang menungging menempel erat di antara kedua kakiku. Aku hampir saja merasakan kemaluannya yang basah dan lembut itu.

Bagian bawah perutku terasa bergejolak, sekujur tubuhku seakan membengkak hebat.

Saat menjadi kurir makanan, aku tidak pernah merasakan wanita secantik ini. Kini sekujur tubuhku benar-benar tersiksa dan organ dalamku seakan meledak. Eva mulai kelelahan saat menahan posisi kuda-kuda, kedua kakinya terus gemetar dan terasa lemas. Bahkan bagian bokongnya juga bergetar hebat. Kemaluanku tergesek dengan sangat kasar hingga celanaku pun hampir robek!

"Lebih kuat lagi, goyang bokongmu lebih kuat lagi." Aku hampir tidak bisa lagi menahan diri, dalam hatiku terasa semakin terangsang.

Eva mulai menggoyangkan bokongnya dengan kuat. Gerakannya juga semakin cepat. Perasaan itu semakin kuat dan menegangkan. Celanaku yang digeseknya itu juga semakin panas.

Nada bicara Eva jadi mulai mendesah dan terengah-engah. "Umph ... ah ... ah .... Coach, masih ... masih mau lebih kuat lagi?"

Ucapannya ini jelas terdengar seperti sedang melakukan perbuatan tidak senonoh. Diriku yang sudah mulai terangsang sedari tadi, kini semakin terasa tergelitik. Aku tidak tahan lagi. Akhirnya, aku berjinjit dan mendorongnya dengan keras dari belakang.

"Cepat, lebih kuat lagi. Biar bokongmu semakin montok."

Eva hampir menangis karena kesal, dia berbisik lirih, "Aku ... aku gatal sekali. Kenapa kamu keras sekali sih, jadi kepengin banget."

Dalam hatiku merasa kegirangan. Ternyata memang benar, ada banyak wanita genit di ruang gym.

"Aku juga kepengin, tapi ada banyak orang di sini. Nggak bagus kalau kita melakukannya di sini, 'kan?"

Tak disangka, Eva malah sangat berinisiatif. Dia mengambil sebuah jepit rambut dari rambutnya dan memberikannya kepadaku sambil berkata, "Kamu goreskan sebuah lubang di celanaku. Kita lakuin begini saja, orang lain nggak kelihatan."

Aku menerima jepit rambut itu, jantungku berdegup kencang. Tepi jepit rambut itu cukup tajam, sementara celana yoga tipis, digores pelan saja sudah bisa terbuka.

Akan tetapi, ada begitu banyak pasang mata yang sedang melihat kita ....

'Sial, masa bodoh ah! Tujuanku jadi pelatih memang untuk menggagahi cewek-cewek ini. Cewek cantik ini saja sudah inisiatif, kalau aku menciut, apa aku masih bisa disebut pria sejati?'

Di saat orang-orang di sekitar tidak memperhatikan, aku menggoreskan jepit rambut itu di celana yoga Eva. Seketika, celana yoga berwarna hitam langsung tersobek dan menampakkan bagian dalamnya yang putih dan memesona.

'Sialan! Si Eva ini malah pakai G-string, Cuma ada 1 tali yang menghalangi. Praktis sekali!'

Aku menyingkirkan tali itu dengan jariku dan menariknya ke samping.

Hidungku hampir saja mimisan melihatnya. Bokongnya ini benar-benar putih mulus, hampir tidak ada bedanya dengan bagian intim wanita.

Eva menggoyangkan bokongnya dan berkata dengan desahan manja, "Coach, cepat masukkin. Aku sudah kepengin banget, nih."

Aku menelan ludah dengan gugup, lalu mulai membuka ritsleting celanaku dengan antusias. Setelah mengeluarkan kejantananku, aku menempelkannya ke tubuh Eva.

"Ah ... panas sekali," seru Eva dengan kaget. Ekspresinya malah semakin menggoda. Dia menggoyangkan pinggulnya dengan kuat untuk memperdalam sentuhan di tubuhku.

Aku melihat ke sekelilingku. Semua orang juga sedang meniru gaya berlatihku, sehingga tidak ada yang memperhatikan aku. Aku bergegas mengangkat kemaluanku dan menempelkannya dengan erat ke tubuh Eva.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 7

    Setelah kelas selesai, aku menyuruhnya menunggu sebentar sementara aku pergi berganti pakaian. Saat keluar, dia berdiri di dekat meja resepsionis. Melihatku keluar, dia sempat tertegun."Ayo." Aku membawanya keluar lewat pintu depan. Mobil putih itu terparkir di seberang."Hari ini lewat depan?" tanyanya."Iya."Aku menuntunnya menyeberangi jalan, langsung menuju mobil putih itu. Kacanya gelap, tidak terlihat bagian dalam. Aku mengetuk kaca kursi pengemudi.Kaca perlahan turun. Mardi duduk di dalam dengan satu tangan yang diletakkan di setir."Ada apa?" tanyanya."Turun."Dia menatapku tanpa bergerak."Turun, kita bicara."Pria itu tersenyum tipis dan mematikan mesin, lalu membuka pintu dan keluar. Tingginya sedikit lebih pendek dariku, tapi badannya kekar, seperti orang yang pernah latihan tinju."Bicara apa?""Bekas di wajah Eva."Mardi melirik Eva yang berdiri di belakangku, lalu kembali menatapku."Dia yang bilang?""Aku tanya kamu. Itu ulahmu?"Mardi melangkah mendekat, jaraknya s

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 6

    Hari itu, Eva datang untuk latihan. Aku baru saja mengatur tinggi tali di mesin kabel saat melihat seseorang masuk dari pintu. Pria itu berdiri di area angkat beban dan menatap ke arah sini. Eva membelakanginya, tapi punggungnya tiba-tiba menegang."Kenal?" tanyaku. Eva tidak menjawab.Orang itu berjalan mendekat sambil tersenyum. "Eva, kenapa nggak balas pesanku?"Eva menggenggam pegangan kabel dan mulai melakukan gerakan tanpa menghiraukannya. Pria itu berdiri di sisi belakangnya dalam jarak yang sangat dekat."Ibumu suruh aku untuk lihat kamu. Katanya sudah lama kamu nggak pulang." Pria itu mengulurkan tangan hendak menepuk bahunya. Eva menghindar dan gerakannya terhenti di tengah.Aku melangkah maju dan berdiri di antara dia dan Eva. "Pak, ini waktu latihan anggota. Tolong beri ruang."Pria itu menatapku, lalu melirik Eva dan tersenyum tipis. "Aku temannya.""Ini waktu latihan. Kalau ada yang mau dibicarakan, setelah kelas saja," timpalku.Senyumnya menghilang sedikit. Dia menatapk

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 5

    Hanya saja, anehnya Eva belum juga datang hari ini. Bukankah kemarin sudah janji akan datang untuk latihan?Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan padanya.[ Kamu di mana? Kenapa belum datang? ]Beberapa saat kemudian, Eva baru membalas.[ Oh, aku sebentar lagi sampai. ]Aku samar-samar merasa Eva sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku. Namun, aku tidak terlalu memikirkannya dan tetap melanjutkan latihan seperti biasa.Malam ini muridnya cukup banyak. Aku melatih mereka satu per satu Menyuruh mereka kuda-kuda, mendorong pinggul ke belakang, semuanya melatih bagian pinggul sampai terlihat semakin penuh.Dika yang berdiri di samping sampai terperangah. "Kak Jackie, banyak banget cewek kelas atas begini, rasanya darahku naik terus."Aku melirik para murid. Terlalu banyak, aku benar-benar kewalahan sendirian.Aku melambaikan tangan pada Dika. "Kamu bantu aku latih mereka.""Tapi aku nggak bisa," Dika agak ragu.Aku berdecak dan berkata, "Nggak apa-apa, aku ajari."Sambil berbicara, a

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 4

    Aku menyeruput mi dan berkata dengan santai, "Akhir-akhir ini, aku jadi pelatih di malam hari. Gadis-gadis itu kelihatan dingin dan angkuh dari luar, tapi sebenarnya dalam hati mereka liar sekali.""Tadi malam aku hampir saja dapat satu cewek cantik. Malam ini dia masih mau datang cari aku, kali ini pasti akan kuselesaikan dia."Dika hampir menyemburkan mi dari mulutnya. Dia mengelap mulutnya dengan tisu dan menatapku tak percaya. "Kamu ngawur, Jackie. Kamu ini kebanyakan mikirin perempuan sampai gila, ya? Kalau memang nggak tahan, nanti aku ajak kamu ke tempat pijat kaki pinggir jalan. Sekali ini aku yang traktir."Harus diakui, Dika sebenarnya cukup baik padaku.Sekali ke tempat pijat itu sama saja dengan penghasilan sehari mengantar makanan, tapi dia rela mentraktirku. Jadi apa pun yang terjadi, aku juga harus mengajaknya ikut merasakan pengalaman ini.Aku mengusap mi yang menempel di wajahku dan berkata dengan tenang, "Aku serius. Aku memang jadi pelatih. Kalau nggak percaya, lihat

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 3

    Sekujur tubuh Eva bergetar hebat. Dia sangat menantikan perasaan dihujam olehku. Detak jantungku berdegup kencang. Kali ini, akhirnya aku bisa menikmati apa yang disebut sebagai wanita cantik berkualitas tinggi.Wanita-wanita yang pernah dimainkan oleh pria-pria kaya itu ... aku juga harus mencobanya semua. Namun, sebelum aku mulai pertunjukan seru ini, tiba-tiba sebuah suara amarah menarikku kembali ke kenyataan.Ternyata itu adalah bos pemilik gym yang memarahiku, "Jackie! Aku izinin kamu jadi pelatih karena melihat kamu rajin dan mau belajar. Begini caramu ngajar murid? Lihat, kamu ngajarin apaan sama orang lain."Saat menoleh, aku baru melihat bahwa ternyata semua orang sedang meniru gayaku yang menghujam bokong murid perempuan. Yang lebih mencengangkan lagi, saat mereka melepaskan diri setelah dimarahi bos, kejantanan mereka masih bergelantungan di luar.'Sialan, aku aja masih belum sempat masukkin. Ternyata pelatih-pelatih lain semua sudah mulai. Ternyata memang nggak boleh ragu.

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 2

    Mendengar ucapannya, hatiku langsung berbunga-bunga. Biasanya waktu mengantar makanan, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk melakukan hal seperti ini.Kejantananku ini masih seperti barang baru yang terawat dengan baik. Jika dibandingkan dengan pria-pria kaya yang sudah sering melakukan hal seperti ini, kemaluanku jelas lebih gahar.Dilihat dari penampilannya, Eva ini tampak seperti wanita yang memiliki hasrat yang sangat kuat. Sepertinya, dia belum pernah merasakan apa yang disebut dengan pria sejati. Kali ini, aku harus membuatnya merasakan apa yang disebut dengan mimpi indah seakan merenggut nyawa.Saat dia kembali berjongkok, aku mendorong kemaluanku ke bagian tengah bokongnya dengan sekuat tenaga. Agar dia tidak terjatuh ke depan saat didorong olehku, aku menggenggam erat kedua tangannya.Ketika terdorong olehku dengan sekuat ini, bokong Eva seakan-akan sampai melayang di udara. Sekujur tubuhnya langsung bergetar karena kenikmatan yang begitu ekstrem ini.Yang lebih mencen

  • Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran   Bab 1

    Namaku Jackie. Awalnya, aku adalah seorang kurir makanan. Setiap kali aku mengantarkan pesanan ke gym, tatapanku terpaku pada sekelompok wanita seksi di sana.Semua wanita-wanita ini memiliki payudara dan bokong yang montok. Mereka mengenakan celana yoga dan tank-top berwarna putih. Saat berjongkok,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status