Short
Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran

Pesona Wanita Seksi Di Pusat Kebugaran

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
104views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Pelatih, tolong jangan dorong lagi. Celanaku sudah basah." Di dalam ruang gym, tubuh murid perempuan itu sangat seksi. Bokongnya tampak penuh dan sintal. Aku sengaja mendorong bagian bawah tubuhku ke dalam belahan bokongnya. Dia merasakan kejanggalan dan mengepit erat kedua bokongnya. Seketika, perasaan itu membuat darahku mendidih. Yang lebih seru lagi, dia sampai bereaksi dan berinisiatif menanggalkan celananya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Jackie. Awalnya, aku adalah seorang kurir makanan. Setiap kali aku mengantarkan pesanan ke gym, tatapanku terpaku pada sekelompok wanita seksi di sana.

Semua wanita-wanita ini memiliki payudara dan bokong yang montok. Mereka mengenakan celana yoga dan tank-top berwarna putih. Saat berjongkok, belahan bokong mereka akan tampak begitu besar dan bulat.

Katanya wanita di gym itu biasanya liar, sayangnya para wanita cantik itu sama sekali tidak melirikku. Setiap kali melihat para pria kaya yang memeluk wanita cantik di kedua sisinya, hatiku terasa tidak nyaman.

Aku cuma orang kampung yang keluar dari desa, bersumpah akan menggaet wanita-wanita di kota ini! Untungnya aku punya sedikit dasar kebugaran, jadi aku melamar kerja sebagai pelatih di sebuah gym.

Mereka bilang fondasiku kurang bagus. Namun tidak masalah, aku tidak minta gaji.

Dengan begitulah, siang hari aku bekerja keras mengantar makanan, malam hari sambil lalu menjadi pelatih. Awalnya, tidak ada murid wanita yang memilihku sebagai pelatih.

Aku pun berusaha mati-matian. Saat mengantar makanan siang hari, aku sering berlari. Malam hari mempelajari teori kebugaran, lalu berlatih dua kali lebih keras.

Seminggu kemudian, berkat pengetahuan profesional ditambah harga yang murah, akhirnya benar-benar ada seorang wanita cantik yang mendaftar di kelasku.

Wanita cantik ini bernama Eva, penampilannya sangat menawan. Tubuhnya juga sangat seksi dan bagian selangkangannya tampak begitu ketat. Saat mengenakan celana yoga, bahkan bisa terlihat lipatan di antaranya.

Aku jadi terangsang melihat pemandangan itu.

Diriku yang dulu pasti tidak akan berani berbicara sepatah kata pun dengan wanita secantik ini. Namun sekarang, wanita cantik ini malah begitu menurut padaku. Dia selalu melakukan apa pun yang kuperintahkan.

Eva berkata, "Coach, aku kepengin latih bagian bokong. Cowok-cowok kaya itu selalu bilang bokongku nggak cukup montok."

Ternyata, si Eva ini benar-benar wanita genit. Dia sengaja berlatih untuk menyenangkan para pria kaya ini. Dengan kualitas seperti ini ... bukankah seharusnya aku yang mencicipinya lebih dulu?

Aku berkata dengan wajah serius, "Kalau mau bokong lebih montok, kamu harus ikutin aku berlatih squat. Dalam dua minggu saja, bokongmu sudah pasti akan jadi lebih montok."

Eva mengangguk mendengarnya dan tidak sabar ingin berlatih denganku.

Aku mengeluarkan sebuah barbel dan menyuruhnya mengangkatnya dengan kedua tangan di atas kepala.

"Rasakan tarikan pada tulang belakang, gunakan tenaga dari bokong, jongkoklah dalam-dalam, lalu berdiri kembali dengan kekuatan bokong." Dia menegakkan pinggulnya yang menonjol, kedua tangan mengangkat barbel, lalu perlahan berjongkok dengan tenaga.

Melihat posisinya kurang tepat, aku meletakkan tangan di pinggangnya dan sedikit menekannya. "Kencangkan bagian pinggang, bokong harus lebih didorong ke belakang, rasakan titik tenaganya."

Eva mengeluarkan desahan pelan dan mendorong pinggulnya yang montok ke belakang, lalu kembali berjongkok ke bawah.

Pada dasarnya, celana yoganya memang sudah tipis dan ketat. Begitu berjongkok, bokongnya langsung membuat celana itu semakin melar dan menampakkan belahan yang dalam. Ditambah lagi celananya itu sangat tipis, bahkan celana dalam berwarna putih di dalamnya juga terlihat jelas.

Aku yang berdiri di belakangnya, sontak merasa darahku mendidih. Ingin sekali rasanya aku menekannya ke tanah dan menghujamnya.

"Coach, gayaku ini benar nggak?" tanya Eva dengan napas terengah-engah setelah berjongkok.

Melihat dirinya yang tampak agak kesulitan, aku tiba-tiba mendapat ide. Aku mengulurkan tangan untuk membantunya menahan barbel.

"Sekarang kekuatan ototmu masih belum cukup. Aku bantu dari belakang untuk menahan sedikit bebannya, kamu fokus saja melatih tenaga dari bokong."

Setelah beban di tangan Eva terasa lebih ringan, dia pun fokus melatih gerakan mengangkat bokong. Seluruh pinggulnya terdorong semakin jauh ke belakang, terlihat semakin terangkat dan tegas.

Baru saja berjongkok, bokongnya yang sintal itu langsung menyentuh penisku. Seketika, aku merasakan sentuhan yang lembut menyelimuti bagian bawahku.

Celana yang kukenakan ini juga tipis, jadi sentuhan itu terasa begitu nyata. Seluruh pori-pori di sekujur tubuhku seakan terbuka. Aku menikmati kelembutan dari sentuhan Eva itu dengan serakah.

Kejantananku langsung membesar dan mendorong di tubuh Eva. Eva yang merasakan sentuhan yang keras itu, seakan tidak merasa takut. Sebaliknya, dia malah menunggingkan bokongnya dengan lebih keras lagi.

Sebuah kekuatan yang begitu besar dan lembut kembali mendorong tubuhku. Kakiku bahkan mulai terasa lemas.

"Coach, kalau latihan gini, bakal terasa nggak efeknya di bokong?"

Perasaanku seolah tergelitik, ingin sekali aku menyuruhnya untuk lebih keras lagi.

"Pasti ada efeknya. Aku saja sudah merasakan kamu mengapitku dengan erat. Setelah latihan nanti, cowok-cowok kaya itu pasti nggak mau lepas dari kamu."

Mendengar ucapanku, Eva tak kuasa menahan tawa.

"Kalau gitu, aku harus lebih banyak berlatih lagi."

Usai bicara, dia kembali berjongkok. Bokongnya yang montok kembali melewati kejantananku dengan perlahan.

"Ugghh ... ah!" Perasaan ini benar-benar nikmat, aku sampai tidak bisa menahan diri untuk mengerang.

Benar saja, kalau kerja di ruang gym, pasti bisa bersentuhan fisik dengan wanita cantik seperti ini. Pekerjaan paruh waktu ini benar-benar tidak sia-sia. Aku jadi bisa menikmati gadis cantik.

Kalau saat masih menjadi kurir makanan dulu, aku bahkan tidak berani membayangkannya.

Merasakan perbedaan reaksiku, Eva menoleh untuk menatapku dengan wajah merona.

"Coach, nggak nyangka ternyata anu-mu besar juga."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status