LOGIN"Pelatih, tolong jangan dorong lagi. Celanaku sudah basah." Di dalam ruang gym, tubuh murid perempuan itu sangat seksi. Bokongnya tampak penuh dan sintal. Aku sengaja mendorong bagian bawah tubuhku ke dalam belahan bokongnya. Dia merasakan kejanggalan dan mengepit erat kedua bokongnya. Seketika, perasaan itu membuat darahku mendidih. Yang lebih seru lagi, dia sampai bereaksi dan berinisiatif menanggalkan celananya.
View MoreSetelah kelas selesai, aku menyuruhnya menunggu sebentar sementara aku pergi berganti pakaian. Saat keluar, dia berdiri di dekat meja resepsionis. Melihatku keluar, dia sempat tertegun."Ayo." Aku membawanya keluar lewat pintu depan. Mobil putih itu terparkir di seberang."Hari ini lewat depan?" tanyanya."Iya."Aku menuntunnya menyeberangi jalan, langsung menuju mobil putih itu. Kacanya gelap, tidak terlihat bagian dalam. Aku mengetuk kaca kursi pengemudi.Kaca perlahan turun. Mardi duduk di dalam dengan satu tangan yang diletakkan di setir."Ada apa?" tanyanya."Turun."Dia menatapku tanpa bergerak."Turun, kita bicara."Pria itu tersenyum tipis dan mematikan mesin, lalu membuka pintu dan keluar. Tingginya sedikit lebih pendek dariku, tapi badannya kekar, seperti orang yang pernah latihan tinju."Bicara apa?""Bekas di wajah Eva."Mardi melirik Eva yang berdiri di belakangku, lalu kembali menatapku."Dia yang bilang?""Aku tanya kamu. Itu ulahmu?"Mardi melangkah mendekat, jaraknya s
Hari itu, Eva datang untuk latihan. Aku baru saja mengatur tinggi tali di mesin kabel saat melihat seseorang masuk dari pintu. Pria itu berdiri di area angkat beban dan menatap ke arah sini. Eva membelakanginya, tapi punggungnya tiba-tiba menegang."Kenal?" tanyaku. Eva tidak menjawab.Orang itu berjalan mendekat sambil tersenyum. "Eva, kenapa nggak balas pesanku?"Eva menggenggam pegangan kabel dan mulai melakukan gerakan tanpa menghiraukannya. Pria itu berdiri di sisi belakangnya dalam jarak yang sangat dekat."Ibumu suruh aku untuk lihat kamu. Katanya sudah lama kamu nggak pulang." Pria itu mengulurkan tangan hendak menepuk bahunya. Eva menghindar dan gerakannya terhenti di tengah.Aku melangkah maju dan berdiri di antara dia dan Eva. "Pak, ini waktu latihan anggota. Tolong beri ruang."Pria itu menatapku, lalu melirik Eva dan tersenyum tipis. "Aku temannya.""Ini waktu latihan. Kalau ada yang mau dibicarakan, setelah kelas saja," timpalku.Senyumnya menghilang sedikit. Dia menatapk
Hanya saja, anehnya Eva belum juga datang hari ini. Bukankah kemarin sudah janji akan datang untuk latihan?Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan padanya.[ Kamu di mana? Kenapa belum datang? ]Beberapa saat kemudian, Eva baru membalas.[ Oh, aku sebentar lagi sampai. ]Aku samar-samar merasa Eva sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku. Namun, aku tidak terlalu memikirkannya dan tetap melanjutkan latihan seperti biasa.Malam ini muridnya cukup banyak. Aku melatih mereka satu per satu Menyuruh mereka kuda-kuda, mendorong pinggul ke belakang, semuanya melatih bagian pinggul sampai terlihat semakin penuh.Dika yang berdiri di samping sampai terperangah. "Kak Jackie, banyak banget cewek kelas atas begini, rasanya darahku naik terus."Aku melirik para murid. Terlalu banyak, aku benar-benar kewalahan sendirian.Aku melambaikan tangan pada Dika. "Kamu bantu aku latih mereka.""Tapi aku nggak bisa," Dika agak ragu.Aku berdecak dan berkata, "Nggak apa-apa, aku ajari."Sambil berbicara, a
Aku menyeruput mi dan berkata dengan santai, "Akhir-akhir ini, aku jadi pelatih di malam hari. Gadis-gadis itu kelihatan dingin dan angkuh dari luar, tapi sebenarnya dalam hati mereka liar sekali.""Tadi malam aku hampir saja dapat satu cewek cantik. Malam ini dia masih mau datang cari aku, kali ini pasti akan kuselesaikan dia."Dika hampir menyemburkan mi dari mulutnya. Dia mengelap mulutnya dengan tisu dan menatapku tak percaya. "Kamu ngawur, Jackie. Kamu ini kebanyakan mikirin perempuan sampai gila, ya? Kalau memang nggak tahan, nanti aku ajak kamu ke tempat pijat kaki pinggir jalan. Sekali ini aku yang traktir."Harus diakui, Dika sebenarnya cukup baik padaku.Sekali ke tempat pijat itu sama saja dengan penghasilan sehari mengantar makanan, tapi dia rela mentraktirku. Jadi apa pun yang terjadi, aku juga harus mengajaknya ikut merasakan pengalaman ini.Aku mengusap mi yang menempel di wajahku dan berkata dengan tenang, "Aku serius. Aku memang jadi pelatih. Kalau nggak percaya, lihat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.