FAZER LOGIN“Kak Hana, cepat bantuin aku… aku sudah nggak kuat lagi… sudah hampir meledak….” Anak tiriku tak sengaja meminum suplemen gym yang kubelikan untuk suamiku, hingga tubuhnya mengalami perubahan aneh. Karena sudah benar-benar tak tahan, tatapan matanya yang membara mulai beralih padaku yang hanya memakai gaun tidur bertali. Dengan wajah memerah, aku berusaha membantunya melepaskan hasrat. Pada akhirnya, karena sudah tak ada cara lain, aku terpaksa menjepit benda besarnya itu di antara paha dan menggeseknya. Tak disangka, suamiku malah menelepon di saat seperti ini. Saat aku menahan malu sambil melayani obrolan mesum suamiku di telepon, pria di belakangku malah semakin mendekat dan benda di antara pahaku itu bersiap untuk menerjang lebih dalam….
Ver maisKarena sudah terlanjur sampai di tahap ini, tak ada salahnya sekalian mencicipi kenikmatan Deny.Namun, kami memilih pindah ke kamarku. Entah apa yang ada di dalam pikiranku, yang jelas aku tak mau Leo melihat kami melakukannya.Deny jauh lebih brutal dibanding Leo. Sepertinya dia cemburu atau entah karena alasan lain, sampai-sampai diriku sudah hampir pingsan, dirinya pun masih tak mau melepaskanku.Begitulah, bermula dari malam itu, interaksi di antara kami pun jadi semakin intens.Setiap kali suamiku tak ada di rumah, Deny tanpa ragu bermesraan denganku. Setiap sudut rumah menjadi saksi bisu jejak percintaan kami.Setiap kali suasana semakin memanas, dia selalu memaksaku memanggilnya sayang dan menyatakan cinta padanya. Saat tidur pun, kami selalu berpelukan. Dia benar-benar sudah mendalami perannya sebagai suamiku.Malah terkadang di rumah, dia sama sekali tak mengizinkanku memakai baju dengan alasan demi kemudahan. Bahkan saat aku sedang masak di dapur pun, dia tetap menyelinap ma
Pintu yang tiba-tiba terbuka itu tak hanya membuatku kaget setengah mati, tapi juga mengejutkan dua orang yang sedang melakukan olahraga liar di dalam kamar.Di tengah kepanikan, aku reflek merapatkan pahaku dengan erat, sampai-sampai hampir menjepit benda Leo hingga putus. Dia mengerang kesakitan, lalu langsung mendorongku ikut masuk ke dalam kamar.Aku merasa malu dan tak punya muka lagi untuk menghadapi mereka. Parahnya, Leo di belakangku masih terus menghantamku tanpa kenal lelah.“Wah Hana, cepat sekali kamu datangnya. Kukira Leo bakal butuh waktu lebih lama. Kamu hebat juga, Leo.”Mina bertumpu pada Deny, lalu bangkit dan menatapku dengan senyuman nakal.Mendengar ucapannya, aku pun jadi bingung.Apa maksudnya? Jangan-jangan mereka tahu semua perbuatan Leo sejak awal?Sambil memikirkan hal itu, aku pun menanyakannya.“Tentu saja, sebenarnya aku yang mengusulkan hal ini. Lagipula, aku juga kasihan melihatmu begitu tersiksa setiap hari.”“Sekarang kita juga sudah tahu banyak tentan
Aku tak mau menurutinya, bagaimanapun juga diriku masih punya sedikit akal sehat. Aku tak sanggup melakukan tindakan senekat Mina.Jika sampai diketahui oleh dua orang di dalam kamar itu, rasanya bakal canggung. Aku tak tahu harus bagaimana menghadapi mereka nantinya. Jadi, lebih baik berpura-pura tak tahu sama sekali.“Leo, hentikan! Kita nggak boleh begini. Aku selalu menganggapmu anaknya Mina, kita nggak pantas melakukan hal seperti ini.”Aku menurunkan nada suaraku untuk memperingatkannya sambil berusaha melepaskan pegangannya pelan-pelan.Di dalam hati, aku mulai merasa agak emosi. Kenapa diriku selalu dihadapkan pada pilihan sulit seperti ini?Dulu dengan Deny dan sekarang malah dengan Leo. Kalau saja pria ini adalah orang asing yang sama sekali tak ada hubungannya denganku, aku mungkin sudah menyerah dan menuruti kemauannya. Bagaimanapun, aku tak perlu bertemu dengannya lagi setelah melakukan semuanya, sehingga beban mentalku jauh lebih ringan.Namun, mana mungkin Leo mau melepa
Kepalaku terasa berdengung hebat. Seketika, rasa panik melanda hatiku, membuatku bingung setengah mati harus menjelaskan apa.“Kamu asal bicara apa, sih? Aku pikir Deny mimpi buruk lagi. Waktu di rumah, dia suka mencariku untuk menenangkannya kalau sedang mimpi buruk.”“Kok kamu nggak tidur, malah datang ke kamarku? Di mana mereka?”Aku berdiri sambil mendorongnya, lalu menyalakan lampu tidur di samping ranjang.“Mereka masih asik main di luar. Aku ke sini hanya mau lihat kondisimu, kamu nggak kuat minum, ‘kan?”Aku menjawab diriku baik-baik saja dan menyuruhnya segera kembali tidur karena kepalaku masih terasa agak pusing.“Kak Hana, aku punya cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa pusing akibat alkohol, mau dicoba? Deny juga lagi pakai cara ini untuk membantu ibuku menghilangkan rasa pusingnya.”Leo mendekatiku dengan raut wajah penuh godaan, sementara satu tangannya sudah mendarat di atas pahaku.Mendengar Deny yang sedang membantu Mina menghilangkan rasa pusing, sebuah prasangka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.