Share

7. Keputusan Bashira

Penulis: Aksara Ocean
last update Tanggal publikasi: 2025-10-02 11:18:53

Bab 7 Keputusan Bashira

"Apa-apaan ini, Kek? Kenapa Kakek malah memanggil nama Sabian, bukan namaku?!" Arion berteriak lantang. Harga dirinya seperti dijatuhkan dalam satu kali hentakan.

Lelaki yang telah dipenuhi amarah itu maju ke depan, mencekal kerah baju Sabian lantas mendorongnya sekuat tenaga. Adegan tersebut mengundang jeritan dari kebanyakan perempuan.

"Semua orang tau kalau kamu cuma anak haram! Lantas kenapa kamu malah datang ke sini? Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?!" cecar Arion.

Sabian menatap datar, mengelak dari Arion yang hendak menyentuhnya lagi. "Apa kamu tidak dengar, malam ini aku lah yang akan bertunangan dengan Bashira," ucapnya pelan.

Amarah semakin menggelegak. Arion hendak melayangkan bogem mentah, tapi Wira melerai lebih dulu.

"Menyingkir dari Sabian!" titah Wira seraya menarik Arion.

Arion berbalik pada sang ayah, menatap tidak percaya atas perkataan tersebut. Matanya menatap nyalang. "Jelaskan padaku, Pa, kenapa Sabian yang akan ditunangkan dengan Bashira? Harusnya aku yang maju dan memasangkan cincin, bukan anak haram ini!"

Situasi di pesta tersebut semakin memanas. Gunawan turun dari atas panggung, berdiri di sebelah Sabian yang seakan tidak memiliki emosi apa pun, padahal sejak tadi Arion sudah mengacung-acungkan jari telunjuk tepat di depan wajahnya.

"Tenangkan diri kamu, Arion, jangan buat hari penting ini hancur berantakan." Gunawan memberikan peringatan.

"Rasanya wajar kalau aku bersikap seperti ini, karena tiba-tiba saja Kakek menyebut nama Sabian! Harusnya aku yang bertunangan dengan Bashira, karena aku adalah pewaris keluarga Atmadja! Ada apa ini sebenarnya? Apa Kakek mau balas dendam dan mencoba menyingkirkan aku dengan cara memalukan seperti ini?"

Gunawan tertawa singkat. Jika orang-orang bertanya adakah dendam di hatinya untuk Arion, maka jawabannya tentu saja ada. Gunawan sangat marah dan ikut sakit hati, melihat cucu kesayangannya terpuruk sampai jatuh sakit seperti dua minggu yang lalu.

Namun, kedua tangannya terlalu berharga jika harus menyusun rencana jahat untuk membalas perbuatan Arion. Toh, tanpa membuat rencana pembalasan, Gunawan sudah bisa membuat harga diri Arion seperti direnggut di depan semua orang.

"Sejak awal, Kakek tidak pernah menyebut nama kamu, Arion," ucap Gunawan singkat, tapi berhasil menusuk sampai ke dada Arion.

"Betul kalau Pak Gunawan tidak pernah menyebut nama Arion, tapi menjodohkan Bashira dan Sabian sangat tidak masuk akal!" Melani maju ke depan, membela putra kesayangannya. "Ingat, Pak Gunawan, Sabian ini anak haram! Dia lahir dari perempuan rendahan!"

Sabian mengepalkan tangan. Ingin maju, tapi Gunawan menahannya dengan sebelah tangan.

"Siapa pun ibu kandung Sabian, darah Atmadja tetap mengalir dalam tubuhnya. Dia tetap anak Wira Atmadja, dan tetap menjadi cucu kesayangan mendiang Seno Atmadja. Dan yang terpenting, sejak awal saya dan Seno sepakat menjodohkan Sabian dengan Bashira. Keputusan kami sudah telak, tidak bisa diganggu gugat. Hanya kematian yang bisa menggugurkan perjodohan ini," jelas Gunawan masih sangat tenang.

Melani menggelengkan kepala, tidak terima dengan segala penjelasan yang dirasa kurang masuk akal. Semua orang tahu siapa Sabian. Lelaki itu berada jauh di bawah Arion. Sejak kelahirannya, Arion telah digadang-gadang menjadi satu-satunya pewaris kekayaan keluarga Atmadja. Namun di acara pesta yang seharusnya berjalan lancar sampai akhir, mengapa ada nama Sabian yang turut disebut?

Melani sudah seperti orang gila. Perempuan paruh baya itu menjerit, kemudian berbalik pada sang suami yang sejak tadi mendadak diam.

"Cepat ambil keputusan, Pa, bilang pada Pak Gunawan kalau Arion lebih pantas menjadi pendamping Bashira!" desak Melani.

"Tidak bisa, Ma. Keputusan tetap ada di tangan mendiang Papa dan Pak Gunawan. Sebaiknya kita ikuti saja sesuai alur yang ada." Wira terlihat pasrah.

Sejak awal ia tahu, bahwa anak sulungnya yang akan bertukar cincin dengan Bashira. Hanya saja ia menutup mulut sampai akhir, lantaran tidak ingin anak dan istrinya mengacaukan acara pertunangan ini.

"Shira, aku tau kamu pun berpikir ini semua gak masuk akal. Sebaiknya kamu batalkan perjodohan ini. Kamu terlalu sempurna untuk lelaki bejat seperti Sabian." Arion kembali ke atas panggung, membujuk Bashira yang sejak tadi berusaha mencerna semuanya.

Bashira menahan napas, saat lagi-lagi bersitatap dengan Sabian. Seperti kata semua orang, Sabian adalah lelaki kejam tak berhati. Namanya dipandang buruk, keberadaannya tak pernah dihargai. Bashira tahu itu semua.

"Ra, jangan gadaikan masa depan kamu untuk Sabian," tambah Arion. Tangannya hendak meraih tangan Bashira, tapi dengan cepat perempuan itu mengelak.

Sekarang Bashira menatap Arion, berpikir dalam waktu singkat apa yang akan terjadi jika ia mengatakan tak siap bertunangan dengan Sabian, sebab kemunculan lelaki itu terlalu mendadak.

Akan tetapi, hati kecil Bashira menepis kuat-kuat. Sepertinya ia bisa menjadikan momen ini sebagai unjuk balas dendam kepada Arion. Bashira ingin menunjukkan, bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai kehendak Arion.

"Seperti apa pun watak Sabian, aku akan tetap menerima perjodohan ini. Aku mau bertukar cincin dengan Sabian Atmadja," putus Bashira, mengundang rasa terkejut di hati semua orang. “Daripada aku harus hidup dengan manusia penghianat sepertimu, Rion!”

*****

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   59. Kebersamaan

    Bab 59 Kebersamaan "Jangan takut sama Tante Lita ataupun Dania. Mereka gak punya kuasa apa-apa di sini." Bashira menenangkan empat asisten rumah tangganya."Terima kasih, Non, sudah datang dan membela kami," ucap Asih mewakili teman-temannya."Sama-sama, Bi. Aku juga makasih, karena Bibi dan yang lain lebih mendengarkan apa kata Kakek Gunawan.""Kami semua akan selalu berada di pihak Non Shira dan Pak Gunawan."Bashira tersenyum mendengarnya, seperti mendapat teman setia yang tak akan pernah pergi dari sisinya."Sekarang Bibi dan yang lain kembali bekerja, ya. Kalau Tante Lita berulah lagi, jangan sungkan memberi tahu aku." Bashira lantas meninggalkan dapur.Perempuan itu naik ke lantai dua, berganti baju dan membawa baju ganti lainnya. Malam ini ia akan menginap lagi di hotel. Hatinya yang masih kecewa pada Hadi, enggan sekali bertemu dengan lelaki paruh baya itu.Setelah selesai bersiap dan menenteng satu paper bag juga tas kerja, Bashira kembali ke bawah. Saat itulah ia berpapasan

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   58. Menahan Malu

    Bab 58 Menahan MaluDatangnya Gunawan dengan membawa peringatan, otomatis membuat posisi Hadi semakin terancam. Selama beberapa saat, ia dan Lita kompak membisu di tempat semula."Pak Gunawan terlalu ikut campur, Pa. Dia merasa lebih berhak atas Bashira, padahal Papa adalah ayah kandung anak itu!" Lita menoleh pada Hadi, berucap sangat pelan tapi sarat akan amarah yang cukup besar.Hadi diam saja."Segera lakukan sesuatu, Pa, supaya Pak Gunawan tidak memandang rendah posisi Papa di rumah ini.""Diam, Ma!" titah Hadi tak mau mendengar apa pun lagi. "Papa Gunawan tau semua yang terjadi pada kita dan Bashira. Itu artinya, dia punya mata-mata di rumah ini."Lita melotot mendengar itu. Ia lekat menatap Hadi."Jadi maksud Papa ... semua orang yang bekerja di sini tunduk pada Pak Gunawan?"Hadi tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia memilih berdiri."Mau ke mana, Pa?""Jangan pernah sekali pun membicarakan pernikahan Bashira dan Sabian di rumah ini.""Gak bisa begitu, Pa!" bentak Lita tak terim

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   57. Ancaman Gunawan

    Bab 57 Ancaman Gunawan"Kita berdua tidak punya masalah, Ra!""Punya!" timpal Bashira mengingatkan. "Jangan pernah lupakan masalah yang Papa timbulkan sendiri!""Masalah apa maksud kamu ini? Kamu membuat seakan-akan Papa adalah orang tua yang buruk!"Bashira menatap tajam Hadi. Andai lelaki paruh baya itu bukan ayah kandungnya, mungkin ia akan langsung meludahinya tanpa ragu. Semua itu dikarenakan, Hadi sangat playing victim."Pertama, Papa mendesak supaya aku membantu Papa mendapatkan posisi lebih tinggi di hotel ini. Karena aku menolak, Papa makin berubah dan menganaktirikan aku. Kedua, Papa menyetujui hubungan Dania dan Arion, dengan maksud supaya aku merasa terusik, bukan? Dan yang ketiga, Papa terang-terangan menjadikan Dania prioritas." Bashira membeberkan semuanya tanpa ragu.Lita melotot mendengarnya. Sungguh berani sekali Bashira bicara panjang lebar seperti itu. Sementara Hadi dibuat bungkam seketika. Lelaki paruh baya itu perlahan mundur, satu hal yang membuat Lita menggera

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   56. Amarah Di Tengah Malam

    Bab 56 Amarah Di Tengah MalamDada Lita seakan dihantam habis-habisan mendengar berita itu. Ia gegas berdiri. Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu membuat Hadi terusik dari tidurnya."Ada apa, Ma?" tanya Hadi, dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.Lita tak menjawab. Ia masih sibuk mendengar ocehan Dania di telepon. "Sudah kamu pastikan, Dan, kalau Arion gak mengarang cerita?""Ya ampun, Ma, buat apa Arion mengarang cerita? Dari tadi mukanya kusut, aku sampai gak bisa bikin dia terangsang!" ucap Dania frontal."Ini semua gak bisa dibiarkan!" Lita langsung menatap tajam pada Hadi, setelah memutus panggilannya dengan Dania begitu saja. "Kenapa Papa gak ngasih tau Mama, kalau pernikahan Bashira dan Sabian akan dipercepat?""Apa?" Hadi bertanya linglung."Bashira dan Sabian akan menikah tahun ini, Pa! Papa pasti sudah tau kan?" tuduh Lita dengan jari mengacung ke wajah Hadi."Papa sama sekali gak tau soal itu, Ma!" sanggah Hadi. Lelaki paruh baya itu lekas meninggalkan kamar, henda

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   55. Penolakan!

    Bab 55 Penolakan!"Bashira dan Sabian akan segera menikah."Arion mengacak rambutnya. Perkataan Melani beberapa jam lalu, berhasil menghancurkan mood-nya hari ini."Kita cari rencana untuk menggagalkan pernikahan itu, Ma!""Mana bisa! Di belakang mereka ada keluarga Pakusadewo!"Sekarang Arion memukul setir kemudi. Ia tak mampu membayangkan, jika kelak Bashira dan Sabian resmi menjadi sepasang suami istri. Itu artinya, jalan untuknya mendapatkan Bashira benar-benar telah buntu."Apa yang harus aku lakukan?" Arion menerawang jauh ke depan, padahal di depannya hanya ada tembok kokoh.Saat ini, ia sedang berada di basement klub malam, hendak menyusul Dania yang sejak tadi merengek minta ditemani. Sayangnya Arion tak bisa menolak, sebab Dania pasti akan curiga mengapa dirinya tiba-tiba tak jadi datang.Kepala Arion bertambah berat ketika masuk ke area klub. Musik berdentum keras. Puluhan orang berbaur, menari seperti kehilangan akal sehat. Pandangan Arion pun berkeliling, mencari di mana

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   54. Pemain?

    Bab 54 Pemain?"Kamu kasihan sama aku, ya?" tanya Bashira saat di mobil."Apa kelihatannya begitu?" Sabian malah balik bertanya, menoleh sebentar pada Bashira.Sekarang Bashira diam. Sejak tadi, ia tak melihat Sabian menumpahkan sorot kasihan padanya. Lelaki itu malah terlihat seperti ingin memberinya perlindungan ekstra."Ra, aku tau betul kamu bukan perempuan lemah. Selama ini kamu bisa bertahan di rumah, meski di sana ada Dania dan Tante Lita. Tapi untuk berhadapan dengan Om Hadi, aku yakin kamu akan bertarung dengan perasaan kamu sendiri. Sejujurnya kamu enggan berkonflik dengan Om Hadi."Itu benar, dan Bashira tak perlu repot-repot membantah asumsi Sabian."Maka dari itu, serahkan Om Hadi padaku," sambung Sabian."Mau kamu apakan papaku?" tanya Bashira dengan mata memicing. Sejak masuk mobil, ia tak lagi mengenakan kacamata hitamnya."Nggak akan diapa-apain, kok. Tapi setidaknya kalau ada aku, Om Hadi akan segan memarahi kamu."Bashira tertawa mendengarnya. Ia percaya Sabian tak

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   3. Sifat Asli

    Bab 3 Sifat AsliNamanya disebut disebut dengan lantang. Arion menggeliat, tidak menyadari ada seorang perempuan yang berjalan cepat untuk menarik lengannya."Bangun kamu, Rion!" bentak Bashira sambil memukul punggung Arion sekuat tenaga.Barulah Arion meringis, lantas sadar bahwa dirinya tengah me

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   2. Sosok Lain

    Bab 2 Sosok LainDua hari berlalu dengan begitu cepat, tapi kebahagiaan di hati Bashira tidak pernah surut. Atas rencana perjodohan dua belah pihak keluarga, senyumnya senantiasa terukir lebar dan awet."Hari ini aku mau ketemu sama Arion, Pa," ucap Bashira saat tiba di meja makan.Bukan hanya Hadi

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   5. Acara Ulang Tahun Bashira

    Bab 5 Acara Ulang Tahun BashiraHari ulang tahun Bashira akhirnya tiba. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dipenuhi sukacita, sekarang Bashira merasakan kehampaan. Kado-kado yang diberikan teman dan keluarga pun menjadi tak berarti.Bashira hanya duduk di ruang khusus keluarga, melihat lalu

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   4. Viral

    Bab 4 Viral!Hati Bashira hancur berkeping-keping. Semua rasa bahagia seakan direnggut darinya. Bashira tidak punya daya untuk turun dari tempat tidur. Ia hanya bisa menatap dengan air mata yang terus mengalir.Mengapa kejadian pahit ini harus menimpa dirinya? Selama hidup, tak pernah sekalipun Bas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status