Share

Bab 8

Author: Zila Aicha
last update Last Updated: 2026-02-13 17:25:33

Meskipun Brian tidak mengetahui niat Diana mengatakan hal itu, tapi dia tidak ingin memikirkan hal itu.

Hal paling penting baginya adalah menyeret Brian pergi dari sana. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Diana, Brian meninggalkan lantai itu.

Brian memilih sebuah ruang kelas kosong yang sudah tidak pernah digunakan dan mendorong Edward ke dalam lalu menutupnya dari dalam.

"Kau ... apa kau sudah benar-benar bosan hidup, Jones?"

Brian hanya melirik Edward sekilas. "Katakan padaku sekarang! A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 10

    "Kau mungkin tidak akan pernah menyangka apa saja yang bisa aku lakukan."Setelah mengatakan hal itu. Brian berniat memukul wajah Rayn lagi tapi dia tidak jadi melakukannya karena tiba-tiba dia melihat mobil petugas polisi melintas di dekat daerah itu.Rayn tertawa mengejek seketika, "Kau takut?"Bukan takut. Kata itu bukanlah kata yang tepat untuk mewakili tindakannya yang tidak jadi dia lakukan itu.Brian hanya tak ingin menyusahkan Joe Maiden jika dia nanti sampai benar-benar kehilangan kendali diri dan berakhir di penjara.Meskipun dia yakin Joe dengan muda bisa mengeluarkannya dari sana, Brian tetap tak ingin membuat masalah.Dia baru saja menyandang gelar pewaris tunggal keluarga Jones. Terlebih lagi, besok pagi akan menemui salah satu sanak saudaranya yang masih hidup sehingga dia merasa perlu untuk menahan diri untuk saat ini.Brian lalu menghela napas panjang. "Terserah apa katamu."Pria muda itu memutar badan dan segera mengambil sepedanya lagi. Rayn tak puas dan menendang

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 9

    Rayn memutar kepala, melihat ke berbagai arah di sekeliling tempat itu.Rahangnya pun hampir saja terjatuh. Jelas sekali di sana terdapat begitu banyak CCTV yang tentu merekam semua kejadian di tempat itu.Sungguh sial, dia benar-benar lupa soal ini. Ah, padahal dia hanya berniat bersenang-senang dengan mengganggu mahasiswa miskin. Tapi, ternyata dia malah seolah seperti sedang menggali makamnya sendiri.Kalau ayahnya mengetahui apa yang telah dia lakukan di kampus, ayahnya pasti akan segera membunuhnya. Ayahnya begitu kejam dan tak pernah memberi ampun pada siapapun meskipun itu adalah putra kandungnya sendiri.Rayn pun hanya bisa menggertakkan gigi lantaran jengkel dan merebut perlengkapan mengepel yang dipegang oleh Brian."Ingatlah, ini belum selesai." Rayn mengancam seraya melempar sebuah tatapan benci pada Brian, seolah dirinya akan menyimpan wajah Brian di dalam kepalanya dan mengingat semua yang dilakukan oleh Brian terhadapnya.Aline, sang kekasih Rayn berujar dengan ekspr

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 8

    Meskipun Brian tidak mengetahui niat Diana mengatakan hal itu, tapi dia tidak ingin memikirkan hal itu.Hal paling penting baginya adalah menyeret Brian pergi dari sana. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Diana, Brian meninggalkan lantai itu.Brian memilih sebuah ruang kelas kosong yang sudah tidak pernah digunakan dan mendorong Edward ke dalam lalu menutupnya dari dalam."Kau ... apa kau sudah benar-benar bosan hidup, Jones?"Brian hanya melirik Edward sekilas. "Katakan padaku sekarang! Apa kau sengaja menabrak kakekku malam itu?"Mendengar pertanyaan itu, Edward seketika membeku di tempatnya berdiri."Kenapa kau membahas hal yang sudah lama terjadi?"Brian membalas dengan kesal, "Itu baru terjadi beberapa hari yang lalu. Belum lama."Edward mendecakkan lidah. "Ah, persetan denganmu. Kenapa aku harus menjawabnya?"Dengan santai, Edward melangkah ke arah pintu tapi Brian mencegahnya. Dia berdiri tepat di depan pintu."Sialan. Minggir! Aku mau keluar, brengsek!""Kau tidak akan pe

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 7

    Namun, tentu saja Joe Maiden tidak akan membiarkan hal itu terjadi.Segera saja dia memohon izin untuk keluar dan menghentikan kekacauan itu. "Tuan Alfred, mohon untuk tidak membuat gaduh."Alfred langsung tersinggung. "Joe Maiden. Berani sekali kau berkata begitu kepadaku!""Maaf, Tuan. Saya tidak seperti itu." Joe masih bersikap sopan."Tidak seperti itu? Lalu, apa ini? Aku hanya ingin bertemu dengan keponakanku. Kenapa aku dilarang masuk?" Alfred mendesis marah.Joe pun menjawab pelan, "Saat ini Tuan Brian sedang menerima tamu, Tuan.""Aku ini pamannya. Bukankah dia harus memprioritaskan aku dibanding yang lain?" Alfred berkacak pinggang, menatap marah."Tuan Brian tidak bisa menemui Anda hari ini, Tuan. Tapi, beliau sudah mengatur pertemuan dengan Anda," Joe berusaha menenangkan Alfred.Alfred mendengus keras. "Kapan itu?""Chloe Lawrence akan segera menghubungi Anda untuk waktunya." Joe Maiden menoleh pada sekretaris tuan mudanya.Chloe pun mengangguk paham.Alfred sebenarnya ti

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 6

    Joe Maiden buru-buru membungkukkan badan, "Maaf, Tuan Muda. Saya tidak pernah berbohong.""Lalu apa yang baru saja kau katakan tadi?" Brian memasang ekspresi kesal."Tuan Muda, mohon maaf. Meskipun Tuan Alfred Jones juga bekerja di J-Corporation, bukan berarti Anda akan selalu bertemu dengan dia.""Joe, kau tadi mengatakan kepadaku kalau aku akan bertemu dengan dia. Jadi, mana yang benar?" Brian duduk dengan bersedekap sambil menatap jengkel sekretaris kakeknya yang kini telah menjadi sekretarisnya itu."Anda dan Tuan Alfred tidak berada di lantai yang sama, Tuan Muda. Anda hanya akan bertemu dengan Tuan Alfred di acara-acara tertentu seperti meeting penting.""Beda lantai? Kau yakin?" Brian mencoba memastikan."Iya, Tuan Muda. Apa Anda mau pergi ke perusahaan untuk melihatnya?" Joe Maiden terlihat sangat bersemangat.Brian membalas cepat, "Tidak. Tidak sekarang.""Setelah Anda mendapatkan hasil tes DNA."Brian akan membalas tapi dia tidak bisa. Sebagai seorang laki-laki dia tidak mun

  • Pewaris Muda Terkaya   Bab 5

    "Ya, Tuan Muda." Tentu saja Joe Maiden akan melakukan apa saja perintah Brian Jones. Pemuda itu adalah bos barunya. Tak ada alasan baginya untuk menolak."Tidak masalah kau mengumumkan aku telah kembali, tapi tolong sembunyikan identitasku."Joe Maiden menatap bingung. "Kenapa harus begitu, Tuan Muda?""Aku belum melakukan tes DNA."Joe Maiden mendesah lelah, "Tidak ada keraguan bagi saya jika Anda benar-benar cucu dari Tuan Simon, Tuan Muda.""Aku tahu. Tapi, mendengar ceritamu tentang banyak orang yang berusaha mengambil alih perusahaan milik ... kakekku, aku harus lebih berhati-hati. Aku tidak mau dituduh sebagai cucu palsu. Aku harus membuktikan diri jika aku benar-benar cucu Simon Jones. Apa kau paham maksudku?" Brian menjelaskan dengan hati-hati.Joe Maiden terhenyak. Dia pun segera membungkuk rendah dan berkata, "Anda benar, Tuan Muda. Astaga, Anda sangat cerdas. Tidak diragukan lagi, Anda memiliki kecerdasan yang sama seperti Tuan Simon."Brian mengibaskan tangan. "Kau berlebi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status